Doa Dijauhkan dari Orang Jahat, Perlindungan Diri dan Keluarga

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan sehari-hari, setiap Muslim tidak luput dari potensi menghadapi kejahatan orang lain. Kejahatan itu bisa berupa kezaliman, fitnah, gangguan, maupun niat buruk yang dapat mengancam keselamatan diri dan keluarga.

Doa dijauhkan dari orang jahat menjadi salah satu bentuk perlindungan. Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata orang beriman. Rasulullah SAW bersabda, "Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi" (HR. Abu Ya'la dan al-Hakim).

Dalam konteks perlindungan dari orang jahat, doa menjadi benteng spiritual yang melindungi seorang hamba dari gangguan dan kejahatan yang mungkin datang dari orang-orang di sekitarnya. Doa ini bukan hanya untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga untuk perlindungan keluarga dan orang-orang yang dicintai.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan pendengki, sihir, dan 'ain. Dia juga merinci 10 sebab besar yang dapat menolak kejahatan orang yang dengki dan tukang sihir, salah satunya adalah memohon perlindungan kepada Allah dengan memperbagus doa tersebut.

Dengan mengamalkan doa-doa perlindungan ini secara istiqamah, seorang Muslim akan merasakan ketenangan dan keamanan dari berbagai gangguan orang jahat.

Doa-Doa Dijauhkan dari Orang Jahat Teks Arab Latin dan Artinya

1. Doa Perlindungan dari Bencana dan Kesengsaraan

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan dari berbagai bentuk kejahatan dan kesengsaraan.

Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Latin: Allāhumma innī a'ūdzu bika min jahdil-balā', wa darakisy-syaqā', wa sū'il-qaḍā', wa syamātati-l-a'dā'.

Artinya: "Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang sangat berat, kesengsaraan dan segala faktor penyebabnya, hal-hal yang tidak disukai, serta kebahagiaan musuh atas musibah yang menimpa diriku."

Doa ini dikutip dari buku Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik oleh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, diriwayatkan oleh Imam Bukhari (6616) dan Imam Muslim (2707).

Syaikh Abdurrazzaq menjelaskan bahwa doa ini mencakup perlindungan dari jahdil-balā' (bencana yang sangat berat), darakisy-syaqā' (kesengsaraan dan segala faktor penyebabnya), sū'il-qaḍā' (hal-hal yang tidak disukai), dan syamātati-l-a'dā' (kebahagiaan musuh atas musibah yang menimpa diri).

Dalam riwayat lainnya (HR. Bukhari 6347), Nabi SAW biasa beristi'adzah dari keempat hal ini.

2. Doa Perlindungan dari Jiwa yang Buruk dan Setan

Doa ini diajarkan Rasulullah SAW kepada Abu Bakar RA untuk diamalkan setiap pagi, sore, dan menjelang tidur.

Teks Arab: اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَالِكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Latin: Allāhumma Fāthiras-samāwāti wal-arḍi 'ālim al-ghaibi wasy-syahādah, Rabba kulli syai'in wa Mālikah, asyhadu an lā ilāha illā anta, a'ūdzu bika min syarri nafsī wa syarrisy-syaithāni wa syirkih, wa an aqtarifa 'alā nafsī sū'an aw ajurrahu ilā Muslim.

Artinya: "Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Tuhan dan Penguasa segala sesuatu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan jiwaku, dari kejahatan setan dan sekutunya, dan dari berbuat buruk kepada diriku sendiri atau kepada muslim lainnya."

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 5067), Tirmidzi (no. 3392), dan Nasa'i (no. 7699). Syaikh Abdurrozaq Al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengandung perlindungan dari empat perkara: dua sumber keburukan (jiwa buruk dan setan) dan dua efeknya (berbuat jahat pada diri sendiri atau pada muslim lainnya). Doa ini sangat bagus dirutinkan seorang muslim setiap pagi, sore, dan ketika hendak tidur.

3. Doa Nabi Musa "Rabbi Najjinī Minal-Qaumiẓ-Ẓālimīn"

Doa ini adalah doa yang dipanjatkan Nabi Musa 'alaihissalam ketika melarikan diri dari kejaran Fir'aun dan kaumnya yang zalim.

Teks Arab: رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Latin: Rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn.

Artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."

Doa ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Qashash ayat 21. Doa ini menunjukkan kepasrahan Nabi Musa kepada Allah atas ancaman nyata dari musuh-musuhnya yang dzalim. Doa ini dapat dibaca ketika menghadapi orang-orang jahat yang hendak menzalimi atau menyakiti kita, sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keselamatan dari Allah.

4. Doa Perlindungan dari Musuh yang Jahat

Rasulullah SAW mengajarkan doa ini untuk terhindar dari gangguan musuh dan orang jahat.

Teks Arab: اللَّهُمَّ يَا مُنَزِّلَ الْكِتَابِ، وَمُجْرِيَ السَّحَابِ، وَهَازِمَ الْأَحْزَابِ، اهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ

Latin: Allāhumma yā munazzilal-kitāb, wa mujriyas-sahāb, wa hāzimal-ahzāb, ihzimhum wanṣurnā 'alaihim.

Artinya: "Ya Allah, wahai Zat yang menurunkan Al-Qur'an, pengerak awan, pengusir kelompok (jahat), usirlah mereka dan menangkanlah kami atas mereka."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Doa ini mengandung pengakuan akan kekuasaan Allah yang menurunkan kitab suci, menggerakkan awan, dan mengalahkan pasukan musuh. Dengan memohon kepada Allah melalui nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang agung ini, seorang hamba memohon perlindungan dari kejahatan orang-orang yang hendak mencelakakannya.

5. Doa Perlindungan dengan Kalimat Allah yang Sempurna

Doa ini adalah bentuk perlindungan dari berbagai kejahatan makhluk, termasuk kejahatan manusia.

Teks Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Latin: A'ūdzu bikalimātil-Lāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq.

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya."

Doa ini diriwayatkan dalam hadits shahih. Kalimat-kalimat Allah yang sempurna merujuk pada Al-Qur'an atau Asmaul Husna (nama-nama dan sifat-sifat Allah) yang sempurna. Doa ini mencakup perlindungan dari kejahatan semua makhluk, termasuk manusia jahat, jin, dan binatang berbisa.

Hikmah Doa Dijauhkan dari Orang Jahat

1. Menguatkan Tauhid dan Ketergantungan kepada Allah

Doa perlindungan dari orang jahat mengajarkan seorang hamba bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Dzat yang mampu melindungi dari kejahatan makhluk. Ini memperkuat tauhid dan ketergantungan mutlak kepada Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Falaq: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya" (QS. Al-Falaq: 1-2).

2. Menjaga Keselamatan Diri dan Keluarga

Dengan mengamalkan doa-doa perlindungan secara rutin, seorang Muslim memohon penjagaan Allah untuk diri sendiri dan keluarganya dari berbagai bentuk kejahatan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Ini adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk menjaga keselamatan orang-orang yang dicintai.

3. Menumbuhkan Kesabaran dan Tawakal

Ketika menghadapi orang-orang jahat, doa mengajarkan seorang hamba untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah, bukan membalas kejahatan dengan kejahatan. Doa menjadi saluran untuk meluapkan kegelisahan dan ketakutan, serta menyerahkan segalanya kepada Allah.

4. Membersihkan Hati dari Dendam dan Kebencian

Dengan berdoa memohon perlindungan dari orang jahat, seorang Muslim diajarkan untuk tidak menyimpan dendam dan kebencian yang berlebihan. Doa menjadi sarana untuk membersihkan hati dari perasaan negatif dan menyerahkan pembalasan kepada Allah.

5. Mendekatkan Diri kepada Allah dan Meningkatkan Keimanan

Doa adalah bentuk ibadah yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Dengan rutin berdoa memohon perlindungan dari orang jahat, keimanan dan ketakwaan seseorang akan meningkat, sebagaimana firman Allah, "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku" (QS. Al-Baqarah: 186).

Pertanyaan Seputar Doa Dijauhkan dari Orang Jahat 

1. Doa apa yang dibaca agar dijauhkan dari orang jahat?

Doa yang dapat dibaca antara lain: "Allāhumma innī a'ūdzu bika min jahdil-balā', wa darakisy-syaqā', wa sū'il-qaḍā', wa syamātati-l-a'dā'" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang sangat berat, kesengsaraan, hal-hal yang tidak disukai, serta kebahagiaan musuh atas musibah yang menimpa diriku). Juga doa Nabi Musa: "Rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn" (Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim).

2. Doa apa yang diajarkan Rasulullah untuk perlindungan dari kejahatan manusia?

Rasulullah SAW mengajarkan doa: "Allāhumma yā munazzilal-kitāb, wa mujriyas-sahāb, wa hāzimal-ahzāb, ihzimhum wanṣurnā 'alaihim" (Ya Allah, wahai Zat yang menurunkan Al-Qur'an, pengerak awan, pengusir kelompok jahat, usirlah mereka dan menangkanlah kami atas mereka). Beliau juga mengajarkan doa perlindungan dari jiwa yang buruk dan setan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.

3. Bagaimana cara melindungi keluarga dari orang jahat menurut Islam?

Cara melindungi keluarga dari orang jahat adalah dengan mengamalkan doa-doa perlindungan secara rutin setiap pagi, sore, dan menjelang tidur, membaca Surah Al-Falaq dan An-Nas, serta membacakan doa perlindungan untuk anak-anak: "U'īdzukumā bikalimātil-Lāhit-tāmmāti min kulli syaithānin wa hāmmah, wa min kulli 'ainin lāmmah" (Aku lindungi kamu dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan setiap setan, binatang berbisa, dan setiap mata yang dengki).

4. Apakah doa perlindungan dari orang jahat termasuk doa yang mustajab?

Ya. Doa perlindungan dari orang jahat termasuk doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW dan diriwayatkan dalam hadits-hadits shahih. Allah berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu" (QS. Al-Mu'min: 60). Doa adalah senjata orang beriman dan termasuk ibadah yang sangat dicintai Allah.

5. Kapan waktu terbaik membaca doa perlindungan dari orang jahat?

Waktu terbaik adalah setiap pagi dan sore hari sebagai bagian dari dzikir harian, setelah shalat fardhu, menjelang tidur, serta ketika menghadapi situasi yang mengancam atau bertemu dengan orang-orang yang dirasa membahayakan. Rasulullah SAW sendiri selalu berlindung kepada Allah setiap pagi dan petang dari kejahatan jin dan manusia.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |