Liputan6.com, Jakarta - Dalam perjalanan hidup, manusia seringkali dihadapkan pada berbagai ujian, termasuk menghadapi perbuatan zalim dari sesama. Oleh karena itu, memanjatkan doa terhindar dari zalimnya manusia menjadi salah satu ikhtiar spiritual yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Perbuatan zalim pada dasarnya merupakan tindakan tercela yang dilarang keras oleh Allah SWT. Mengutip dari buku Doa Mustajab untuk Muslimah karya Wira Kautsari Wijayanti, Lc., MA. (2024), kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari doa.
Doa merupakan wujud kerendahan hati dan ketergantungan seorang hamba kepada Tuhannya. Doa juga menjadi sarana dialog dan penyerahan diri kepada Sang Pencipta atas segala permasalahan yang dihadapi, termasuk dalam memohon doa terhindar dari zalimnya manusia.
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (7/10/2025).
Kumpulan Doa Terhindar dari Zalimnya Manusia
Berikut adalah beberapa pilihan doa terhindar dari zalimnya manusia yang dapat diamalkan oleh umat Islam untuk memohon perlindungan dari kezaliman, dilengkapi dengan teks Arab, Latin, dan artinya:
-
Doa Orang yang Terzalimi dalam Surat Al Qasas Ayat 21
رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn(a).
Artinya: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."
-
Doa agar Terhindar dari Orang Zalim dalam Surat Al Mu'minun Ayat 94
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِيْ فِى الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Rabbi falā taj'alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn(a).
Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku termasuk kaum yang zalim."
-
Doa Nabi Yunus dalam Surat Al-Anbiya Ayat 87
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Lailaha illa anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
-
Doa Memohon Pertolongan dalam Surat An-Naml Ayat 62
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ
"Amman yujiibul mudhtharra idzaa da’aahu wayaksyifussuu-a wayaj’alukum khulafaa-al ardhi ailahun ma’allahi qaliilaa maa tadzakkaruun(a)."
Artinya: "Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan, dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingat-ingat(-Nya)."
-
Doa agar Tidak Ditempatkan Bersama Orang Zalim (Surat Al-A'raf Ayat 47)
۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Wa iżā ṣurifat abṣāruhum tilqā`a aṣ-ḥābin-nāri qālụ rabbanā lā taj'alnā ma'al-qaumiẓ-ẓālimīn
Artinya: "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu"."
-
Doa Memohon Perlindungan dari Pemimpin Zalim
اللَّهُمَّلَاتُسَلِّطْعَلَيْنَا-بِذُنُوْبِنَا-مَنْلَايَخَافُكَوَلَايَرْحَمُناَ
Allahumma lâ tusallith 'alainâ-bidzunübinâ-man lâ yakhâfuKa walâ yarhamunâ.
Artinya: "Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau kuasakan (jadikan pemimpin) atas kami-karena dosa-dosa kami-orang yang tidak takut kepadaMu dan tidak mempunyai belas kasihan kepada kami."
-
Doa Rasulullah SAW untuk Pemimpin yang Menyusahkan
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم
Artinya: "Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia." (HR. Muslim No 1828)
-
Doa Hasbunallah wa Ni'mal Wakil
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Hasbunallah wa ni’mal wakil. Ni’mal maula wa ni’man nasir
Artinya: “Cukuplah bagi kami Allah sebagai penolong dan Dia adalah sebaik-baik pelindung”.
Doa ini merupakan bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT dan keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui segala kebenaran, sebagaimana dijelaskan dalam buku Setapak Akhir Zaman karya Thoriq Aziz Jayana (2017).
Zalim dan Kedudukan Doa Orang Terzalimi
Zalim adalah perbuatan yang sangat dibenci dalam Islam, merujuk pada tindakan melampaui batas keadilan dan menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Perbuatan ini mencakup segala bentuk:
- penindasan,
- penganiayaan, atau
- pelanggaran hak orang lain, baik terhadap Allah, sesama manusia, maupun diri sendiri.
Tindakan ini dilarang keras karena membawa kerusakan.
Mengutip dari buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah karya Muhammad Syafie el-Bantanie (2011), doa orang yang terzalimi sangatlah mustajab. Hal ini dikarenakan tidak ada penghalang antara orang yang terzalimi dengan Allah SWT, sehingga peluang doa mereka didengar dan dikabulkan sangatlah besar.
Rasulullah SAW sendiri telah mengingatkan umat Muslim untuk takut kepada doa orang yang terzalimi. Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda:
"Takutlah kepada doa orang-orang yang terzalimi atau teraniaya, sebab tidak adanya hijab atau pembatas antaranya dengan Allah." (HR. Muslim).
Ketika seseorang mengalami ketidakadilan, baik secara fisik, emosional, atau sosial, dan mereka memohon kepada Allah SWT, maka Allah akan mengabulkan semua doa tersebut.
Larangan Berbuat Zalim dalam Islam
Islam sangat melarang perbuatan zalim dan mengancam pelakunya dengan azab yang pedih. Kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Larangan ini termaktub jelas dalam Al-Qur'an dan berbagai hadis Nabi Muhammad SAW, yang menekankan pentingnya berlaku adil dan menjauhi segala bentuk penindasan.
Salah satu hadis yang sangat kuat melarang kezaliman adalah riwayat Al Bukhari:
"Jauhilah kezaliman karena kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat." (HR. Al Bukhari no. 2447, Muslim no. 2578).
Hadis ini menjadi peringatan keras bagi setiap Muslim untuk tidak menzalimi orang lain, karena dampaknya akan dirasakan di akhirat kelak.
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda,
"Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh menelantarkannya." (HR. Muslim no. 2564).
Allah SWT menegaskan bahwa kezaliman yang dilakukan seseorang akan berbalik menimpa dirinya sendiri. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Yunus ayat 23:
"Namun, ketika Allah menyelamatkan mereka, seketika itu mereka berbuat kezaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar. Wahai manusia, sesungguhnya (bahaya) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri. (Itu hanya) kenikmatan hidup duniawi. Kemudian, kepada Kamilah kembalimu, lalu akan Kami kabarkan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan." (QS. Yunus: 23).
Perbuatan zalim tidak hanya mendatangkan kesengsaraan di dunia, tetapi juga di akhirat, baik bagi pelakunya maupun orang-orang di sekitarnya. Orang zalim adalah mereka yang jauh dari sifat adil dan amanah. Keberadaan mereka bahkan disebut sebagai salah satu tanda kecil kedatangan hari kiamat.
Hikmah dan Keutamaan Berdoa Saat Terzalimi
Ketika seseorang merasa tidak berdaya dan hanya Allah yang menjadi sandaran, doa yang dipanjatkan akan memiliki kekuatan yang dahsyat.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul) tanpa diragukan lagi, yaitu:
- doa orang yang terzalimi,
- doa orang yang bepergian (musafir), dan
- doa orang tua kepada anaknya.
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, menegaskan betapa istimewanya posisi orang yang terzalimi di mata Allah.
Dalam situasi ketidakadilan atau penindasan, orang yang terzalimi seringkali merasa lemah dan tidak berdaya, sehingga mereka lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh harapan agar doa mereka diterima.
Bahkan, Allah SWT akan mengangkat doa orang yang terzalimi meskipun mereka adalah orang yang jahat, sebagaimana dijelaskan dalam buku Nasehat Sang Fajar karya DR. Khalid Abu Syadi.
Keutamaan ini menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk senantiasa bersabar dan berdoa ketika menghadapi kezaliman, karena janji Allah untuk mengabulkan doa mereka adalah pasti. Allah SWT berfirman dalam hadis Qudsi:
"Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu (wahai hamba yang terzalimi), sekalipun tidak segera." (HR. Tirmidzi). Ini menguatkan keyakinan akan pertolongan Ilahi.
FAQ
Berikut adalah beberapa pertanyaan umum mengenai doa terhindar dari zalimnya manusia:
1. Apa makna zalim dalam pandangan Islam?
Zalim berarti menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya dan melampaui batas keadilan. Dalam Islam, kezaliman adalah perbuatan tercela yang dilarang keras oleh Allah SWT karena dapat mencelakakan diri sendiri maupun orang lain.
2. Mengapa doa orang yang terzalimi sangat mustajab?
Doa orang terzalimi mustajab karena tidak ada penghalang antara dirinya dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah akan mengabulkan doa orang yang dizalimi meskipun ia seorang pendosa, karena Allah Maha Adil dan tidak menolak permohonan yang datang dari hati yang tersakiti.
3. Apa contoh doa agar terhindar dari zalimnya manusia?
Salah satu doa yang dianjurkan adalah:
رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Rabbi najjinii minal-qaumiẓ-ẓaalimiin Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS. Al-Qashash: 21)
4. Apa ancaman bagi orang yang berbuat zalim?
Orang yang berbuat zalim akan mendapat balasan setimpal di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa perbuatan zalim akan menjadi sumber penderitaan kelak.
5. Apa hikmah berdoa ketika dizalimi?
Berdoa ketika dizalimi menunjukkan kerendahan hati dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Doa ini memperkuat keimanan, menenangkan hati, dan menjadi jalan datangnya pertolongan Allah sebagaimana dijanjikan dalam hadis Qudsi: “Aku akan menolongmu, sekalipun tidak segera.” (HR. Tirmidzi).

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469871/original/020958700_1768189841-074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468775/original/008194100_1768015024-isra_miraj6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863975/original/089422800_1718366389-Ilustrasi_sedekah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397208/original/025765600_1681628590-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114271/original/028783800_1588060319-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725346/original/051209800_1706092573-Imam_Syafi_i_Wikimedia_Commons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793782/original/075290100_1556766221-ramadan-3461512_960_720_pixabay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421629/original/013547700_1763953850-339bf3c9-aba1-4aba-bc8b-83c81688b22b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)







