Liputan6.com, Jakarta - Tuntunan sa’i Safa-Marwah beserta bacaan pendek menjadi bagian penting yang wajib dipahami jamaah haji dan umrah. Sa’i bukan sekadar berjalan bolak-balik, melainkan ibadah yang memiliki dasar kuat dari Al-Qur’an dan sunnah Nabi SAW.
Pemahaman tuntunan sa’i Safa-Marwah beserta bacaan pendek membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih tertib dan khusyuk. Setiap langkah sa’i mengandung makna kesabaran dan tawakal kepada Allah SWT.
Sa’i dilakukan setelah tawaf dan menjadi salah satu rukun yang tidak bisa ditinggalkan. Tanpa sa’i, rangkaian ibadah haji dan umrah tidak dianggap sempurna.
Ibadah ini meneladani perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail. Kisah tersebut menjadi simbol usaha maksimal yang disertai keyakinan penuh kepada Allah SWT.
Makna dan Kedudukan Sa’i
Sa’i berasal dari kata Arab yang berarti berjalan cepat atau berusaha. Ibadah ini menunjukkan bahwa doa harus dibarengi ikhtiar.
Makna sa’i mengajarkan umat Islam agar tidak mudah menyerah dalam kondisi sulit. Keyakinan kepada pertolongan Allah menjadi inti dari ibadah ini.
Dalam sa’i, jamaah diingatkan bahwa pertolongan Allah bisa datang dari arah yang tidak disangka. Air zam-zam menjadi bukti nyata dari kuasa-Nya.
Karena itu, sa’i tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual. Setiap langkah seharusnya disertai kesadaran dan keikhlasan.
Hukum Sa’i dalam Haji dan Umrah
Mayoritas ulama menyatakan sa’i sebagai rukun haji dan umrah. Jika ditinggalkan, ibadah tidak sah. Dasar hukum sa’i terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 158. Ayat ini menegaskan Safa dan Marwah sebagai syiar Allah.
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ
Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh
Artinya: Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.
Hadits Nabi SAW juga menegaskan pentingnya sa’i. Rasulullah menyatakan ibadah haji dan umrah tidak sempurna tanpa sa’i.
Persiapan Sebelum Melaksanakan Sa’i
Sa’i dilakukan setelah tawaf dalam keadaan suci. Jamaah dianjurkan memastikan kondisi fisik cukup kuat sebelum memulai.
Persiapan mental juga penting agar ibadah dijalani dengan tenang. Sa’i sering dilakukan dalam kondisi ramai dan padat.
Memahami rute Safa-Marwah membantu jamaah tidak kebingungan. Jalur sa’i sudah ditetapkan dan mudah dikenali.
Selain itu, jamaah disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman. Hal ini membantu menjaga stamina selama tujuh kali perjalanan.
Memulai Sa’i dari Bukit Safa
Sa’i selalu dimulai dari Bukit Safa dan diakhiri di Bukit Marwah. Perjalanan Safa ke Marwah dihitung satu kali.
Saat berada di Safa, jamaah disunnahkan menghadap kiblat. Pada momen ini, jamaah dianjurkan berdoa dan berdzikir.
Bacaan yang disunnahkan saat memulai sa’i adalah sebagai berikut.نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِLatin: Nabda’u bimā bada’allāhu bihArtinya: Kami memulai dengan apa yang Allah mulai.
Jamaah juga dianjurkan membaca takbir dan tahlil. Bacaan ini menegaskan keagungan Allah SWT.
Bacaan Pendek di Safa dan Marwah
Bacaan pendek yang sering dibaca di atas Safa dan Marwah adalah takbir. Bacaan ini diulang sebanyak tiga kali.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar
Artinya: Allah Maha Besar.
Selain itu, jamaah dianjurkan membaca tahlil. Bacaan ini menegaskan tauhid kepada Allah SWT.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ
Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lahArtinya: Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya.
Pelaksanaan Sa’i di Antara Safa dan Marwah
Sa’i dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan. Hitungan terakhir berakhir di Bukit Marwah. Jamaah laki-laki disunnahkan berlari kecil di area lampu hijau. Sementara jamaah perempuan cukup berjalan biasa.
Selama perjalanan, jamaah boleh membaca doa apa saja. Tidak ada doa khusus yang diwajibkan di tengah lintasan.
Sa’i juga boleh dilakukan dengan kursi roda bagi yang uzur. Islam memberi kemudahan bagi jamaah yang memiliki keterbatasan.
Mengakhiri Sa’i di Bukit Marwah
Setelah sampai di Marwah, jamaah dianjurkan berdoa. Doa boleh dibaca sesuai kebutuhan masing-masing.
Tidak ada sholat sunnah khusus setelah sa’i. Jamaah cukup memperbanyak doa dan dzikir.
Salah satu doa yang sering dibaca adalah permohonan ampun dan keteguhan iman. Doa ini mencerminkan harapan akhir dari ibadah.
Sa’i menjadi penutup rangkaian tawaf dan sa’i sebelum tahallul. Karena itu, jamaah dianjurkan menjalaninya dengan penuh kesadaran.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Sa’i
Salah satu kesalahan umum adalah salah menghitung perjalanan. Jamaah perlu fokus agar tidak kurang atau lebih hitungan. Kesalahan lain adalah berlari di seluruh lintasan. Lari kecil hanya disunnahkan di area tertentu.
Mendorong jamaah lain juga harus dihindari. Sa’i menuntut kesabaran dan adab yang baik. Menjadikan sa’i sebagai ajang tergesa-gesa juga tidak dianjurkan. Ibadah ini seharusnya dilakukan dengan tenang.
Dengan memahami tuntunan sa’i Safa-Marwah beserta bacaan pendek, jamaah dapat menjalankan ibadah secara sah dan sesuai sunnah. Sa’i yang dilakukan dengan ilmu dan adab akan menghadirkan ketenangan serta keberkahan. Pemahaman ini menjadi bekal penting bagi setiap tamu Allah.
People Also Talk
1. Apakah sa’i wajib dalam umrah?Ya, sa’i termasuk rukun umrah yang tidak boleh ditinggalkan.
2. Berapa kali perjalanan sa’i dilakukan?Sa’i dilakukan tujuh kali perjalanan dari Safa ke Marwah dan sebaliknya.
3. Apakah ada doa wajib saat sa’i?Tidak ada doa wajib, jamaah bebas membaca doa apa saja.
4. Bolehkah sa’i menggunakan kursi roda?Boleh, terutama bagi jamaah yang memiliki uzur atau keterbatasan fisik.
5. Apakah sa’i harus dilakukan setelah tawaf?Ya, sa’i dilakukan setelah tawaf dan tidak sah jika didahulukan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1609256/original/063394900_1496138662-02_Ilustrasi_Jadwal_Imsak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515994/original/050041400_1772246661-unnamed__27_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775811/original/052863100_1710738724-Ilustrasi_anak__ibu__sahur__buka_puasa__Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983014/original/073829000_1648909222-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515926/original/051695300_1772231489-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4617868/original/072798700_1697788718-_fpdl.in__shower-head-with-hot-water_23-2149088614_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461893/original/099774600_1767492679-Gemini_Generated_Image_oqhbnvoqhbnvoqhb.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3985383/original/000921600_1649137964-photo-1587617425953-9075d28b8c46.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)









:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
