Liputan6.com, Jakarta Salah satu kisah nabi yang menarik untuk diikuti namun jarang tersorot adalah Nabi Yahya AS. Nabi Yahya AS dikenal sebagai sosok yang lembut dan penuh dengan nilai-nilai rohani. Kisahnya memang tidak seperti mukjizat Nabi Nuh dan mukjizat Nabi Sulaiman yang tampak luar biasa. Mukjizat Nabi Yahya memiliki keistimewaan tersendiri lewat ilmu, kasih sayang, dan kesuciannya. Bahkan, momen kelahirannya juga termasuk dalam peristiwa yang luar biasa. Dari kisah Nabi Yahya ini, ada banyak pelajaran tentang ketulusan, kekuatan iman, dan keberanian dalam membela kebenaran.
Jika kita banyak mendengar nabi yang memiliki mukjizat fisik, mukjizat Nabi Yahya justru lebih banyak berkaitan dengan hati dan batin. Ia sudah dekat dengan kitab yang telah Allah turunkan di masa tersebut, hidupnya yang bersih dari dosa, hingga karunia Allah yang diberikan kepada beliau. Ketakwaan Nabi Yahya begitu besar, hingga makhluk buas pun menjadi jinak saat berada di dekatnya. Dari penjelasan mukjizat Nabi Yahya yang akan disampaikan berikut ini, kita bisa mengambil hikmah bahwa mukjizat yang luar biasa tidak selamanya mampu dilihat secara fisik, tapi juga bisa lewat hati yang penuh dengan iman dan cinta kepada Tuhannya.
1. Kelahiran Nabi Yahya
Mukjizat Nabi Yahya sudah terlihat sejak kelahirannya yang membuat banyak orang takjub. Ayahnya, Nabi Zakaria AS, sudah sangat tua dan istrinya pun dianggap sudah tidak bisa memiliki keturunan lagi. Meski begitu, Nabi Zakaria AS tidak pernah putus asa dan terus berdoa agar diberi keturunan agar ada yang bisa melanjutkan dakwahnya dan menjaga ajaran tauhid. Hingga akhirnya beliau mendapat kabar bahagia dari Malaikat Jibril bahwa dirinya akan dikaruniai anak bernama Yahya.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Allah mampu melakukan hal-hal yang di luar jangkauan logika manusia. Kelahiran Yahya menjadi pengingat bahwa doa yang tulus bisa membuka jalan di saat semua kemungkinan sudah tertutup. Ketika manusia merasa bahwa peluangnya sudah tertutup, Allah justru menunjukkan kuasa-Nya.
Selain jadi tanda kebesaran Allah, kisah ini mengajarkan pentingnya kesabaran dan ketulusan doa. Nabi Zakaria berdoa bukan karena alasan duniawi, tapi agar lahir generasi yang terus menjaga agama Allah. Dan saat doanya dikabulkan, Yahya muncul sebagai anak yang suci dan berani dalam menegakkan kebenaran.
2. Menghafal Kitab Taurat Sejak Kecil
Salah satu mukjizat Nabi Yahya yang paling dikenal adalah kemampuannya menghafal dan memahami kitab Taurat sejak masih kecil. Mukjizat ini diterangkan oleh Allah sendiri dalam sumber hukum Islam, Al-Quran, bahwa Yahya menerima kitab itu dengan sungguh-sungguh dan diberi hikmah di usia kanak-kanak. Kemampuan ini karena Yahya sudah memiliki kecerdasan sejak kecil yang jauh melampaui anak seusianya. Ia tidak hanya hafal, tapi benar-benar mengerti isi dan maknanya.
Kemampuannya ini adalah anugerah langsung dari Allah. Tidak mungkin seseorang bisa memahami kitab suci sedalam itu tanpa pertolongan-Nya. Yahya mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, lalu mengamalkan isi Taurat dalam kehidupannya. Ia menjadi penghafal sekaligus guru yang membimbing kaumnya kembali ke ajaran Allah.
Dari mukjizat Nabi Yahya ini kita bisa mengambil hikmah bahwa ilmu bukan sekadar pengetahuan untuk masalah duniawi, tapi juga sesuatu yang menghidupkan hati.
3. Ilmu yang Luas dan Kebijaksanaan Sejak Kanak-Kanak
Selain hafal kitab Taurat, Nabi Yahya juga memiliki ilmu yang sangat luas dan sudah menunjukkan kebijaksanaan yang matang meski masih muda. Ia dikenal suka belajar, merenung, dan memahami ciptaan Allah. Ketika anak-anak lain sibuk bermain, Yahya lebih memilih beribadah atau mempelajari agama. Karena itu banyak orang datang padanya untuk meminta penjelasan tentang hukum Taurat.
Ilmunya tidak berhenti pada teori. Ia juga punya kemampuan menilai dengan bijaksana, menyelesaikan persoalan, dan memberi nasihat yang lembut serta tepat. Kepintaran dan kecerdasan yang ia miliki tidak serta merta membuatnya sombong. Justru sifatnya makin rendah hati dan penuh kasih. Itulah yang membuatnya dihormati oleh kaumnya.
Mukjizat ini mengingatkan bahwa kecerdasan sejati berasal dari cahaya Allah. Ilmu yang tidak dilandasi dengan kebijaksanaan hanya melahirkan kesombongan. Tapi ilmu yang tumbuh dari hati yang bersih akan menjadi cahaya.
4. Diberi Kesucian dan Dilindungi dari Dosa
Nabi Yahya dikenal sebagai sosok yang suci dan jauh dari dosa. Meski begitu, bukan berarti ia tidak mendapat ujian, dan Allah pun memberinya perlindungan khusus karena iman dan ketulusannya.
Ia tetap menghadapi godaan seperti manusia lain, tapi kekuatan spiritualnya membuat Nabi Yahya mampu menghindarinya. Ia hidup sederhana, tidak terikat pada dunia, dan selalu menjaga ibadahnya. Kesucian ini bukan kebetulan, tapi anugerah Allah yang dijaga dengan ketaatan dan keteguhan hati.
Mukjizat Nabi Yahya ini menunjukkan bahwa kesucian bukan soal tidak pernah diuji, tapi soal kemampuan menjaga diri ketika ada kesempatan untuk berbuat dosa.
5. Dikaruniai Sifat “Al-Hanan”
Nabi Yahya juga dikaruniai sifat “Al-Hanan”, yaitu sifat kasih sayang yang sangat dalam kepada seluruh makhluk. Nabi Yahya lahir dengan sifat yang lembut baik kepada manusia, hewan, dan juga alam sekitarnya. Ia dikenal akrab dengan hewan sekitarnya dengan memberi makan burung hingga binatang liar, dan tidak pernah dengan sengaja menyakiti makhluk lain.
Kasih sayang yang dimiliki Nabi Yahya ini bukan sekadar sifat baik, tapi juga pemahaman spiritual mendalam bahwa seluruh makhluk adalah ciptaan Allah SWT. Dengan melihat tanda-tanda kebesaran dari setiap makhluk, Nabi Yahya menumbuhkan kecintaan terhadap semua yang ada disekitarnya. Sikap seperti ini juga menjadi contoh bahwa manusia harus menjaga keseimbangan alam sebagai bagian dari iman.
Mukjizat “Al-Hanan” memperlihatkan bahwa kasih sayang adalah wujud paling tinggi dari keimanan. Orang yang dekat dengan Allah akan mencintai seluruh ciptaan-Nya. Di tengah dunia yang kadang keras, keteladanan Yahya mengajarkan bahwa kekuatan sejati ada pada hati yang penuh welas asih.
6. Ditakuti dan Dihormati oleh Binatang Buas
Ada beberapa kisah yang menyebutkan bahwa Nabi Yahya sering beribadah di hutan dan gua. Ketika ia sedang berzikir, pernah ada seekor binatang buas mendekat. Namun hewan itu tidak menyerang, tapi justru berhenti sejenak, menunduk, lalu pergi. Hal ini menunjukkan bahwa semua makhluk tunduk kepada hamba yang hatinya dipenuhi cahaya Allah.
Hewan liar yang biasanya menakutkan bisa menjadi tenang di hadapan Nabi Yahya. Mereka merasakan ketenangan dan kesucian yang terpancar darinya, sehingga tidak ada rasa takut atau ancaman. Ini menjadi tanda bahwa kedekatan dengan Allah juga memengaruhi alam yang ikut bersahabat.
Kisah ini menjadi simbol bahwa hubungan manusia dengan Allah juga mempengaruhi hubungan manusia dengan alam. Jika seseorang menjaga imannya, alam juga akan merespons dengan kedamaian.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa saja mukjizat Nabi Yahya AS?
Mukjizatnya meliputi kelahiran ajaib, hafal Taurat sejak kecil, suci dari dosa, memiliki kasih sayang mendalam (“Al-Hanan”), dan keberanian menegakkan kebenaran.
2. Apa arti “Al-Hanan” yang dimiliki Nabi Yahya?
“Al-Hanan” berarti kasih sayang universal — kemampuan mencintai semua makhluk, cermin dari rahmat Allah yang luas.
3. Mengapa Nabi Yahya disebut nabi yang suci?
Karena Allah melindunginya dari dosa dan maksiat, sehingga ia hidup dalam kesucian hati dan pikiran sejak kecil.
4. Bagaimana akhir kehidupan Nabi Yahya AS?
Ia wafat sebagai syahid setelah menegur Raja Herodus yang berbuat maksiat. Keberaniannya menjadi simbol perjuangan moral sejati.
5. Apa pelajaran utama dari kisah Nabi Yahya?
Bahwa ilmu, kasih sayang, dan keberanian menegakkan kebenaran adalah mukjizat sejati yang harus dicontoh oleh setiap manusia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)