Liputan6.com, Jakarta - Hari Raya Idul Adha adalah salah satu hari besar yang paling ditunggu oleh umat Islam. Tak aneh jika mulai sekarang sudah ada yang bertanya, Hari Raya Idul Adha 2026 kapan?
Idul Adha adalah hari istimewa. Hari itu adalah hari besar untuk berbagi sebagai shobiul qurban. Sementara, bagi masyarakat biasa, mereka akan mendapatkan daging kurban dengan gratis.
Perintah berkurban termaktub dalam Surah Al-Kautsar yang secara eksplisit menghubungkan sholat ('Id) dengan penyembelihan kurban (an-nahr). "Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)." (QS. Al-Kautsar [108]: 2).
Menurut M Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, Surah Al-Kautsar Ayat 2 adalah perintah untuk menunjukkan rasa syukur yang mendalam atas karunia Allah yang melimpah (Al-Kautsar). Diwujudkan melalui dua ibadah pokok: melaksanakan shalat (devosi dan ketulusan) dan melaksanakan kurban (pengorbanan harta dan kepedulian sosial), yang semuanya harus dilakukan hanya karena Allah.
Berikut ini adalah ulasan mengenai kapan Idul Adha 2026 versi pemerintah, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, lengkap dengan ibadah dan amalan yang disunnahkan.
Hari Raya Idul Adha 2026 Kapan?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Ditjen Bimas Islam RI), Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah telah diprediksi tanggalnya.
Menurut kalender tersebut, Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Pemerintah juga menetapkan Cuti Bersama Idul Adha 1447 Hijriah pada tanggal 28 dan 29 Mei 2026.
Namun begitu, penetapan final pemerintah biasanya dikukuhkan melalui Sidang Isbat menjelang bulan Dzulhijjah, namun kalender yang diterbitkan berfungsi sebagai panduan awal.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1446 H atau 2026 M, yakni pada 27 Mei 2026. Hal ini berdasar Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Muhamamdiyah menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sementara, hingga saat ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) belum menerbitkan pengumuman mengenai kapan Hari Raya Idul Adha. Namun, karena metode perhitungan kalendernya serupa pemerintah, yakni hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan hilal), lazimnya tanggalnya sama dengan pemerintah. Kepastiannya baru setelah dilakukan rukyatul hilal.
Hari-Hari Istimewa yang Mengiringi Idul Adha
Hari-Hari Istimewa Sebelum Idul Adha
Masa sebelum Idul Adha adalah waktu emas (golden period) untuk meningkatkan amalan.
1. Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah (1–9 Dzulhijjah)
Tanggal Hijriah: 1 sampai 9 Dzulhijjah 1447 H
Tanggal Masehi: 18 Mei hingga 26 Mei 2026
Berdasarkan hadits riwayat Bukhari, amal saleh yang dilakukan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini lebih dicintai Allah daripada amal saleh yang dilakukan di hari-hari lainnya.
Keutamaan amal pada masa ini bahkan disebutkan melebihi jihad di jalan Allah. Amalan yang sangat dianjurkan meliputi puasa, memperbanyak zikir, sedekah, dan membaca Al-Qur'an.
2. Yaumut Tarwiyah (Hari Tarwiyah)
Tanggal Hijriah: 8 Dzulhijjah 1447 HTanggal Masehi: 25 Mei 2026
Hari Tarwiyah adalah hari di mana jamaah haji mulai mempersiapkan diri dan bekal, serta menginap di Mina sebelum menuju Arafah. Bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, sangat disunahkan untuk berpuasa pada hari ini. Puasa Tarwiyah diyakini menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.
3. Yaumul Arafah (Hari Arafah)
Tanggal Hijriah: 9 Dzulhijjah 1447 H
Tanggal Masehi: 26 Mei 2026
Hari Arafah adalah hari paling mulia di antara hari-hari sebelum Idul Adha. Ini adalah puncak ibadah haji, di mana jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Bagi non-jamaah haji, Puasa Arafah adalah amalan yang sangat dianjurkan karena fadilahnya dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Selain itu, hari Arafah dikenal sebagai hari di mana doa paling mudah diijabah oleh Allah SWT dan hari pembebasan dari api neraka.
Hari-Hari Istimewa Setelah Idul Adha
Masa di hari dan setelah Idul Adha didominasi oleh perayaan dan perintah untuk menikmati rezeki Allah sambil berzikir.
1. Yaumun Nahr (Hari Penyembelihan)
Tanggal Hijriah: 10 Dzulhijjah 1447 H
Tanggal Masehi: 27 Mei 2026
Inilah Hari Raya Idul Adha. Hari yang dimulai dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha dan dimulainya waktu yang sah untuk penyembelihan hewan kurban. Hari ini termasuk hari raya yang diharamkan untuk berpuasa.
2. Ayyamut Tasyriq (Hari-Hari Tasyriq)
Tanggal Hijriah: 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 1447 H
Tanggal Masehi: 28 Mei hingga 30 Mei 2026
- Hari Tasyriq adalah tiga hari setelah Idul Adha. Nama Tasyriq merujuk pada kebiasaan menjemur daging kurban yang telah dipotong-potong (tasyriq berarti menjemur).
- Keistimewaan hari-hari ini adalah:
- Hari Dzikir: Umat Islam diperintahkan untuk banyak makan, minum, dan bersenang-senang (dalam batas syariat) sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah, sekaligus memperbanyak dzikir kepada-Nya.
- Waktu Kurban Berlanjut: Waktu penyembelihan kurban masih berlaku dan sah dilakukan hingga matahari terbenam pada akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah).
- Haram Berpuasa: Seperti Hari Idul Adha, diharamkan berpuasa pada ketiga hari Tasyriq ini.
Secara keseluruhan, periode mulai dari 1 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah adalah Musim Ibadah yang sangat dianjurkan untuk dimaksimalkan oleh setiap Muslim.
Amalan yang Dianjurkan pada Idul Adha
Selain Sholat Id dan berkurban, ada beberapa amalan lain sesuai petunjuk Rasulullah sebagaimana disebut dalam karya Syekh Wahbah Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh:
1. Menghidupkan malam takbiran
Hal pertama dalam meyambut hari raya adalah dengan menghidupkan malam Idul Adha. Masyarakat kita biasa menyebutnya malam takbiran karena memang, di malam ini takbir saling bersahutan.
Kita dianjurkan menghidupkan malam ini dengan rupa dzikir, terutama takbir, shalawat, shalat malam dan lain sebagainya. Terlebih, malam takbiran ini merupakan salah satu dari waktu mustajab, di mana besar kemungkinan doa kita dikabulkan Allah SWT.
2. Mandi, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian paling bagus.
Hal ini dianalogikan dengan shalat Jumat. Nabi SAW sering mengingatkan jika seorang muslim hendak beribadah secara berjamaah agar mandi terlebih dahulu.
Juga memakai wewangian supaya selain menjadikan diri sendiri segar, juga agar orang lain tidak terganggu dengan aroma tak sedap dari badan kita. Tidak lupa pula kenakan pakaian terbaik yang kita miliki, karena ini dianjurkan dan diamalkan oleh Sahabat Nabi SAW.
3. Berangkat ke tempat shalat dengan berjalan kaki
Amalan lainnya pada saat Idul Adha adalah berjalan kaki ketika kita berangkat menuju ke tempat shalat Id. Hal ini tentu berdasarkan kebiasaan atau Sunnah Rasulullah.
Di mana Rasulullah tidak pernah menunggangi tunggangan saat berangkat menuju ke tempat shalat Id. Kemudian biasanya antara jalan pergi dan pulang, Rasulullah menempuh jalan yang berbeda.
4. Tidak Makan sebelum Shalat Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri, saat Idul Adha kita dianjurkan untuk tidak terburu-buru sarapan. Sebaiknya, kita makan setelah shalat. Bahkan, jika memungkinkan, kita baru makan setelah daging kurban telah siap disantap.
5. Menunjukkan keceriaan serta pererat silaturahim.
Dua hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha merupakan hari kegembiraan bagi umat muslim. Karenanya, pada saat hari raya, kita dianjurkan menunjukkan keceriaan kita. Tidak lupa, pererat silaturahim dengan mengunjungi sanak saudara di hari bahagia ini.
People Also Ask:
Jadwal lebaran 2026 tanggal berapa?
Berdasarkan SKB tersebut, libur Lebaran jatuh pada 21-22 Maret 2026, sedangkan cuti bersama ditetapkan pada 20, 23, dan 24 Maret 2026.
Lebaran Idul Adha tahun 2026 tanggal berapa?
27 Mei – Iduladha 1447 Hijriah.
Lebaran haji 2026 bulan berapa?
Dengan demikian, Hari Arafah (9 Zulhijah) akan bertepatan pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026 M, dan Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) akan dirayakan pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.
Berapa hari lagi lebaran 2025 Idul Adha?
Sesuai ketetapan resmi dari PP Muhammadiyah dan prediksi pemerintah, Hari Raya Idul Adha 2025 diperkirakan jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Jika dihitung mundur mulai hari ini, Selasa, 20 Mei 2025, maka sisa 17 hari lagi menuju Idul Adha 2025.
Tahun baru hari apa 2026?
Kamis, 1 Januari 2026: Tahun Baru 2026 Masehi. Jumat, 16 Januari 2026: Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)