Liputan6.com, Jakarta - Ramadhan sangat dirindukan oleh umat Islam sedunia, termasuk Indonesia. Karenanya, kerapkali orang bertanya, puasa 2026 M/1447 H kapan.
Dalam konteks Indonesia, untuk menjawab pertanyaan puasa 2026 M/1447 H kapan akan dimulai dan berakhir, kita bisa mengacu pada kalender Hijriah yang telah diterbitkan oleh Kementerian Agama.
Kalender Hijriah ini penting diketahui karena menjadi panduan waktu pelaksanaan puasa dan beberapa ibadah lain, misalnya, Idul Fitri, puasa Syawal, wukuf, Idula Adha, hingga hari Tasyrik.
Selain kalender Hijriah terbitan Kemenag, Muhammadiyah juga telah menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebagai acuan berbagai peribadatan yang terkait waktu.
Berikut ini adalah ulasan mengenai puasa 2026 M/1447 H kapan dan hitungan mundur mulai dari 3 Desember 2025, lengkap dengan doa dan persiapan menjelang Ramadhan.
Puasa 2026 M/1447 H Kapan
Mengacu kalender Hijriah terbitan Kementerian Agama, 30 Sya'ban akan jatuh pada Rabu 18 Februari 2026. Sedangkan 1 Ramadhan jatuh pada Kamis 19 Februari 2026. Hal ini berdasar hisab (perhitungan kalender).
Sementara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah sendiri telah resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Atau selang sehari lebih cepat. Keputusan itu tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai panduan menentukan hari besar Islam dan dalam konteks peribadahan.
Sementara, ormas Nahdlatul Ulama (NU), sementara ini belum mengeluarkan pernyataan resmi kapan 1 Ramadhan. Namun lazimnya, NU tidak berbeda dengan pemerintah, yang menerapkan hisab hakiki dan rukyatul hilal untuk memastikan 1 Ramadhan.
Penetapan Resmi Awal Puasa di Indonesia
Penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia memiliki mekanisme yang jelas dan terstruktur. Tanggal pasti awal puasa akan ditentukan melalui Sidang Isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Waktu pasti kapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah akan dilakukan Sidang Isbat yang sebelumnya akan dilakukan rukyatul hilal atau pengamatan bulan baru, dari timur Indonesia hingga barat.
Sidang Isbat merupakan forum penting yang melibatkan perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, dan pihak terkait lainnya untuk memutuskan awal bulan Hijriah. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit muda) di berbagai titik di Indonesia.
Oleh karena itu, meskipun berbagai perkiraan telah beredar, umat Islam di Indonesia diimbau untuk menunggu hasil resmi dari Sidang Isbat. Keputusan ini akan menjadi pedoman tunggal bagi seluruh masyarakat dalam memulai ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah.
Hitungan Mundur Puasa 2026 Tinggal Berapa Hari Lagi?
Untuk menjawab pertanyaan puasa 2026 tinggal berapa hari lagi, kita dapat melakukan perhitungan mundur berdasarkan tanggal perkiraan. Jika dihitung dari tanggal 3 Desember 2025, perkiraan jumlah hari menuju awal puasa Ramadan 2026 adalah sebagai berikut.
Apabila 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, maka jumlah hari tersisa adalah sekitar 78 hari. Perhitungan ini meliputi sisa hari sejak 3 Desember 2025, Januari 2026, serta 18 hari di bulan Februari 2026.
Namun, jika 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka jumlah hari tersisa adalah sekitar 79 hari. Perhitungan ini menambahkan satu hari lagi di bulan Februari dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Hitung mundur ini juga penting sebagai pengingat, terutama untuk yang masih memiliki utang puasa. Selain itu, umat Islam juga perlu mempersiapkan sebaik-baiknya baik materi, fisik maupun mental untuk mengarungi bulan Ramadhan penuh berkah.
Hari Raya Idul Fitri 2026 Kapan?
Berdasarkan Kalender Hijriah terbitan Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama (Kemenag) RI, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
"21-22 Maret 2026: Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah," demikian dikutip dari kalender Hijriah Kemenag 2026.
Namun begitu, perlu dimengerti bahwa ini barulah tanggal berdasar hisab. Sementara, pemerintah juga menerapkan moetode rukyatul hilal (pengamatan) yang dilanjutkan dengan sedang isbat pada akhir Ramadhan. Oleh sebab itu, pemerintah secara resmi belum mengumumkan kapan Idul Fitri 2026.
Senada dengan pemerintah, Ormas Nahdlatul Ulama (NU), juga menggunakan metode yang sama. Selain hisab, NU juga akan melaksanakan rukyatul hilal sehingga belum menentukan kapan Idul Fitri 2026. Lazimnya, antara NU dan pemerintah tak berbeda karena menggunakan metode yang sama.
Berbeda dengan pemerintah dan NU, PP Muhammadiyah, telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 H lebih awal, yaitu pada Jumat, 20 Maret 2026. Hal ini berdasar Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025.
"Ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada hari Kamis Kliwon, 30 Ramadan 1447 H bertepatan dengan 19 Maret 2026," demikian dikutip dari maklumat PP Muhammadiyah.
Doa Mohon Dipertemukan dengan Ramadhan
Mulai sekarang, umat Islam perlu memanjatkan doa untuk dipertemukan dengan Ramadhan. Berikut ini adalah beberapa doa agar dipertemukan dengan Ramadhan mendatang.
1. Doa Mohon Dipertemukan dengan Ramadhan
Doa menyambut Ramadhan ini adalah doa Rasulullah SAW yang diriwayatkan ‘Ubadah bin al-Shamith. Berikut ini bacaanya.
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Latin: Allahumma salimnî min ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan.
Artinya: Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat menuju bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan.
2. Doa di Bulan Rajab agar Dipertemukan dengan Ramadhan
Doa masyhur yang biasa dibaca ketika memasuki bulan Rajab dan Sya‘ban, sebagai permohonan agar Allah memberi umur panjang hingga bertemu bulan Ramadhan
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya'ban, wa ballighna Ramadhan."
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan."
Doa menyambut bulan Rajab Sya'ban dan Ramadhan ini adalah bentuk permohonan untuk mendapatkan keberkahan di bulan-bulan mulia. Dengan melafazkan doa ini, diharapkan umat Islam dapat menjalani bulan-bulan tersebut dengan penuh semangat dan ketakwaan hingga Bulan Ramadhan.
5 Persiapan Menjelang Ramadhan
Menyambut bulan suci Ramadan yang merupakan tamu istimewa dan penuh berkah, umat Muslim dianjurkan untuk melakukan persiapan yang matang. Persiapan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup aspek spiritual, intelektual, hingga finansial.
Berikut adalah lima hal yang wajib disiapkan oleh seorang Muslim menjelang datangnya bulan Ramadan mengutip 'Naskah Khutbah Jumat: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan'.
1. Persiapan Ruhiyyah (Spiritual)
Persiapan ini berfokus pada menjaga kesucian hati dari segala hal yang dapat merusaknya. Intinya adalah selalu berusaha untuk menjaga dan meluruskan niat dalam setiap perbuatan baik. Tujuannya adalah memastikan bahwa seluruh amal, baik yang kecil maupun besar, hanya ditujukan untuk mengharap rida Allah SWT.
2. Persiapan 'Amaliyyah (Aksi/Rencana Kegiatan)
Ini adalah persiapan merencanakan target ibadah spesifik yang ingin dicapai selama sebulan penuh. Setiap Muslim perlu menyusun daftar target, seperti menamatkan bacaan Al-Qur'an (khatam), berkomitmen tidak bolong salat Tarawih, atau merencanakan aksi sosial, agar Ramadan tidak berlalu sia-sia.
3. Persiapan 'Ilmiyyah (Ilmu Pengetahuan)
Seorang Muslim harus membekali diri dengan ilmu yang memadai seputar Ramadan. Ini mencakup menguasai tuntunan (fikih) tentang puasa, hal-hal yang dianjurkan dan dilarang, serta ibadah lanjutan setelah Ramadan. Dengan ilmu yang mapan, ibadah dapat dilakukan dengan semangat dan kenikmatan.
4. Persiapan Maliyyah (Finansial/Harta)
Persiapan ini berkaitan dengan menyisihkan harta untuk ibadah yang membutuhkan pengeluaran, seperti infak, sedekah, dan zakat fitri yang wajib ditunaikan di bulan Ramadan. Penyiapan harta sejak dini memastikan seseorang mampu menyalurkannya kepada yang membutuhkan.
5. Persiapan Jasadiyyah (Fisik/Kesehatan)
Persiapan fisik dilakukan untuk memastikan tubuh berada dalam kondisi prima selama menjalani puasa. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga pola makan dan pola tidur yang teratur, memperbanyak konsumsi air mineral, serta rutin berolahraga ringan (sekitar 20-30 menit sehari).
People Also Ask:
Prediksi puasa 2026 bulan apa?
Prediksi Kemenag: Ramadan Dimulai 19 Februari 2026
Sementara itu, pemerintah melalui Kalender Hijriah Indonesia 2026 memperkirakan awal Ramadan jatuh sehari kemudian, yakni Kamis, 19 Februari 2026.
Ramadhan 1447 H jatuh pada tanggal berapa?Maklumat PP Muhammadiyah Tentang Penetapan Hasil Hisab ...1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M.
Kapan puasa 2026 menurut Muhammadiyah?
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan Maklumat Nomor 01/MLM/I.1/B/2025, yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.
Berapa hari lagi bulan Ramadan 2026?
Mengingat hari ini tanggal 2 Desember 2025, artinya Ramadan 2026 tinggal sekitar 80 hari lagi. Sementara itu, berdasarkan perkiraan Kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, atau sehari setelah versi Muhammadiyah.
Kapan berpuasa pada tahun 2026?
Pada tahun 2026, Ramadan diperkirakan berlangsung mulai Selasa malam, 17 Februari hingga Rabu, 18 Maret , dengan tanggal pasti yang akan dikonfirmasi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511196/original/043290200_1771899757-019966800_1650552451-katerina-kerdi-TAfqq1B3-2s-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515616/original/022919100_1772182056-Terminal_Jatijajar_Depok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4769102/original/014075000_1710171937-20240311-Taraweh_Pertama_di_Istiqlal-ANG_1.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348709/original/090969100_1757859256-bioskop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)