Liputan6.com, Jakarta - Penyakit menahun sering kali menjadi ujian berat bagi seseorang. Tidak sedikit orang yang merasa putus asa ketika sakit menahun yang diderita tak kunjung sembuh meski sudah berusaha dengan berbagai cara.
Dalam kondisi seperti ini, Islam mengajarkan untuk tetap bersabar dan tidak berputus asa dari rahmat Allah. Salah satu bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan selain pengobatan medis adalah dengan berdoa dan berdzikir.
Pendakwah muda, Ustadz Adi Hidayat (UAH), memberikan sebuah amalan dzikir yang diambil dari Al-Qur’an. Dzikir ini diyakini sebagai doa yang dapat membantu kesembuhan bagi siapa saja yang mengamalkannya dengan penuh keyakinan.
Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ada dzikir yang dapat dibaca bagi mereka yang sedang sakit atau memiliki keluarga yang menderita penyakit berat.
"Dzikir ini bukan sekadar bacaan biasa, tetapi memiliki makna mendalam," kata Ustadz Adi Hidayat yang dilansir dari sebuah tayangan video di kanal YouTube @zizalatul_arsy.
Dalam video tersebut, UAH menyampaikan dalil dari Al-Qur’an mengenai doa yang bisa menjadi sebab kesembuhan penyakit.
Dzikir yang diajarkan berasal dari doa Nabi Ayub AS yang diabadikan dalam Al-Qur’an, surat Al-Anbiya ayat 84:
"Rabbahu anni massaniyadh-durru wa anta arhamur-rohimin."Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang."
Simak Video Pilihan Ini:
Ricuh Aksi 22 Mei, Ini Pesan Al Habib Muhdor Ahmad Assegaf Pemalang
Diberi Kesembuhan Seperti Nabi Ayub AS
Menurut Ustadz Adi Hidayat, siapa saja yang membaca doa ini dengan penuh keyakinan, maka Allah akan membukakan jalan kesembuhan baginya, sebagaimana yang terjadi pada Nabi Ayub AS.
Nabi Ayyub adalah salah satu hamba Allah yang diuji dengan penyakit sangat berat. Namun, dengan kesabaran dan doa yang terus dipanjatkan, Allah akhirnya menyembuhkannya dan mengembalikan kesehatannya.
Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa ketika seseorang menghadapi penyakit yang sulit sembuh, jangan sampai hati dan lisannya dipenuhi keluhan. Sebaliknya, gantilah keluhan dengan doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an.
Banyak orang yang ketika sakit sering bertanya, "Ya Allah, kenapa saya begini?" atau "Kapan saya akan sembuh?" Padahal, yang seharusnya dilakukan adalah mengamalkan dzikir ini dengan penuh keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah.
Doa Nabi Ayyub ini bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Tuhannya. Dalam doa ini, tidak ada permintaan yang memaksa, melainkan hanya pengakuan bahwa Allah adalah Maha Penyayang.
Ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa ketika membaca doa ini, seseorang harus meyakini sepenuh hati bahwa Allah Maha Kuasa menyembuhkan penyakit apa pun, meskipun menurut medis sudah tidak ada harapan.
Lakukan Amalan Dzikir dan Berobat
Selain mengamalkan dzikir ini, seseorang juga harus tetap berikhtiar dengan cara yang benar. Pengobatan medis tetap dilakukan, tetapi dibarengi dengan doa yang tulus kepada Allah.
Allah telah berjanji dalam Al-Qur’an bahwa siapa yang berdoa dan berserah diri kepada-Nya, maka Dia akan mengabulkan doa tersebut sesuai dengan waktu yang terbaik.
Setiap penyakit yang menimpa seseorang tidak terjadi tanpa alasan. Ada hikmah di baliknya, dan salah satu hikmahnya adalah agar hamba semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Bagi mereka yang sedang menghadapi ujian berupa penyakit, jangan pernah merasa sendiri. Allah selalu bersama hamba-Nya, terutama bagi mereka yang terus berdoa dan bersabar dalam menghadapi cobaan.
Kesembuhan adalah hak prerogatif Allah. Tugas manusia adalah berusaha dan berdoa dengan keyakinan penuh bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.
Ustadz Adi Hidayat mengajak umat Islam untuk menjadikan doa ini sebagai bagian dari amalan harian, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kesehatan.
Kesimpulannya, dzikir yang diajarkan dalam Al-Qur’an ini adalah salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang ingin mendapatkan kesembuhan. Dengan mengamalkannya secara rutin dan penuh keyakinan, insya Allah, Allah akan memberikan jalan keluar bagi setiap penyakit yang dihadapi.
Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul