Keutamaan Membaca Surat Al Fatihah, Penyembuh Tersembunyi dalam di Kehidupan Sehari-hari

2 months ago 33

Liputan6.com, Jakarta - Surat Al Fatihah menjadi pembahasan hangat setelah banyak kajian menegaskan keutamaannya bukan hanya sebagai pembuka mushaf, tetapi juga sebagai sarana penyembuhan lahir batin. Dalam berbagai riwayat, Surat Al Fatihah disebut umat Muslim sebagai ayat penyembuh atau ruqyah syar'iyyah yang telah diamalkan sejak zaman Nabi.

Kajian di sejumlah majelis taklim juga menyoroti bagaimana Surat Al Fatihah menjadi doa paling lengkap, menggabungkan pujian, penghambaan, pengakuan kelemahan, sekaligus permohonan perlindungan kepada Allah. Hal itu membuat banyak umat kembali menguatkan amalan membacanya secara rutin.

Pakar tafsir menyebut bahwa kandungan Al-Fatihah merangkum inti Al-Qur’an, sehingga wajar jika surat ini dianggap sebagai jalan penyembuhan spiritual yang berpengaruh pada kondisi emosional, mental, dan bahkan fisik seseorang.

Dalam riwayat Nabi, penyembuhan melalui bacaan Al-Fatihah bukan sekadar teori, tetapi praktik nyata yang diwariskan turun-temurun oleh umat Muslim hingga saat ini.

Makna Keagungan Al-Fatihah

Surat ini diawali dengan ayat agung:

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Ayat pembukaan ini menjadi fondasi bahwa setiap penyembuhan datang dari Allah, sementara manusia hanya berikhtiar melalui doa dan bacaan.

Ayat berikutnya menguatkan keyakinan tentang kasih sayang Allah:

ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ar-Rahmān ir-Rahīm

Artinya: Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Bagian selanjutnya,

مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ

Māliki yaumiddīn

Artinya: Penguasa Hari Pembalasan,memberikan ketenangan bagi setiap Muslim dalam menghadapi ujian hidup.

Sebagai rangkuman doa manusia, Al-Fatihah juga memuat permohonan petunjuk jalan lurus yang menjadi titik utama penyembuhan rohani.

Ruqyah dengan Al-Fatihah

Praktik ruqyah menggunakan Al-Fatihah berasal dari hadis sahih tentang sahabat yang menyembuhkan kepala suku sebuah kabilah yang tersengat hewan berbisa. Penyembuhan itu terjadi hanya melalui bacaan Al-Fatihah.

Ketika kabar itu disampaikan kepada Nabi, Rasul memuji tindakan tersebut dan menegaskan bahwa Al-Fatihah memang bisa menjadi ruqyah. Peristiwa itu kemudian menjadi dasar penggunaan Al-Fatihah untuk penyembuhan hingga kini.

Di banyak pesantren, metode ruqyah menggunakan Al-Fatihah diajarkan sebagai bagian dari ikhtiar syar'i yang aman dan tidak mengandung unsur syirik.

Praktik ini terus meluas di masyarakat karena dinilai mudah dilakukan dan memberikan ketenangan bagi yang merasakan gangguan fisik maupun batin.

Keistimewaan Sebagai Ummul Kitab

Sebutan “Ummul Kitab” muncul karena surat ini merangkum akidah, ibadah, doa, dan petunjuk hidup. Tidak ada surat lain yang menyamai kelengkapannya.

Dalam shalat, pembacaan Al-Fatihah menjadi rukun yang tidak bisa diganti. Tanpa membacanya, shalat dianggap tidak sah sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat.

Keagungan ini ditegaskan dalam hadis Nabi yang menyebut bahwa tidak ada surat serupa dalam Taurat maupun Injil. Hanya umat Nabi Muhammad yang diberi keistimewaan ini.

Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk menghayati makna setiap ayat saat membacanya agar mendapatkan manfaat lahir batin.

Keterkaitan dengan Pembukaan Rezeki

Selain penyembuhan, Al-Fatihah diyakini sebagai pembuka rezeki. Banyak guru agama yang mengajarkan amalan membaca Al-Fatihah 41 kali untuk memohon kelapangan rezeki.

Namun amalan ini bukan sekadar jumlah bacaan, tetapi menekankan keikhlasan hati dan keyakinan penuh kepada Allah. Sejumlah jamaah mengaku merasakan ketenangan dan kemudahan setelah membiasakan diri membaca Al-Fatihah setiap pagi. Rasa optimisme dan syukur yang tumbuh dari bacaan itu dinilai berperan besar dalam menata pikiran positif yang berdampak pada produktivitas harian.

Penyembuh Batin dan Stress

Banyak psikolog Muslim menjelaskan bahwa pembacaan ayat Al-Fatihah memberi efek menenangkan bagi saraf. Ritme bacaannya menghadirkan sensasi relaksasi seperti terapi pernapasan.

Doa Ihdinash shirathal mustaqim menjadi titik refleksi penting untuk menemukan arah hidup saat seseorang merasa hilang kendali. Banyak keluarga Muslim membaca Al-Fatihah ketika ada anggota keluarga yang tertekan oleh masalah mental emosional sebagai bentuk dukungan spiritual. Meskipun bukan pengganti perawatan profesional, bacaan ini diyakini mampu memperkuat keberanian menghadapi ujian hidup.

Al-Fatihah dalam Tradisi Harian

Surat ini dibaca dalam shalat, dzikir, doa, hingga pada momen-momen penting seperti menjenguk orang sakit atau memulai perjalanan. Sebagian Muslim membaca Al-Fatihah untuk kedua orang tua sebagai bentuk bakti yang diajarkan dalam banyak majelis ilmu. Surat ini juga biasa dibaca saat memohon ketenangan dalam musibah karena diyakini menenangkan hati dan pikiran. Dengan semakin meningkatnya kesadaran spiritual masyarakat, pembacaan Al-Fatihah kian rutin dilakukan dalam berbagai acara keagamaan.

Menyingkap Inti Penyembuhan Al-Fatihah

Ayat

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn

Artinya: Hanya kepada-Mu kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan,sering dianggap sebagai kunci kekuatan penyembuhan.

Ayat ini menegaskan kembali bahwa manusia tidak memiliki daya kecuali pertolongan Allah, sehingga efek ruqyah menjadi lebih kuat bila dibaca dengan keyakinan mendalam.

Penghayatan ayat ini penting bagi pasien yang menjalani terapi spiritual agar hati mereka selaras dengan doa yang dibacakan.

Para ustaz menyarankan agar setiap Muslim menghafal maknanya untuk memperkuat hubungan dengan Allah dalam setiap aktivitas.

Berbagai sumber menyebut bahwa keberkahan dan kekuatan penyembuhan dalam Al-Fatihah tergantung pada keyakinan pembacanya. Semakin kuat tawakal seseorang, semakin dalam pengaruhnya.

Kajian di masjid dan pesantren menyimpulkan bahwa Al-Fatihah adalah obat bagi hati yang gelisah, pikiran yang kacau, dan tubuh yang sakit.

Dengan segala keutamaannya, Surat Al Fatihah tetap menjadi jalan utama umat Muslim untuk memohon pertolongan Allah pada berbagai kondisi kehidupan.

People Also Talk

1. Apa fungsi utama Al-Fatihah?Sebagai doa, penyembuh, pembuka rezeki, dan rukun sah sholat.

2. Apakah Al-Fatihah bisa untuk ruqyah?Ya, berdasarkan hadis tentang sahabat yang menyembuhkan kepala suku.

3. Berapa kali dianjurkan membaca Al-Fatihah?Tidak ada batas khusus, namun sebagian guru menganjurkan 7 atau 41 kali dalam amalan tertentu.

4. Apakah membaca Al-Fatihah harus dengan wudhu?Tidak harus, kecuali saat membacanya dalam shalat.

5. Apakah Al-Fatihah bisa mengobati stres?Banyak pengalaman menunjukkan dapat menenangkan hati dan pikiran.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |