Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan mengenai apakah kebodohan termasuk tanda kiamat kecil sering muncul di kalangan umat Muslim. Kebodohan yang dimaksud adalah hilangnya ilmu pengetahuan agama dan banyaknya orang yang tidak memahami ajaran Islam dengan benar.
Melansir dari buku Ensiklopedia Kiamat susunan TIM GIP, kiamat terbagi menjadi dua jenis yaitu kiamat sugra (kiamat kecil) yang mencakup peristiwa kematian seseorang atau bencana alam parsial, dan kiamat kubra (kiamat besar) yaitu kehancuran total alam semesta.
Fenomena merebaknya kebodohan sendiri dikategorikan sebagai salah satu tanda menjelang hari kiamat. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (7/10/2025).
Apakah Kebodohan Termasuk Tanda Kiamat Kecil?
Kebodohan bukan termasuk tanda kiamat kecil, melainkan merupakan salah satu tanda-tanda menjelang datangnya kiamat besar (kiamat kubra). Fenomena ini disebutkan dalam hadits shahih sebagai pertanda semakin dekatnya hari akhir.
Mengutip dari hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan ditegakkannya kebodohan. Hal ini menunjukkan bahwa kebodohan merupakan fenomena yang akan merebak menjelang kehancuran dunia secara total.
Kebodohan yang dimaksud dalam konteks tanda kiamat adalah hilangnya ilmu pengetahuan agama dari muka bumi. Ini terjadi dengan diwafatkannya para ulama dan orang-orang alim, sehingga tidak ada lagi yang mampu membimbing umat ke jalan yang benar. Akibatnya, manusia akan mengambil pemimpin dari kalangan orang bodoh yang memberikan fatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.
Perbedaan mendasar antara kiamat kecil dan tanda-tanda kiamat besar ini penting untuk dipahami. Kiamat kecil bersifat individual atau lokal seperti kematian seseorang atau bencana alam di suatu wilayah. Sementara tanda-tanda kiamat besar, termasuk fenomena kebodohan, merupakan tanda-tanda universal yang akan dialami oleh seluruh umat manusia menjelang kehancuran total alam semesta.
Pengertian Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra
Untuk memahami posisi kebodohan dalam eskatologi Islam, penting mengetahui perbedaan antara kiamat kecil dan kiamat besar.
1. Kiatamat Kecil (Sugra)
Kiamat kecil atau kiamat sugra merupakan peristiwa lokal atau individual yang menandai berakhirnya kehidupan sebagian makhluk atau kerusakan parsial di alam semesta. Contoh kiamat kecil mencakup kematian setiap individu, karena bagi orang yang meninggal dunia, kehidupan dunianya telah berakhir dan dimulailah kehidupan akhirat.
Selain itu, bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan bencana lainnya yang menyebabkan kehancuran wilayah tertentu juga dikategorikan sebagai kiamat kecil.
2. Kiamat Besar (Kubra)
Melansir dari Al-Quran dan Terjemahnya yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, kiamat besar (kiamat kubra) adalah peristiwa berakhirnya seluruh kehidupan di alam semesta secara total dan serentak. Pada saat itu, langit akan terbelah, bintang-bintang akan berhamburan, gunung-gunung akan hancur, dan seluruh makhluk akan binasa kecuali yang dikehendaki Allah SWT.
Perbedaan keduanya sangat jelas dari segi cakupan dan dampaknya. Kiamat kecil bersifat temporal dan terbatas, sementara kiamat besar bersifat final dan universal. Setiap Muslim akan mengalami kiamat kecil melalui kematian, namun kiamat besar hanya akan terjadi sekali ketika Allah SWT menghendakinya.
Tanda-Tanda Kiamat Besar dalam Hadits Shahih
Rasulullah SAW telah memberikan berbagai informasi mengenai tanda-tanda yang akan muncul menjelang hari kiamat. Tanda-tanda ini terbagi menjadi tanda kecil dan tanda besar, yang disebutkan dalam berbagai hadits shahih.
Tanda-tanda Kecil Menjelang Kiamat:
- Diutusnya Nabi Muhammad SAW - Sebagai nabi terakhir, kehadiran Rasulullah SAW menandai bahwa kiamat sudah semakin dekat. Dalam hadits riwayat Muslim, beliau mengisyaratkan kedekatan antara masa kenabiannya dengan hari kiamat seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah.
- Fenomena Kebodohan - Ilmu pengetahuan akan diangkat dengan wafatnya para ulama, dan kebodohan akan merajalela di tengah masyarakat. Manusia akan bertanya kepada orang bodoh yang memberikan fatwa tanpa ilmu.
- Munculnya Nabi-Nabi Palsu - Akan muncul sekitar tiga puluh orang yang mengaku sebagai utusan Allah. Beberapa di antaranya telah muncul seperti Musailamah al-Kadzdzab di masa Rasulullah.
- Merebaknya Perzinaan - Perbuatan zina yang sangat dibenci Allah akan menjadi hal yang biasa dan merebak di mana-mana tanpa rasa malu.
- Waktu Terasa Singkat - Waktu akan berlalu dengan sangat cepat, di mana setahun terasa seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, dan seterusnya.
- Munculnya Fitnah Besar - Akan terjadi fitnah yang mencampur adukkan antara kebenaran dan kebatilan, sehingga orang bisa beriman di pagi hari dan kafir di sore hari.
Melansir dari kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, tanda-tanda ini telah disebutkan secara detail oleh Rasulullah SAW untuk mengingatkan umatnya agar selalu waspada dan memperbaiki diri.
Fenomena Kebodohan sebagai Tanda Kiamat
Dalam buku Tanda-tanda Hari Kiamat karya Dr. Yusuf Al-Wabil, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, diminumnya khamr, dan merajalelanya perzinaan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa kebodohan bukan hanya fenomena sosial, tetapi juga salah satu indikator melemahnya nilai-nilai agama menjelang hari kiamat.
Lebih lanjut, dalam Ensiklopedia Kiamat: Dari Sakaratulmaut Hingga Surga-Neraka karya Syaikh Umar Sulaiman Al-Asyqar, dijelaskan bahwa kebodohan yang dimaksud bukan hanya ketidaktahuan terhadap ilmu duniawi, tetapi terutama ketidaktahuan terhadap agama.
Ketika manusia mulai meninggalkan ajaran Islam, tidak lagi mengenal halal dan haram, serta menjauh dari Al-Qur'an dan Sunnah, itulah bentuk nyata dari kebodohan yang dimaksud dalam tanda kiamat. Pengetahuan agama digantikan dengan opini pribadi dan hawa nafsu, ulama mulai ditinggalkan, dan manusia lebih percaya kepada tokoh-tokoh tanpa landasan ilmu.
Dengan demikian, kebodohan memang termasuk salah satu tanda kiamat kecil yang sangat relevan dengan kondisi zaman sekarang. Meningkatnya informasi justru tidak sebanding dengan meningkatnya pemahaman agama. Fenomena ini menjadi peringatan agar umat Islam kembali menuntut ilmu yang benar, mempelajari agama secara mendalam, dan mendekatkan diri kepada Allah sebelum datangnya kiamat yang tak seorang pun mengetahui waktunya.
FAQ
1. Apakah kebodohan termasuk tanda kiamat kecil? Ya, kebodohan, khususnya hilangnya ilmu agama, termasuk salah satu tanda kiamat kecil yang disebutkan dalam hadis.
2. Bagaimana kebodohan bisa menjadi tanda kiamat? Kebodohan menjadi tanda kiamat karena ilmu agama akan diangkat dengan wafatnya para ulama, sehingga manusia dipimpin oleh orang-orang bodoh.
3. Apa perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra? Kiamat sugra adalah kiamat kecil seperti kematian individu, sedangkan kiamat kubra adalah hancurnya seluruh alam semesta.
4. Apakah diutusnya Nabi Muhammad SAW juga tanda kiamat? Ya, diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir adalah tanda awal kedekatan hari kiamat.
5. Apa saja tanda kiamat kecil lainnya selain kebodohan? Tanda kiamat kecil lainnya termasuk munculnya beragam fitnah, nabi palsu, waktu terasa singkat, dan merebaknya perzinaan.
6. Mengapa waktu terasa singkat di akhir zaman? Waktu terasa singkat di akhir zaman karena hilangnya keberkahan dalam waktu, bukan karena perubahan durasi fisik.
7. Bagaimana cara mempersiapkan diri menghadapi tanda-tanda kiamat? Mempersiapkan diri dengan memperkuat keimanan, ketakwaan, menuntut ilmu agama, dan memperbanyak amal saleh.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469871/original/020958700_1768189841-074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468775/original/008194100_1768015024-isra_miraj6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863975/original/089422800_1718366389-Ilustrasi_sedekah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397208/original/025765600_1681628590-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114271/original/028783800_1588060319-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725346/original/051209800_1706092573-Imam_Syafi_i_Wikimedia_Commons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793782/original/075290100_1556766221-ramadan-3461512_960_720_pixabay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421629/original/013547700_1763953850-339bf3c9-aba1-4aba-bc8b-83c81688b22b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)







