Liputan6.com, Jakarta - Hadist tentang niat sebagai dasar setiap amal menjadi pengingat bahwa tiap aktivitas sehari-hari, baik ibadah maupun muamalah akan lebih bernilai apabila didasari dengan niat yang benar dan ikhlas. Terlebih, saat ini banyak aktivitas yang dilakukan secara rutin, bahkan otomatis sehingga kehilangan makna dan nilainya di sisi Allah.
Dalam perspektif Islam, nilai suatu perbuatan, baik ibadah maupun muamalah, sangat ditentukan oleh niat yang mendasarinya. Tanpa niat yang benar, amal yang tampak hebat bisa jadi sia-sia di mata Allah SWT.
Menurut Fadly Alanka dalam Jurnal Urgensi Meng-Upgrade Niat sebagai Upaya dalam Memperkuat Keimanan di Tengah Darurat Moralitas: Studi Takhrij dan Syarah Hadis, fenomena darurat moralitas yang melanda masyarakat modern, di mana nilai-nilai materialistik sering menggeser orientasi akhirat, menjadikan pemahaman tentang niat semakin relevan.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam hadis tentang niat sebagai dasar setiap amal, dilengkapi dengan analisis otentisitas (takhrij) dan penjelasan makna (syarah) dari para ulama terkemuka, serta implementasinya.
Hadis tentang Niat sebagai Dasar Tiap Amal, Redaksi Lengkap dan Sanad
Teks Hadis (Matn) tentang niat sebagai dasar setiap amal, dari Amirul Mukminin, Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diraihnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang ia tuju.”(HR. Al-Bukhari No. 1, Muslim No. 1907).
Hadis ini merupakan landasan fundamental dalam Islam karena menegaskan bahwa nilai suatu amal di sisi Allah tidak ditentukan oleh bentuk lahiriahnya, tetapi oleh niat di dalam hati. Berikut ini penjelasan ulama dan analisisnya.
Hadis “Innamal a’malu binniyat” bukan hanya sekadar teks suci, tetapi panduan hidup yang menempatkan niat sebagai penentu hakiki nilai manusia di hadapan Allah. Hadis ini sebagai fondasi yang harus terus direfleksikan dan diamalkan.
Penjelasan Makna oleh Para Ulama
1. Makna Umum: Niat Menentukan Nilai Amal
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa hadis ini adalah salah satu hadis yang menjadi poros agama. Niat menjadi pembeda antara ibadah dengan kebiasaan (seperti tidur: bisa jadi ibadah jika diniatkan untuk kuat beribadah, atau sekedar tidur biasa). Kedua, antara ibadah yang ikhlas dengan yang riya’.
2. Konteks Historis (Asbab al-Wurud)
Hadis ini turun terkait seorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah bukan untuk tujuan agama, tetapi untuk menikahi seorang wanita bernama Ummu Qais. Kisah ini menjadi pelajaran bahwa amal fisik yang sama (hijrah) bisa bernilai berbeda di hadapan Allah tergantung niatnya.
3. Klasifikasi Niat dalam Amal
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim membagi amal berdasarkan niat:
- Amal ibadah murni: seperti shalat, puasa. Wajib diawali niat.
- Amal kebiasaan yang bisa bernilai ibadah: seperti makan, tidur. Bisa berpahala jika diniatkan untuk menjaga kesehatan demi ibadah.
- Amal yang hukumnya tergantung niat: seperti memberikan uang (bisa jadi sedekah, hutang, atau hadiah).
4. Niat dan Keikhlasan
Syekh Az-Zarnuji dalam Ta’lim al-Muta’allim menekankan bahwa niat adalah “perbuatan hati” yang harus murni karena Allah. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Madarij as-Salikin menyebut niat sebagai ruh amal dan pondasi diterimanya suatu perbuatan.
5. Relevansi dengan Darurat Moralitas
Dalam kondisi dunia yang penuh gemerlap materi dan godaan instant, “meng-upgrade niat” menjadi kebutuhan spiritual. Hadis ini mendorong muslim untuk terus memurnikan niat, tidak sekadar formalitas ritual, tetapi menjadikan seluruh hidup sebagai ibadah.
Implementasi Praktis, Bagaimana Meng-Upgrade Niat?
Hadis “Innamal a’malu binniyat” bukan hanya sekadar teks suci, tetapi panduan hidup yang menempatkan niat sebagai penentu hakiki nilai manusia di hadapan Allah. Statusnya yang shahih, penjelasan para ulama yang mendalam, serta relevansinya di era darurat moralitas menjadikan hadis ini sebagai fondasi yang harus terus direfleksikan dan diamalkan.
“Upgrading niat” adalah upaya strategis untuk membangun ketahanan iman dan moral di tengah arus globalisasi yang sering mengaburkan orientasi akhirat.
Niat harus selalu dilatih agar menjadi kebiasaan sehari-hari. Jika tak dibiasakan maka, seseorang akan cenderung melupakannya. Maka itu maka muslim perlu melakukan beberapa hal berikut:
- Muhasabah Harian: Sebelum beraktivitas, tanyakan: “Untuk apa aku melakukan ini?”
- Menyertakan Niat dalam Kebiasaan: Makan, bekerja, belajar, bahkan istirahat bisa bernilai ibadah dengan niat yang benar.
- Menghindari Riya’: Selalu evaluasi apakah amal kita untuk dilihat manusia atau untuk Allah.
- Edukasi Berkelanjutan: Memahami ilmu syar’i agar niat tidak salah arah (seperti beribadah tanpa dasar ilmu).
Analisis Otentisitas, Kesahihan Hadis
Menurut kaidah ilmu hadis dirayah, suatu hadis dinyatakan shahih jika memenuhi lima syarat:
- Sanad bersambung dari Nabi hingga perawi terakhir.
- Seluruh perawi ‘adil (memiliki integritas agama dan moral).
- Seluruh perawi dhabit (kuat hafalan atau dokumentasinya).
- Tidak ada syadz (kontradiksi dengan riwayat yang lebih kuat).
- Tidak ada ‘illah (cacat tersembunyi).
Hadis “Innamal a’malu binniyat” telah memenuhi semua kriteria di atas. Imam Al-Bukhari bahkan menempatkannya sebagai hadis pertama dalam kitab Shahih-nya, menunjukkan urgensi dan pondasi yang dibangun oleh hadis ini dalam struktur keislaman.
Rantai Periwayat (Sanad)
Berdasarkan penelitian takhrij dalam jurnal Fadly Alanka (2022), sanad hadis ini terdiri dari:
- Umar bin Al-Khaththab (w. 23 H) – Sahabat Nabi.
- Alqamah bin Waqqash Al-Laitsi – Tabi’in kalangan tua, dinilai tsiqah (terpercaya) oleh Ibnu Hibban dan An-Nasa’i.
- Muhammad bin Ibrahim At-Taimi (w. 120 H) – Tabi’in, dinilai tsiqah oleh Ibnu Syaibah dan Adz-Dzahabi.
- Yahya bin Sa’id Al-Anshari (w. 144 H) – Tabi’in, dinilai sebagai perawi paling tsiqah oleh Imam Ahmad bin Hanbal.
Seluruh periwayat dalam sanad memenuhi syarat ‘adl (integritas moral) dan dhabit (kapasitas keilmuan), serta sanadnya muttashil (tersambung). Oleh karena itu, status hadis ini Shahih dan termasuk maqbul (diterima) serta ma’mul bih (dapat diamalkan).
Hikmah Niat Ikhlas dalam Tiap Amal
Sebagaimana disimpulkan dalam jurnal Fadly Alanka, “upgrading niat” adalah upaya strategis untuk membangun ketahanan iman dan moral di tengah arus globalisasi yang sering mengaburkan orientasi akhirat.
1. Memurnikan Ibadah Hanya untuk Allah
Niat ikhlas mengarahkan amal semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT, bukan untuk pujian, jabatan, atau materi. Ini sesuai dengan firman Allah:“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata.” (QS. Al-Bayyinah: 5).Dengan niat ikhlas, amal bernilai ibadah dan terhindar dari syirik tersembunyi (riya’).
2. Menjadikan Amal Kecil Bernilai Besar
Amal yang tampak sederhana—seperti tersenyum, menyingkirkan duri di jalan, atau membantu orang—bisa menjadi amal berat timbangannya jika diniatkan ikhlas. Rasulullah ﷺ bersabda:“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi).Niat ikhlas mengubah kebiasaan menjadi ibadah.
3. Melindungi Diri dari Riya’ dan Sum’ah
Niat ikhlas berfungsi sebagai benteng spiritual dari penyakit hati seperti riya’ (ingin dilihat orang) dan sum’ah (ingin didengar orang). Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan bahwa ikhlas adalah “membersihkan amal dari campuran makhluk”. Dengan niat yang tulus, amal tetap sah dan diterima meskipun dipuji orang.
4. Menjaga Konsistensi dalam Beramal
Orang yang beramal dengan niat ikhlas tidak mudah goyah oleh perubahan situasi, pujian, atau celaan. Ia tetap istiqamah karena tujuannya tetap satu: Allah. Sebagaimana perkataan ulama salaf:“Barangsiapa yang ikhlas, akan sedikit amalnya tetapi cukup berarti di sisi Allah.”
5. Meningkatkan Kualitas Diri dan Akhlak
Niat ikhlas mendorong seseorang untuk terus memperbaiki diri, karena ia merasa selalu diawasi oleh Allah (muraqabah). Hal ini melatih kejujuran, tanggung jawab, dan ketulusan dalam setiap tindakan. Dalam kitab Minhaj al-‘Abidin, Imam Al-Ghazali menyebut ikhlas sebagai “inti dari semua maqam spiritual”.
6. Menjamin Pahala di Dunia dan Akhirat
Amal yang ikhlas tidak hanya diberi pahala di akhirat, tetapi juga bisa mendatangkan berkah dalam kehidupan dunia. Allah berfirman:“Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97).Niat ikhlas juga menyelamatkan amal dari sia-sia di hari kiamat.
People Also Ask:
Bagaimana bunyi hadist tentang setiap amal tergantung niatnya?
“Dari Amirul Mu'minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.
Apa maksud hadits "لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ"?
Hadits "لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ" (Lā ḍarara wa lā ḍirār) artinya "Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain." Ini adalah kaidah penting dalam Islam yang melarang segala bentuk kemudaratan atau kerusakan, baik yang ditujukan kepada diri sendiri maupun orang lain, dan merupakan dasar hukum dalam fiqih Islam untuk mencegah kerugian dan menjaga kemaslahatan bersama.
Apa arti إنما الأعمال بالنيات?
Apel Pagi PTUN Palembang : Innamal a'malu binniyat (إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ) adalah penggalan hadis Nabi Muhammad SAW yang berarti "Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya."
Hadits Arbain ke-37 membahas tentang apa?
Hadits Arbain ke 37: Keadilan dan Karunia Allah | alqur'anmuliaHadits Arbain ke-37 membahas tentang pencatatan niat dan perbuatan baik serta buruk oleh Allah SWT, yang menunjukkan kemurahan hati-Nya: niat baik yang tidak jadi dikerjakan dicatat sebagai pahala sempurna, jika dikerjakan dilipatgandakan (10-700x atau lebih), sedangkan niat buruk yang tidak jadi dikerjakan dicatat sebagai pahala sempurna, tetapi jika dikerjakan hanya dicatat satu dosa saja.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4798940/original/076850600_1712645836-Ilustrasi_memaafkan__memberikan_dukungan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4966425/original/057846800_1728635999-20241011-Imam_Masjid_Nabawi-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417234/original/099612700_1763525219-3aa1087777a33f75446fc346f044bcdb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983389/original/081067100_1648974940-000_327H9G2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4344696/original/048405500_1677815277-hands-women-who-raise-their-hands.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4912598/original/098435800_1723103278-2149371949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158416/original/091724100_1741665130-kata-kata-indah-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770582/original/005521900_1710298713-masjid-pogung-dalangan-quTgb4lMbKo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425216/original/027761000_1764217230-ilustrasi_ulama_yang_menulis.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3321115/original/044920000_1607656345-zac-durant-_6HzPU9Hyfg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023558/original/026571700_1732612419-quote-berbakti-kepada-orang-tua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5150434/original/083985700_1741074794-1741072385841_tradisi-silaturahmi-lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3420247/original/bic-faithful-dark-skinned-woman-keeps-hands-praying-gesture-asks-allah-good-health-believes-wellness-has-veiled-head-wears-white-shirt-keeps-eyes-closed-enjoys-peaceful-atmosphere_273609-26346__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4853078/original/071256300_1717515839-WhatsApp_Image_2024-06-04_at_22.41.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)





























