Liputan6.com, Jakarta - Surat Al-Baqarah dikenal luas sebagai salah satu surat terpanjang dalam Al-Qur’an, dan sering pula disebut sebagai surat Alif Lam Mim karena diawali dengan rangkaian huruf muqaththa’ah tersebut pada ayat pertamanya. Sebutan ini bukanlah nama resmi surat, melainkan penamaan yang merujuk pada pembukaannya yang unik dan penuh makna. Huruf Alif Lam Mim sejak lama menarik perhatian para ulama dan umat Islam karena tidak membentuk kata utuh, namun mengandung pesan mendalam yang mengajak manusia untuk merenungi kebesaran wahyu Allah.
Makna Alif Lam Mim dalam Surah Al-Baqarah telah menjadi bahan kajian tafsir dari generasi ke generasi. Ada ulama yang menyerahkan sepenuhnya maknanya kepada Allah, ada pula yang menafsirkannya sebagai isyarat kemukjizatan Al-Qur’an dan tantangan bagi manusia untuk menandingi keindahan bahasanya. Pembahasan tentang surat Alif Lam Mim—yang dimaksud adalah Surah Al-Baqarah—tidak hanya memperkaya pemahaman keislaman, tetapi juga menumbuhkan sikap tawadhu serta keimanan dalam menyikapi ayat-ayat Al-Qur’an.
Artikel ini akan membahas makna Surat Alif Lam Mim dalam Surah Al-Baqarah, mulai dari penjelasan tentang apa itu huruf muqaththa’ah, pandangan para ulama tafsir, hingga keutamaan yang dapat dipetik darinya. Simak selengkapnya.
Apa Itu Huruf Muqaththa’ah?
Huruf muqaththa’ah adalah salah satu fenomena linguistik unik dalam Al-Qur’an yang hanya ada di kitab suci ini. Para ulama menjelaskan bahwa meskipun huruf-huruf ini terlihat sederhana, kemunculannya mengandung maksud tertentu.
Sebagian mufasir menekankan bahwa huruf-huruf ini adalah tanda keajaiban Al-Qur’an, yang menunjukkan bahwa kitab ini tersusun dari huruf-huruf biasa yang sama dengan bahasa manusia, namun disusun dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga manusia tidak akan mampu menirunya.
Dengan kata lain, huruf-huruf ini menjadi pengingat akan keistimewaan Al-Qur’an dan mukjizat linguistiknya, sekaligus menegaskan keesaan Allah sebagai pencipta wahyu. Huruf-huruf muqaththa’ah berjumlah 14 dan berperan sebagai pembuka atau fawatihus-suwar di 29 surat dalam Al-Qur’an. Keempat belas huruf tersebut adalah:
ا ح ر س ص ط ع ق ك ل م ن ه ي
atau dalam penulisan Arab Latin: Alif, Ha, Ra, Sin, Shad, Tha, ‘Ain, Qaf, Kaf, Lam, Mim, Nun, Ha, dan Ya.
Cara membaca huruf-huruf ini adalah dengan menyebutkan nama masing-masing huruf, seperti alif, ha, ra, sin, shad, dan seterusnya, sambil memperhatikan panjang pendek bacaan sesuai aturan tajwid. Selain itu, ketika membaca huruf-huruf muqaththa’ah, penting untuk memperhatikan ghunnah atau dengungan. Contohnya, dalam Q.S. Al-Baqarah [2] pada pembuka (الم – alif, lam, mim), terdapat dengungan yang muncul saat membaca huruf lam dan mim. Hal ini menjadi salah satu aspek tajwid yang perlu diperhatikan agar bacaan sesuai dengan ketentuan Al-Qur’an.
Bacaan Surat Alif Lam Mim
“Alif Lam Mim” sendiri adalah ayat pertama dari Surah Al-Baqarah, surah kedua dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surah ini diturunkan di Kota Madinah, kecuali ayat 281 yang turun di Mina saat Rasulullah SAW melaksanakan Haji Wada.
Nama Al-Baqarah sendiri berarti sapi betina, diambil dari kisah Bani Israil yang diminta Nabi Musa mencari seekor sapi betina untuk disembelih, sebagaimana termaktub dalam ayat 67-74. Berikut adalah bacaan “Alif Lam Mim” dan ayat-ayat selanjutnya dari Surah Al-Baqarah:
Doa Alif Lam Mim Ayat 1-10 Surah Al-Baqarah:
1. الۤمّۤ
alif lâm mîm
Alif Lām Mīm
2. ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
dzâlikal-kitâbu lâ raiba fîh, hudal lil-muttaqîn
Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa,
3. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ
alladzîna yu'minûna bil-ghaibi wa yuqîmûnash-shalâta wa mimmâ razaqnâhum yunfiqûn
(yaitu) orang-orang yang beriman pada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
4. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ
walladzîna yu'minûna bimâ unzila ilaika wa mâ unzila ming qablik, wa bil-âkhirati hum yûqinûn
dan mereka yang beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan (kitab-kitab suci) yang telah diturunkan sebelum engkau dan mereka yakin akan adanya akhirat.
5. اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
ulâ'ika ‘alâ hudam mir rabbihim wa ulâ'ika humul-mufliḫûn
Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
6. اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
innalladzîna kafarû sawâ'un ‘alaihim a andzartahum am lam tundzir-hum lâ yu'minûn
Sesungguhnya orang-orang yang kufur itu sama saja bagi mereka, apakah engkau (Nabi Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
7. خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ࣖ
khatamallâhu ‘alâ qulûbihim wa ‘alâ sam‘ihim, wa ‘alâ abshârihim ghisyâwatuw wa lahum ‘adzâbun ‘adhîm
Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka. Pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi mereka azab yang sangat berat.
8. وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ
wa minan-nâsi may yaqûlu âmannâ billâhi wa bil-yaumil-âkhiri wa mâ hum bimu'minîn
Di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang mukmin.
9. يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ
yukhâdi‘ûnallâha walladzîna âmanû, wa mâ yakhda‘ûna illâ anfusahum wa mâ yasy‘urûn
Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
10. فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ
fî qulûbihim maradlun fa zâdahumullâhu maradlâ, wa lahum ‘adzâbun alîmum bimâ kânû yakdzibûn
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya dan mereka mendapat azab yang sangat pedih karena mereka selalu berdusta.
Makna Surat Alif Lam Mim dalam Al-Baqarah
Menurut Prof. Dr. Teungku Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy dalam buku Tafsir Al-Quranul Majid An-Nur Jilid 1, sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa tidak ada yang mengetahui secara pasti arti dari “Alif Lam Mim”, dan pada akhirnya, ayat ini diterjemahkan dengan makna bahwa Allah yang lebih mengetahui apa yang dimaksud dengan rangkaian huruf tersebut. Sehingga, umat Islam sebaiknya menerima keberadaannya dengan iman tanpa perlu menafsirkannya secara pasti.
Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi menyebutkan bahwa huruf-huruf muqaththa’ah berfungsi sebagai pengingat akan kemukjizatan Al-Qur’an, sekaligus sebagai simbol bahwa wahyu ini berada di luar jangkauan kemampuan manusia biasa. Pendapat lain menekankan bahwa huruf-huruf tersebut dapat dipahami secara simbolik sebagai peringatan atau tanda kebesaran Allah, mengandung hikmah yang dalam bagi orang-orang yang bertakwa dan merenungkan ayat-ayat-Nya.
Selain itu, keberadaan Alif Lam Mim juga dianggap sebagai tantangan bagi manusia yang meragukan Al-Qur’an. Allah seakan menegaskan bahwa kitab suci ini tersusun dari huruf-huruf yang dikenal manusia, namun tetap tidak ada yang mampu menciptakan karya serupa, baik dari sisi bahasa, makna, maupun kerapian susunan ayatnya. Hal ini menumbuhkan kesadaran akan keterbatasan akal manusia dan menegaskan bahwa iman tidak semata-mata bergantung pada logika, melainkan juga pada kepercayaan dan penerimaan terhadap wahyu Allah.
Menurut sebagian tafsir, Alif bisa menjadi ringkasan dari "Allah" atau "Ana" (Aku), Lam dari "Jibril" atau "Lathif" (Yang Maha Lembut), dan Mim dari "Muhammad" atau "Majid" (Yang Maha Mulia). Dengan demikian, kombinasi ini menunjukkan bahwa Al-Quran berasal dari Allah yang disampaikan melalui Jibril kepada Muhammad SAW.
Keutamaan Surat Al-Baqarah yang Diawali Alif Lam Mim
Surah Al-Baqarah, yang diawali dengan “Alif Lam Mim”, merupakan surah Madaniyah secara keseluruhan. Ayat 281 dari surah ini, yang berbunyi “Dan lindungilah dirimu dari (siksa) pada hari dimana kala itu kalian seluruhnya dihadapkan kepada Allah...”, diriwayatkan sebagai ayat terakhir yang disampaikan dalam Al-Qur'an. Khalid bin Ma'dan bahkan mengatakan bahwa Al-Baqarah memuat (isi) Al-Qur'an.
Para mufasir menyimpulkan terdapat dua manfaat utama dari aksara-aksara muqatha'ahseperti “Alif Lam Mim”.
1. Pertama, orang-orang musyrik pada masa itu tidak ingin memperhatikan Al-Qur'an karena khawatir akan melekat dalam hati dan pikiran mereka.
Oleh karena itu, penyebutan aksara-aksara muqatha'ah seperti Haamiim, Thoosiin, Qoof, Kaaf ha ya'aiin shood yang belum mereka dengar, bisa mempengaruhi mereka untuk memperhatikan Al-Qur'an, seperti dijelaskan dalam Bandung Conference Series: Islamic Education oleh Redi Rivaldi Patra Kusumah (2023).
Hal ini diharapkan dapat menarik mereka untuk mendengarkan, tertarik dengan Al-Qur'an, dan segera menuju keimanan.
2. Kedua, pada masa itu orang-orang musyrik mendustakan Al-Qur'an sebagai firman Allah dan wahyu yang disampaikan kepada Nabi dan Rasul-Nya. Aksara-aksara ini seolah-olah berfungsi sebagai penantang bagi orang-orang musyrik.
Seolah-olah aksara tersebut mengatakan, “Sebenarnya Al-Qur'an terbuat dari aksara-aksara seperti ini, maka ciptakanlah yang sama sepertinya.”
Manfaat ini diperkokoh dengan pengucapan kata ganti orang ketiga (ghaib) setelah huruf muqatha'ah, seperti dalam (الم.ذَٰلكٱلۡكتَٰب) atau (الرتلك آياتالكتاب). Seolah-olah aksara tersebut menyampaikan bahwa dari rangkaian aksara-aksara inilah Al-Qur'an terbuat.
Jika manusia tidak sanggup menciptakan yang semisal atau sama dengan Al-Qur'an, maka mereka harus menerima bahwa Al-Qur'an merupakan firman dan wahyu Allah, dan dengan mempercayai Al-Qur'an, mereka akan beruntung.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa itu surat Alif Lam Mim?
Surat Alif Lam Mim adalah sebutan untuk Surah Al-Baqarah yang diawali dengan huruf-huruf muqaththa’ah Alif Lam Mim pada ayat pertamanya.
2. Apa makna huruf muqaththa’ah Alif Lam Mim?
Maknanya tidak diketahui secara pasti dan hanya Allah yang mengetahuinya. Ulama menafsirkannya sebagai tanda kemukjizatan Al-Qur’an dan pengingat akan kebesaran Allah.
3. Berapa jumlah huruf muqaththa’ah dalam Al-Qur’an?
Terdapat 14 huruf muqaththa’ah yang menjadi pembuka 29 surat, termasuk Alif, Ha, Ra, Sin, Shad, Tha, ‘Ain, Qaf, Kaf, Lam, Mim, Nun, Ha, dan Ya.
4. Bagaimana cara membaca huruf Alif Lam Mim?
Membaca huruf ini dengan menyebut nama hurufnya secara berurutan, sambil memperhatikan panjang-pendek bacaan dan ghunnah atau dengungan sesuai tajwid.
5. Apa hikmah membaca dan memahami Alif Lam Mim?
Huruf ini mengajarkan manusia untuk merenung, menumbuhkan iman dan tawadhu, serta menghargai kedalaman dan keindahan Al-Qur’an yang tidak mampu ditandingi manusia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3490889/original/048747700_1624437205-000_1D01N7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517650/original/034626900_1772435467-Foto_3_Lazada_3.3_Ramadan_Mega_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2950406/original/037744200_1572086341-Tugu_Pahlawan_Merah_Putih_2_ok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506017/original/024091800_1771403594-Banner_Infografis_Imsakiyah_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2249518/original/029795300_1528876812-clouds-mosque-muslim-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448556/original/050012100_1620195400-20210505-Ramadhan-Bekasi-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)