Liputan6.com, Jakarta Doa terhindar dari syirik penting untuk diketahui oleh setiap umat Muslim. Syirik sendiri merupakan dosa besar yang sangat dibenci Allah SWT karena menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang lain. Perbuatan ini dapat menghilangkan keimanan seseorang dan membawa konsekuensi buruk di akhirat kelak.
Sebagai umat Muslim, penting untuk senantiasa menjaga diri dari perbuatan syirik melalui berbagai cara. Salah satunya dengan membaca doa terhindar dari syirik secara rutin. Menurut kitab Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi, syirik merupakan dosa yang tidak akan diampuni Allah SWT kecuali dengan taubat sungguh-sungguh.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 116 yang menegaskan bahwa Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan-Nya. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (7/10/2025).
Doa Terhindar Dari Syirik: Teks Arab, Latin, dan Terjemah
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk memohon perlindungan dari perbuatan syirik, baik yang disadari maupun tidak. Doa ini sangat penting diamalkan setiap hari agar hati senantiasa terjaga dari kesyirikan yang dapat membatalkan keimanan.
Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ
Teks Latin: Allahumma inni a'udzubika an usyrika bika wa ana a'lam, wa astaghfiruka lima laa a'lam.
Terjemah: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik yang aku sadari. Dan aku memohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosa yang tidak aku ketahui."
Doa ini diriwayatkan dalam Musnad Ahmad dan menunjukkan kesadaran seorang mukmin bahwa syirik bisa terjadi tanpa disadari. Oleh karena itu, memohon perlindungan dan ampunan kepada Allah menjadi sangat penting dalam menjaga kemurnian tauhid.
Keutamaan membaca doa terhindar dari syirik adalah sebagai benteng spiritual yang melindungi hati dari berbagai bentuk penyekutuan Allah. Dengan mengamalkan doa ini secara konsisten, seorang Muslim menunjukkan kesungguhan dalam menjaga ketauhidan dan menghindari dosa terbesar di hadapan Allah SWT.
Jenis-Jenis Syirik yang Harus Dihindari
Menurut Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, syirik terbagi menjadi dua kategori utama: syirik besar (syirik akbar) yang membatalkan keislaman dan syirik kecil (syirik ashghar) yang tidak membatalkan Islam namun mengurangi kesempurnaan tauhid.
Syirik juga terbagi ke dalam beberapa jenis yang penting untuk diketahui, yakni:
1. Syirik dalam Rububiyah
Syirik rububiyah adalah meyakini bahwa ada pencipta, pemberi rezeki, atau pengatur alam semesta selain Allah SWT. Bentuk syirik ini mencakup kepercayaan bahwa makhluk lain memiliki kekuasaan setara dengan Allah dalam mengatur kehidupan.
2. Syirik dalam Uluhiyah
Syirik uluhiyah merupakan bentuk penyekutuan Allah dalam beribadah, seperti berdoa kepada selain Allah, menyembelih untuk selain Allah, atau bernadzar untuk makhluk lain. Ini adalah bentuk syirik yang paling sering terjadi di masyarakat.
3. Syirik dalam Asma' wa Sifat
Syirik asma wa sifat adalah menyamakan nama dan sifat Allah dengan makhluk, atau memberikan sifat-sifat Allah kepada selain-Nya. Contohnya meyakini bahwa ada yang mengetahui gaib selain Allah atau memiliki kekuasaan mutlak seperti Allah.
4. Syirik Kecil (Riya')
Riya' adalah berbuat ibadah untuk dilihat atau dipuji manusia, bukan karena Allah semata. Meskipun tidak membatalkan Islam, riya' dapat menghapus pahala amal dan termasuk dalam kategori syirik kecil yang sangat berbahaya.
5. Syirik dalam Ketaatan
Bentuk syirik ini terjadi ketika seseorang lebih mentaati makhluk daripada Allah dalam hal yang bertentangan dengan syariat. Mengikuti hukum atau aturan yang menentang perintah Allah juga termasuk syirik dalam ketaatan.
6. Syirik Tersembunyi (Syirik Khafi)
Syirik khafi adalah bentuk syirik yang tersembunyi dalam hati, seperti bergantung kepada selain Allah atau merasa bangga dengan amal ibadah sendiri. Jenis syirik ini sangat halus dan sulit dideteksi sehingga memerlukan introspeksi dan muhasabah yang mendalam.
Amalan untuk Terhindar dari Perbuatan Syirik
Menjaga diri dari perbuatan syirik memerlukan kesungguhan dan kesadaran tinggi dalam beribadah. Amalan-amalan berikut ini dapat membantu memperkuat tauhid dan melindungi diri dari berbagai bentuk kesyirikan yang dapat menjerumuskan ke dalam kesesatan.
1. Mempelajari dan Mengamalkan Tauhid
Fondasi utama untuk terhindar dari syirik adalah memahami tauhid dengan benar melalui pembelajaran ilmu agama secara mendalam. Pelajari kitab-kitab tauhid, hadiri kajian ilmu, dan senantiasa mengkaji Al-Quran dan hadits agar pemahaman tentang keesaan Allah semakin kuat.
2. Rutin Membaca Doa Perlindungan
Mengamalkan doa terhindar dari syirik setiap hari, terutama setelah shalat wajib, menjadi benteng spiritual yang sangat efektif. Rasulullah SAW mengajarkan berbagai doa perlindungan yang dapat diamalkan untuk menjaga kemurnian tauhid dalam hati.
3. Berdzikir dan Beristighfar
Perbanyak dzikir kepada Allah dengan menyebut nama-Nya dan memuji-Nya agar hati senantiasa terhubung dengan-Nya. Istighfar secara rutin juga penting untuk membersihkan hati dari noda-noda syirik yang mungkin tidak disadari.
4. Ikhlas dalam Beribadah
Luruskan niat dalam setiap ibadah agar semata-mata karena Allah, bukan untuk riya' atau mendapat pujian manusia. Keikhlasan adalah kunci diterimanya amal dan menjadi penangkal utama dari syirik kecil.
5. Bertawakkal Hanya Kepada Allah
Dalam menghadapi segala urusan, letakkan kepercayaan dan ketergantungan hanya kepada Allah SWT. Hindari bergantung kepada jimat, sesajen, atau makhluk lain yang dianggap bisa memberi manfaat atau menolak mudarat.
6. Menghindari Tempat dan Praktik Syirik
Jauhi tempat-tempat dan praktik yang mengandung unsur syirik seperti kuburan yang dijadikan tempat meminta berkah, pohon keramat, atau ritual yang tidak sesuai dengan syariat Islam.
7. Muhasabah dan Introspeksi Diri
Lakukan evaluasi diri secara berkala untuk memeriksa apakah dalam hati masih ada unsur riya', ujub, atau ketergantungan kepada selain Allah. Muhasabah membantu mendeteksi syirik khafi yang tersembunyi dalam jiwa.
Bahaya Syirik bagi Kehidupan Muslim
Syirik membawa dampak yang sangat serius bagi kehidupan seorang Muslim, baik di dunia maupun di akhirat. Perbuatan ini tidak hanya menggugurkan keimanan, tetapi juga membatalkan seluruh amal ibadah yang telah dilakukan sepanjang hidup.
Konsekuensi terbesar dari syirik adalah kekal di dalam neraka jika meninggal tanpa bertaubat. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 72 bahwa barangsiapa menyekutukan Allah, maka Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya adalah neraka. Tidak ada syafaat atau pertolongan yang dapat menolong orang yang mati dalam keadaan musyrik.
Di dunia, pelaku syirik akan kehilangan ketenangan hati karena bergantung kepada selain Allah yang tidak memiliki kekuatan apa-apa. Mereka akan selalu merasa cemas, gelisah, dan tidak menemukan kebahagiaan sejati karena hati tidak tertambat pada Sang Pencipta. Berbagai masalah hidup akan terasa sangat berat karena tidak memiliki sandaran yang kuat.
Tanda-Tanda Hati yang Bersih dari Syirik
1. Tidak Bergantung Kepada Selain Allah
Hati yang bersih dari syirik hanya bergantung kepada Allah dalam segala urusan, tidak percaya pada jimat, primbon, atau kekuatan gaib selain Allah. Mereka yakin sepenuhnya bahwa hanya Allah yang dapat memberi manfaat dan menolak mudarat.
2. Ikhlas dalam Beribadah
Tanda lainnya adalah keikhlasan dalam beramal, tidak peduli apakah dilihat atau tidak oleh manusia. Mereka beribadah semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan untuk mendapat pujian atau pengakuan dari orang lain.
3. Tenang dan Sabar dalam Menghadapi Ujian
Orang yang hatinya bersih dari syirik akan merasa tenang dan sabar ketika menghadapi cobaan karena yakin bahwa semuanya adalah ujian dari Allah. Mereka tidak mudah panik atau mencari pertolongan kepada selain Allah.
4. Mencintai Allah Lebih dari Segalanya
Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada apapun dan siapapun, termasuk harta, kedudukan, dan manusia. Tidak ada yang dapat menggantikan kedudukan Allah di dalam hati mereka.
5. Taat Kepada Syariat
Ketaatan kepada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya menjadi prioritas utama, tidak ada hukum atau aturan yang lebih diutamakan selain syariat Islam. Mereka tidak mengikuti tradisi atau kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
6. Menjauhi Perbuatan Bid'ah
Hati yang bersih dari syirik akan menjauhi segala bentuk bid'ah dalam beragama dan hanya mengamalkan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Mereka tidak menambah-nambahi ibadah dengan hal-hal yang tidak diajarkan dalam Islam.
Cara Bertaubat dari Perbuatan Syirik
Bertaubat dari syirik adalah kewajiban yang harus segera dilakukan karena perbuatan ini membatalkan keimanan. Taubat dari syirik memerlukan kesungguhan hati, penyesalan mendalam, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.
1. Menghentikan Perbuatan Syirik
Langkah pertama dalam bertaubat adalah menghentikan perbuatan syirik secara total dan meninggalkannya dengan sepenuh hati. Seseorang harus melepaskan seluruh bentuk kesyirikan yang selama ini dilakukan, baik berupa keyakinan yang salah, praktik ibadah yang tidak sesuai syariat, maupun ketergantungan kepada selain Allah.
2. Kembali Mengucap Syahadat dan Beristighfar
Setelah meninggalkan perbuatan syirik, ucapkan kalimat syahadat dengan penuh kesadaran dan pemahaman akan maknanya. Kemudian perbanyak istighfar, memohon ampunan kepada Allah atas dosa syirik yang telah dilakukan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa Allah sangat senang ketika hamba-Nya bertaubat dan siap mengampuni segala dosa termasuk syirik jika taubatnya sungguh-sungguh.
3. Mempelajari Tauhid
Taubat dari syirik harus disertai dengan mempelajari tauhid yang benar agar tidak kembali terjerumus ke dalam kesyirikan. Mengamalkan doa terhindar dari syirik setiap hari juga menjadi benteng agar tidak terjerumus kembali ke dalam perbuatan yang dimurkai Allah ini.
Selain itu, tingkatkan amal shaleh dan ibadah untuk memperkuat iman setelah bertaubat. Perbanyak shalat sunnah, membaca Al-Quran, bersedekah, dan berdzikir agar hati semakin dekat dengan Allah dan jauh dari godaan syirik.
FAQ
1. Apa itu doa terhindar dari syirik?
Doa terhindar dari syirik adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan kepada Allah dari perbuatan menyekutukan-Nya, baik yang disadari maupun tidak disadari.
2. Kapan waktu terbaik membaca doa terhindar dari syirik?
Doa ini dapat dibaca kapan saja, namun sangat dianjurkan untuk membacanya setelah shalat wajib, pagi dan petang hari, atau sebelum tidur.
3. Apakah syirik bisa diampuni oleh Allah?
Syirik bisa diampuni jika pelakunya bertaubat dengan sungguh-sungguh sebelum meninggal dunia, tetapi tidak akan diampuni jika meninggal dalam keadaan syirik.
4. Apa contoh syirik kecil yang sering tidak disadari?
Contohnya adalah riya' (berbuat ibadah untuk dipuji manusia), bersumpah dengan nama selain Allah, dan bergantung kepada jimat atau benda-benda yang dianggap bisa membawa keberuntungan.
5. Bagaimana cara mengetahui apakah kita telah berbuat syirik?
Cara mengetahuinya adalah dengan mempelajari ilmu tauhid, melakukan muhasabah (introspeksi diri), dan selalu memohon ampunan kepada Allah melalui doa terhindar dari syirik.
6. Apakah mengamalkan doa ini cukup untuk terhindar dari syirik?
Mengamalkan doa saja tidak cukup, harus disertai dengan mempelajari tauhid, menjauhi praktik syirik, dan senantiasa beribadah hanya kepada Allah dengan ikhlas.
7. Apa hukum mengajarkan doa terhindar dari syirik kepada orang lain?
Mengajarkan doa ini kepada orang lain adalah perbuatan yang sangat dianjurkan karena termasuk dalam menyebarkan kebaikan dan membantu sesama Muslim menjaga tauhid mereka.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469871/original/020958700_1768189841-074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468775/original/008194100_1768015024-isra_miraj6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863975/original/089422800_1718366389-Ilustrasi_sedekah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397208/original/025765600_1681628590-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114271/original/028783800_1588060319-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725346/original/051209800_1706092573-Imam_Syafi_i_Wikimedia_Commons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793782/original/075290100_1556766221-ramadan-3461512_960_720_pixabay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421629/original/013547700_1763953850-339bf3c9-aba1-4aba-bc8b-83c81688b22b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)







