Hadist tentang Keutamaan Memaafkan Kesalahan Orang Lain, Ampunan Allah dan Ketenangan Hati

1 month ago 31

Liputan6.com, Jakarta - Dalam perspektif Islam pemaafan (forgiveness) bukan sekadar tindakan melepaskan atau melupakan dendam dan kesalahan, melainkan sifat moral yang berperan vital dalam membentuk hubungan manusia yang harmonis, menciptakan kedamaian, serta mencegah konflik. Pemaafan merupakan bagian dari akhlak terpuji yang tidak hanya bernilai emosional dan sosial, tetapi juga memiliki dimensi religius yang mendalam.

Merujuk jurnal berjudul "The Concept of Forgiveness in Hadith and Its Impact on Students’ Social Interaction" karya Naya Nazla Az-Zahra dan Husnel Anwar, motivasi untuk memaafkan salah satunya datang dari janji Allah SWT dalam Al-Qur'an dan bimbingan Rasulullah yang menjanjikan kemuliaan luar biasa.

Dalam Al-Qur'an, Surah Asy-Syura ayat 40 ditegaskan bahwa siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya dijamin secara langsung oleh Allah. Selain itu, terdapat berbagai hadist tentang keutamaan memaafkan kesalahan orang lain, yang menambah motivasi tersebut.

Secara praksis dan ditinjau dari sudut psikologis, Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, menjelaskan bahwa memaafkan adalah obat paling mujarab untuk menyucikan jiwa dari dendam yang merusak.

Hadist tentang Keutamaan Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Berikut ini adalah hadis tentang keutamaan memaafkan kesalahan orang lain merujuk AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies, dan sumber lain yang relevan.

1. Hadis tentang Jaminan Pengampunan di Hari Kiamat

Dalam sebuah riwayat Imam Ahmad, Rasulullah ﷺ memberikan janji yang sangat besar bagi mereka yang melapangkan dada atas kesalahan orang lain.

مَنْ أَقَالَ عَثْرَةً أَقَالَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Barang siapa yang memaafkan kesalahan orang lain maka Allah akan memaafkan kesalahannya pada hari kiamat." (HR. Ahmad, No. 7122).

2. Memaafkan Sebagai Jalan Menuju Kemuliaan

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, ditegaskan bahwa memaafkan tidak akan merendahkan harga diri seseorang, melainkan justru mengangkat derajatnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن رَسُولَ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ.

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat). (HR. Muslim).

3. HR Bukhari dan Ad Dailami

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (( أفضل الإيمان الصبر و السماحة )) (صحيح) (فر،تخ،حم)

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "Iman yang paling utama adalah sabar dan pemaaf atau lapang dada,"

3. HR At Thabrani

اسمحوا يسمح لكم

Artinya: "Maafkanlah, niscaya kamu akan dimaafkan (oleh Allah),"

Memaafkan dalam Pandangan Ulama

Memaafkan dalam Islam melibatkan proses yang mendalam. Berikut ini adalah pandangan Imam Nawawi dan al-Ghazali.

1. Makna Kemuliaan ('Izzah)

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahawa kemuliaan yang dimaksudkan dalam hadis di atas memiliki dua dimensi. Pertama, di dunia, orang yang pemaaf akan disegani dan dicintai oleh manusia kerana kelapangan hatinya.

Kedua, di akhirat, Allah akan memberikan pahala yang besar dan meninggikan kedudukannya sebagai ganjaran atas kesabarannya.

2. Penyucian Jiwa (Perspektif Al-Ghazali)

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menempatkan pemaafan sebagai ubat bagi penyakit hati seperti dendam (hiqd) dan marah (ghadab).

Memaafkan semasa mempunyai kemampuan untuk membalas adalah tingkatan akhlak yang paling tinggi. Ini bukan tanda kelemahan, tetapi bukti penguasaan diri yang sempurna.

Dampak Positif Memaafkan dalam Interaksi Sosial

Kajian oleh Nazla Az-Zahra dan Husnel Anwar (2025) memberikan perspektif moden tentang bagaimana hadis-hadis ini berfungsi dalam ruang sosial. Memaafkan akjan berdampak positif dalam interaksi sosial.

1. Modal Sosial dan Keharmonian

Memaafkan bertindak sebagai "pelincir" dalam interaksi sosial. Ia mencegah konflik kecil daripada menjadi permusuhan yang kekal, sekali gus membina persekitaran yang kondusif untuk kerjasama.

2. Kesejahteraan Psikologi

Kajian tersebut menunjukkan bahawa individu yang mengamalkan konsep pemaafan mengikut hadis Nabi ﷺ mengalami tahap stres yang lebih rendah. Melepaskan dendam memberikan "kelegaan emosi" yang membolehkan seseorang fokus pada perkara positif.

3. Toleransi (Tasamuh)

Merujuk kepada pandangan M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur'an, kemaafan adalah asas kepada toleransi. Ia membolehkan individu menerima kekurangan orang lain dan memandang kesalahan sebagai sebahagian daripada sifat manusia yang tidak sempurna.

4. Memaafkan adalah pelaburan spiritual yang sangat menguntungkan

Melalui hadis-hadis yang sahih, Islam mengajar bahawa dengan melepaskan hak untuk membalas di dunia, seorang Muslim sebenarnya sedang menempah kemuliaan di sisi Allah dan membina masyarakat yang lebih berkasih sayang. Seperti yang dirumuskan dalam jurnal tersebut, kemaafan adalah kunci utama untuk memulihkan hubungan kemanusiaan yang terjejas akibat perselisihan.

Keutamaan Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Berdasarkan kajian dalam jurnal "The Concept of Forgiveness in Hadith and Its Impact on Students’ Social Interaction" karya Naya Nazla Az-Zahra dan Husnel Anwar, berikut adalah beberapa keutamaan utama memaafkan yang dijelaskan secara singkat:

1. Mendapatkan Kemuliaan

Sebagaimana disebutkan dalam HR. Muslim, memaafkan tidak akan merendahkan harga diri seseorang. Sebaliknya, Allah akan menambah kemuliaan bagi orang yang pemaaf, baik berupa kehormatan di mata manusia maupun kedudukan tinggi di akhirat.

2. Jaminan Ampunan dari Allah SWT

Berdasarkan HR. Ahmad, terdapat prinsip timbal balik: barang siapa yang memaafkan kesalahan sesama manusia di dunia, maka Allah akan memaafkan kesalahan-kesalahan orang tersebut pada hari kiamat kelak.

3. Pelepasan Beban Emosional

Secara psikologis, memaafkan berfungsi sebagai "detoksifikasi" hati. Dengan melepaskan dendam, seseorang akan merasakan kelegaan emosional, mengurangi stres, dan mendapatkan ketenangan batin (tuma'ninah).

4. Membangun Harmoni dan Kohesi Sosial

Memaafkan adalah modal sosial yang penting untuk menjaga kerukunan. Sifat pemaaf mencegah konflik kecil menjadi permusuhan besar, memperkuat tali persaudaraan, dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih toleran serta produktif.

5. Penyucian Jiwa dari Penyakit Hati

Merujuk pada penjelasan Imam Al-Ghazali, memaafkan adalah obat untuk membersihkan hati dari penyakit dendam (hiqd) dan amarah, sehingga seorang Muslim dapat memiliki akhlak yang lebih bersih dan mulia.

People Also Ask:

Apa hadis yang menganjurkan untuk saling memaafkan?

Inilah Keutamaan Memaafkan Orang Lain – Hafizh On The StreetHadis yang menganjurkan saling memaafkan sangat banyak, di antaranya adalah hadis riwayat Muslim yang menyatakan, "Tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya,) kecuali kemuliaan" dan hadis riwayat At-Thabrani yang berisi, "Maafkanlah, niscaya kamu akan dimaafkan (oleh Allah)", serta anjuran untuk memaafkan orang yang mendzalimi kita dan memberi maaf kepada orang yang memutuskan silaturahim, yang akan mendatangkan kemudahan hisab dan rahmat Allah.

Apa keutamaan memaafkan kesalahan orang lain?

Dengan memaafkan orang lain, seorang muslim akan mendapatkan pengampunan dari Allah, karena Allah jauh lebih besar dan lebih bermurah hati daripada umat-Nya. Dengan memaafkan kesalahan orang lain dapat membuat bati menjadi lebih tenang.

Apa balasan bagi orang yang memaafkan kesalahan orang lain?

“Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” Lanjut H. Solihin mengutip Al Quran Surat Asy Syu'ara ayat 40.

Ayat alquran yang menjelaskan tentang memaafkan?

Tuntunan Islam untuk saling meminta dan memberi maaf terdapat di dalam Al-Qur'an. Misalnya Surat an-Nisa [4]: ayat 149. “Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Kuasa.” Surat Al-A'raf [7]: ayat 199.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |