- Apakah harus keramas sebelum sholat Idul Adha?
- Bolehkah mandi Idul Adha setelah Subuh?
- Apa bedanya mandi Idul Adha dengan mandi Idul Fitri?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Apakah harus keramas sebelum sholat idul adha? Hari Raya Idul Adha merupakan momen agung bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi waktu untuk menyembelih kurban dan berkumpul bersama keluarga, hari raya ini diliputi dengan berbagai tradisi dan kebiasaan yang memiliki makna spiritual mendalam. Persiapan fisik yang prima menjadi bagian tak terpisahkan dalam menyambut hari kemenangan ini.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul menjelang hari raya adalah, “Apakah harus keramas sebelum sholat Idul Adha?” Banyak orang meyakini bahwa mencuci rambut adalah bagian wajib dari ritual mandi besar sebelum berangkat ke masjid atau lapangan untuk melaksanakan salat Id.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai hukum, dalil, tata cara, hingga hikmah di balik anjuran keramas atau mandi sebelum Idul Adha. Dengan memahami landasan syariatnya, diharapkan Anda dapat menjalankan ibadah dengan lebih mantap dan meraih keutamaan sunnah yang diajarkan oleh para pendahulu yang saleh. Simak ulasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (14/5/2025).
Hukum Keramas Sebelum Sholat Idul Adha
Secara hukum fikih, melakukan keramas atau mandi sebelum sholat Idul Adha bukanlah sebuah kewajiban yang menyebabkan dosa jika ditinggalkan. Namun, hal ini termasuk ke dalam Sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap Muslim. Aktivitas ini dipandang sebagai bentuk persiapan fisik untuk tampil bersih dan rapi saat menghadap Allah SWT dalam ibadah salat Id.
Para ulama besar seperti Imam Malik, Imam Asy-Syafi’i, Imam Ahmad bin Hanbal (dalam mazhab Hambali), hingga Alqamah, Urwah, dan Qatadah sepakat mengenai kesunnahan mandi pada hari raya. Dalam kitab Al-Mughni, Imam Ibnu Qudamah menegaskan:
"Disunnahkan untuk bersuci dengan mandi pada hari raya. Ibnu Umar biasa mandi pada hari Idul Fitri dan diriwayatkan yang demikian dari Ali Radhiyallahu 'anhu."
Meskipun hadits yang secara langsung menyebutkan perintah mandi dari Nabi Muhammad SAW dinilai dhaif (lemah) oleh para ahli hadits seperti dalam riwayat Ibnu Majah, namun praktik ini merupakan sunnah para sahabat (atsar). Abdullah bin Umar, seorang sahabat yang sangat ketat dalam mencontoh perilaku Nabi, biasa mandi sebelum pergi ke mushalla (lapangan sholat).
Waktu Pelaksanaan Mandi Idul Adha
Kapan sebaiknya mandi ini dilakukan agar terhitung sebagai pahala sunnah? Menurut penjelasan para ulama, terdapat batas waktu dimulainya mandi tersebut:
- Awal Waktu: Mandi Idul Adha bisa dilakukan mulai pertengahan malam pada tanggal 10 Dzulhijjah.
- Waktu Utama: Waktu yang paling utama adalah dilakukan setelah masuk waktu Subuh hingga sebelum berangkat melaksanakan sholat Id.
- Peringatan: Mandi yang dilakukan sebelum pertengahan malam tidak terhitung sebagai mandi sunnah Idul Adha.
Terdapat sedikit perbedaan waktu dengan Idul Fitri, di mana Syekh al-Baijuri menjelaskan bahwa sunnah mandi Idul Fitri dimulai dari dini hari pada 1 Syawal.
Tata Cara Mandi Idul Adha Sesuai Sunnah
Agar mendapatkan keutamaan sempurna, mandi keramas Idul Adha sebaiknya dilakukan dengan urutan yang benar. Berikut adalah langkah-langkahnya:
- Membaca Niat: Mengawali dengan niat di dalam hati untuk mandi sunnah Idul Adha.
- Membasuh Tangan: Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan Bagian Kotor: Membersihkan kemaluan, dubur, area bawah ketiak, dan pusar, serta memohon perlindungan dari godaan setan.
- Berwudhu: Melakukan wudhu sebagaimana wudhu untuk sholat.
- Mengguyur Kepala: Menyiram air ke kepala hingga merata.
- Menyela Rambut: Khusus laki-laki dianjurkan menyela pangkal rambut dengan jari agar air menyentuh kulit kepala.
- Mengguyur Seluruh Tubuh: Menyiram air ke seluruh anggota badan.
- Menggosok Tubuh: Menggosok tubuh dari atas ke bawah, depan ke belakang, sebanyak tiga kali.
- Membilas Bersih: Memastikan tidak ada sisa sabun atau kotoran yang tertinggal.
- Berwudhu Kembali: Dianjurkan untuk berwudhu lagi setelah selesai mandi sebagai penyempurna kesucian.
Hikmah dan Manfaat Keramas Sebelum Sholat Idul Adha
Anjuran keramas dan mandi ini bukan sekadar rutinitas tanpa makna. Terdapat berbagai manfaat yang bisa dirasakan:
- Persiapan Ibadah yang Suci: Keramas dianggap sebagai persiapan fisik untuk tampil bersih dan suci saat bertemu Allah SWT dalam sholat Id.
- Mengikuti Sunnah: Dengan mandi, kita mengikuti tradisi para sahabat dan petunjuk Rasulullah SAW untuk menjaga kebersihan, yang tentunya membawa berkah.
- Menghormati Hari Raya: Idul Adha adalah momen spesial sekali setahun; mandi adalah cara menghargai diri sendiri dan kesucian hari tersebut.
- Menghilangkan Bau Tidak Sedap: Setelah beraktivitas semalaman, mandi membantu menghilangkan kotoran dan bau, sehingga tubuh terasa segar dan wangi.
- Simbol Rasa Syukur: Tubuh yang segar mencerminkan kegembiraan dan rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
- Membangun Kedekatan Sosial: Penampilan yang bersih dan rapi membuat orang lain merasa nyaman saat kita berkumpul dan bersosialisasi di hari raya.
Pertanyaan Seputar Mandi Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha
Q: Apakah harus keramas sebelum sholat Idul Adha?
A: Tidak harus atau tidak wajib. Namun, keramas dan mandi adalah sunnah yang sangat dianjurkan agar ibadah lebih afdol dan tubuh dalam keadaan bersih.
Q: Bolehkah mandi Idul Adha setelah Subuh?
A: Sangat boleh. Justru waktu setelah masuk Subuh adalah waktu yang paling utama untuk melaksanakan mandi sunnah ini sebelum berangkat ke tempat sholat.
Q: Apa bedanya mandi Idul Adha dengan mandi Idul Fitri?
A: Perbedaannya terletak pada waktu mulai (Idul Adha mulai pertengahan malam, Idul Fitri mulai dini hari) dan teknik membersihkan rambut bagi laki-laki yang lebih ditekankan untuk menyela pangkal rambut pada Idul Adha.
Q: Bagaimana jika tidak sempat keramas karena terbatas air?
A: Karena hukumnya sunnah, Anda tidak berdosa jika tidak melakukannya. Anda cukup berwudhu dengan sempurna dan memastikan diri tetap rapi serta bersih sesuai kemampuan.
Q: Apa niat mandi Idul Adha?
A: Niat dilakukan di dalam hati. Berikut teks latin dan artinya:
Nawaitu ghusla ‘îdil adhâ sunnatan lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Saya niat mandi Idul Adha, sunnah karena Allah Ta’ala."

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5569547/original/042006600_1777445741-c719d037-7561-449e-bc6b-f7e1344231d2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1336024/original/066771100_1472887334-20160903-Idul-Adha-Jakarta-Qurban-YR3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640995/original/044596400_1778245881-haj1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4388517/original/001234500_1681082879-volunteer-giving-box-with-donations-another-volunteer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824082/original/028308100_1715054102-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5757977/original/057713000_1778660635-Kunjungan_ke_dapur_katering_konsumsi_jemaah_haji_Indonesia__Safwat_Al-Wisam_Company__di_Makkah__11_Mei_2026..jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755785/original/001679200_1778657765-andri-helmansyah-dzX6fui33UA-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4455529/original/001258300_1686047210-20230602_131014.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5668028/original/049497600_1778387502-5c586d0a-9cd7-4ced-90db-a81b56c2af3e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4442582/original/000568400_1685093803-Screenshot_20230526_120852_Gallery.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5742284/original/031787700_1778640053-Contoh_Proposal_Idul_Adha_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806807/original/084266200_1557976563-IMG-20190507-WA0082.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4821487/original/026963100_1714792800-umrah_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4003293/original/062384100_1650614701-ibrahim-uz-3Z3RvzpVAqM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560803/original/037957900_1776685969-photo_2026-04-20_14-50-28.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5001890/original/093250500_1731385093-pakaian-ihram-bagi-laki-laki-adalah.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473950/original/097282500_1768462587-Gemini_Generated_Image_yjoojkyjoojkyjoo.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158657/original/067229400_1741665557-kata-mutiara-pagi-hari-islami.jpg)