Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab menjadi salah satu momen penting dalam kalender Islam yang sarat makna spiritual. Menjelang akhir bulan mulia ini, terdapat sisa satu Jumat Terakhir Bulan Rajab yang dianggap memiliki keberkahan berlipat. Kutbah Jumat menjadi jalan pembuka sebagai bekal dakwah dan refleksi bersama di momen ibadah tersebut.
Khutbah Jumat pada pekan terakhir bulan Rajab kerap dimaknai sebagai pengingat awal untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Sya’ban dan Ramadan. Pesan yang disampaikan umumnya berfokus pada peningkatan iman, kesungguhan beribadah, serta harapan akan keberkahan dan kelapangan rezeki.
Tak heran jika Naskah Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab banyak dicari karena dinilai relevan, kontekstual, dan menyentuh kebutuhan spiritual jamaah. Selain memuat nasihat keagamaan, khutbah ini juga menghadirkan amalan sederhana yang diyakini membawa ketenangan batin dan keberlimpahan hidup. Simak informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6, Rabu (14/1).
Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab: Menjemput Keberkahan dan Mempersiapkan Hati Menyambut Ramadan
Khutbah Pertama
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat, nikmat, dan karunia-Nya kepada kita semua. Atas izin-Nya, pada Jumat terakhir di bulan Rajab ini kita masih diberi kesempatan untuk berkumpul di rumah Allah guna menunaikan ibadah salat Jumat secara berjamaah.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah,Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan itulah sebaik-baik bekal bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Jamaah Jumat rahimakumullah, Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Itulah ketentuan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.(QS. At-Taubah: 36)
Rajab adalah bulan pembuka menuju Ramadan. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan agar bulan ini dimanfaatkan untuk memperbanyak taubat, istighfar, serta memperbaiki kualitas ibadah. Jumat terakhir bulan Rajab menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan kesempatan untuk memperbaiki diri semakin berkurang.
Hadirin rahimakumullah,Salah satu persoalan yang sering dirasakan manusia adalah sempitnya rezeki dan beratnya hidup. Padahal Allah SWT telah menjanjikan keberkahan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa. Allah SWT berfirman:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya: Sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan, maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.(QS. Al-A’raf: 96)
Ayat ini menegaskan bahwa keberlimpahan hidup tidak hanya ditentukan oleh usaha lahiriah, tetapi juga oleh ketakwaan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, marilah kita tutup bulan Rajab ini dengan memperbaiki iman, ibadah, dan akhlak kita.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan adalah sebab datangnya pertolongan, ketenangan hidup, serta keberkahan rezeki.
Pada Jumat terakhir bulan Rajab ini, marilah kita memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Artinya: Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.(HR. Muslim)
Di tengah masyarakat, dikenal pula bacaan shalawat:
“Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh”
yang dibaca sebanyak 35 kali. Bacaan ini merupakan bentuk dzikir dan pengakuan atas kerasulan Nabi Muhammad SAW, sekaligus wujud kecintaan kepada beliau.
Hadirin yang dimuliakan Allah,Rasulullah SAW juga bersabda:
مَن صلَّى علَيَّ صَلاةً واحِدةً صلَّى اللهُ عليه عَشْرَ صَلواتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجاتٍ
Artinya: Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku, maka akan dilapangkan kesusahannya dan dicukupi kebutuhannya.
Hadis ini menunjukkan bahwa shalawat bukan hanya ibadah lisan, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membuka pintu kemudahan hidup.
Menjelang berakhirnya bulan Rajab ini, marilah kita memohon kepada Allah SWT agar diberi umur panjang dalam ketaatan, rezeki yang halal dan berkah, serta dipertemukan dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman yang lebih baik.
Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab: Menguatkan Iman, Melapangkan Rezeki, Menyambut Bulan Suci
Khutbah Pertama
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan. Dengan izin dan rahmat-Nya, pada Jumat terakhir di bulan Rajab ini kita masih diberi kesempatan untuk menunaikan salat Jumat secara berjamaah di rumah Allah SWT.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga hari kiamat.
Hadirin yang dimuliakan Allah,Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan adalah sebaik-baik bekal bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Jamaah Jumat rahimakumullah,Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman:
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan menurut ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.(QS. At-Taubah: 36)
Rajab adalah bulan untuk menata kembali hati dan amal. Para ulama menjelaskan bahwa Rajab merupakan waktu untuk menanam, Sya’ban waktu untuk menyiram, dan Ramadan waktu untuk memanen pahala. Maka, orang yang lalai di bulan Rajab akan merugi ketika Ramadan tiba.
Hadirin rahimakumullah,Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit manusia merasa sempit dalam urusan rezeki dan berat dalam menjalani hidup. Padahal Allah SWT telah menjanjikan kemudahan bagi orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu, marilah kita jadikan Jumat terakhir bulan Rajab ini sebagai momentum untuk memperbaiki iman, ibadah, dan akhlak kita.
Khutbah Kedua
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Tidak ada keselamatan yang sejati kecuali dengan ketaatan kepada-Nya.
Pada kesempatan Jumat terakhir bulan Rajab ini, marilah kita memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
Artinya: Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.(HR. Muslim)
Di tengah umat Islam, dikenal pula bacaan shalawat:
“Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh”
yang dibaca sebanyak 35 kali. Bacaan ini merupakan bentuk dzikir dan pengakuan atas kerasulan Nabi Muhammad SAW, sekaligus wujud kecintaan kepada beliau.
Menjelang berakhirnya bulan Rajab ini, marilah kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan umur panjang dalam ketaatan, rezeki yang halal dan berkah, serta dipertemukan dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman yang lebih kuat.
Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran agar kamu mengambil pelajaran.
Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab: Mengakhiri Rajab dengan Taubat dan Harapan Keberkahan
Khutbah Pertama
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan seluruh alam, yang dengan kasih sayang dan rahmat-Nya kita masih diberi nikmat iman, Islam, serta kesehatan. Atas izin-Nya pula, pada Jumat terakhir bulan Rajab ini kita kembali berkumpul di rumah Allah untuk menunaikan ibadah salat Jumat secara berjamaah.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik bagi umat manusia, kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dimuliakan Allah,Saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan itulah yang akan menyelamatkan kita dari kesempitan hidup di dunia dan siksa di akhirat.
Jamaah Jumat rahimakumullah,Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Allah SWT berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan menurut ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.(QS. At-Taubah: 36)
Rajab termasuk bulan haram yang mengajarkan kita untuk lebih menjaga diri dari dosa dan kemaksiatan. Jumat terakhir bulan Rajab menjadi waktu yang tepat untuk berhenti sejenak, melakukan muhasabah, serta menilai kembali sejauh mana hubungan kita dengan Allah SWT.
Hadirin rahimakumullah,Sering kali manusia merasa hidupnya berat, rezekinya sempit, dan hatinya gelisah. Padahal Allah SWT telah menjanjikan bahwa taubat dan istighfar adalah jalan datangnya kelapangan. Allah SWT berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا
Artinya: Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”(QS. Nuh: 10–12)
Ayat ini menegaskan bahwa istighfar bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan hidup. Oleh karena itu, marilah kita akhiri bulan Rajab ini dengan taubat yang sungguh-sungguh.
Khutbah Kedua
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan adalah sebab utama datangnya ketenangan hati dan keberkahan hidup.
Pada Jumat terakhir bulan Rajab ini, marilah kita perbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً
Artinya: Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku.(HR. Tirmidzi)
Di tengah masyarakat, dikenal pula bacaan shalawat:
“Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh”
yang dibaca sebanyak 35 kali sebagai bentuk dzikir dan pengingat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Hadirin yang dimuliakan Allah,Rasulullah SAW juga bersabda:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya: Barang siapa membiasakan istighfar, niscaya Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kesedihan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.(HR. Abu Dawud)
Hadis ini mengajarkan bahwa istighfar dan shalawat adalah dua amalan ringan, namun besar dampaknya dalam kehidupan seorang muslim.
Menjelang berakhirnya bulan Rajab ini, marilah kita berdoa agar Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, melapangkan rezeki kita, serta mempertemukan kita dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman yang lebih kuat.
Sebagai penutup, marilah kita renungkan firman Allah SWT:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran agar kamu mengambil pelajaran.(QS. An-Nahl: 90)
Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab: Menutup Bulan Mulia dengan Istiqamah dan Doa Keberkahan
Khutbah Pertama
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Berkat limpahan rahmat-Nya, pada hari Jumat terakhir di bulan Rajab ini kita masih diberi nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan untuk menunaikan ibadah salat Jumat secara berjamaah.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, suri teladan sepanjang zaman, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang setia mengikuti sunnah hingga hari kiamat.
Hadirin yang dimuliakan Allah,Saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya ketakwaan. Ketakwaan itulah yang menjadi penopang hidup, penenteram hati, dan penyelamat di akhirat kelak.
Jamaah Jumat rahimakumullah,Bulan Rajab adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman secara lengkap:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, menurut ketetapan Allah sejak Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.(QS. At-Taubah: 36)
Rajab adalah bulan untuk menjaga diri dari maksiat dan memperbanyak amal kebaikan. Jumat terakhir di bulan Rajab mengingatkan kita bahwa umur semakin berkurang, sementara amal belum tentu bertambah. Oleh karena itu, bulan ini seharusnya menjadi waktu muhasabah sebelum kita memasuki bulan-bulan besar berikutnya.
Hadirin rahimakumullah,Banyak manusia berusaha keras mengejar dunia, tetapi lupa memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT. Padahal, Allah telah menjelaskan bahwa ketenangan dan keberkahan hidup lahir dari iman dan amal saleh. Allah SWT berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya: Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(QS. An-Nahl: 97)
Ayat ini menegaskan bahwa kehidupan yang baik bukan hanya tentang harta, tetapi juga ketenangan, kecukupan, dan keberkahan. Maka, marilah kita tutup bulan Rajab ini dengan memperbaiki iman dan amal.
Khutbah Kedua
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita kembali memperkuat ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ketakwaan adalah sebab turunnya rahmat dan terangkatnya kesulitan hidup.
Pada Jumat terakhir bulan Rajab ini, marilah kita perbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا، وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Artinya: Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh dosa, dan diangkat baginya sepuluh derajat.(HR. Ahmad)
Di tengah masyarakat, dikenal pula bacaan shalawat:
“Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh”
yang dibaca sebanyak 35 kali sebagai bentuk dzikir dan penguatan cinta kepada Rasulullah SAW.
Hadirin yang dimuliakan Allah,Rasulullah SAW juga bersabda:
الدُّنْيَا مَزْرَعَةُ الْآخِرَةِ
Artinya: Dunia adalah ladang untuk akhirat.(HR. Al-Baihaqi)
Hadis ini mengingatkan kita bahwa setiap amal di dunia akan dipetik hasilnya di akhirat. Oleh karena itu, jangan biarkan bulan Rajab berlalu tanpa makna.
Menjelang berakhirnya bulan Rajab, marilah kita memohon kepada Allah SWT agar diberi kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan, dilapangkan rezeki yang halal dan berkah, serta dipertemukan dengan bulan Ramadan dalam keadaan iman yang lebih kuat.
Sebagai penutup, marilah kita dengarkan firman Allah SWT:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran agar kamu mengambil pelajaran.(QS. An-Nahl: 90)
Bacaan Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh Dibaca 35 Kali
Selain khutbah, Jumat Terakhir Bulan Rajab juga kerap dikaitkan dengan amalan ringan yang mudah diamalkan. Salah satunya adalah membaca bacaan “Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh” sebanyak 35 kali setelah salat.
Amalan ini dikenal luas di kalangan masyarakat sebagai bentuk shalawat dan pengingat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan singkat ini dapat dilakukan siapa saja tanpa memerlukan waktu lama.
Dalam konteks Naskah Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab, amalan ini sering disampaikan sebagai motivasi agar jamaah memperbanyak shalawat dan menjaga koneksi spiritual di tengah kesibukan.
Amalan Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh Membawa Keberlimpahan Rezeki
Sebagian ulama dan tokoh agama menyampaikan bahwa memperbanyak shalawat dapat membuka pintu keberkahan rezeki. Bukan semata soal uang, tetapi juga rasa cukup dan ketenangan batin.
Amalan “Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh” diyakini membantu menumbuhkan sikap optimistis dan tawakal dalam menjalani kehidupan. Sikap inilah yang kerap menjadi kunci keberlimpahan sepanjang tahun.
Melalui Naskah Khutbah Jumat Terakhir Bulan Rajab, jamaah diajak memahami bahwa rezeki yang tidak habis bukan hanya soal jumlah, melainkan kebermanfaatan dan keberkahannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa keutamaan Jumat terakhir di bulan Rajab?
Jumat terakhir di bulan Rajab menjadi momen muhasabah untuk menutup salah satu bulan mulia dalam Islam dengan memperbanyak taubat, doa, dan amal saleh sebagai persiapan menuju bulan-bulan besar berikutnya.
2. Mengapa bulan Rajab disebut bulan yang dimuliakan?
Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, di mana umat Islam dianjurkan menjaga diri dari maksiat dan memperbanyak kebaikan karena pahala dilipatgandakan.
3. Apa tema yang tepat untuk khutbah Jumat terakhir bulan Rajab?
Tema yang relevan antara lain peningkatan ketakwaan, persiapan spiritual menjelang Ramadan, pentingnya istiqamah dalam ibadah, serta memohon keberkahan dan kelapangan rezeki.
4. Apakah ada amalan khusus di bulan Rajab yang dianjurkan?
Tidak ada amalan wajib khusus yang ditetapkan, namun dianjurkan memperbanyak dzikir, istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sedekah, dan memperbaiki kualitas ibadah harian.
5. Apa pesan utama yang sebaiknya disampaikan dalam khutbah Jumat bulan Rajab?
Pesan utamanya adalah mengajak jamaah meningkatkan ketakwaan, memanfaatkan bulan mulia untuk introspeksi diri, serta mempersiapkan iman dan amal agar lebih siap menyambut Ramadan.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448556/original/050012100_1620195400-20210505-Ramadhan-Bekasi-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516730/original/010187800_1772343559-WhatsApp_Image_2026-03-01_at_07.17.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516533/original/006107500_1772325430-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)