3 Amalan Utama yang Dianjurkan pada Bulan Syawal

2 days ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Syawal merupakan bulan yang sangat dinanti oleh umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Bulan ini menandai kemenangan atas kesabaran dan ketekunan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

Sejatinya bulan ini bukan hanya sebagai momen dalam merayakan kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk semakin memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah.

Ketika bulan Syawal datang, umat Muslim diajak untuk tetap menjaga semangat beribadah dan terus melaksanakan amalan-amalan yang dapat membawa mereka lebih dekat kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghidupkan bulan Syawal dengan penuh berkah adalah dengan menjalankan amalan-amalan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Melansir dari laman mui.or.id, berikut adalah 3 amalan utama yang dianjurkan dilakukan pada bulan Syawal.

Saksikan Video Pilihan ini:

Menyusuri Debur Pantai Teluk Penyu-Nusakambangan (Jelang New Normal Cilacap)

Promosi 1

1. Puasa Sunnah 6 hari

Amalan pertama yang dapat kita lakukan adalah memperbanyak puasa sunnah. Bila merujuk pada hadis Nabi, di bulan Syawal ini ada kesunnahan melaksanakan puasa selama 6 hari, sesuai hadis:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Sungguh Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)

2. Sunnah Mengganti I’tikaf

Dalam hadis riwayat Imam al-Bukhari diceritakan bahwa pada satu waktu Rasulullah sempat tidak beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan karena peristiwa pendirian tenda di masjid oleh Sayyidah Aisyah, Hafsah, dan Zainab binti Jahsy.

فَتَرَكَ الِاعْتِكَافَ ذَلِكَ الشَّهْرَ ثُمَّ اعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ.

“Kemudian Nabi tidak beri’tikaf pada bulan Ramadhan tersebut dan beri’tikaf sepuluh hari di bulan Syawal.” (HR. Bukhari)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan hadis tersebut sebagai dalil amalan sunnah yang sudah biasa dilakukan bila tertinggal dianjurkan agar diganti (qadha). (Lihat Fathul Bari, juz 4, hlm. 277)

Akan tetapi, sejatinya ibadah i’tikaf di masjid tetap dianjurkan meski bulan Ramadhan kemarin kita melaksanakan i’tikaf secara penuh.

3. Menikah

Amalan yang dianjurkan pada bulan Syawal berikutnya adalah amalan paling diidamkan, yaitu menikah. Dalam hadis riwayat istri Nabi, Aisyah ra. dinyatakan:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ

‘Aisyah dia berkata, “Rasulullah ﷺ menikahiku pada bulan Syawal, dan mulai berumah tangga bersamaku pada bulan Syawal, maka tidak ada di antara istri-istri Rasulullah ﷺ yang lebih mendapatkan keberuntungan daripadaku.” Periwayat hadis berkata, “Oleh karena itu, ‘Aisyah sangat senang menikahkan para wanita di bulan Syawal.” (HR. Muslim)

Demikian 3 amalan yang dapat kita lakukan di bulan Syawal. Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan kita semua untuk melaksanakan segala hal yang dianjurkan oleh-Nya dan Rasul-Nya. Wallahu A’lam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |