Liputan6.com, Jakarta - Ibadah sunnah menjadi amalan yang dianjurkan untuk menambah pahala sekaligus melatih kedisiplinan diri. Salah satu bentuk ibadah yang banyak diamalkan umat Islam setiap bulan hijriah adalah puasa ayyamul bidh, yang dilakukan pada hari-hari tertentu dengan keutamaan khusus.
Pelaksanaan ibadah ini tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah melalui pengendalian hawa nafsu. Dengan menjalankan puasa ayyamul bidh, seorang muslim diajak untuk menjaga konsistensi ibadah secara rutin di tengah kesibukan sehari-hari.
Selain bernilai spiritual, amalan sunnah ini juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh dan ketenangan jiwa. Oleh sebab itu, puasa ayyamul bidh sering dijadikan pilihan ibadah ringan namun berdampak besar bagi kualitas keimanan seseorang.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang pengertian hingga keutamaan puasa Ayyamul Bidh, Kamis (15//1/2026).
Pengertian dan Dalil Puasa Ayyamul Bidh
Mengutip buku berjudul Cinta Shaum, Zaakat, dan Haji (2020) oleh Miftahul Achyar Kertamuda, M.Pd, puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah saw. puasa yang dikerjakan sebanyak 3 hari di bulan Hijriyah setiap tanggal 13, 14 dan 15. Adapun hadits yang menjadi referensi dalam pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh adalah
Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah)." Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun." (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434).
Selain itu, puasa Ayyamul Bidh termasuk dalam tiga wasiat penting Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah r.a., bersama dengan shalat dhuha dan shalat witir sebelum tidur. Hal ini menegaskan posisi istimewa puasa Ayyamul Bidh di antara amalan sunah lainnya dan mendorong umat Islam untuk melaksanakannya secara rutin.
Mengutip buku berjudul Manisnya Iman Damainya Ibadah: Perjalanan Menuju Hati yang Tenang (2025) oleh Moh Nur Sholeh, puasa Ayyamul Bidh dikenal sebagai "puasa putih" karena dilakukan pada hari-hari pertengahan bulan, di mana bulan terang (bulan purnama) berada. Puasa ini sangat dianjurkan karena Rasulullah SAW sendiri sangat rutin melakukannya.
"Puasa yang paling baik setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram, dan puasa yang paling baik setelah puasa bulan Muharram adalah puasa Ayyamul Bidh." (HR. Muslim)
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Mengutip buku berjudul Fiqih Puasa (2024) oleh M. Hasyim Ritonga, S.Pd., adapun keutamaan puasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh) adalah seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa karena disebutkan dalam hadist Nabi bahwa amalan setiap muslim akan dilipat gandakan menjadi 10.
Oleh karena itu, orang yang berpuasa 3 hari dianggap berpuasa selama 30 hari. Dan jika dia berpuasa Ayyamul Bidh di setiap bulannya maka dia dianggap berpuasa sepanjang tahun.
Berikut ini keutamaan puasa Ayyamul Bidh:
1. Pahala Berlipat
Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan paling utama yaitu pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap kebaikan yang dilakukan dilipatgandakan sepuluh kali lipat oleh Allah SWT, sehingga amalan ringan ini menjadi sangat bernilai.
2. Menghidupkan Sunah Nabi
Dengan menjalankan puasa ini, seorang Muslim menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Amalan ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan ketakwaan secara rutin.
3. Pengampunan Dosa-dosa Kecil
Puasa Ayyamul Bidh memberikan peluang bagi umat Islam untuk mendapatkan ampunan atas dosa-dosa kecil yang pernah dilakukan, sehingga hati menjadi lebih bersih dan tenang.
4. Meningkatkan Derajat dan Melapangkan Rezeki
Selain ampunan, puasa ini diyakini dapat meningkatkan derajat di sisi Allah dan memberikan kelapangan rezeki bagi orang yang istiqamah melaksanakannya.
5. Kemudahan di Akhir Hayat
Rutin menjalankan puasa sunah ini diyakini memberi kemudahan saat sakaratul maut. Allah SWT akan menjauhkan kesulitan bagi mereka yang istiqamah menunaikannya.
6. Pintu Surga Khusus dan Manfaat Kesehatan
Orang yang istiqamah menjalankan puasa Ayyamul Bidh dijanjikan pintu khusus di surga, yaitu pintu Ar-Rayyan. Selain itu, puasa ini juga diyakini memberi manfaat bagi kesehatan, seperti memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu detoksifikasi alami.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat merupakan rukun utama dalam setiap ibadah, termasuk puasa Ayyamul Bidh. Untuk puasa sunah ini, niat sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum fajar menyingsing.
Namun, bagi yang lupa, niat masih boleh dilakukan pada pagi hari sebelum waktu dzuhur, asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Niat bisa diucapkan secara lisan atau cukup di dalam hati, selama maksud puasa diniatkan dengan tulus karena Allah SWT.
Lafaz niat puasa Ayyamul Bidh dalam bahasa Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyaamil bidh lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala."
Variasi lain yang sering digunakan:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyaamil bidh sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Aku niat puasa pada hari-hari putih, sunnah karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Berikut ini tata cara Ayyamul Bidh:
1. Menentukan Niat
Niat dilakukan pada malam hari sebelum fajar atau pada pagi hari sebelum dzuhur, asalkan belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Niat bisa diucapkan dengan lisan atau cukup dalam hati.
2. Melaksanakan Sahur
Sahur disunnahkan menjelang masuk waktu subuh. Meskipun bersifat sunah, sahur membantu memberikan kekuatan dan keberkahan selama berpuasa.
3. Menahan Diri Selama Puasa
Selama puasa, wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Penting juga menjaga perilaku agar tidak mengurangi pahala, seperti menghindari perkataan kasar, menggunjing, atau perbuatan negatif lainnya.
4. Memperbanyak Ibadah Sunnah
Dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan bersedekah, agar pahala puasa semakin bertambah.
5. Berbuka Puasa
Puasa diakhiri dengan berbuka segera setelah waktu magrib tiba. Idealnya, puasa Ayyamul Bidh dilakukan secara berurutan pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah.
6. Fleksibilitas Pelaksanaan
Jika ada halangan, tetap mendapatkan pahala untuk hari yang dijalankan. Sebagian ulama memperbolehkan puasa tiga hari ini dicicil di hari lain dalam bulan yang sama. Bagi istri, disarankan meminta izin suami sebelum menjalankan puasa sunah.
Q & A Seputar Topik
Apa itu Puasa Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah, yang berarti "hari-hari putih" karena bulan purnama bersinar terang.
Kapan Puasa Ayyamul Bidh jatuh pada bulan Rajab 1447 H?
Puasa Ayyamul Bidh pada bulan Rajab 1447 H jatuh pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026.
Apa keutamaan utama Puasa Ayyamul Bidh?
Keutamaan utama Puasa Ayyamul Bidh adalah mendapatkan pahala setara dengan berpuasa sepanjang tahun, karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517126/original/074355400_1772409241-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5506338/original/077229600_1771429831-anak_ayah_ke_masjid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411946/original/031228600_1763026620-Berpidato.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2240997/original/070157500_1528277766-arches-architecture-building-460680.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4371735/original/047176900_1679802472-abderrahmane-meftah-YwA3x6uRuGw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514291/original/081789300_1772086565-073849700_1414158415-x6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4373358/original/092242900_1679920556-mosque-g714a26948_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448556/original/050012100_1620195400-20210505-Ramadhan-Bekasi-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516730/original/010187800_1772343559-WhatsApp_Image_2026-03-01_at_07.17.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516533/original/006107500_1772325430-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5408327/original/086578800_1762770478-Ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)