Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji 2026 akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mengambil alih penuh mandat penyelenggaraan haji dari Kementerian Agama (Kemenag). Di antara kegiatan penting sebelum pemberangkatan haji adalah manasik haji.
Panduan manasik haji lengkap perlu diketahui umat Islam, baik yang akan berhaji tahun 2026 atau di waktu selanjutnya. Pengetahuan ini penting mengingat semakin dekatnya waktu pemberangkatan jemaah haji.
Melansir akun Instagram resmi Kemenhaj, @kemenhaj.ri, diumumkan bahwa gelombang pertama keberangkatan jemaah akan dimulai pada 22 April 2026, sementara pemulangan terakhir dijadwalkan pada 1 Juli 2026
Merujuk Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Kemenag RI, manasik haji adalah serangkaian tata cara, peraturan, dan bimbingan praktis dalam melaksanakan ibadah haji sesuai dengan syariat Islam. Secara istilah, manasik haji mencakup seluruh proses dan ritual ibadah haji yang dimulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penyelesaian ibadah haji.
Dengan memahami dan mengamalkan manasik haji dengan baik, jemaah diharapkan dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk, tertib, dan sempurna, serta meraih gelar haji mabrur yang membawa perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Panduan Manasik Haji Lengkap
Manasik haji bukan hanya sekadar pengetahuan teoritis, tetapi merupakan panduan operasional. Berikut ini adalah urutan manasik haji dan doa-doanya, merujuk Buku Manasik Haji dan Umrah, terbitan Kemenag RI dan Panduan Manasik Haji: Urutan, Doa, Tata Cara, dan Hikmahnya, Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH):
Urutan Manasik Haji
Melaksanakan haji memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai setiap tahapan ibadah yang harus dilakukan. Berikut urutan manasik haji yang perlu dipahami:
1. Ihram
Ihram merupakan niat memasuki ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram, pakaian sederhana yang melambangkan kesucian. Ihram dimulai dari miqat, tempat yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji.
2. Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah adalah puncak dari ibadah haji, di mana seluruh jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan. Waktu wukuf dimulai sejak siang hingga terbenamnya matahari.
3. Mabit di Muzdalifah
Setelah wukuf, jemaah bermalam di Muzdalifah, mengumpulkan batu kerikil yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah.
4. Melempar Jumrah
Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah melemparkan tujuh batu kerikil ke arah tugu jumrah sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan.
Urutan Manasik Haji: 5. Tahalul Awal
Setelah melempar jumrah, jemaah melakukan tahalul dengan mencukur sebagian atau seluruh rambut sebagai tanda berakhirnya larangan ihram.
6. Tawaf Ifadah
Tawaf ini dilakukan setelah melempar jumrah dan merupakan salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan.
7. Sa’i
Setelah tawaf, jemaah melanjutkan dengan sa’i, yakni berjalan atau berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ini merupakan bentuk peneladanan terhadap perjuangan Hajar mencari air untuk putranya, Ismail.
8. Tahalul Kedua
Pada tahap ini, jemaah haji melakukan pencukuran rambut bagi laki-laki atau memotong sedikit ujung rambut bagi perempuan, yang menandakan pencabutan larangan ihram. Tahalul kedua memungkinkan jemaah untuk kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya dilarang selama ihram, seperti berhubungan suami-istri. Ini menjadi langkah terakhir sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
9. Mabit di Mina
Setelah tawaf ifadah, jemaah kembali ke Mina dan bermalam di sana untuk melaksanakan ibadah lainnya, termasuk melempar jumrah di hari-hari tasyrik.
Doa-Doa Manasik Haji
Saat menjalankan ibadah haji, terdapat beberapa doa penting yang biasa dibaca oleh jemaah. Berikut adalah lima doa yang sering diucapkan selama manasik haji:
1. Doa Bacaan Talbiyah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaikalla humma Labbaikh. Labbaikalaa Syariika Laka Labbaik. Innal Hamda Wa Ni’mata Lakawal Mulk Laa Syariikalakaa.
Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.
2. Doa Saat Tawaf
بِسْمِ اللهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ إِيْمَاناً بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Bismillahi wallahu akbar. Allahumma imanan bika, wa tashdiqan bi kitabika, wa wafa’an bi‘ahdika, wattiba‘an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallam.
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (aku bertawaf) karena keimanan kepada-Mu, kepercayaan terhadap kitab suci-Mu, pemenuhan terhadap janji-Mu, dan kepatuhan terhadap sunah nabi-Mu Muhammad saw.
3. Doa di Bukit Safa dan Marwah
اللَّهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ولِلَّهِ الْحَمْدُ اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَوَّلَانَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ أَدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ، وَإِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ وَإِنِّي أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِيْ لِلْإِسْلَامِ أَنْ لَا تَنْزِعَهُ مِنِّي حَتَّى تَتَوَفَّانِيْ وَأَنَا مُسْلِمٌ
Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhil hamd, Allâhu akbar ‘alâ mâ hadânâ, walhamdu lillâhi ‘alâ mâ aulânâ, lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyî wa yumît, biyadihil khair, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr. Lâ ilâha illallâhu anjaza wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal ahzâba wahdah.
Lâ ilâha illallâhu wa lâ na’budu illâ iyyâhu mukhlisîna lahud dîna wa law karihal kâfirûn. Allâhumma innaka qulta ud’ûnî astajib lakum, wa innaka lâ tukhliful mî’âd, wa innî as’aluka kamâ hadaitanî lil islâmi an lâ tanzi’ahu minnî hattâ tatawaffanî wa anâ muslim.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, dan segala puji bagi Allah atas segala karunia-Nya kepada kami. Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala pujian.
Dia yang menghidupkan dan mematikan, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh sendirian. Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan tulus dalam beragama meskipun orang-orang kafir membenci.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman ‘berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan’, dan Engkau tidak mengingkari janji. Aku memohon kepada-Mu, sebagaimana Engkau telah memberi hidayah Islam kepadaku, janganlah Engkau mencabutnya dariku hingga Engkau wafatkan aku dalam keadaan Muslim.
4. Doa Saat Melempar Jumrah
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِيْنِ وَرِضًا لِلرَّحْمٰنِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا
Latin: Bismillâhi wallâhu akbar, rajman lissyayâthîn wa ridhân lirrahmân, Allâhummaj’al hajjan mabrûran wa sa’yan masykûran.
Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Untuk melempar setan dan demi keridhaan Allah Yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku haji yang mabrur dan sa’i yang diterima.
5. Doa Pulang Haji
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اٰيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Latin: Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîkalahu lahul mulku wa lahul ḫamdu wahuwa ‘alâ kulli syai-in qadîr(un), âyibûn tâibûn ‘âbidûn sâjidûna li rabbinâ ḫâmidûn shadaqallâhu wa‘dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal aḫzâba waḫdahu
Artinya: Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Tuhan yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia pemilik seluruh kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, orang-orang yang ahli tobat, ahli ibadah, ahli sujud dan ahli memuji Tuhan kami. Allah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan sendiri musuh-musuh -Nya.
Tata Cara Manasik Haji
Berikut tata cara pelaksanaan manasik haji yang wajib diikuti oleh calon jemaah:
1. Persiapan Mental dan Spiritual
Sebelum memulai manasik haji, penting untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Calon jemaah harus membersihkan niat, fokus pada ibadah, dan menyiapkan diri untuk melaksanakan haji dengan ikhlas.
2. Pelatihan Manasik
Calon jemaah mengikuti bimbingan manasik haji yang diadakan oleh kelompok bimbingan haji atau pemerintah. Pelatihan ini mencakup simulasi urutan manasik dan penjelasan teknis setiap tahapan.
3. Memulai dengan Ihram
Ihram adalah langkah pertama yang dilakukan saat memasuki miqat. Calon jemaah harus mengenakan pakaian ihram dan mengucapkan niat dengan khusyuk.
4. Melaksanakan Rukun dan Wajib Haji
Setiap rukun dan wajib haji, mulai dari tawaf, sa’i, hingga wukuf, harus dilaksanakan sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan. Pelaksanaannya membutuhkan kesungguhan dan ketenangan agar setiap ibadah dilaksanakan dengan benar.
Hal-Hal yang Dipelajari dan Dipraktikkan dalam Manasik Haji
Manasik haji bukan hanya sekadar pengetahuan teoritis, tetapi merupakan panduan operasional yang meliputi:
- Tata cara pelaksanaan rukun dan wajib haji
- Larangan-larangan selama ihram
- Ketentuan miqat zamani dan makani
- Tata tertib perjalanan dan akomodasi
- Solusi masalah yang mungkin timbul selama ibadah
Komponen Utama Manasik Haji:
- Pengetahuan tentang rukun haji yang harus dipenuhi agar haji sah
- Pemahaman wajib haji yang jika ditinggalkan wajib diganti dengan dam
- Teknik pelaksanaan ritual seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jamrah
- Etika dan adab selama di tanah suci
- Persiapan mental, spiritual, dan fisik sebelum berangkat
Tujuan Manasik Haji
Adapun tujuan Manasik Haji adalah:
- Ikhtiar untuk melatih sahnya ibadah haji yang dilaksanakan
- Memandu jemaah melaksanakan setiap ritual dengan benar
- Mencegah kesalahan yang dapat membatalkan atau mengurangi kesempurnaan haji
- Mempersiapkan jemaah menghadapi situasi nyata di tanah suci
- Mewujudkan haji mabrur yang diterima Allah SWT
Implementasi Manasik Haji:
Dalam praktiknya, manasik haji di Indonesia dilaksanakan melalui:
- Bimbingan manasik berjenjang di KUA dan Kemenag
- Pendampingan oleh TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia)
- Panduan tertulis seperti Buku Tuntunan Manasik Haji
- Simulasi praktik langsung sebelum keberangkatan
Manfaat Manasik Haji
Berikut ini adalah penjelasan mengenai manfaat manasik haji:
1. Memastikan Keabsahan Ibadah
Manasik haji mengajarkan tata cara pelaksanaan rukun dan wajib haji dengan benar. Pemahaman ini penting agar ibadah haji yang dilaksanakan sah secara syariat dan tidak sia-sia.
2. Menghindari Kesalahan dan Pelanggaran
Dengan mempelajari manasik, jemaah memahami larangan-larangan selama ihram dan konsekuensinya. Hal ini mencegah jemaah melakukan kesalahan yang dapat membatalkan haji atau mengharuskannya membayar dam (denda).
3. Memberikan Ketenangan dan Kekhusyukan
Ketika jemaah sudah memahami alur dan tata cara ibadah dengan baik, mereka dapat menjalankan setiap ritual dengan lebih tenang, tertib, dan fokus pada penghayatan spiritual, sehingga ibadah menjadi lebih khusyuk.
4. Mempersiapkan Mental dan Fisik
Proses bimbingan manasik tidak hanya tentang ritual, tetapi juga mempersiapkan jemaah untuk menghadapi kondisi riil di tanah suci, seperti keramaian, cuaca, dan perjalanan yang melelahkan. Ini membangun ketangguhan mental dan kesiapan fisik.
5. Mewujudkan Haji yang Mabrur
Manasik haji adalah bekal untuk mencapai haji mabrur, yaitu haji yang diterima Allah SWT. Ibadah yang dilaksanakan dengan benar dan penuh penghayatan diharapkan mampu mentransformasi diri jemaah menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan berakhlak mulia.
People also Ask:
1. Apa saja urutan manasik haji?
Bingung urutan ibadah haji? Tenang, ini panduan lengkapnya ...Urutan haji dimulai dengan niat dan ihram di miqat, dilanjutkan Wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah), lalu mabit di Muzdalifah sebelum menuju Mina. Di Mina, jamaah melontar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah, lalu Tawaf Ifadah, Sa'i antara Shafa dan Marwah, dan Tahalul awal. Setelahnya, jamaah kembali ke Mina untuk mabit dan melontar tiga jumrah (11-13 Dzulhijjah), lalu menunaikan Tawaf Wada sebagai penutup.
2. Susunan acara manasik haji?
Urutan Manasik HajiUrutan manasik haji dimulai dari ihram (berniat) di miqat, kemudian wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah, diikuti mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah aqabah pada 10 Zulhijah. Setelah itu, jamaah melakukan tahalul (memotong rambut), lalu kembali mabit di Mina untuk hari-hari tasyrik, mengerjakan lempar jumrah tasyrik, dan diakhiri dengan Tawaf Ifadhah dan Tawaf Wada'.
3. Berapa biaya haji untuk 1 orang?
Biaya naik haji untuk satu orang bergantung pada jenisnya, yaitu haji reguler atau haji plus. Untuk haji reguler tahun 2025, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan jamaah adalah sekitar Rp55,4 juta, di luar setoran awal Rp25 juta yang sudah disetor saat pendaftaran. Sementara itu, biaya haji plus berkisar antara Rp160 juta hingga Rp958 juta, tergantung pada paket yang dipilih.
4. Apa saja 7 tahapan haji?
Kesimpulan, para jemaah haji bertumbuh secara spiritual dan belajar menaati Allah dengan mengikuti tujuh tahapan haji, yaitu ihram, pergi ke Mina, wukuf di Arafah, berdiam di Muzdalifah, ramî (lempar batu), nahr (kurban), dan tawaf wada .

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)