TIM Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) memecat empat anggotanya yang menjadi terdakwa dalam perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan TNI seharusnya menjatuhkan pemecatan terhadap para terdakwa sebelum proses hukum berjalan.
Menurut dia, langkah tersebut dapat menjadi bentuk ketegasan institusi terhadap anggotanya yang terlibat tindak pidana. “TAUD dan juga KontraS memberikan pendapat bahwa proses pemecatan harusnya dapat berlangsung terlebih dahulu,” kata Dimas dalam video pernyataan pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dimas menilai pemecatan juga dapat menunjukkan itikad baik TNI untuk menjalankan proses hukum secara adil dan transparan. Ia menyoroti belum adanya sanksi etik maupun administratif terhadap para terdakwa sebelum persidangan berlangsung. “Tidak adanya sanksi etik maupun sanksi administratif terlebih dahulu sebelum proses hukum menunjukkan bahwa ada itikad untuk ‘melindungi’ pelaku,” ujarnya.
Selain mendesak pemecatan, Dimas juga meminta militer menelusuri kemungkinan keterlibatan anggota lain dalam penyerangan terhadap Andrie. Berdasarkan hasil investigasi TAUD, sedikitnya 16 anggota BAIS TNI diduga terlibat dalam aksi tersebut. TAUD menyebut kelompok itu terdiri atas anggota militer dan warga sipil.
Sidang kedua kasus penyiraman air keras terhadap Andrie berlangsung di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam persidangan itu, majelis hakim kembali meminta agar Andrie dapat hadir sebagai saksi korban pada sidang lanjutan.
Oditurat Militer menyatakan pihaknya masih berupaya menghadirkan Andrie ke ruang sidang. Hingga kini, mereka masih menunggu balasan surat dari rumah sakit terkait kondisi korban. “Kami masih bersurat ke rumah sakit dan surat kami yang terakhir belum dijawab,” kata oditur militer dalam persidangan, Kamis.
Sebelumnya, kuasa hukum Andrie yang tergabung dalam TAUD telah mengonfirmasi ketidakhadiran kliennya dalam sidang lanjutan tersebut. Perwakilan TAUD, Airlangga Julio, mengatakan kondisi kesehatan Andrie belum memungkinkan untuk mengikuti persidangan. “Karena statusnya masih dalam observasi, kontrol, dan memerlukan beberapa tindakan medis,” kata Julio.
Julio menjelaskan Andrie masih harus menjalani kontrol kesehatan guna memantau hasil cangkok kulit akibat luka bakar yang dialaminya. Karena itu, TAUD memastikan kondisi Andrie belum cukup prima untuk menghadiri persidangan.
Pilihan Editor: Akankah Peradilan Militer Mengungkap Komando Teror Air Keras
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)