Surah Ibrahim Ayat 7 Arab Latin dan Artinya, Konsep Bersyukur dan Ketenangan Jiwa

10 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Surah Ibrahim ayat 7 mengajarkan umat manusia tentang hakikat bersyukur. Ayat ini mengandung janji Allah SWT bagi hamba-Nya yang mau mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan.

Dalam ajaran Islam, syukur adalah ibadah yang mencerminkan kualitas keimanan seseorang. Ayat ini relevan direnungkan di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan materialistis. Di era di mana banyak orang, terutama generasi muda, kerap merasa cemas, minder, dan bahkan menyalahkan Tuhan atas kondisi hidup mereka.

Ketidakmampuan mengelola hawa nafsu dan keinginan membuat kecemasan serta rasa takut terhadap kondisi materi yang tidak memadai semakin mengganggu ketenangan jiwa. Imam al-Ghazali menyatakan bahwa syukur adalah salah satu tingkatan tertinggi dari kesabaran dan rasa takut kepada Allah SWT, suatu derajat yang mulia dan kedudukan yang tinggi.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga bentuk: pengakuan dalam hati, diungkapkan melalui dzikir dan pujian, serta diwujudkan dalam ketaatan terhadap perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Terdapat berbagai kemuliaan bagi orang-orang bersyukur, yang di antaranya adalah nikmat berlipat dan ketenangan hati.

Surah Ibrahim Ayat 7 Teks Arab, Latin dan Artinya

Berikut adalah teks lengkap surah Ibrahim ayat 7 dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Latin: Wa iż ta'ażżana rabbukum la'in syakartum la'azīdannakum wa la'ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd

Artinya: "(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras'"

Tafsir Surah Ibrahim Ayat 7

Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir al-Qur'an al-Azhim menjelaskan bahwa firman Allah "Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan" berarti mempermaklumkan dan memberitahukan kepada mereka akan janji-Nya

Ayat ini sama maknanya dengan firman Allah dalam surah Al-A'raf ayat 167. Ibnu Katsir menafsirkan "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian" sebagai janji bahwa jika manusia mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan, pasti Allah akan menambahkannya bagi mereka.

Adapun "jika kalian mengingkari (nikmat-Ku)" maksudnya adalah jika mereka mengingkari nikmat-nikmat itu, menyembunyikannya, serta tidak mensyukurinya, maka sesungguhnya azab Allah sangat pedih, yaitu dengan mencabut nikmat-nikmat itu dari mereka.

Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan bahwa makna syukur antara lain ialah "menampakkan", dan ini berlawanan dengan kata kufur yang berarti "menutupi". Pada hakikatnya, syukur ialah menampakkan nikmat dengan menggunakannya sebaik mungkin dan sesuai dengan kehendak pemberi. Lebih lanjut, Quraish Shihab memaparkan bahwa munculnya sikap kufur seperti rasa tidak puas hanya menyisakan perasaan tersiksa bagi jiwanya sendiri.

Sikap ini sia-sia belaka karena sama sekali tidak berpengaruh pada kebesaran dan kekayaan Allah SWT.

Asbabun Nuzul Surah Ibrahim Ayat 7

Ayat ini turun dalam konteks dialog antara Nabi Musa AS dan bangsa Yahudi. Allah menceritakan tentang Nabi Musa ketika ia mengingatkan kaumnya kepada hari-hari Allah yang mereka alami dan nikmat-nikmat-Nya yang dilimpahkan kepada mereka.

Yaitu ketika Allah menyelamatkan mereka dari cengkeraman Fir'aun dan para pengikutnya, serta dari siksaan dan penghinaan yang mereka alami. Fir'aun menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka, lalu Allah menyelamatkan mereka dari semuanya itu. Hal tersebut merupakan nikmat yang paling besar.

Bangsa Yahudi adalah kaum yang paling banyak mendapat nikmat dari Allah, namun mereka jugalah kaum yang paling tidak pandai bersyukur. Mereka melupakan semua nikmat yang Allah berikan dan menjadi bangsa yang kufur nikmat. Maka Allah mengingatkan Nabi Muhammad SAW dan umat beliau untuk pandai-pandai bersyukur dan jangan meniru kesalahan bangsa Yahudi.

Sebagai implementasi dari ayat ini, Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menyodorkan sebuah kisah nyata yang diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad: Ada seorang pengemis yang diberi sebutir kurma oleh Nabi SAW, namun pengemis tersebut menolak karena merasa pemberian itu hanya sebutir kurma.

Kemudian datang pengemis lain, Nabi memberinya sebutir kurma yang sama. Pengemis kedua mengucapkan terima kasih dan rasa syukur karena mendapat pemberian dari Nabi meski hanya sebutir kurma. Mendengar rasa syukur pengemis kedua ini, Nabi SAW menambahkan 40 dirham untuknya.

Makna Mendalam Surah Ibrahim Ayat 7

1. Syukur adalah Kunci Tambahan Nikmat

Makna paling fundamental dari ayat ini adalah janji Allah bahwa syukur akan mendatangkan tambahan nikmat. Ini menunjukkan bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Pemurah dan tidak pernah mengurangi nikmat bagi hamba yang bersyukur. Syukur bukanlah kebutuhan Allah, melainkan kebutuhan hamba itu sendiri.

2. Syukur sebagai Bentuk Interaksi Etis dengan Allah

Syukur merupakan bentuk interaksi antara Pencipta dan hamba-Nya di dunia sebagai bentuk rasa syukur atas karunia dan rezeki yang telah dianugerahkan. Syukur mencerminkan hubungan etik antara Allah dan manusia, yang menjadi respons manusia terhadap karunia, kasih sayang, dan firman-firman Allah SWT.

3. Syukur Meliputi Hati, Lisan, dan Perbuatan

Para ulama sepakat bahwa syukur tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan, tetapi harus diwujudkan dengan hati dan perbuatan. Syukur dengan hati berarti menyadari sepenuhnya bahwa segala kenikmatan adalah pemberian Allah. Syukur dengan lisan berarti mengucapkan al-Hamdulillah dan memuji-Nya. Syukur dengan perbuatan berarti menggunakan nikmat sesuai dengan tujuan pemberiannya.

4. Dampak Kufur Nikmat bagi Diri Sendiri

Ayat ini juga mengingatkan bahwa mengingkari nikmat akan berakibat pada azab yang pedih. Azab tersebut bisa berupa dicabutnya nikmat, atau berupa perasaan tidak puas dan kosong dalam jiwa. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis: "Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki(nya) disebabkan dosa yang dikerjakannya".

5. Syukur Membawa Ketenangan dan Kebahagiaan

Dengan bersyukur, umat manusia akan merasakan kedamaian, ketenangan, dan kebahagiaan yang terus meningkat. Sebaliknya, kufur nikmat akan membebani diri sendiri, membuat merasa kurang dan tidak puas.

Hikmah Memahami Surah Ibrahim Ayat 7

1. Mendapatkan Tambahan Nikmat dari Allah

Hikmah pertama dan paling utama dari bersyukur adalah janji Allah untuk menambahkan nikmat-Nya. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang tidak terbatas kepada hamba-Nya yang mau bersyukur. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ibrahim ayat 7: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu".

2. Meraih Ketenangan Jiwa dan Kebahagiaan

Orang yang bersyukur atas nikmat yang diterima akan merasakan kepuasan batin dan memperoleh kebahagiaan. Sebaliknya, orang yang tidak bersyukur kepada Allah SWT akan merasa kosong dan tidak puas dalam jiwanya, serta terus diliputi penderitaan batin dan kesedihan.

3. Menjaga Nikmat agar Tetap Ada

Syukur adalah salah satu alasan untuk menjaga nikmat agar tetap ada bahkan bertambah. Dengan bersyukur, seseorang akan semakin menyadari nilai dari setiap nikmat yang diberikan dan berusaha menjaganya dengan baik.

4. Mendapatkan Keridaan dan Kasih Sayang Allah

Orang yang bersyukur akan mendapatkan keridaan dan kasih sayang dari Allah SWT. Syukur merupakan salah satu indikasi kehormatan seorang hamba di sisi Allah.

5. Mensucikan Jiwa dan Mendorong Kebaikan

Menurut Sayyid Qutb, ada empat manfaat dari bersyukur, antara lain: (1) mensucikan jiwa, (2) mendorong jiwa untuk berbuat kebaikan, (3) syukur dapat melipat gandakan sebuah nikmat, dan (4) syukur sebagai bukti keimanan.

Pertanyaan Seputar Surah Ibrahim

1. Apa isi kandungan surah Ibrahim ayat 7?

Surah Ibrahim ayat 7 mengandung perintah untuk bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Ayat ini menjanjikan tambahan nikmat bagi mereka yang bersyukur dan mengancam azab pedih bagi mereka yang mengingkari nikmat. Kandungan utamanya adalah hubungan antara syukur dengan tambahan nikmat, serta konsekuensi dari kufur nikmat.

2. Mengapa surah ini dinamakan surah Ibrahim?

Surah Ibrahim dinamakan demikian karena di dalamnya mengandung doa Nabi Ibrahim AS. Doa tersebut berisi permohonan agar keturunannya mendirikan salat dan dijauhkan dari menyembah berhala, serta agar kota Mekkah menjadi daerah yang aman.

3. Bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah menurut surah Ibrahim ayat 7?

Menurut para ulama, syukur dapat dilakukan dengan tiga cara: (1) syukur dengan hati—menyadari bahwa segala nikmat adalah pemberian Allah, (2) syukur dengan lisan—mengucapkan al-Hamdulillah dan memuji-Nya, serta (3) syukur dengan perbuatan—menggunakan nikmat sesuai dengan tujuan pemberiannya dan sesuai dengan kehendak pemberi.

4. Apa perbedaan antara syukur dan kufur nikmat?

Syukur berarti "menampakkan" nikmat dengan menggunakannya sebaik mungkin dan sesuai dengan kehendak pemberi. Sedangkan kufur nikmat berarti "menutupi" nikmat, yaitu mengingkari, menyembunyikan, atau tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan.

5. Apa yang dimaksud dengan 'azab yang sangat pedih' dalam surah Ibrahim ayat 7?

'Azab yang sangat pedih' dalam ayat ini dapat berupa dicabutnya nikmat dari seseorang, atau berupa perasaan tidak puas dan kosong dalam jiwa yang menyebabkan penderitaan batin dan kesedihan yang berkepanjangan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |