Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji bukanlah perjalanan yang sekadar melibatkan fisik, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan batin sejak awal. Pembacaan doa sebelum berangkat haji agar lancar dan selamat serta mabrur menjadi bagian tak terpisahkan persiapan pada detik-detik sebelum keberangkatan.
Merujuk buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah dari Kementerian Agama RI, doa sebelum berangkat haji menjadi fondasi penting bagi jemaah. Doa-doa tersebut merupakan penyerahan diri kepada Allah SWT sebagai landasan spiritual.
Allah Berfirman, yang artinya: "Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197). Dan doa menjadi implementasi wujud ketaatan tersebut.
Secara syariat, doa-doa ini berakar pada tradisi Nabi Muhammad SAW, dikenal sebagai Doa Safar (Doa Perjalanan). Dalil dari praktik ini, antara lain, diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah, yang mengutip anjuran Rasulullah SAW untuk membaca doa perlindungan.
Berikut ini adalah doa-doa sebelum berangkat haji, beserta amalannya.
Doa Sebelum Berangkat Haji
Pentingnya doa sebelum keberangkatan juga dielaborasi dalam buku Manasik Haji dan Umrah Rasulullah karya Prof. Dr Imam Ghazali Said yang meninjau haji dalam sirah (riwayat/sejarah) dan makna spiritualnya. Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, menekankan bahwa safar (perjalanan), termasuk haji, adalah salah satu momentum ijabah (dikabulkannya) doa.
Berikut ini adalah doa sebelum berangkat haji.
1. Sholawat dan Doa Sebelum Berangkat Haji
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانِي بِالْإِسْلَامِ وَأَرْشَدَنِي إلَى أَدَاءِ مَنَاسِكِيْ حَاجًا بِبَيْتِهِ وَمُعْتَمِرًا بِمَشَاعِرِهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. اَللَّهُمَّ بِكَ انْتَشَرْتُ وَ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ وَبِكَ اعْتَصَمْتُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ ثِقَتِي وَرِجَائِي، اَللَّهُمَّ فَاكْفِنِي مَا هَمَّنِي وَمَا لَا أَهْتَمُّ لَهُ اللَّهُمَّ زَوَدْنِي التَّقْوَى، وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَوَجَّهْنِي لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا تَوَجَّهْتُ.
Latin: Alhamdulillāhilladzī hadānī bil-Islāmi wa arsyadanī ilā adā'i manāsikī hājjan bi-baitihī wa mu'tamiran bi-masyā'irihī. Allāhumma shalli 'alan-nabiyyil ummiyyi wa 'alā ālihī wa ash-hābihī ajma'īn.
Allāhumma bika antasyartu wa ilaika tawajjahtu wa bika'tashamtu. Allāhumma anta tsiqatī wa rajā'ī. Allāhumma fakfinī mā hammanī wa mā lā ahtammu lahū. Allāhumma zawwidnīt-taqwā, waghfirlī dzanbī wa wajjihnī lil-khairi ainamā tawajjahtu.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik hajiku di rumah-Nya dan mengerjakan umrah di tempat lambang-lambang (masya'ir) keagungan-Nya.
Ya Allah, berilah salawat atas Nabi yang tidak bisa baca dan tulis (ummi) beserta keluarga dan para sahabatnya.
Ya Allah, bersama-Mu aku bertebaran, kepada-Mu aku menghadap dan dengan-Mu aku berpegang teguh.
Ya Allah, Engkau kepercayaanku dan harapanku, maka Ya Allah lindungilah aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak aku perlukan.
Ya Allah, bekalilah aku dengan takwa dan ampunilah dosaku serta hadapkanlah wajahku pada hal-hal yang baik ke mana pun aku menghadapkan".
Sebelum membaca doa di atas, jemaah haji disunahkan untuk melaksanakan salat sunah 2 (dua) rakaat, dengan ketentuan:
- Rakaat pertama: setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca surat Al-Kafirūn.
- Rakaat kedua: setelah membaca surat Al-Fatihah, membaca surat Al-Ikhlas.
2. Doa Berangkat Haji untuk Orang yang Ditinggalkan
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Latin: “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu
Artinya: Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).
Rasulullah membaca doa ini ketika hendak safar atau perjalanan, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah RA:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya)” (HR. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
3. Doa Keluar Rumah
بِسْمِ اللَّهِ، آمَنْتُ بِاللَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ تَوَجَّهْتُ بِهِ، بِسْمِ اللَّهِ اعْتَصَمْتُ بِاللَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Latin: Bismillāh, āmantu billāh, bismillāhi tawajjahtu bih, bismillāhi‘tashamtu billāh, bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-‘aliyyil-‘aẓīm.
Artinya: Dengan nama Allah, aku beriman kepada Allah. Dengan nama Allah aku hadapkan diriku kepada Allah. Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan tiada kekuatan melainkan atas izin Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung.
4. Doa Setelah Duduk di Kendaraan/Pesawat
بِسْمِ اللَّهِ الْمَلِكِ الرَّحْمَنِ. وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِيْنِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ. بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.
Latin: Bismillāhil-malikir-raḥmān. Wa mā qadarullāha ḥaqqa qadrihī wal-arḍu jamī‘an qabḍatuhū yaumal-qiyāmati was-samāwātu maṭwiyyātun biyamīnihī subḥānahū wa ta‘ālā ‘ammā yusyrikūn. Bismillāhi majrāhā wa mursāhā inna rabbī lagafūrur raḥīm.
Artinya: Dengan Nama Allah Yang Maha Penguasa lagi Maha Pengasih. Tiada mengagungkan Allah sebagaimana semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan kekuasaan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. Dengan Nama Allah di waktu berangkat dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Doa Sewaktu Kendaraan Berjalan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ وَالْوَلَدِ.
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Allāhumma innā nasaluka fī safarinā hādzal-birra wat-taqwā wa minal-‘amali mā tarḍā. Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hādzā waṭwi ‘annā bu‘dah. Allāhumma antas-sāḥibu fis-safar, wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhumma innī a‘ūżu bika min wa‘ṡāis-safar, wa kaābatil-manẓar, wa sūil-munqalabi fil-māli wal-ahli wal-walad.
Arti: Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah Yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini padahal kami tiada kuasa mengendalikannya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan, kami pasti akan kembali.Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan takwa serta amal perbuatan yang Engkau ridai.Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami.Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan pelindung terhadap keluarga yang ditinggalkan.Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan, dan kepulangan yang menyusahkan dalam harta benda, keluarga, dan anak.
Doa-doa sebelum keberangkatan haji ini lantas dilanjutkan dengan doa berangkat ke Arafah dan tiba di tempat tujuan.
Amalan-Amalan Sebelum Berangkat Haji
Merujuk E-Book Doa Dzikir Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag RI. dan Buku Manasik Haji dan Umrah Rasulullah karya Prof Dr Imam Ghazali Said, amalan sebelum berangkat haji meliputi persiapan nonfisik dan fisik. Berikut rinciannya.
Persiapan Non-Fisik (Spiritual dan Sosial) Sebelum Berangkat Haji
Amalan ini dilakukan jauh sebelum hari keberangkatan untuk membersihkan hati dan menyelesaikan urusan duniawi.
1. Taubat dan Penyucian Diri
Ini adalah langkah awal yang paling penting. Jemaah harus bertaubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh) dari segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Memastikan hati dalam keadaan suci dan ikhlas sepenuhnya hanya karena Allah SWT, sehingga amalan haji diterima.
2. Melunasi Utang dan Menyelesaikan Tanggungan
Wajib bagi calon haji untuk melunasi semua utang piutang, baik kepada manusia (terutama utang finansial) maupun kepada Allah (seperti qadha salat atau puasa yang terlewat).
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar dan para ulama fiqih lainnya menekankan pentingnya menyelesaikan utang dan tanggungan sebagai syarat kesempurnaan perjalanan suci. Agar perjalanan haji tidak meninggalkan sisa kewajiban yang memberatkan di dunia dan akhirat.
3. Meminta Maaf dan Ridha
Meminta maaf kepada seluruh keluarga, kerabat, tetangga, dan rekan kerja yang pernah dizalimi atau disakiti. Jemaah juga wajib meminta keridhaan dan izin dari orang tua dan pasangan (suami/istri).
Mendapatkan keberkahan dan keridhaan Allah melalui keridhaan sesama manusia, serta memastikan tidak ada ganjalan hati saat beribadah di Tanah Suci.
4. Menunjuk Wali atau Wakil (Wasiat)
Membuat wasiat atau pesan kepada keluarga mengenai harta benda, utang, atau urusan penting lainnya selama kepergian, serta menunjuk seseorang yang bertanggung jawab mengurus keluarga.
Menenteramkan hati jemaah dan menjaga hak-hak keluarga di tengah kemungkinan wafat dalam perjalanan (seperti yang dicontohkan dalam hadis Safar).
5. Membekali Diri dengan Harta Halal
Memastikan semua bekal perjalanan haji, termasuk biaya, berasal dari sumber yang halal dan thayyib (baik).
Persiapan Fisik dan Ibadah Sunah Sebelum Berangkat Haji
Amalan ini dilakukan mendekati waktu keberangkatan, terutama pada hari-hari terakhir di rumah.
1. Mempersiapkan Pakaian Ihram
Pakaian ihram harus disiapkan dengan bersih dan suci. Meskipun pemakaian ihram baru di miqat, membawanya dari rumah adalah bagian dari persiapan fisik.
2. Salat Sunah Safar (Perjalanan)
Disunahkan melaksanakan salat sunah dua rakaat sebelum keluar rumah untuk bepergian. Tujuannya yakni mengawali perjalanan dengan ibadah dan memohon pertolongan serta perlindungan Allah (seperti yang disarankan dalam Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag RI).
3. Membaca Doa Sebelum Keluar Rumah
Setelah salat sunah safar, membaca doa yang diawali dengan pujian kepada Allah dan diakhiri dengan permohonan ketakwaan dan ampunan. Doa ini adalah wujud tawakkal (berserah diri) dan penyerahan urusan perjalanan sepenuhnya kepada Allah.
4. Membaca Doa Safar saat Kendaraan Bergerak
Saat sudah duduk dan kendaraan mulai bergerak, membaca Doa Safar (yang dimulai dengan takbir 3x dan diakhiri dengan permohonan keselamatan dunia akhirat). Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, doa ini dibaca untuk memohon perlindungan dari kelelahan perjalanan (wa'tsā'is-safari) dan hal-hal buruk (seperti yang dijelaskan dalam buku Manasik Haji dan Umrah Rasulullah).
5. Mandi Sunah Sebelum Berangkat
Disunahkan mandi sebelum bepergian, terutama jika perjalanan tersebut adalah perjalanan ibadah seperti haji.
Hikmah Berdoa dan Melakukan Amalan Sebelum Berangkat Haji
1. Fondasi Ikhlas dan Pemurnian Niat (Taubat)
Ibadah haji adalah ritual puncak penyerahan diri (ubudiyah). Amalan Taubat dan doa keluar rumah adalah langkah pertama untuk memastikan niat (ikhlas) hanya tertuju kepada Allah SWT. Niat yang bersih menjadi penentu diterimanya amal.
Dengan bertaubat dari segala dosa dan membersihkan hati, jemaah membebaskan diri dari belenggu masa lalu, memastikan seluruh perjalanan haji murni sebagai bentuk ketaatan.
2. Memperoleh Perlindungan dan Keamanan (Tawakkal)
Doa Safar dan doa keluar rumah adalah bentuk tawakkal (berserah diri) total setelah berusaha menyiapkan bekal. Perjalanan jauh, seperti haji, mengandung risiko tinggi. Dengan menyerahkan diri kepada Allah, jemaah memohon perlindungan dari segala bahaya, kesulitan, dan kelelahan (wa'tsā'is-safari), baik yang bersifat fisik maupun spiritual.
3. Pemenuhan Hak Adami (Haqqul Adami)
Kewajiban melunasi utang, meminta maaf, dan membuat wasiat sebelum berangkat adalah implementasi dari prinsip Islam bahwa hak sesama manusia (haqqul adami) harus didahulukan daripada hak Allah (haqqullah).
4. Mempersiapkan Diri Menghadapi Kesusahan (Zadut Taqwa)
Doa sebelum berangkat seringkali mengandung permohonan agar dibekali Takwa (Allāhumma zawwidnīt-taqwā). Perjalanan haji adalah madrasah kesabaran yang penuh tantangan fisik dan emosional (berdesakan, perbedaan iklim).
5. Mengawali Perjalanan dengan Ketaatan (Salat Safar)
Melaksanakan salat sunah dua rakaat sebelum melangkah keluar rumah memastikan bahwa langkah pertama yang diambil menuju Baitullah adalah langkah ketaatan. Ini mengokohkan komitmen spiritual dan memohon keberkahan dari Allah sebelum melakukan ritual ibadah yang lebih besar.
People also Ask:
Apa doa untuk orang yang mau berangkat haji?
Untuk mendoakan orang berangkat haji, ada doa dari Nabi seperti "Zawwadakallahut taqwa, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsuma kunta" (Semoga Allah membekalimu takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu kebaikan) atau "Astaudi'ullaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima 'amalik" (Aku titipkan agamamu, amanahmu, dan akhir amalmu kepada Allah), serta harapan agar hajinya mabrur, diterima, dan perjalanannya dimudahkan.
Apa yang harus diucapkan sebelum berangkat haji?
Bismillahi Tawakkaltu 'Alallah, laa hawla walaa Quwwata illa billah . “Aku memulai perjalananku dengan nama Allah, dengan bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan tenaga selain Allah.” Baca juga Ayatul Kursi, Surah Ikhlas, Surah Falaq dan Surah Naas satu kali.
Apa doa terbaik agar perjalanan kita selamat?
Allahumma antash shohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.
Syukuran mau berangkat haji namanya apa?
Ringkasan AIApa Itu Walimatul Naqiah? Tradisi Syukuran Pulang Haji di ...Syukuran haji disebut Walimatul Naqi'ah (untuk setelah pulang) atau Walimatussafar (untuk sebelum berangkat), yang merupakan acara jamuan makan atau tasyakuran sebagai ungkapan syukur atas selesainya ibadah haji atau sebagai perpisahan sebelum berangkat, dengan dasar hukum sunah dalam Islam dan sering disebut juga tasyakuran haji atau selamatan haji.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
