Panduan Sholat Hajat di Bulan Syawal: Tata Cara, Doa, dan Waktu Pelaksanaannya

1 day ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan berbagai amalan agar tetap dapat istiqamah dalam menjalani ibadah di bulan Syawal.

Salah satu amalan yang dapat dilaksanakan adalah sholat Hajat. Sholat Hajat merupakan sholat sunnah yang dilakukan dengan tujuan untuk memohon agar segala hajat dan kebutuhan dikabulkan oleh Allah SWT.

Hajat yang dimaksud dapat berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat, seperti memohon diberikan pertolongan ketika menghadapi kesulitan, mohon kelancaran dalam pekerjaan, atau bahkan memohon kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain. 

Meskipun sholat Hajat dapat dilakukan kapan saja, bulan ini memberikan peluang yang lebih besar untuk memperoleh keberkahan. Selain itu, pelaksanaan sholat Hajat di bulan Syawal memberikan kesempatan untuk memperbanyak doa kepada Allah.

Mengutip dari berbagai sumber, berikut adalah panduan pelaksanaan sholat Hajat di bulan Syawal, lengkap dengan bacaan doanya.

Saksikan Video Pilihan ini:

Meraup Untung dari Budidaya Longyam Ala Petani Wanareja Cilacap

Promosi 1

Jumlah Rakaat dan Waktu Pelaksanaannya

Sholat hajat dapat dilakukan sebanyak 2 hingga 12 rakaat. Setiap 2 rakaat harus disertai dengan salam.

Pengerjaannya bisa dilakukan kapan saja, kecuali di waktu-waktu yang dilarang melakukan ibadah sholat. Waktu yang dimaksud adalah:

1) Sholat subuh hingga matahari terbit

2) Selepas waktu ashar hingga matahari terbenam

Waktu terbaik untuk melakukan sholat hajat adalah malam hari, terutama di sepertiga bagian terakhir malam.

Tata Cara Sholat Hajat

1. Membaca niat

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat sholat hajat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

2. Membaca doa Iftitah dan Surat Al-fatihah

3. Membaca surat pendek

4. Ruku dengan tuma’ninah

5. I’tidal dengan tuma’ninah

6. Sujud dengan bacaan tuma’ninah

7. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

8. Sujud kedua dengan tuma’ninah

9. Mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama dengan membaca ayat kursi sebagai pengganti surat pendek

10. Salam

11. Setelah selesai mengerjakan sholat hajat, dianjurkan untuk membaca sholawat nabi

12. Selanjutnya, membaca doa wirid atau doa khusus setelah sholat hajat

13. Terakhir, memanjatkan doa kepada Allah sesuai keinginan atau hajat pribadi. 

Doa Setelah Sholat Hajat

Sesuai dengan urutannya, doa khusus ini dibaca setelah selesai membaca sholawat nabi. Mengutip dari laman NU Online, berikut adalah doa setelah sholat hajat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ     

Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn. 

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |