Liputan6.com, Jakarta Memanjatkan doa terhindar dari maksiat dan zina adalah salah satu upaya spiritual untuk menjaga diri dari perbuatan tercela. Perbuatan maksiat dan zina tidak hanya merugikan di dunia, tetapi juga membawa dampak buruk di akhirat kelak.
Doa menjadi benteng pertahanan diri dari godaan syaitan dan hawa nafsu yang menyesatkan, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai sumber Islam. Menurut buku Stop Maksiat Sebelum Terlambat oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, maksiat dapat membawa kerugian besar seperti menghalangi ilmu dan rezeki.
Doa terhindar dari maksiat dan zina bukan hanya sekedar bacaan, tetapi juga refleksi kesadaran diri untuk senantiasa berada di jalan yang diridhoi Allah SWT. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (24/9/2025).
Doa Terhindar dari Maksiat dan Zina Lengkap Arab, Latin, dan Terjemah
Berikut adalah kumpulan doa terhindar dari maksiat dan zina yang dapat diamalkan setiap hari untuk memohon perlindungan Allah SWT:
1. Doa Meminta Pertobatan dan Perlindungan dari Maksiat
Arab: اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ التَوْبَةَ وَدَوَامَهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ المَعْصِيَةِ وَأَسْبَابِهَا وَذَكِّرْنَا بِالخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُومِ خَطَرَاتِهَا، وَاحْمِلْهُ عَلَى النَّجَاةِ مِنْهَا وَمِنْ التَّفَكُّرِ فِي طَرَائِقِهَا وَامْحُ مِنْ قُلُوبِنَا حَلَاوَةَ مَا اجْتَبَيْنَاهُ مِنْهَا، وَاسْتَبْدِلْهَا بِالكَرَاهَةِ لَهَا وَالطَّمَعِ لِمَا هُوَ بِضِدِّهَا
Latin: Allāhumma innā nas'alukat taubata wa dawāmahā, wa na'ūdzu bika minal ma'shiyati wa asbābihā, wa dzakkirnā bil khaufi mina qabla hujūmi khatharātihā, wahmilhu alān najāti minhā wa minat tafakkuri fī tharā'iqihā, wamhu min qulūinā halāwata majtabaināhu minhā, wastabdilhā bil karāhati lahā wat thama'I li mā huwa bi dhiddihā.
Terjemah: "Ya Allah, kepada-Mu kami meminta pertobatan dan kelanggengannya. Kepada-Mu, kami berlindung dari maksiat dan sebab-sebabnya. Ingatkan kami agar takut kepada-Mu sebelum datang bahaya maksiat. Bawakan ketakutan itu untuk menyelamatkan kami dari maksiat dan dari pikiran di jalanan maksiat. Hapuskan kelezatan maksiat yang kami pilih dari hati kami. Gantikan kenikmatan itu dengan rasa tidak suka dan keinginan terhadap lawanan maksiat."
2. Doa Memohon Kelezatan Ketaatan
Arab: أللهمَّ احْرمْنِي لَذَّةَ مَعْصِيَتِكَ، وَارْزُقْنِي لَذَّةَ طَاعَتِكَ
Latin: Allâhumma ahrimnî ladzdzata ma'shiyatika, warzuqnî ladzdzata thâ'atika.
Terjemah: "Ya Allah, luputkan aku dari kelezatan maksiat kepada-Mu, dan berikanlah aku kelezatan untuk taat kepada-Mu."
3. Doa Berlindung dari Akhlak dan Perbuatan Mungkar
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ
Latin: Allahumma inna a'udzubika min munkaraati akhlaaqi wal 'amaali wal ahwaa.
Terjemah: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, perbuatan-perbuatan dan dari hawa nafsu yang mungkar." (HR. Tirmidzi)
Amalan untuk Terhindar dari Perbuatan Maksiat dan Zina
Selain berdoa, terdapat beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk memperkuat benteng spiritual dalam menghadapi godaan maksiat dan zina:
- Memperbanyak Dzikir dan Istighfar: Dzikir merupakan benteng yang paling kuat untuk melindungi hati dari godaan syetan. Membaca istighfar secara rutin dapat membersihkan dosa-dosa kecil dan memperkuat iman.
- Shalat Tahajud dan Shalat Sunnah: Shalat tahajud di sepertiga malam terakhir memiliki keutamaan khusus dalam mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan-Nya.
- Membaca Alquran secara Rutin: Alquran adalah obat untuk segala penyakit hati termasuk godaan untuk berbuat maksiat. Membacanya secara rutin dapat menenangkan hati dan memperkuat iman.
- Berpuasa Sunnah: Menurut hadits Rasulullah SAW, puasa dapat menjadi perisai bagi seorang mukmin dari berbagai godaan, termasuk godaan zina.
- Menjaga Pergaulan dan Lingkungan: Bergaul dengan orang-orang shaleh dan menghindari tempat-tempat yang dapat memicu terjadinya maksiat merupakan bentuk pencegahan yang sangat penting.
Melansir dari Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, amalan-amalan tersebut merupakan bentuk ikhtiar lahir dan batin yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk menjaga diri dari berbagai bentuk kemaksiatan
Hikmah dan Manfaat Berdoa Terhindar dari Maksiat
Berdoa terhindar dari maksiat dan zina memiliki hikmah yang mendalam dalam kehidupan seorang Muslim. Doa ini tidak hanya berfungsi sebagai permohonan perlindungan, tetapi juga sebagai bentuk kesadaran diri akan kelemahan manusia di hadapan godaan syetan. Ketika seseorang secara konsisten memanjatkan doa ini, hatinya akan semakin terjaga dan terbentuk karakter yang takut kepada Allah SWT.
Manfaat spiritual yang didapat dari doa terhindar dari maksiat dan zina sangatlah besar. Hati akan menjadi lebih tenang, pikiran menjadi jernih, dan jiwa akan merasakan kedekatan dengan Allah SWT. Doa ini juga dapat memperkuat benteng iman dalam menghadapi berbagai cobaan dan godaan yang datang dari lingkungan sekitar.
Dikutip dari Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, doa merupakan senjata seorang mukmin yang tidak akan pernah tumpul selama dibacakan dengan penuh kekhusyukan dan keyakinan. Doa terhindar dari maksiat dan zina menjadi salah satu bentuk doa yang paling penting dalam menjaga kesucian jiwa dan raga.
Selain itu, doa ini juga mengajarkan tentang pentingnya tawakkal kepada Allah SWT dalam segala hal. Manusia sebagai makhluk yang lemah membutuhkan pertolongan Allah dalam menjaga diri dari berbagai bentuk kemaksiatan yang dapat merusak kehidupan dunia dan akhirat.
Kerugian Akibat Perbuatan Maksiat
Seorang Muslim tidak hanya bertanggung jawab menjaga diri sendiri dari maksiat, tetapi juga keluarga dan orang-orang terdekatnya. Berikut adalah doa yang dapat dipanjatkan untuk melindungi keluarga dari berbagai bentuk kemaksiatan:
Arab: اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Latin: Allahumma ashlih li dini alladzii huwa 'ishmatu amrii, wa ashlih li dunyaaya allatii fiihaa ma'aasyii, wa ashlih li aakhiratii allatii fiihaa ma'aadii, waj'alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khair, waj'alil mauta raahatan lii min kulli syarr.
Terjemah: "Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan benteng urusanku, perbaikilah duniaku tempat kehidupanku, perbaikilah akhiratku tempat kembaliku, jadikanlah hidup ini sebagai tambahan bagiku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah mati sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan."
Doa ini dapat dipanjatkan untuk seluruh anggota keluarga dengan niat agar Allah SWT melindungi mereka dari segala bentuk kemaksiatan. Menurut Shahih Muslim, doa ini merupakan salah satu doa yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW untuk dirinya dan keluarganya.
Tanda-tanda Terkabulnya Doa Terhindar dari Maksiat
Allah SWT memberikan tanda-tanda tertentu ketika doa seorang hamba mulai dikabulkan. Untuk doa terhindar dari maksiat dan zina, beberapa tanda yang dapat dirasakan antara lain:
- Hati Menjadi Lebih Tenang dan Damai: Ketika doa mulai dikabulkan, hati akan merasakan ketenangan yang luar biasa dan jauh dari kegelisahan.
- Mudah Menjalankan Ibadah: Keinginan untuk beribadah menjadi lebih kuat dan tidak merasa berat dalam menjalankan perintah Allah.
- Terhindar dari Lingkungan yang Buruk: Allah akan menjauhkan dari tempat-tempat dan pergaulan yang dapat memicu terjadinya maksiat.
- Merasakan Kelezatan dalam Ketaatan: Hati akan merasakan kelezatan yang luar biasa ketika melakukan ketaatan kepada Allah SWT.
- Mudah Istighfar dan Taubat: Ketika melakukan kesalahan kecil, hati akan langsung tergerak untuk bertaubat dan memohon ampunan Allah.
- Mendapat Petunjuk dan Hidayah: Allah akan memberikan petunjuk melalui berbagai cara agar senantiasa berada di jalan yang benar.
Dikutip dari Madarij As-Salikin karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, tanda-tanda ini merupakan bentuk rahmat Allah kepada hamba-Nya yang senantiasa memohon perlindungan dan hidayah-Nya. Merasakan tanda-tanda tersebut hendaknya semakin memperkuat keyakinan untuk terus berdoa dan berikhtiar menjaga diri dari maksiat.
FAQ
1. Apakah doa terhindar dari maksiat dan zina harus dibaca dalam bahasa Arab? Doa lebih utama dibaca dalam bahasa Arab, namun boleh juga dipanjatkan dalam bahasa yang dipahami.
2. Kapan waktu terbaik untuk membaca doa terhindar dari maksiat? Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, dan waktu-waktu mustajab lainnya.
3. Berapa kali sebaiknya doa ini dibaca dalam sehari? Tidak ada batasan khusus, namun konsistensi lebih penting daripada jumlah bacaan.
4. Apakah doa ini bisa dibaca untuk orang lain? Ya, doa ini dapat dipanjatkan untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain yang kita sayangi.
5. Apa yang harus dilakukan selain berdoa untuk terhindar dari maksiat? Menjaga pergaulan, memperbanyak ibadah, membaca Alquran, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang memicu maksiat.
6. Apakah ada amalan khusus yang bisa menguatkan doa ini? Berpuasa sunnah, shalat tahajud, memperbanyak dzikir, dan istighfar dapat memperkuat doa terhindar dari maksiat.
7. Bagaimana cara mengetahui apakah doa sudah dikabulkan? Tanda-tandanya antara lain hati menjadi tenang, mudah beribadah, dan terhindar dari lingkungan yang buruk.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)








