Liputan6.com, Jakarta - Pada bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan mengerjakan puasa. Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan berlaku sebulan penuh. Apabila ditinggalkan bukan karena alasan syar’i, maka hukumnya berdosa.
Muslim boleh meninggalkan puasa Ramadhan jika ada udzur syar’i. Misalnya, sakit, dalam perjalanan jauh, atau sedang datang bulan (haid) bagi muslimah.
Namun demikian, puasa yang ditinggalkan wajib diqadha. Qadha puasa Ramadhan dikerjakan sejumlah hari yang ditinggalkan. Sebaiknya, membayar utang puasa Ramadhan tidak ditunda alias disegerakan.
Di sisi lain, pada bulan Syawal ada puasa sunnah yang keutamaannya luar biasa. Dalam hadis disebutkan bahwa orang yang puasa Syawal enam hari ditambah dengan puasa Ramadhan maka ia seperti puasa sepanjang tahun.
Pertanyaannya, bolehkah puasa Syawal tapi masih punya utang puasa Ramadhan? Simak penjelasan Pengasuh LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya.
Saksikan Video Pilihan Ini:
Menyadap Nipah di Segara Anakan Cilacap, Tempat Buaya Muara Bersarang
Penjelasan Buya Yahya
Yahya mengatakan, orang punya punya utang puasa Ramadhan sebaiknya melakukan qadha puasa. Jangan khawatir tidak dapat keutamaan pahala puasa sunnah Syawal bagi yang menyelesaikan dulu utang puasanya. Kata Buya Yahya, meskipun melaksanakan puasa qadha Ramadhan, tapi bisa mendapat pahala sunnah puasa di bulan Syawal.
“Jadi dahulukan bayar utang (qadha puasa Ramadhan). Cuma Allah kan Maha Kasih. Ibu bayar utang paskan di bulan Syawal, maka ibu dapat pahala Syawal. Niatnya bayar utang saja. Kan enak,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Ahad (30/3/2025).
Buya Yahya mengatakan, melaksanakan puasa sunnah Syawal juga sebenarnya tidak masalah. Puasanya tetap sah. Hanya saja, jika niatnya puasa Syawal maka utang puasa Ramadhan-nya belum dibayar.
“Tapi kalau bayar utang (puasa), sunnahnya dapat. Cukup (niat) saya mengqadha puasa Ramadhan di bulan Syawal. Utangnya kebayar, kemudian dapat pahala sunnah,” tutur Buya Yahya.
“Tapi jangan didobel niatnya. Kalau dobel, puasanya gak sah. Misalnya, aku puasa qadha dan puasa syawal, gak sah. Cukup Anda niat puasa bayar utang, nanti Allah akan memberikan pahala Syawal,” tambah Buya Yahya.
Jika masih ada waktu, orang yang sudah menyelesaikan qadha puasa Ramadhan bisa melaksanakan puasa sunnah sebanyak enam hari di bulan Syawal.
Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Syawal
Bagi yang akan mengerjakan qadha puasa Ramadhan di bulan Syawal, berikut adalah lafal niatnya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT".
Waktu niat puasa qadha Ramadhan adalah malam hari hingga sebelum waktu fajar tiba.
Jika sudah menyelesaikan qadha puasa Ramadhan dan ingin melaksanakan puasa sunnah Syawal berikut adalah lafal niatnya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَةِ سِتَةٍ مِنْ شَوَالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati sittatin min syawwâlin lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku niat puasa sunah Syawal di esok hari karena Allah SWT.”
Jika lupa niat malam hari, niat puasa sunnah Syawal boleh dilakukan di siang hari sampai sebelum waktu dzuhur.
Wallahu a’lam.