Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji adalah rukun Islam kelima dan merupakan puncak kesempurnaan sebagai seorang Muslim. Dua hal yang memengaruhi keabsahannya adalah rukun dan wajib haji.
Nabi SAW bersabda: “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan salat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, dan berpuasa pada bulan Ramadan.” (HR Bukhari Muslim).
Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim menegaskan, haji bersifat wajib bagi yang mampu. Kewajiban lima rukun ini merupakan perkara yang telah disepakati (ijmak) oleh para ulama. Haji adalah salah satu pilar utama Islam yang tidak boleh ditinggalkan oleh Muslim yang memenuhi syarat istitha’ah.
Ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang berat. Membutuhkan kesiapan biaya, fisik, mental, dan yang paling utama, pengetahuan agama yang memadai.
Memahami perbedaan dan konsekuensi rukun dan wajib haji ini adalah kunci ikhtiar haji mabrur (diterima oleh Allah SWT). Oleh sebab itu, penting bagi seorang muslim untuk mengetahui rukun dan wajib haji, mulai dari pengertian, rincian hingga tata cara pelaksanaannya.
Pengertian Rukun Haji dan Wajib Haji
Merujuk Buku Fikih Haji dan Umrah karya Dr Suwarjin, rukun haji merupakan fondasi utama dalam pelaksanaan ibadah haji yang harus dipenuhi agar haji dianggap sah. Menurut perspektif empat mazhab, meskipun terdapat perbedaan dalam jumlah dan detail rukun, semua sepakat bahwa wuquf di Arafah dan tawaf ifadhah merupakan inti dari rukun haji.
Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, maka haji seseorang tidak sah dan tidak dapat digantikan dengan membayar dam atau denda. Konsekuensinya, orang tersebut wajib mengulangi ibadah hajinya pada tahun berikutnya.
Pemahaman yang mendalam tentang rukun haji sangat penting bagi setiap jamaah agar ibadah yang dilaksanakan tidak sia-sia, mengingat besarnya pengorbanan baik materi, fisik, dan waktu yang telah dikeluarkan.
Sementara itu, wajib haji merupakan rangkaian amalan yang harus dilaksanakan, namun jika terlewatkan tidak membatalkan haji.
Rukun Haji
Melansir buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, terbitan Kemenag RI, Rukun haji adalah serangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji. Jika salah satu rukun ditinggalkan, maka haji tidak sah dan tidak dapat diganti dengan dam.
1. Ihram (Niat)
Niat memasuki ibadah haji dengan mengucapkan lafaz niat dan mematuhi larangan-larangan ihram. Dilakukan dari miqat yang telah ditentukan.
2. Wukuf di Arafah
Berdiam diri di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah mulai dari tergelincir matahari (zawal) hingga terbenam. Merupakan puncak ibadah haji. Sabda Nabi: "Haji adalah wukuf di Arafah." (HR. At-Tirmidzi)
3. Thawaf Ifadhah
Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 putaran setelah kembali dari Mina. Dilakukan setelah tanggal 10 Dzulhijjah. Tahwaf Ifadah merupakan salah satu rukun utama yang tidak boleh ditinggalkan.
4. Sa’i
Berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali. Dilakukan setelah thawaf ifadhah.
5. Bercukur atau Memotong Rambut
Memotong atau mencukur sebagian rambut kepala minimal 3 helai. Merupakan tanda selesainya sebagian larangan ihram (tahallul awal).
6. Tertib
Melaksanakan rukun haji secara berurutan sesuai tata cara yang ditetapkan.
Wajib Haji
Wajib haji adalah rangkaian amalan yang harus dikerjakan, tetapi jika ditinggalkan haji tetap sah dengan catatan harus membayar dam. Jika ditinggalkan tanpa uzur syar’i, pelaku berdosa.
1. Ihram dari Miqat
Memulai niat haji dari batas tempat yang telah ditentukan (miqat makani).
Contoh:
Gelombang I: Bir Ali (Madinah)Gelombang II: Asrama haji, pesawat, atau Bandara Jeddah2. Mabit di Muzdalifah
Bermalam atau berhenti sejenak di Muzdalifah pada malam 10 Dzulhijjah setelah wukuf.
Kadar Sah: Cukup melewati tengah malam.
3. Mabit di Mina
Bermalam di Mina pada:
Malam 11–12 Dzulhijjah (nafar awwal)Malam 11–13 Dzulhijjah (nafar tsani)Kadar Sah: Sebagian besar malam.
4. Melontar Jamrah
Melemparkan batu kerikil ke tiga jamrah (Sughra, Wustha, Kubra) pada hari nahar dan hari tasyriq. Dimulai dari Jamrah Sughra, Wustha, lalu Kubra.
5. Thawaf Wada’
Thawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah. Tidak wajib bagi perempuan haid/nifas dan penduduk Makkah.
Perbedaan Antara Rukun dan Wajib Haji
Mengingat kemiripan rukun haji dan wajib haji, umat Islam perlu mengetahui perbedaan antara keduanya.
Rukun Haji:
- Merupakan amalan inti yang harus dilakukan dalam ibadah haji
- Jika salah satu rukun ditinggalkan, maka ibadah haji tidak sah
- Tidak dapat diganti dengan membayar dam (denda)
Contoh: Ihram, wukuf di Arafah, thawaf ifadhah, sa'i, bercukur, dan tertib
Wajib Haji:
- Merupakan amalan yang harus dikerjakan dalam ibadah haji
- Jika ditinggalkan, ibadah haji tetap sah namun harus membayar dam
- Dapat diganti dengan membayar dam ketika ditinggalkan
Contoh: Ihram dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jamrah, dan thawaf wada'
Konsekuensi Hukum, dan Konsep Rukhshah
Merujuk buku Fiqih Haji dan Umrah, berikut ini adalah hal-hal perlu diperhatikan jemaah haji terkait konsekuensi hukum apabila rukun dan wajib haji tak dilakukan:
Rukun haji bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar - jika ditinggalkan maka haji tidak sah
Wajib haji memberikan kelonggaran dengan adanya alternatif membayar dam jika tidak dapat dilaksanakan.
Dalam praktiknya, pelaksanaan haji perlu disesuaikan dengan kondisi fisik jemaah, terutama bagi lansia, sakit, atau penyandang disabilitas (Rukhshah).
Sangat dianjurkan untuk mempelajari dan memahami tata cara setiap rukun dan wajib haji sebelum berangkat ke tanah suci
Pemahaman yang baik tentang perbedaan ini akan membantu jemaah dalam melaksanakan ibadah haji dengan benar dan tenang
People Also Ask:
Apa saja rukun wajib haji?
Rukun Haji adalah amalan inti yang wajib ada agar haji sah, meliputi Ihram (niat), Wukuf di Arafah, Tawaf Ifadah, Sa'i (lari kecil), Tahalul (cukur/gunting rambut), dan Tertib (urutan yang benar). Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, haji dianggap tidak sah.
Wajib haji ada 7 apa saja?
Ada 7 Wajib Haji, yaitu berniat ihram dari miqat, wukuf di Arafah, mabit (bermalam) di Muzdalifah, mabit di Mina, melempar jumrah, mencukur/memendekkan rambut, dan thawaf wada' (perpisahan), yang jika ditinggalkan akan dikenakan denda (dam) atau haji tidak sah jika rukunnya ditinggalkan.
Apakah perbedaan rukun dan wajib haji?
Perbedaan utama rukun haji dan wajib haji terletak pada konsekuensinya: Rukun haji adalah inti ibadah yang jika ditinggalkan, haji batal dan harus diulang, tidak bisa diganti dam. Sedangkan wajib haji adalah amalan penting yang jika ditinggalkan, haji tetap sah tetapi jemaah wajib membayar denda (dam) sebagai pengganti, seperti mabit di Mina atau tawaf wada'.
Apa saja 7 wajib haji?
Adapun yang wajib dalam haji ada tujuh yaitu: 1. Berihram, 2. Berdiri di Arafah, 3. Bermalam di Mina, 4. Bermalam di Muzdalifah, 5. Melempari Jamarat, 6. Mencukur rambut, dan 7. Tawaf wada.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)