Kapan Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi? Cek Jadwal Wukuf dan Hari Tasyrik

5 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam di berbagai negara mulai mencari informasi mengenai kapan Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi karena penanggalan tersebut berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Penentuan tanggal Idul Adha selalu menjadi perhatian setiap tahun, terutama bagi jemaah haji, masyarakat yang akan berkurban, hingga umat Islam yang ingin menjalankan puasa Arafah. Selain itu, jadwal wukuf di Arafah dan hari tasyrik juga menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah Idul Adha yang tidak bisa dipisahkan dari kalender Hijriah.

Di Arab Saudi, penetapan awal bulan Dzulhijjah biasanya dilakukan melalui rukyatul hilal atau pemantauan bulan sabit baru yang diumumkan otoritas resmi kerajaan. Dari hasil penetapan tersebut kemudian ditentukan kapan pelaksanaan wukuf di Padang Arafah, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah, hingga tiga hari tasyrik setelahnya. Karena itu, banyak umat Islam di seluruh dunia menunggu keputusan Arab Saudi untuk mengetahui perkiraan jadwal ibadah haji dan momentum Hari Raya Kurban 2026.

Selain membahas prediksi tanggal Idul Adha 2026 di Arab Saudi, masyarakat juga perlu memahami rangkaian penting dalam bulan Dzulhijjah seperti wukuf yang menjadi puncak ibadah haji serta hari tasyrik yang berlangsung setelah Hari Raya Idul Adha. Momen tersebut memiliki makna besar dalam tradisi Islam karena berkaitan dengan ibadah kurban, takbir, hingga larangan berpuasa pada hari tasyrik.

Lantas kapan Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (14/5), simak ulasan informasinya berikut ini.

Perkiraan Tanggal Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi

Idul Adha 2026 di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada akhir Mei 2026, meskipun tanggal resminya masih menunggu hasil rukyatul hilal atau pemantauan bulan sabit penanda awal Dzulhijjah 1447 Hijriah. Pemerintah Arab Saudi biasanya melalui Mahkamah Agung dan otoritas keagamaan akan mengumumkan secara resmi kapan awal bulan Dzulhijjah dimulai. Dari penetapan tersebut kemudian ditentukan tanggal 9 Dzulhijjah untuk wukuf di Arafah dan 10 Dzulhijjah sebagai Hari Raya Idul Adha.

Perhitungan kalender Hijriah memang berbeda dengan kalender Masehi karena menggunakan peredaran bulan. Oleh sebab itu, tanggal Idul Adha setiap tahun selalu berubah jika dibandingkan kalender internasional. Banyak lembaga astronomi Islam dan kalender Ummul Qura di Arab Saudi biasanya sudah memberikan prediksi lebih awal, tetapi keputusan final tetap berdasarkan hasil rukyat hilal menjelang akhir bulan Zulkaidah.

Bagi umat Muslim di seluruh dunia, penentuan tanggal Idul Adha di Arab Saudi sangat penting karena berkaitan langsung dengan puncak ibadah haji di Tanah Suci. Selain itu, umat Islam yang tidak berhaji juga biasanya mengikuti jadwal puasa Arafah berdasarkan waktu wukuf jemaah haji di Arafah. Karena itu, informasi mengenai kapan Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi selalu menjadi perhatian menjelang musim haji.

Jadwal Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1447 H

Wukuf di Padang Arafah merupakan rukun haji yang paling utama dan menjadi puncak seluruh rangkaian ibadah haji di Arab Saudi. Jika Idul Adha diperkirakan jatuh pada akhir Mei 2026, maka wukuf kemungkinan berlangsung sehari sebelumnya atau pada 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Pada hari tersebut jutaan jemaah haji dari berbagai negara akan berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Wukuf memiliki makna spiritual yang sangat besar dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan menyebut bahwa inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Karena itu, jemaah haji akan menghabiskan sebagian besar waktunya di lokasi tersebut mulai tergelincir matahari hingga menjelang malam. Suasana di Arafah biasanya dipenuhi lantunan doa dan tangisan haru para jemaah yang berharap memperoleh haji mabrur.

Bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, hari Arafah juga menjadi momen istimewa untuk menjalankan puasa sunnah Arafah. Puasa ini dipercaya memiliki keutamaan besar, yakni menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Oleh sebab itu, masyarakat Muslim di berbagai negara biasanya menunggu jadwal resmi wukuf dari Arab Saudi agar tidak keliru menentukan waktu puasa Arafah.

Makna dan Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha di Arab Saudi

Hari Raya Idul Adha atau 10 Dzulhijjah menjadi salah satu hari besar umat Islam yang diperingati dengan salat Id dan penyembelihan hewan kurban. Di Arab Saudi, suasana Idul Adha sangat berbeda dibanding hari biasa karena bertepatan dengan puncak musim haji. Ribuan masjid dipenuhi jemaah sejak pagi hari, sementara jemaah haji melanjutkan rangkaian ibadah setelah wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah.

Tradisi kurban pada Idul Adha dilakukan sebagai bentuk keteladanan terhadap kisah Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya atas perintah Allah SWT. Di Arab Saudi, pelaksanaan kurban biasanya dilakukan secara besar-besaran dan dikelola dengan sistem modern agar distribusi daging kepada masyarakat dan jemaah haji berjalan tertib. Hewan kurban seperti kambing, sapi, dan unta menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut.

Selain ibadah kurban, Idul Adha juga menjadi momen mempererat silaturahmi dan berbagi kepada sesama. Banyak keluarga di Arab Saudi berkumpul bersama untuk menikmati hidangan khas Timur Tengah setelah salat Id. Suasana religius sangat terasa karena perayaan ini tidak hanya berkaitan dengan tradisi, tetapi juga menjadi pengingat tentang nilai keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Jadwal Hari Tasyrik Setelah Idul Adha 2026

Setelah Hari Raya Idul Adha, umat Islam memasuki tiga hari tasyrik yang berlangsung pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada periode ini, jemaah haji di Mina melanjutkan rangkaian ibadah lempar jumrah sebagai bagian dari ritual haji. Hari tasyrik juga menjadi waktu penyembelihan hewan kurban bagi umat Islam yang belum melaksanakannya pada 10 Dzulhijjah.

Dalam ajaran Islam, hari tasyrik dikenal sebagai hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT. Karena itu, umat Muslim dilarang menjalankan puasa pada hari-hari tersebut. Suasana di Arab Saudi selama hari tasyrik biasanya masih sangat ramai karena jutaan jemaah haji tetap berada di Mina untuk menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah sebelum kembali ke Makkah.

Hari tasyrik juga memiliki makna penting dalam memperkuat rasa syukur atas nikmat Allah SWT. Takbir masih terus dikumandangkan di berbagai masjid dan tempat umum. Di banyak negara Muslim, termasuk Indonesia, masyarakat juga masih melaksanakan penyembelihan kurban dan pembagian daging selama hari tasyrik berlangsung.

Bagaimana Arab Saudi Menentukan Awal Dzulhijjah?

Arab Saudi menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit baru untuk menentukan awal bulan Hijriah, termasuk bulan Dzulhijjah. Pengamatan dilakukan menjelang akhir bulan Zulkaidah oleh tim ahli astronomi dan otoritas keagamaan yang ditunjuk pemerintah. Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai awal Dzulhijjah.

Selain rukyat, Arab Saudi juga menggunakan perhitungan astronomi modern sebagai acuan pendukung. Kalender Ummul Qura yang digunakan secara resmi di Arab Saudi biasanya sudah memiliki prediksi awal bulan jauh hari sebelumnya. Namun keputusan final tetap diumumkan setelah sidang dan laporan resmi pengamatan hilal diterima Mahkamah Agung Saudi.

Perbedaan metode penentuan awal bulan sering membuat tanggal Idul Adha di beberapa negara tidak selalu sama. Ada negara yang mengikuti rukyat lokal, sementara sebagian lainnya mengikuti keputusan Arab Saudi karena berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji. Hal inilah yang membuat informasi penetapan awal Dzulhijjah selalu dinantikan umat Islam setiap tahunnya.

Persiapan Umat Muslim Menjelang Idul Adha 2026

Menjelang Idul Adha 2026, umat Muslim biasanya mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari membeli hewan kurban hingga menyiapkan pelaksanaan salat Id. Di Arab Saudi, persiapan juga dilakukan dalam skala besar untuk menyambut jutaan jemaah haji yang datang dari seluruh dunia. Pemerintah Saudi biasanya meningkatkan layanan transportasi, kesehatan, dan keamanan agar musim haji berjalan lancar.

Bagi masyarakat umum, Idul Adha bukan hanya tentang perayaan hari besar Islam, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi menjadi salah satu nilai utama yang selalu ditekankan dalam peringatan Hari Raya Kurban setiap tahun.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah karena dianggap sebagai hari-hari yang penuh keutamaan. Banyak Muslim meningkatkan amal ibadah seperti puasa sunnah, sedekah, takbir, dan membaca Al-Qur’an menjelang Idul Adha. Dengan memahami jadwal wukuf, Idul Adha, dan hari tasyrik, masyarakat dapat mempersiapkan ibadah dengan lebih baik dan khusyuk.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kapan Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi

1. Kapan perkiraan Idul Adha 10 Dzulhijjah 2026 di Arab Saudi?

Jawaban: Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Arab Saudi diperkirakan jatuh pada akhir Mei 2026. Namun tanggal pastinya masih menunggu hasil rukyatul hilal yang dilakukan pemerintah Arab Saudi menjelang akhir bulan Zulkaidah.

Penetapan resmi biasanya diumumkan oleh Mahkamah Agung Arab Saudi setelah pengamatan hilal dilakukan di beberapa titik observasi. Karena menggunakan kalender Hijriah berbasis bulan, tanggal Hari Raya Idul Adha dapat berubah dibanding kalender Masehi.

2. Apa itu wukuf di Arafah?

Jawaban: Wukuf di Arafah adalah puncak ibadah haji yang dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut, seluruh jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, wukuf memiliki kedudukan sangat penting karena termasuk rukun haji yang wajib dilaksanakan. Bahkan Rasulullah SAW menyebut bahwa inti ibadah haji adalah wukuf di Arafah.

3. Kapan jadwal wukuf 2026 di Arab Saudi?

Jawaban: Jika Idul Adha diperkirakan jatuh pada akhir Mei 2026, maka jadwal wukuf kemungkinan berlangsung sehari sebelumnya pada 9 Dzulhijjah 1447 H.

Meski demikian, jadwal resmi tetap menunggu keputusan pemerintah Arab Saudi setelah penetapan awal bulan Dzulhijjah melalui rukyatul hilal.

4. Apa yang dimaksud dengan hari tasyrik?

Jawaban: Hari tasyrik adalah tiga hari setelah Idul Adha yang berlangsung pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada hari tersebut umat Islam masih diperbolehkan melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Bagi jemaah haji, hari tasyrik digunakan untuk melaksanakan lempar jumrah di Mina. Dalam Islam, hari tasyrik juga dikenal sebagai hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT.

5. Apakah boleh puasa saat hari tasyrik?

Jawaban: Tidak boleh. Umat Islam dilarang menjalankan puasa pada hari tasyrik karena hari tersebut merupakan waktu untuk menikmati rezeki dan memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Larangan puasa ini berlaku pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah lain seperti takbir dan sedekah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |