Liputan6.com, Jakarta - Selain puasa wajib, muslim dianjurkan melakukan puasa sunnah. Puasa sunnah adalah ibadah yang dikerjakan akan mendatangkan pahala dan bila ditinggalkan tidak menjadikan dosa.
Ada banyak puasa sunnah yang dapat muslim amalkan. Contohnya, puasa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, puasa Dawud, puasa Tarwiyah-Arafah, hingga puasa Muharram.
Nah, pada bulan Syawal juga terdapat amalan puasa sunnah. Puasa sunnah di bulan Syawal paling sedikit dikerjakan sebanyak enam hari. Jika mengamalkannya disertai puasa Ramadhan, muslim akan mendapatkan pahala puasa sepanjang tahun.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim)
Keutamaan puasa Syawal menjadi kabar gembira bagi umat Islam. Sayang sekali apabila sepanjang hidupnya belum pernah mengamalkan ibadah satu ini, terlebih keutamaannya luar biasa apabila dilakukan.
Bagi muslim yang ingin mengamalkan, berikut Liputan6.com bagikan niat dan tata cara puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa Syawal ini dapat dilakukan mulai Selasa, 1 April 2025 atau bertepatan 2 Syawal 1446 H.
Saksikan Video Pilihan Ini:
Pesona Batik Nusakambangan Berpewarna Alami dari Laguna Segara Anakan Cilacap
Niat Puasa Syawal
Pelaksanaan puasa Syawal sama seperti puasa pada umumnya, yakni dengan menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Puasa Syawal juga diawali dengan niat. Berikut lafal naitnya yang dibaca pada malam hari.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.”
Niat puasa Syawal boleh dilakukan pada siang hari hingga sebelum dzuhur. Berikut lafal niat puasa Syawal yang dibaca di siang hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatisy Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Puasa Syawal
Setelah niat, berikut tata cara puasa Syawal yang dapat dilakukan.
1. Makan Sahur
Makan sahur lebih utama menjelang masuk waktu subuh sebelum imsak.
2. Melaksanakan Puasa
Selama berpuasa harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa seperti makan, minum, berhubungan suami-istri, dan sebagainya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.
Selama berpuasa juga menjaga dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa seperti berkata kotor, menggunjing orang, dan segala perbuatan dosa.
3. Berbuka Puasa
Segera berbuka puasa saat tiba waktu Maghrib. Berikut dua versi doa saat buka puasa.
1). Doa buka puasa Rasulullah SAW dari Sahabat Mu’adz bin Zuhrah yang diriwayatkan Abu Daud.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.
Artinya, “Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.” (HR. Abu Daud)
2). Doa Rasulullah SAW saat berbuka puasa dari Abdullah bin ‘Umar yang diriwayatkan Abu Daud.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah.
Artinya, “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah.” (HR. Abu Daud).
Jika niatnya baru dilakukan pada pagi hari, maka langsung melaksanakan puasa tanpa sahur. Lalu berbuka jika sudah memasuki waktu Maghrib.
Wallahu a’lam.