Tata Cara Manasik Haji dan Bacaan Doa Lengkap, Ikhtiar Agar Lancar dan Mabrur

2 months ago 56

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui tata cara manasik haji dengan benar merupakan fondasi utama dalam menjalankan ibadah haji yang sah dan mabrur. Tanpa pemahaman yang komprehensif tentang rangkaian ritual mulai dari ihram, wukuf, thawaf, sa'i, hingga lempar jamrah, seorang jemaah berisiko melakukan kesalahan yang dapat membatalkan atau mengurangi kesempurnaan ibadahnya.

Lebih dari sekadar urutan teknis, pemahaman manasik haji membantu jemaah menghayati makna di balik setiap ritual, sehingga ibadah tidak hanya menjadi formalitas fisik, tetapi akan membawa dampak positif bagi kehidupan setelah pulang ke tanah air.

Di sisi lain, pengetahuan manasik haji yang memadai akan memudahkan jemaah untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji sesuai dengan tuntunan syariat. Bekal pengetahuan manasik bukan hanya menjamin keabsahan haji secara formal, tetapi juga menjadi penuntun menuju haji yang mabrur.

Tata Cara Manasik Haji

Merujuk Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Ditjen Haji dan Umrah, berikut ini adalah tata cara manasik haji yang wajib diikuti oleh calon jemaah:

1. Persiapan Mental dan Spiritual

Sebelum memulai manasik haji, penting untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Calon jemaah harus membersihkan niat, fokus pada ibadah, dan menyiapkan diri untuk melaksanakan haji dengan ikhlas.

2. Pelatihan Manasik

Calon jemaah mengikuti bimbingan manasik haji yang diadakan oleh kelompok bimbingan haji atau pemerintah. Pelatihan ini mencakup simulasi urutan manasik dan penjelasan teknis setiap tahapan.

3. Memulai dengan Ihram

Ihram adalah langkah pertama yang dilakukan saat memasuki miqat. Calon jemaah harus mengenakan pakaian ihram dan mengucapkan niat dengan khusyuk.

4. Melaksanakan Rukun dan Wajib Haji

Setiap rukun dan wajib haji, mulai dari tawaf, sa’i, hingga wukuf, harus dilaksanakan sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan. Pelaksanaannya membutuhkan kesungguhan dan ketenangan agar setiap ibadah dilaksanakan dengan benar.

Urutan Manasik Haji

Manasik haji bukan hanya sekadar pengetahuan teoritis, tetapi merupakan panduan operasional. Berikut ini adalah urutan manasik haji dan doa-doanya, merujuk Buku Manasik Haji dan Umrah, terbitan Kemenag RI dan Panduan Manasik Haji: Urutan, Doa, Tata Cara, dan Hikmahnya, Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH):

Berikut ini adalah urutan manasik haji yang perlu dipahami:

1. Ihram

Ihram merupakan niat memasuki ibadah haji dengan mengenakan pakaian ihram, pakaian sederhana yang melambangkan kesucian. Ihram dimulai dari miqat, tempat yang telah ditentukan untuk memulai ibadah haji.

Niat Haji:

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ

Latin: nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan.

Artinya: “Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji”.

2. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah adalah puncak dari ibadah haji, di mana seluruh jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa dan memohon ampunan. Waktu wukuf dimulai sejak siang hingga terbenamnya matahari.

3. Mabit di Muzdalifah

Setelah wukuf, jemaah bermalam di Muzdalifah, mengumpulkan batu kerikil yang nantinya akan digunakan untuk melempar jumrah.

4. Melempar Jumrah

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, jemaah melemparkan tujuh batu kerikil ke arah tugu jumrah sebagai simbol penolakan terhadap godaan setan. 

Pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah (hari Nahr), jemaah meninggalkan Muzdalifah menuju Mina untuk melempar Jamrah Kubra (Aqabah).

Jemaah melemparkan tujuh kerikil ke arah jamrah sambil mengucapkan Allahu Akbar pada setiap lemparan. Setelah selesai melempar, jemaah berhenti membaca talbiyah.

5. Tahalul Awal

Setelah melempar jumrah, jemaah melakukan tahalul dengan mencukur sebagian atau seluruh rambut sebagai tanda berakhirnya larangan ihram.

Bagi laki-laki, sunahnya adalah mencukur gundul, atau minimal memotong sebagian rambut. Bagi perempuan, cukup memotong ujung rambut. Dengan tahallul awal ini, semua larangan ihram sudah halal kecuali hubungan suami-istri.

6. Tawaf Ifadah

Tawaf ini dilakukan setelah melempar jumrah dan merupakan salah satu rukun haji yang harus dilaksanakan.

Setelah selesai dari Mina, jemaah kembali ke Makkah untuk melaksanakan thawaf ifadhah (juga disebut thawaf ziarah) yang merupakan rukun haji. Tata caranya sama dengan thawaf umrah.

Setelah thawaf, jemaah melanjutkan dengan sa’i jika pada saat haji ifrad atau qiran belum melakukannya, atau jika pada haji tamattu’ ingin mengulangi sa’i (namun tidak wajib).

Setelah menyelesaikan thawaf ifadhah (dan sa’i jika diperlukan), jemaah telah mencapai tahallul tsani, di mana semua larangan ihram termasuk hubungan suami-istri telah halal.

7. Sa'i

Setelah tawaf, jemaah melanjutkan dengan sa’i, yakni berjalan atau berlari kecil antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ini merupakan bentuk peneladanan terhadap perjuangan Hajar mencari air untuk putranya, Ismail.

8. Tahalul Kedua

Pada tahap ini, jemaah haji melakukan pencukuran rambut bagi laki-laki atau memotong sedikit ujung rambut bagi perempuan, yang menandakan pencabutan larangan ihram.

Tahalul kedua memungkinkan jemaah untuk kembali melakukan aktivitas yang sebelumnya dilarang selama ihram, seperti berhubungan suami-istri. Ini menjadi langkah terakhir sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.

9. Mabit di Mina

Setelah tawaf ifadah, jemaah kembali ke Mina dan bermalam di sana untuk melaksanakan ibadah lainnya, termasuk melempar jumrah di hari-hari tasyrik

Doa-Doa Manasik Haji

Saat menjalankan ibadah haji, terdapat beberapa doa penting yang biasa dibaca oleh jemaah. Berikut adalah lima doa yang sering diucapkan selama manasik haji:

1. Doa Bacaan Talbiyah 

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaikalla humma Labbaikh. Labbaikalaa Syariika Laka Labbaik. Innal Hamda Wa Ni’mata Lakawal Mulk Laa Syariikalakaa.

Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.

2. Doa Saat Tawaf

بِسْمِ اللهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ إِيْمَاناً بِكَ وَتَصْدِيقاً بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعاً لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bismillahi wallahu akbar. Allahumma imanan bika, wa tashdiqan bi kitabika, wa wafa’an bi‘ahdika, wattiba‘an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallahu ‘alayhi wa sallam.

Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (aku bertawaf) karena keimanan kepada-Mu, kepercayaan terhadap kitab suci-Mu, pemenuhan terhadap janji-Mu, dan kepatuhan terhadap sunah nabi-Mu Muhammad saw.

3. Doa di Bukit Safa dan Marwah

اللَّهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ولِلَّهِ الْحَمْدُ اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى مَا أَوَّلَانَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّكَ قُلْتَ أَدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ، وَإِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ وَإِنِّي أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِيْ لِلْإِسْلَامِ أَنْ لَا تَنْزِعَهُ مِنِّي حَتَّى تَتَوَفَّانِيْ وَأَنَا مُسْلِمٌ

Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar wa lillâhil hamd, Allâhu akbar ‘alâ mâ hadânâ, walhamdu lillâhi ‘alâ mâ aulânâ, lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyî wa yumît, biyadihil khair, wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr. Lâ ilâha illallâhu anjaza wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal ahzâba wahdah. 

Lâ ilâha illallâhu wa lâ na’budu illâ iyyâhu mukhlisîna lahud dîna wa law karihal kâfirûn. Allâhumma innaka qulta ud’ûnî astajib lakum, wa innaka lâ tukhliful mî’âd, wa innî as’aluka kamâ hadaitanî lil islâmi an lâ tanzi’ahu minnî hattâ tatawaffanî wa anâ muslim.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar atas petunjuk yang diberikan-Nya kepada kami, dan segala puji bagi Allah atas segala karunia-Nya kepada kami. Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan segala pujian.

Dia yang menghidupkan dan mematikan, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh sendirian. Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan tulus dalam beragama meskipun orang-orang kafir membenci.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman ‘berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan’, dan Engkau tidak mengingkari janji. Aku memohon kepada-Mu, sebagaimana Engkau telah memberi hidayah Islam kepadaku, janganlah Engkau mencabutnya dariku hingga Engkau wafatkan aku dalam keadaan Muslim.

4. Doa Saat Melempar Jumrah

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِيْنِ وَرِضًا لِلرَّحْمٰنِ اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا

Latin: Bismillâhi wallâhu akbar, rajman lissyayâthîn wa ridhân lirrahmân, Allâhummaj’al hajjan mabrûran wa sa’yan masykûran.

Artinya: Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Untuk melempar setan dan demi keridhaan Allah Yang Maha Pengasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku haji yang mabrur dan sa’i yang diterima.

5. Doa Pulang Haji

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اٰيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Latin: Lâ ilâha illallâhu waḫdahu lâ syarîkalahu lahul mulku wa lahul ḫamdu wahuwa ‘alâ kulli syai-in qadîr(un), âyibûn tâibûn ‘âbidûn sâjidûna li rabbinâ ḫâmidûn shadaqallâhu wa‘dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal aḫzâba waḫdahu

Artinya: Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Tuhan yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia pemilik seluruh kerajaan dan segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semoga kami termasuk orang-orang yang kembali, orang-orang yang ahli tobat, ahli ibadah, ahli sujud dan ahli memuji Tuhan kami. Allah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan sendiri musuh-musuh -Nya.

People Also Talk:

Langkah-langkah kegiatan manasik haji?

Urutan Manasik Haji

  • Memulai dengan Ihram.
  • Ibadah haji dimulai dengan niat ihram dari tempat dan waktu yang telah ditetapkan yang dikenal sebagai miqat. ...
  • Wukuf di Arafah. ...
  • Mabit di Muzdalifah. ...
  • Melempar Jumrah. ...
  • Tahalul. ...
  • Mabit di Mina. ...
  • Tawaf Wada.

Susunan acara manasik haji?

Susunan acara manasik haji biasanya mencakup pembukaan, sesi bimbingan manasik haji (seperti ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, lempar jumrah, tawaf, dan sai), dan penutupan. Acara pembukaan akan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan, dan pembacaan niat haji, sedangkan sesi simulasi diikuti dengan kegiatan inti manasik.

Urutan tata cara haji yang benar?

Tata Cara Pelaksanaan Haji :

Urutan tata cara haji yang benar dimulai dari Ihram (niat dan pakaian khusus), dilanjutkan Wukuf di Arafah (puncak haji), Mabit di Muzdalifah (menginap dan kumpul batu), Melontar Jumrah Aqabah (10 Dzulhijjah), Tahalul Awal (potong rambut), Tawaf Ifadah, Sa'i (Safa-Marwah), Tahalul Tsani, Mabit di Mina (hari tasyrik), Melontar Tiga Jumrah (Ula, Wusta, Aqabah), hingga Tawaf Wada (perpisahan), dengan menjaga tertib dan larangan ihram sepanjang pelaksanaan.

Berapa kali manasik haji sebelum berangkat haji?

Berapa Kali Manasik Haji Sebelum Berangkat? berdasarkan peraturan Menteri Agama Tentang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, pelaksanaan program manasik haji di Indonesia dilakukan minimal sebanyak 15 kali pertemuan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |