Kumpulan Amalan Ringan yang Berpahala Besar, Penjelasan dan Contoh Praksisnya

2 months ago 33

Liputan6.com, Jakarta - Allah SWT memberikan jalan kemudahan bagi hamba-Nya melalui amalan-amalan ringan yang ternyata memiliki pahala besar. Prinsipnya adalah bahwa dalam tiap muamalah selalu terselip nilai ibadah dan pahala, asalkan diniati karena Allah dan dengan hati ikhlas.

Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam Madarijus Salikin menjelaskan, amalan kecil yang dilakukan dengan hati yang tulus lebih dicintai Allah daripada amal besar yang disertai riya’. Rahasia besarnya pahala dari amalan ringan terletak pada niat yang ikhlas dan kontinuitas amal.

Hal ini berdasar hadis Nabi SAW: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun, walau hanya bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (HR. Muslim).

Imam Nawawi dalam Syarh Muslim menafsirkan bahwa setiap kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia di sisi Allah, bahkan bisa menjadi penyebab masuk surga. Maka itu, hendaknya kita tidak menunda dan tidak meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun, sebab mungkin dari amalan ringan itulah Allah menuliskan baginya derajat tinggi di akhirat.

Amalan Ringan yang Berpahala Besar

Buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar karya Abu Nuh Az-Zubair Al-Batahany menyajikan panduan praktis untuk memperbanyak pahala dengan amalan sederhana. Kemudian, ebook Sunnah-sunnah Kecil Berpahala Besar karya Muhammad Safrodin merinci lebih banyak contoh aplikatif amalan ringan tersebut.

Berikut ini rangkuman amalan ringan berpahala besar, yang dirangkum dari kedua buku tersebut, lengkap dengan panduan praktis sehari-hari:

1. Membantu Menyelesaikan Keperluan Saudara Muslim

Menyertai seorang muslim untuk membantunya menyelesaikan urusan atau hajatnya, baik diminta maupun tidak.

Dalam hadis disebut hal ini lebih utama daripada i’tikaf satu bulan di Masjid Nabawi (Hadits hasan, Silsilah ash-Shahihah). Dalam hadis lain, Nabi SAW bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (Hadits hasan shahih).Allah akan menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya (HR. Muslim).

Contohnya yakni membantu dengan tenaga, waktu, atau nasihat. Memberi pinjaman, menolong yang kesusahan, atau sekadar membuatnya senang dengan senyuman dan kata-kata baik.

2. Belajar atau Mengajarkan Ilmu Agama di Masjid

Menghadiri majelis ilmu di masjid untuk belajar atau mengajarkan ilmu syar’i.

Keutamaannya disebut tegas dalam hadis Nabi SAW, yakni:

  • Mendapat pahala seperti haji yang sempurna (HR. At-Thabarani, dishahihkan Al-Albani).
  • Ilmu adalah kewajiban setiap muslim (HR. Ibnu Majah).
  • Allah memudahkan jalan menuju surga bagi penuntut ilmu (HR. Muslim).

Contoh praktisnya:

  • Rutin menghadiri pengajian di masjid.
  • Mengajarkan ilmu meskipun hanya satu ayat.
  • Membaca kitab atau mendengarkan ceramah agama di masjid.

3. Bersedekah walau dengan Sesuatu yang Sedikit

Bersedekah dengan harta, tenaga, atau bahkan sekadar ucapan baik, meskipun nilainya kecil di mata manusia.

Keutamaannya disebut Nabi SAW:

  • Sedekah senilai sebutir kurma dapat tumbuh menjadi sebesar gunung di sisi Allah (Muttafaqun ‘alaih).
  • Sedekah air adalah sedekah yang paling dicintai Nabi ﷺ.
  • Setiap kebaikan adalah sedekah, termasuk senyuman dan menyingkirkan duri dari jalan (HR. Muslim & Tirmidzi).

Contoh praksis:

  • Memberi makan, minum, atau bantuan kecil kepada yang membutuhkan.
  • Bersedekah dengan ucapan: tasbih, tahmid, takbir, dan amar ma’ruf nahi munkar.Menolong hewan atau makhluk lain yang kesusahan.

4. Menyingkirkan Gangguan dari Jalan

Rasulullah bersabda: “Aku melihat seseorang berjalan di surga karena menyingkirkan ranting dari jalan yang mengganggu manusia.” (HR. Muslim no. 1914)

Amalan kecil ini menunjukkan perhatian sosial dan kepedulian. Allah memberi pahala besar bagi orang yang menjaga kenyamanan dan keselamatan orang lain.

5. Dzikir: Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir

Rasulullah bersabda:

“Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 1006)

Kalimat dzikir adalah bentuk ibadah hati dan lisan yang mudah dilakukan kapan pun. Sebagaimana ditegaskan Nabi SAW:

“Subhanallah wa bihamdih seratus kali sehari, akan dihapus dosa-dosanya walau sebanyak buih di lautan.” (HR. Bukhari & Muslim).

6. Menjawab dan Menyebarkan Salam

“Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Ucapan salam mempererat ukhuwah dan menjadi sebab masuk surga. Rasulullah SAW bersabda:

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Mau aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam.” (HR. Muslim).

7. Tersenyum kepada Sesama

Nabi SAW bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi no. 1956)

Senyum tulus menghapus kesedihan, mempererat hati, dan dihitung sebagai sedekah tanpa biaya apa pun.

8. Bersiwak (Membersihkan Gigi)

Nabi SAW bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Bukhari & Muslim)

Bersiwak menambah pahala dan membersihkan diri, termasuk amalan kecil yang sangat dicintai Allah. 9. Menyapu Masjid dan Menjaga KebersihanDiriwayatkan dalam hadis, Nabi bersabda: “Ditunjukkan kepadaku seorang wanita yang masuk surga karena menyapu masjid.” (HR. Muslim)

Membersihkan masjid menunjukkan cinta kepada rumah Allah. Amalan sederhana ini menjadi sebab seseorang masuk surga.

10. Menyambung Silaturahmi

“Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)

Mengunjungi keluarga, menanyakan kabar, atau sekadar mendoakan termasuk silaturahmi. Amalan ringan, namun balasannya dunia-akhirat.

11. Membaca dan Mengamalkan Al-Qur’an

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.” (HR. Tirmidzi no. 2910)

Membaca Al-Qur’an setiap hari meski satu ayat memiliki pahala berlipat. Allah meninggikan derajat orang yang membaca dan mengamalkan isi Al-Qur’an.

12. Istighfar dan Taubat

“Beruntunglah orang yang banyak memohon ampun kepada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 3819)

Mengucap Astaghfirullah ringan di lisan, namun membersihkan hati dan menghapus dosa. Nabi SAW beristighfar lebih dari 70 kali setiap hari. 

13. Memberi Makan dan Minum

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” (HR. Ahmad & Thabrani)

Memberi makan orang lapar atau memberi air minum termasuk sedekah terbaik. Nabi SAW ditanya sedekah terbaik, beliau menjawab: “Sedekah air.” (HR. At-Targhib wa At-Tarhib no. 962).

4. Mengucap Doa Kebaikan untuk Sesama

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat berkata: ‘Amin, dan untukmu juga seperti itu.’” (HR. Muslim no. 2732).

Mendoakan orang lain tanpa pamrih merupakan bukti keikhlasan dan menambah pahala ganda, karena doa itu kembali untuk diri sendiri.

15. Mengucap “La ilaha illallah” Secara Ikhlas

“Barangsiapa mengucapkan La ilaha illallah dengan ikhlas, niscaya dia masuk surga.” (HR. Ahmad & Hakim)

Kalimat tauhid adalah dzikir paling agung. Mengucapkannya dengan iman yang tulus menjadi sebab keselamatan di dunia dan akhirat.

16. Menyebarkan Ilmu dan Nasihat Baik

“Barangsiapa mengajak kepada kebaikan, ia akan mendapat pahala seperti orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim no. 4831)

Menyebarkan ilmu atau nasihat islami, meski lewat tulisan singkat atau media sosial, bernilai pahala berlipat. Pahala itu terus mengalir selama ilmunya diamalkan. 

Prinsip Penting dalam Beramal

Abu Nuh Az-Zubair Al-Batahany menjelaskan, hidup di dunia adalah ladang amal. Dengan memanfaatkan kesempatan untuk melakukan amalan ringan yang berpahala besar, kita dapat mengumpulkan bekal untuk akhirat.

Agar amalan kecil membawa fadhilah besar, maka ada tiga prinsip yang harus dilakukan:

1. Jangan Meremehkan Amalan Kecil: Amalan kecil seperti menyingkirkan duri dari jalan bisa menjadi sebab masuk surga (HR. Muslim).

2. Hindari Meremehkan Dosa Kecil: Dosa kecil yang dianggap remeh dapat menjadi sebab masuk neraka, seperti menyakiti tetangga atau menyiksa hewan.

3. Utamakan Keikhlasan dan Kesungguhan: Amalan yang sedikit tapi ikhlas lebih baik daripada amalan banyak tapi riya.

Hikmah 'Amalan Ringan Berpahala Besar

1. Bukti Luasnya Rahmat dan Kasih Sayang Allah

Amalan ringan berpahala besar menunjukkan bahwa rahmat Allah sangat luas dan kasih sayang-Nya meliputi segala hal. Allah tidak membatasi pahala hanya pada amal besar yang sulit, tapi juga memberi ganjaran besar bagi perbuatan kecil yang dilakukan dengan ikhlas. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

2. Mendidik Hati untuk Ikhlas dan Tidak Meremehkan Amal

Amalan kecil yang bernilai besar mendidik seorang mukmin untuk memelihara keikhlasan hati dan menjauhi sifat sombong terhadap amal. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa orang yang menganggap kecil amal kebaikan bisa terhalang dari keberkahannya, sedangkan yang menganggapnya besar akan semakin berhati-hati dan tulus.

3. Menumbuhkan Semangat Beramal dan Konsistensi (Istiqamah)

Amalan ringan menumbuhkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata bahwa amal kecil yang dilakukan terus-menerus lebih dicintai Allah daripada amal besar yang terputus-putus.

Hikmahnya, amalan ringan melatih konsistensi dan kesadaran beribadah, sehingga hati tetap hidup dalam mengingat Allah — baik melalui dzikir, sedekah kecil, atau senyum tulus kepada sesama.

4. Sebagai Bukti Keadilan dan Kemudahan dalam Islam

Hikmah lainnya adalah menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mudah dan adil bagi semua umat. Tidak semua orang mampu beramal besar seperti haji, jihad, atau infak besar, namun Allah memberi peluang yang sama melalui amalan ringan seperti dzikir, menolong sesama, atau menyapu masjid.

5. Menjadi Sarana Pembersih Dosa dan Pengangkat Derajat

Amalan kecil sering kali menjadi sebab terhapusnya dosa besar. Dalam hadits disebutkan bahwa seseorang diampuni dosanya karena memberi minum anjing yang kehausan (HR. Bukhari dan Muslim). Ibn Hajar al-Asqalani menafsirkan bahwa amal tersebut diterima karena ketulusan niat dan kasih sayangnya.

Hikmahnya, setiap amalan ringan yang tulus bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi sebab penghapus dosa dan peninggi derajat di sisi Allah.

People also Ask:

Amalan apa yang paling besar pahalanya?

Amalan dengan pahala terbesar adalah puasa, karena pahalanya dikhususkan untuk Allah SWT. Selain itu, amalan lain yang juga sangat besar pahalanya dan memiliki keutamaan tinggi adalah: tiga amalan jariyah (sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan), tiga amalan yang dicintai Allah (salat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan jihad di jalan Allah), serta tiga amalan yang paling utama (beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berjihad di jalan Allah, dan haji mabrur).

5 Amalan yang disukai Allah sederhana tapi penuh berkah dan jarang disadari?

Ini 5 Amalan yang Paling Dicintai Allah SWT,

Pahala Mengalir...

Istiqomah beribadah.

Berbuat baik kepada sesama muslim.

Berbuat baik kepada orang tua.

Bersedekah.

Menjaga silaturahmi.

Amalan apa yang sangat ringan dilakukan tetapi berat timbangan pahalanya?

Selain zikir “Subhanallah wabihamdihi” dan “Subhanallahil 'azhim”, beberapa ucapan lain yang ringan di lisan tetapi berat di timbangan adalah: Basmalah, Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, Hawqolah, Istighfar, Sholawat.

3 jenis sedekah yang pahalanya paling besar dalam Islam?

Berikut adalah jenis-jenis sedekah yang jika dilakukan akan mendapatkan pahala yang besar:

1. Bersedekah pada saat sehat. ...

2. Bersedekah kepada keluarga terdekat. ...

3. Bersedekah khafiyyah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |