Liputan6.com, Jakarta - Menyisir rambut kerapkali dianggap sebagai aktivitas harian yang tampak sepele. Padahal, dalam Islam tiap amaliyah bernilai ibadah apabila disertai dengan asma Allah dan doa. Maka itu, penting untuk mengetahui doa menyisir rambut.
Doa merupakan landasan utama dalam setiap amaliyah seorang Muslim, baik dalam ibadah maupun kegiatan sehari-hari. Rasulullah SAW menekankan pentingnya memulai setiap perbuatan dengan doa termasuk dalam amaliyah aktivitas sederhana sekalipun.
Dalam Buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa setiap perbuatan yang bermanfaat dunia dan akhirat disyariatkan untuk diawali dengan doa, sehingga aktivitas tersebut menjadi ibadah jika diniatkan karena Allah. Salah satu contoh amaliyah harian adalah menyisir rambut, yang menurut sebagian ulama termasuk amalan kecil namun memiliki keutamaan jika disertai doa.
Dalam Al-Adzkar karya Imam Nawawi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan berdoa sebelum melakukan aktivitas harian seperti makan, minum, atau bersuci, agar seluruh kegiatan itu menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karena itu, menyisir rambut sambil membaca doa, meski tampak sederhana, memiliki nilai ibadah dan membentuk kesadaran spiritual dalam rutinitas harian.
Doa Menyisir Rambut
Dalam kitab Mafatih al-Jinan karya Syaikh Abbas al-Qummi, disebutkan berbagai doa untuk aktivitas harian termasuk menyisir rambut, yang menekankan bahwa kegiatan sederhana dapat bernilai ibadah bila diniatkan dengan benar.
1. Doa Menyisir Rambut
Berikut ini adalah doa menyisir rambut:
بسم الله الرحمن الرحيم
Latin: Bismillahir rohmanir rohim.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Doa ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Sunni dari Duwaid bin Nafi’ Al-Qurasyi, dia berkata:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنِ ادَّهَنَ وَلَمْ يُسَمِّ ادَّهَنَ مَعَهُ سَبْعُونَ شَيْطَانًا
Artinya: Rasulullah Saw bersabda; ‘Barangsiapa meminyaki rambut dan tidak menyebut nama Allah, maka 70 setan bergabung meminyaki rambut bersamanya.
Para ulama berbeda pendapat mengenai status kesahihan hadis ini. Banyak yang menyatakan hadis ini dhaif atau lemah. Al-Suyuthi dalam al-Jami‘ al-Saghir menyebutkan hadis ini dengan sanad yang lemah.
Namun begitu, Imam al-Nawawi dalam al-Adzkar menjelaskan, meski banyak doa atau zikir aktivitas sehari-hari tidak memiliki riwayat sahih khusus, tetap dianjurkan membaca basmalah karena termasuk zikir umum yang diperintahkan dalam QS. Al-‘Alaq [96]:1 dan hadis riwayat Abu Dawud: “Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan basmalah, maka ia terputus (tidak sempurna).
Doa Menyisir Rambut, Perlindungan Rambut Rontok
Saat menyisir rambut, seseorang juga bisa berdoa salah satunya adalah doa untuk perlindungan rambut dan kulit dari api neraka, yang diajarkan oleh KH Mahir M. Soleh, LC., dkk dalam buku Buku Saku Dirasat Islamiyah. Doa ini berbunyi:
للّهُمَّ حَرِّمُ شَعْرِى وَبَشَرِى عَلَى النَّارِ
Latin: Allahumma harrim sya’rii wa basyarii ‘alan naar.
Artinya: "Ya Allah, halangilah rambut dan kulitku dari api neraka."
Doa ini juga bisa dibaca ketika berwudhu, tepatnya saat membasuh atau mengusap kepala bagian depan dari ubun-ubun sampai sebagian kepala, sebagaimana disebutkan oleh Yoli Hemdi dalam buku Tata Cara Shalat Lengkap yang Dicintai Allah dan Rasulullah.
Dalil Kesunnahan Merapikan Rambut
Cukup banyak dalil mengenai kesunnahan merapikan rambut dan kebersihannya.
Disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Abu Daud dan Nasa’i dari Jabir bin Abdillah dan dinilai hasan oleh Al-Bani, dia berkisah bahwa Rasulullah mendatangiku:
أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَى رَجُلاً شَعِثًا قَدْ تَفَرَّقَ شَعْرُهُ فَقَالَ أَمَا كَانَ يَجِدُ هَذَا مَا يُسَكِّنُ بِهِ شَعْرَهُ. وَرَأَى رَجُلاً آخَرَ وَعَلَيْهِ ثِيَابٌ وَسِخَةٌ فَقَالَ أَمَا كَانَ هَذَا يَجِدُ مَاءً يَغْسِلُ بِهِ ثَوْبَهُ
Artinya: Rasulullah Saw pernah mendatangi kami dan beliau melihat seorang lelaki yang acak-acakan rambutnya. Rasulullah Saw bersabda, ‘Tidakkah orang ini mendapatkan sesuatu untuk merapikan rambutnya?’ Kemudian beliau melihat seorang lelaki yang kotor pakaiannya. Beliau bersabda, ‘Tidakkah orang ini mendapatkan air untuk mencuci pakaiannya?
Imam al-Nawawi dalam al-Minhāj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini adalah dalil anjuran menjaga kerapian diri, baik rambut maupun pakaian. Menurutnya, Islam tidak hanya menekankan ibadah hati, tetapi juga mengajarkan penampilan lahiriah yang bersih dan pantas, selama tidak berlebihan atau jatuh pada kesombongan.
Lebih dari itu, ada pula dalil lebih umum tentang kerapian dan keindahan
Rasulullah SAW bersabda:
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. (HR. Muslim no. 91)
Hadis di atas menunjukkan bahwa menjaga kebersihan dan kerapian merupakan bagian dari sunnah. Dalam pandangan ulama, kerapian rambut termasuk bagian dari hifz al-naẓāfah (memelihara kebersihan) yang sangat dianjurkan.
Imam al-Nawawi menjelaskan bahwa hadis tersebut menganjurkan seorang muslim untuk tampil bersih, rapi, dan enak dipandang, sebab hal itu termasuk dari kesempurnaan akhlak dan mencerminkan keindahan ajaran Islam.
Adab Menyisir Rambut Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Dalam merapikan atau menyisir rambut, terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan sesuai sunnah Rasulullah SAW. Salah satu adab penting adalah mendahulukan menyisir rambut dari sebelah kanan. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ
Latin; ‘An ‘Āisyah raḍiyallāhu ‘anhā qālat:“Kāna Rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam yu‘jibuhu at-tayammun fī tana‘‘ulihi, wa tarajjulihi, wa ṭuhūrihi, wa fī sya’nihi kullihi.
Artinya: Rasulullah SAW sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, ketika menyisir rambut, dan ketika bersuci, juga dalam setiap perkara (yang baik-baik). (HR. al-Bukhārī no. 168).
Rasulullah SAW menyukai mendahulukan bagian yang kanan ketika bersuci, menata rambut, dan mengenakan sandal. Mengikuti kebiasaan ini dapat mendatangkan manfaat dan pahala. Meskipun menyisir rambut adalah sunnah, Rasulullah SAW melarang menyisir rambut secara berlebihan atau terlalu sering terutama bagi laki-laki, karena hal itu termasuk dalam kategori berlebihan dalam berdandan.
Imam al-Nawawi menjelaskan, hukum mendahulukan yang kanan dalam perkara baik adalah sunnah, bukan wajib. Hikmahnya adalah untuk mengutamakan sisi kanan sebagai simbol keberkahan, kemuliaan, dan keindahan yang dicintai Allah.
Kebiasaan Rasulullah SAW ini mendidik umat agar selalu menjaga adab dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan hal kecil seperti memakai sandal atau menyisir rambut bernilai ibadah jika mengikuti sunnah Nabi.
Perawatan Rambut Sehat Ala Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memberikan teladan dalam semua aspek kehidupan, termasuk penampilan dan perawatan diri yang mencerminkan perhatian beliau terhadap kebersihan dan kerapian. Perawatan rambut yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan biaya besar. Beberapa cara merawat rambut ala Rasulullah SAW meliputi:
- Mencuci Rambut dengan Rutin: Rasulullah SAW menganjurkan untuk merawat rambut dengan baik, dan mencuci rambut adalah hal yang sangat penting. Beliau biasa mengawali keramas dengan mengguyurkan air sebanyak tiga kali ke atas kepala, lalu digosok secara lembut mulai dari permukaan hingga akar rambut.
- Menggunakan Minyak Rambut: Rasulullah SAW seringkali memakai minyak di kepalanya dan menyisir jenggotnya. Aisyah RA pernah menyisir dan meminyaki rambut Nabi Muhammad SAW. Penggunaan minyak rambut, seperti minyak zaitun, dianjurkan untuk menjaga kebersihan kulit kepala, mengharumkan aromanya, serta menjaga kesuburan rambut.
- Tidak Membiarkan Rambut Acak-acakan: Rasulullah SAW tidak suka melihat rambut yang berantakan. Beliau pernah menegur seorang laki-laki yang rambutnya acak-acakan, bertanya apakah ia tidak memiliki sesuatu untuk merapikan rambutnya.
- Menyisir Rambut Secukupnya: Meskipun Rasulullah SAW menyisir rambutnya, beliau tidak melakukannya terlalu sering seperti wanita pesolek. Beliau melarang menyisir rambut kecuali sesekali atau berselang hari.
Pentingnya Kebersihan Rambut dalam Islam
Islam adalah agama yang sangat menekankan kebersihan, bahkan kebersihan dianggap sebagai sebagian dari iman. Menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, termasuk rambut, adalah salah satu ajaran Islam. Rambut yang kotor dapat mengundang kutu dan menimbulkan berbagai penyakit.
Oleh karena itu, merawat rambut agar sehat dan bersih adalah bagian dari memuliakan nikmat Allah SWT. Beberapa tips tambahan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan rambut meliputi pemilihan sampo yang tepat yang tidak membuat rambut sangat kering, karena rambut kering rentan putus.
Penggunaan bahan-bahan alami seperti minyak zaitun atau minyak kelapa sangat dianjurkan untuk memberikan kelembutan dan nutrisi alami pada rambut.
Selain itu, memperhatikan pola makan dengan mengonsumsi makanan sehat dan seimbang seperti protein tanpa lemak, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan makanan kaya omega-3, sangat penting untuk menjaga kesehatan rambut.
Bagi wanita berhijab, menghindari mengikat rambut terlalu kencang dapat mengurangi risiko rambut rontok karena patah. Disarankan untuk segera melepas hijab dan ikatan rambut setelah di rumah agar rambut bisa beristirahat.
People also Ask:
1. Apa doa menyisir rambut?
Latin: Allahumma harrim sya'rii wa basyarii 'alan naar
Artinya: "Ya Allah, halangilah rambut dan kulitku dari api neraka."
2. Kenapa tidak boleh menyisir rambut malam hari?
Larangan menyisir rambut di malam hari adalah sebuah mitos tradisional yang sering dikaitkan dengan kepercayaan bahwa hal tersebut dapat mengundang arwah atau makhluk halus. Tidak ada bukti ilmiah yang mendukung kepercayaan ini
3. Bagaimana Rasulullah menyisir rambut?
Beliau memiliki kebiasaan menyisir rambut dengan rapi, mendahulukan sisi kanan, namun tetap secukupnya.
4. Kapan waktu sisir rambut?
Waktu yang tepat untuk menyisir rambut adalah sebelum tidur, pada pagi hari, dan sebelum keramas. Menyisir rambut dua kali sehari (pagi dan malam) membantu mendistribusikan minyak alami dan mencegah kusut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)








