Liputan6.com, Jakarta - Dalam struktur sosial masyarakat Islam, hubungan antarmanusia (hablun minannas) menempati posisi yang sangat vital. Hubungan sesama manusia kerap kali disebut seturut menjaga hubungan dengan Sang Pencipta (hablun minallah). Dalam pandangan Islam, silaturahmi dan adab sosial sebagai cermin akhlak muslim.
Dalam Riwayah: Jurnal Studi Hadis, Shilaturrahim Islam adalah agama yang menempatkan akhlak mulia sebagai fondasi utama peradaban. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia" (HR. Al-Bukhari).
Dalam konteks kehidupan sosial, silaturahmi dan adab pergaulan merupakan manifestasi nyata dari kesempurnaan akhlak tersebut. Keduanya bukan sekadar tradisi atau kesopanan biasa, melainkan ibadah sosial yang berpahala dan merupakan bukti keimanan seseorang.
Artikel ini akan membahas silaturahmi dan adab sosial sebagai cermin akhlak muslim, merujuk dalil, pandangan ulama dan studi modern.
Silaturahmi sebagai Tanda Keimanan dan Ketakwaan
Secara etimologi, silaturahmi berasal dari kata shilah (menyambung) dan rahim (kasih sayang/kerahiman). Secara esensial, silaturahmi berarti menghubungkan kembali kasih sayang yang mungkin sempat merenggang atau terputus.
Dalil Al-Qur'an: Allah SWT menegaskan pentingnya menjaga hubungan kekerabatan dalam pembukaan Surah An-Nisa:
"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (QS. An-Nisa: 1).
Ayat ini menyandingkan perintah takwa dengan perintah menjaga silaturahmi, menunjukkan bahwa memelihara hubungan sosial adalah bagian integral dari ketakwaan.
Rasulullah SAW juga menjadikan silaturahmi sebagai indikator keimanan seseorang:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim).
Adab Sosial, Implementasi Akhlak dalam Berinteraksi
Adab sosial dalam Islam mencakup seluruh dimensi pertemuan antarmanusia, mulai dari tutur kata hingga sikap batin. Adab inilah yang menjadi "pakaian" bagi silaturahmi agar hubungan yang terjalin membawa keberkahan.
Beberapa ajaran pokok Islam mengenai adab sosial meliputi:
- Menebarkan Salam: Sebagai doa keselamatan dan simbol perdamaian.
- Berbicara Baik atau Diam: Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan yang melukai perasaan.
- Tasamuh (Toleransi): Menghargai perbedaan pendapat dan memberikan uzur (alasan baik) atas kekhilafan saudara sesama Muslim.
- Memenuhi Hak Persaudaraan: Menjenguk saat sakit, mendoakan saat bersin, dan mengantar jenazah saat wafat.
Adab Berkomunikasi dan Bergaul
Islam mengatur dengan detail tata cara pergaulan yang mencerminkan akhlak mulia. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Imam An-Nawawi dalam Riyadh Ash-Shalihin memasukkan hadis ini dalam bab "Menjaga Lisan", dengan penjelasan bahwa iman harus tercermin dalam tutur kata sehari-hari.
Adab terhadap Berbagai Golongan
- Terhadap Orang Tua: Allah berfirman, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak." (QS. Al-Isra': 23)
- Terhadap Tetangga: Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Al-Bukhari)
- Terhadap Sesama Muslim: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara." (QS. Al-Hujurat: 10)
Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin mengklasifikasikan adab sosial ini sebagai bagian dari "mu'amalah ma'an nas" (interaksi dengan manusia) yang harus didasarkan pada nilai-nilai keimanan.
Tingkatan Akhlak dalam Silaturahmi
Berdasarkan hadis-hadis Nabi dan penjelasan ulama, terdapat tiga tingkatan akhlak dalam konteks silaturahmi:
1. Tingkat Pertama (Al-Washil - Penyambung Aktif)
Yakni menyambung hubungan meskipun diputus, dengan motivasi ikhlas karena Allah. Ini adalah tingkatan tertinggi yang mencerminkan akhlak sabar, pemaaf, dan proaktif dalam kebaikan.
2. Tingkat Kedua (Al-Mukafi - Pembalas Setara)
Membalas kebaikan sesuai dengan yang diterima. Tingkatan ini mencerminkan akhlak yang adil dan bersyukur, sebagaimana firman Allah: "Dan jika kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (QS. An-Nisa': 86)
3. Tingkat Ketiga (Al-Qathi' - Pemutus Hubungan)
Memutus hubungan silaturahmi karena ego, gengsi, atau dendam. Tingkatan ini mencerminkan akhlak tercela dan diancam dengan siksa, sebagaimana dalam QS. Muhammad: 22-23.
Praktik Nyata dalam Kehidupan Sehari-hari
Rasulullah SAW mengaitkan langsung antara kesempurnaan iman dengan akhlak sosial, "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. At-Tirmidzi)
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-Ulum wa Al-Hikam menjelaskan, kesempurnaan iman seseorang diukur dari kesempurnaan akhlaknya, karena agama secara keseluruhan adalah akhlak. Siapa yang meningkatkan akhlaknya, maka meningkat pula derajat imannya.
Berikut ini adalah contoh praktik sehari-hari adab sosial sebagai badian integral akhlak muslim, yang disebutkan Nabi SAW.
1. Memulai Salam
"Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
2. Menjenguk yang Sakit
"Hak seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam: [...] jika engkau menjumpainya maka ucapkanlah salam, jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika ia meminta nasihat maka nasihatilah, jika ia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah, jika ia sakit maka jenguklah, dan jika ia meninggal maka antarkanlah jenazahnya." (HR. Muslim)
3. Meredam Amarah
"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Al-Bukhari)
Hikmah Silaturami dan Adab Sosial sebagai Cermin Akhlak Muslim
Silaturahmi dan adab sosial menjadi cerminan akhlak yang menghasilkan keberkahan multidimensi, dari ketenangan jiwa, kekuatan masyarakat, hingga ridha Ilahi. Ini adalah bukti nyata bahwa Islam adalah agama yang membangun peradaban melalui penyempurnaan akhlak individu dan kolektif.
1. Hikmah Spiritual dan Keimanan
Mendapatkan Rahmat AllahSilaturahmi merupakan perintah Allah yang langsung dikaitkan dengan rahmat-Nya. QS. Ar-Ra’d: 21 menyatakan orang yang menyambung apa yang Allah perintahkan akan mendapat tempat terbaik (surga). Imam Al-Qurthubi menjelaskan ini sebagai bukti bahwa silaturahmi adalah jalan menuju rahmat Ilahi.
2. Pengampunan Dosa
Rasulullah SAW bersabda: "Shadaqah dapat memadamkan dosa seperti air memadamkan api" (HR. Tirmidzi). Silaturahmi termasuk shadaqah karena membantu dan berbuat baik kepada kerabat.
3. Menciptakan Keharmonisan Masyarakat
Dengan silaturahmi, terjalin hubungan saling percaya dan tolong-menolong. Ini sesuai sabda Nabi: "Orang beriman itu bagaikan satu tubuh" (HR. Bukhari-Muslim).
4. Mengikis Sifat Buruk
Silaturahmi melatih jiwa untuk rendah hati, sabar, dan pemaaf—merontokkan ego, dengki, dan dendam. Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyebutnya sebagai "pembersih hati".
5. Edukasi dalam Pembentukan Akhlak
Silaturahmi mengajarkan kepekaan sosial, sopan santun, dan empati. Anak-anak belajar akhlak bukan hanya teori, tetapi melalui keteladanan nyata.
4. Mencegah Konflik dan Perpecahan
Komunikasi yang baik melalui silaturahmi dapat mencegah salah paham yang berujung permusuhan. Allah berfirman: "Dan berdamailah kamu sekalian" (QS. Al-Hujurat: 10).
6. Mengokohkan Ukhuwah Islamiyah
Ikatan persaudaraan seiman menjadi kuat dengan interaksi langsung yang penuh adab. Rasulullah SAW mencontohkan bagaimana mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar.
7. Dilapangkan Rezeki
Sabda Nabi: "Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi" (HR. Bukhari). Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa "panjang umur" mencakup makna keberkahan.
8. Jaringan Sosial yang Positif
Silaturahmi membuka peluang kerja sama, saling membantu dalam kebaikan, dan memperluas relasi yang bermutu.
People also Ask:
Bagaimana pentingnya silaturahmi menurut ajaran agama Islam?
Allah SWT sangat menyukai hambanya yang suka menjaga silaturahmi. Disebutkan dalam satu hadits, Allah SWT akan dekat kepada manusia yang ramah dan penuh perhatian kepada saudaranya. Pentingnya silaturahmi juga dapat menjauhkan kita dari neraka dan akan dimasukkan ke dalam surga kelak.
Mengapa adab menjadi penting dalam menjalin silaturahmi?
Seseorang yang memiliki adab yang baik dalam bersilaturahim akan dianggap sebagai pribadi yang menghargai hubungan antar sesama dan memiliki sikap yang penuh rasa saling menghormati. Selain itu, adab yang baik dalam bersilaturahim juga mencerminkan kualitas pribadi yang mampu menjaga keharmonisan dalam setiap hubungan.
Apa 2 manfaat silaturahmi?
Silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Hadits menyebutkan:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ (HR Bukhari – Muslim).
Allah memberikan rahmat kepada orang yang menyambung silaturahmi dan memutus rahmat bagi yang memutusnya.
Apa yang terjadi jika manusia tidak saling bersilaturahmi?
Sebaliknya, ketidakpedulian terhadap hubungan kekerabatan akan dapat menimbulkan dampak negatif. Alasannya, tali silaturahmi lambat laun akan mengalami perenggangan. Pemutusan tali silaturahmi berdampak mengikis solidaritas, mengundang laknat, menghambat curahan rahmat dan menumbuhkan suburnya egoisme.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4798940/original/076850600_1712645836-Ilustrasi_memaafkan__memberikan_dukungan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4966425/original/057846800_1728635999-20241011-Imam_Masjid_Nabawi-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417234/original/099612700_1763525219-3aa1087777a33f75446fc346f044bcdb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5116480/original/000057200_1738378540-1738375391801_tujuan-muamalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983389/original/081067100_1648974940-000_327H9G2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4344696/original/048405500_1677815277-hands-women-who-raise-their-hands.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4912598/original/098435800_1723103278-2149371949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158416/original/091724100_1741665130-kata-kata-indah-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770582/original/005521900_1710298713-masjid-pogung-dalangan-quTgb4lMbKo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425216/original/027761000_1764217230-ilustrasi_ulama_yang_menulis.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3321115/original/044920000_1607656345-zac-durant-_6HzPU9Hyfg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5023558/original/026571700_1732612419-quote-berbakti-kepada-orang-tua.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3420247/original/bic-faithful-dark-skinned-woman-keeps-hands-praying-gesture-asks-allah-good-health-believes-wellness-has-veiled-head-wears-white-shirt-keeps-eyes-closed-enjoys-peaceful-atmosphere_273609-26346__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4853078/original/071256300_1717515839-WhatsApp_Image_2024-06-04_at_22.41.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3141446/original/078371000_1591071405-15263.jpg)





























