Doa Pembuka Ummi, Rangkaian Doa Pengantar Belajar Al-Qur’an

3 months ago 56

Liputan6.com, Jakarta - Doa pembuka Ummi menjadi salah satu amalan penting sebelum memulai pembelajaran Al-Qur’an. Rangkaian doa ini tidak hanya berfungsi sebagai pengantar, tetapi juga permohonan kepada Allah SWT agar proses belajar berjalan lancar, penuh keberkahan, dan memberikan pemahaman yang mendalam.

Dalam kelas-kelas mengaji, doa pembuka Ummi dibaca bersama-sama. Guru memimpin lantunan doa, murid mengikuti, sehingga tercipta suasana yang khidmat. Hal ini menegaskan bahwa belajar Al-Qur’an merupakan ibadah, bukan sekadar kegiatan akademik.

Menurut panduan resmi Ummi Foundation, doa pembuka ini memang dirancang untuk menanamkan adab sebelum belajar. Anak-anak diajak menyadari bahwa ilmu yang mereka dapatkan adalah karunia Allah yang wajib disyukuri.

Kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi juga menegaskan pentingnya doa sebelum memulai majelis ilmu. Dengan doa, hati dibersihkan dari kesombongan, sehingga ilmu lebih mudah diterima dan diamalkan.

Makna dan Tujuan Doa Pembuka

Sebagaimana dijelaskan dalam buku panduan metode Ummi, doa pembuka Ummi memiliki makna mendalam. Di dalamnya ada permohonan ampun untuk orang tua, doa agar hati dilapangkan, serta permohonan agar dimudahkan urusan.

Doa ini juga mengingatkan murid bahwa mereka bukan hanya belajar huruf hijaiyah, tetapi juga sedang membangun kedekatan spiritual dengan Allah SWT. Hal ini membuat belajar Al-Qur’an menjadi pengalaman ruhani sekaligus intelektual.

Imam Nawawi dalam Al-Adzkar menuliskan bahwa doa seperti ini menjadi benteng bagi seorang penuntut ilmu dari kelalaian dan sifat sombong. Dengan berdoa, adab akan lebih terjaga.

Rangkaian Doa yang Dibaca

Dalam praktik sehari-hari, doa pembuka Ummi diawali dengan membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu, guru dan murid membaca doa untuk kedua orang tua:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ آمِيْن

Rabbi ghfirlii wa liwalidayya wa lilmu’miniina aamiin

Artinya: Ya Tuhanku, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan seluruh orang mukmin.

Doa berikutnya adalah doa Nabi Musa AS sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an Surah Thaha ayat 25–28:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

Rabbisyrah lii shadrii wa yassir lii amrii

Artinya: Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku.

Praktik Doa di Kelas Ummi

Dalam Buku Panduan Metode Ummi terbitan Surabaya, dijelaskan bahwa doa pembuka Ummi wajib diamalkan di setiap pertemuan. Guru membacakan doa, murid mengikuti dengan penuh perhatian, lalu pelajaran dimulai.

Kebiasaan ini membentuk suasana belajar yang lebih beradab. Anak-anak terbiasa mendahului setiap kegiatan dengan doa, sehingga sikap tawakal dan syukur semakin tertanam.

Praktik doa bersama ini juga mempererat hubungan antara guru dan murid, karena keduanya sama-sama berharap keberkahan dari Allah SWT.

Doa Tambahan dalam Pembelajaran

Selain doa utama, ada pula doa tambahan yang biasa dibacakan. Salah satunya adalah doa memohon rahmat dari Al-Qur’an, yang banyak diajarkan oleh para ulama dan disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud:

اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً

Allahummarhamnii bil Qur’an, waj‘alhu lii imaaman wa nuuran wa hudan wa rahmah

Artinya: Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur’an, jadikanlah ia pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku.

Hadits tersebut menegaskan bahwa doa dapat menjadi kunci agar Al-Qur’an benar-benar berfungsi sebagai petunjuk hidup.

Pentingnya Membiasakan Doa Pembuka

Panduan resmi dari Ummi Foundation menjelaskan bahwa doa pembuka Ummi merupakan salah satu cara efektif menanamkan adab kepada anak. Dengan doa, anak terbiasa memulai setiap langkah dengan mengingat Allah.

Bagi guru, doa ini menjadi sarana mendidik dengan keteladanan. Sementara bagi orang tua, doa tersebut adalah modal penting agar anak tumbuh dengan akhlak Qur’ani.

Jika dibiasakan sejak kecil, doa pembuka Ummi akan menjadi rutinitas yang mengakar dalam kehidupan sehari-hari.

Doa Penutup Sebagai Pelengkap

Setelah pembelajaran selesai, majelis ditutup dengan doa penutup yang disebutkan dalam Al-Adzkar karya Imam Nawawi:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

"Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an la ilaha illallah, astaghfiruka wa atubu ilaih".

Artinya: Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.

Doa penutup ini melengkapi proses belajar. Dengan memohon ampun, murid diajak menyadari bahwa ilmu yang baru dipelajari harus disertai kerendahan hati.

Doa Umi Bagian yang Tak Terpisahkan

Doa pembuka Ummi adalah amalan sederhana yang penuh makna. Dari doa orang tua, doa Nabi Musa, hingga doa rahmat Al-Qur’an, semuanya meneguhkan nilai adab dan spiritualitas dalam belajar.

Metode Ummi yang berkembang luas di Indonesia menjadikan doa ini bagian tak terpisahkan dari pendidikan anak-anak muslim. Selain melatih bacaan Al-Qur’an, doa ini juga menanamkan rasa tawakal dan disiplin dalam hidup.

Pada akhirnya, doa pembuka Ummi bukan sekadar formalitas. Ia adalah ikhtiar membangun generasi Qur’ani yang mencintai ilmu, beradab kepada guru, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan.

People Also Talk

1. Apa itu doa pembuka Ummi?Doa yang dibacakan sebelum belajar Al-Qur’an, berisi permohonan ampun untuk orang tua, doa Nabi Musa, serta doa rahmat dari Al-Qur’an.

2. Siapa penggagas metode Ummi?Metode ini dikembangkan oleh Ustadz Masruri dan Ustadz A. Yusuf di Surabaya.

3. Apakah doa pembuka Ummi hanya untuk anak-anak?Tidak, doa ini dapat diamalkan oleh siapa saja yang belajar Al-Qur’an dengan metode Ummi.

4. Apa tujuan utama doa pembuka Ummi?Untuk menanamkan adab, melapangkan hati, dan menjadikan belajar Al-Qur’an ibadah yang penuh berkah.

5. Mengapa doa penutup juga dibacakan?Karena doa penutup menjadi bentuk syukur dan permohonan ampun, sebagaimana dianjurkan dalam Al-Adzkar karya Imam Nawawi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |