Apakah Gempa Bumi Jadi Tanda Kiamat? Ini Perspektif Agama Islam dan Sains

3 months ago 40

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi adalah fenomena alam yang seringkali menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan mendalam di kalangan masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya, apakah gempa bumi jadi tanda kiamat atau sekadar peristiwa geologis biasa.

Peristiwa alam ini, dengan segala dampaknya, kerap memicu refleksi spiritual dan pencarian makna di balik setiap guncangan yang terjadi. 

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Hajj ayat 1, kegoncangan dahsyat akan menjadi bagian dari peristiwa Hari Kiamat. Pertanyaan mengenai apakah gempa bumi jadi tanda kiamat memang relevan untuk dikaji lebih dalam, baik dari sudut pandang agama maupun ilmu pengetahuan.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (6/10/2025).

Gempa Bumi dalam Perspektif Agama Islam: Tanda Kiamat?

Dalam ajaran Islam, gempa bumi seringkali dikaitkan dengan tanda-tanda mendekatnya Hari Kiamat. Banyak riwayat sahih menegaskan bahwa seringnya terjadi gempa bumi merupakan salah satu tanda kiamat kecil. Fenomena ini bukan hanya sekadar bencana alam biasa, melainkan juga peringatan dari Allah SWT.

Hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah secara eksplisit menyebutkan, "Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi." Ibnu Hajar Al-Asqalani, dalam kitabnya Fath Al-Bary, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "banyaknya peristiwa gempa bumi" adalah gempa yang merata dan terjadi secara berkesinambungan tanpa henti.

Selain itu, hadis lain dari Salmah bin Nufail al-Sukuni juga menyebutkan bahwa sebelum Kiamat akan terjadi kematian massal, dan setelahnya akan banyak gempa bumi selama beberapa tahun. Buku Tanda-tanda peringatan karya Atho'illah Umar juga menguatkan adanya beberapa hadis yang mengisyaratkan gempa sebagai tanda dekatnya hari kiamat.

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim juga menyebutkan gempa bumi di timur, barat, dan Jazirah Arab sebagai salah satu dari sepuluh tanda besar Kiamat. Mahmud Rajab Hamady dalam bukunya Tanda-tanda Kiamat juga mengutip hadis yang mengaitkan gempa bumi dengan munculnya alat musik, perzinahan, dan khamar sebagai tanda-tanda akhir zaman.

Pemahaman Ilmiah tentang Gempa Bumi

Secara ilmiah, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam bumi. Energi ini menciptakan gelombang seismik yang dapat dijelaskan melalui teori lempeng tektonik.

Bumi tersusun atas beberapa lapisan, dengan kerak bumi sebagai lapisan terluar yang terpecah menjadi lempengan-lempengan besar. Lempengan-lempengan ini terus bergerak dengan kecepatan antara 2 cm hingga 15 cm per tahun, didorong oleh arus konveksi di dalam mantel bumi, seperti dijelaskan dalam Kumpulan Materi ; Edukasi Gempa Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada oleh Agus Hendratno.

Pergerakan lempeng dapat berupa saling menghimpit (konvergen), saling menjauh (divergen), atau saling bergesekan (transform). Ketika terjadi benturan atau gesekan antar lempeng, energi yang terakumulasi akan dilepaskan secara tiba-tiba, menyebabkan getaran yang kita rasakan sebagai gempa bumi.

Handout Kesiapan Sekolah dalam Menghadapi Bencana oleh Arbaiter Samariter Bund menjelaskan bahwa gempa tektonik terjadi karena pelepasan tenaga akibat pergeseran lempengan plat tektonik.

Meskipun ilmu pengetahuan modern telah mampu menjelaskan mekanisme terjadinya gempa bumi, hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi secara akurat kapan dan di mana gempa besar akan terjadi. Hal ini menunjukkan kompleksitas fenomena alam ini.

Gempa Bumi sebagai Peringatan dan Ujian Ilahi

Dalam pandangan agama, gempa bumi seringkali dimaknai sebagai peringatan atau ujian dari Allah SWT bagi umat manusia. Bencana ini dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa, meningkatkan derajat keimanan, atau sebagai pengingat agar manusia kembali kepada ketaatan.

Ahmad bin ‘Ali bin Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari menyatakan bahwa musibah yang menimpa seorang Muslim setidaknya mempunyai tiga keuntungan: penghapus dosa, peningkatan derajat keimanan, dan pencatatan kebaikan. Namun, keuntungan ini hanya didapat jika seseorang menghadapi musibah dengan kesabaran dan keikhlasan.

Afif Abdullah Tabarrah menjelaskan bahwa musibah tidak selalu berarti murka Allah, begitu pula nikmat tidak selalu berarti keridaan-Nya. Keduanya adalah Sunnatullah untuk menguji keimanan manusia. Terkadang, musibah juga berfungsi sebagai peringatan bagi orang-orang yang berbuat dosa agar mereka sadar dan kembali ke jalan yang benar.

Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 41 menegaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut adalah akibat perbuatan tangan manusia sendiri. M. Quraish Shihab dalam Lentera Hati, Kisah dan Hikmah Kehidupan juga mengemukakan berbagai pandangan tentang gempa, dari murni peristiwa alam hingga kehendak mutlak Tuhan, atau peristiwa alam dengan keterlibatan Tuhan dalam rahmat dan pemeliharaan-Nya.

Tanda-Tanda Kiamat dalam Islam: Lebih dari Sekadar Gempa Bumi

Meskipun gempa bumi disebutkan sebagai salah satu tanda Kiamat, penting untuk memahami bahwa ia adalah bagian dari serangkaian tanda yang lebih luas. Dalam Islam, tanda-tanda Kiamat dibagi menjadi dua kategori: tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.

Gempa bumi umumnya termasuk dalam tanda-tanda kecil, yang menunjukkan semakin dekatnya akhir zaman. Namun, ada juga hadis yang menyebutkan gempa bumi di timur, barat, dan Jazirah Arab sebagai bagian dari sepuluh tanda besar Kiamat, bersama dengan Dajjal, Ya'juj dan Ma'juj, dan terbitnya matahari dari barat, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Tanda-tanda ini mencakup berbagai fenomena sosial, moral, dan alamiah yang menunjukkan kemunduran umat manusia dan perubahan besar di dunia. Misalnya, hadis lain menyebutkan tercabutnya ilmu dan banyaknya gempa bumi sebagai tanda Kiamat, seperti dalam HR Bukhari.

Ini menunjukkan bahwa tanda-tanda Kiamat tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan aspek spiritual dan intelektual. Memahami gempa bumi dalam konteks ini berarti melihatnya sebagai salah satu dari banyak indikator yang mengajak manusia untuk merenung dan mempersiapkan diri menghadapi akhirat.

Tanggung Jawab Manusia dan Hikmah Menghadapi Bencana

Sebagai khalifah di muka bumi, manusia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian alam dan berikhtiar dalam menghadapi bencana, termasuk gempa bumi. Islam mengajarkan pentingnya kesiapsiagaan dan upaya mitigasi untuk mengurangi dampak buruk dari musibah.

Kesiapsiagaan ini mencakup tindakan preventif sebelum gempa, respons saat gempa terjadi, dan pemulihan pasca-gempa. School Emergency Preparedness ; Materi 16 Cerita Bergambar oleh Arbeiter-Samariter-Bund e. V. menegaskan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan untuk siapa saja, sehingga kesiapsiagaan sangat diperlukan.

Beberapa saran keselamatan saat gempa bumi meliputi:

  • melindungi kepala,
  • tidak panik,
  • membuka pintu dan jendela,
  • menjauhi dinding tidak kokoh,
  • merencanakan penyelamatan dari pecahan kaca,
  • mematikan kompor,
  • memperhatikan kelompok rentan,
  • menyiapkan kebutuhan darurat,
  • mengadakan pertemuan keluarga untuk rencana darurat,
  • dan belajar dari pengalaman gempa sebelumnya.

Ini adalah upaya nyata yang dapat dilakukan manusia.

Setiap musibah, termasuk gempa bumi, mengandung hikmah dan pelajaran berharga. Selain sebagai peringatan, gempa bumi juga dapat menjadi ujian untuk menguatkan iman dan mendorong introspeksi diri. Hadis riwayat Turmuzi menyebutkan bahwa agungnya pahala itu terletak pada besarnya cobaan, dan Allah akan mencintai kaum yang diuji.

Sikap yang dianjurkan saat menghadapi musibah adalah mengucapkan kalimat Istirja' ("Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un"), bersikap sabar dan tidak berputus asa, menerima dengan rida, tidak mempersulit diri, serta melakukan evaluasi dan introspeksi (muhasabah).

Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya ikhtiar dan tawakal, sebagaimana dicontohkan Khalifah Umar bin Khattab.

FAQ

1. Apakah gempa bumi termasuk tanda-tanda Kiamat dalam Islam?

Ya, dalam Islam gempa bumi disebut sebagai salah satu tanda Kiamat kecil. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Hari Kiamat tidak akan tiba hingga banyak terjadi gempa bumi (HR. Bukhari).

2. Apakah setiap gempa bumi menandakan Kiamat sudah dekat?

Tidak selalu. Tidak setiap gempa adalah pertanda Kiamat, namun bisa menjadi peringatan dari Allah SWT agar manusia kembali pada jalan yang benar dan memperbaiki diri.

3. Bagaimana pandangan ilmiah tentang terjadinya gempa bumi?

Secara ilmiah, gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi dari pergeseran lempeng tektonik di dalam bumi. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori geologi, bukan hanya aspek spiritual.

Gempa bumi bisa menjadi ujian, penghapus dosa, atau pengingat bagi manusia. Orang yang bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah akan mendapatkan pahala besar dari Allah SWT.

5. Apa yang sebaiknya dilakukan saat menghadapi gempa bumi?

Umat Islam dianjurkan untuk berikhtiar dan bersiap siaga, seperti berlindung, tidak panik, dan membantu sesama. Setelahnya, dianjurkan untuk berdoa, bersabar, dan memperbanyak introspeksi diri.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |