Doa Duha Atau Dhuha Lengkap dengan Tata Caranya untuk Membuka Pintu Rezeki

3 months ago 48

Liputan6.com, Jakarta Doa Duha atau Dhuha adalah doa sunnah yang dilakukan pada pagi hari, khususnya setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Dzuhur. Doa ini memiliki banyak keutamaan, termasuk memohon rezeki, kesehatan, dan keberkahan hidup. Masyarakat Muslim meyakini bahwa dengan melaksanakan doa duha secara rutin, Allah akan memberikan banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, doa duha juga memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk melaksanakan doa ini sebagai bentuk kedekatan dengan Allah. Salah satu manfaat utama doa duha adalah mendapatkan pahala yang setara dengan melakukan sedekah.

Dengan tata cara yang mudah dan waktu pelaksanaannya yang fleksibel, doa duha menjadi salah satu amalan yang banyak dipraktikkan umat Islam. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (19/9/2025).

Doa Setelah Sholat Dhuha (Arab, Latin, dan Terjemah)

Setelah menyelesaikan rangkaian shalat Dhuha, umat Islam sangat dianjurkan untuk melafalkan doa khusus. Doa ini merupakan permohonan kepada Allah SWT untuk keberkahan rezeki dan kebaikan lainnya, sekaligus menjadi penutup ibadah yang sempurna.

Setiap umat Islam dianjurkan untuk melafalkan bacaan doa setelah shalat Dhuha untuk mendapatkan keutamaan dari shalat sunah ini. Adapun bacaannya berbunyi:

أَللّٰهُمَّ إِنَّ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَاكَ وَجَلَالِكَ وَبِنُورِ وَجْهِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَبِحِفْظِكَ، يَا مُحْفِظُ، أَنْ تُرْزِقَنِي مِنْ فَضْلِكَ الْوَاسِعِ الْمُبِينِ، وَلَا تَحْرِمْنِي رِزْقَكَ الْحَلَالَ الْطَيِّبَ، بِحَقِّ ضُحَاكَ وَجَلَالِكَ وَبِنُورِ وَجْهِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَبِحِفْظِكَ، يَا مُحْفِظُ.

Latin: Allahumma in kaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu wa in kaanafil ardhi fa-akhrijhu wa in kaana mu'assaran fayas sirhu wa in kaana haraaman fa thahhirhu wa in kaana ba'idan fa qarribhu, bi haqqi dhuhaaka wa jalaalika wa bi nuuri wajhika wa quwwatika wa qudratika wa bi hifzhika, yaa muhfizhu, an turzqani min fadhlika alwaasi'il mubiin, wa laa tahrimnii rizqaka alhalaala thayyiba, bi haqqi dhuhaaka wa jalaalika wa bi nuuri wajhika wa quwwatika wa qudratika wa bi hifzhika, yaa muhfizhu.

Artinya: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu serta penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap

Tata cara shalat Dhuha pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan shalat pada umumnya, namun ada beberapa detail yang perlu diperhatikan. Memahami setiap langkah akan membantu pelaksanaan ibadah menjadi lebih sempurna dan sesuai syariat.

Berikut adalah langkah-langkah tata cara shalat Dhuha yang perlu diikuti:

  1. Niat Salat Dhuha: Mulai dengan niat shalat dhuha, ucapannya adalah "Ushallii sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa," yang berarti "Aku niat shalat dua rakaat sunnah Dhuha karena Allah Ta'ala." Niat ini diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
  2. Takbiratul Ihram: Mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu.
  3. Bacaan Doa Iftitah: Kemudian, bacalah doa iftitah sebagai pembuka shalat.
  4. Membaca Surah Al-Fatihah: Bacalah surah Al-Fatihah sebagai bacaan wajib dalam setiap rakaat shalat.
  5. Membaca Surah Pendek Lainnya: Setelah Al-Fatihah, disunahkan membaca surah Ad-Dhuha pada rakaat pertama dan surah Asy-Syams pada rakaat kedua, atau surah lain yang dihafal.
  6. Rukuk: Membungkukkan badan dengan tangan di atas lutut dan membaca doa rukuk.
  7. Iktidal: Berdiri kembali dengan posisi tangan di samping badan.
  8. Sujud Pertama: Sujud dengan menyentuhkan dahi, hidung, kedua tangan, lutut, dan ujung kaki ke lantai, sambil membaca doa sujud.
  9. Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk dengan posisi kaki kiri ditekuk dan kaki kanan tegak, serta membaca doa duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud Kedua: Kembali sujud dan membaca doa sujud.
  11. Bangkit dan Melaksanakan Rakaat Kedua: Berdiri kembali dan melaksanakan rakaat kedua dengan cara yang sama seperti rakaat pertama.
  12. Tasyahud Akhir dan Salam: Setelah selesai rakaat kedua, bacalah tasyahud akhir dan sampaikan salam dua kali, ke kanan dan ke kiri.

Setiap gerakan dan bacaan dalam tata cara ini memiliki makna dan keutamaannya sendiri. Melaksanakan shalat Dhuha sesuai tuntunan akan membantu umat Muslim mendapatkan pahala yang maksimal.

Waktu Pelaksanaan Shalat Dhuha

Sholat dhuha adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan pada waktu pagi hari setelah terbitnya matahari, hingga sebelum waktu Dzuhur tiba. Dalam buku Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa waktu sholat dhuha dimulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit dan berakhir sebelum masuk waktu Dzuhur. Oleh karena itu, umat Islam memiliki fleksibilitas untuk melaksanakan sholat dhuha di waktu pagi ini, sepanjang sebelum memasuki waktu sholat Dzuhur.

Buku Al-Muyassar fi Fiqh al-Islami juga menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk melaksanakan sholat dhuha adalah ketika matahari sudah cukup tinggi, yaitu sekitar sepertiga hari pertama. Hal ini karena waktu tersebut dianggap paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meskipun demikian, sholat dhuha tetap dapat dikerjakan sepanjang waktu yang telah disebutkan, sehingga umat Islam bisa memilih waktu yang lebih mudah bagi mereka.

Selain itu, dalam buku Al-Lu’lu wal-Marjan, Imam Nawawi menekankan bahwa meskipun sholat dhuha bisa dilakukan kapan saja dalam rentang waktu tersebut, lebih dianjurkan untuk melaksanakannya pada saat suasana pagi yang lebih tenang dan penuh berkah. Oleh karena itu, umat Islam sangat disarankan untuk menyegerakan melaksanakan sholat dhuha di waktu-waktu yang lebih utama untuk memperoleh banyak manfaat spiritual.

Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah ibadah sunah yang memiliki banyak keutamaan dan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk rutin melaksanakannya. Berikut adalah beberapa keutamaan shalat Dhuha:

  • Membuka Pintu Rezeki: Orang yang melakukan shalat Dhuha dengan ikhlas dipercaya dapat membuka pintu rezeki. Hal ini karena Allah SWT sangat menghargai ibadah yang dilakukan dengan tulus.
  • Mendapat Ganjaran di Sore Hari: Melaksanakan shalat Dhuha dengan ikhlas akan mendatangkan ganjaran dari Allah SWT.
  • Dijauhi dari Godaan Setan: Melaksanakan shalat Dhuha membantu menjauhkan diri dari godaan dan bisikan setan yang dapat mendorong seseorang untuk berbuat dosa. Shalat ini juga memperkuat keteguhan iman dan kebersihan hati.
  • Ibadah Sunah yang Mengundang Rezeki dan Menghapus Dosa: Shalat Dhuha adalah salah satu ibadah sunah yang dikenal memiliki keistimewaan untuk mendatangkan rezeki dan menghilangkan dosa. Rasulullah SAW mengatakan bahwa setiap ruas tulang dalam tubuh manusia harus bersedekah setiap hari, dan salah satu bentuk sedekah itu adalah shalat Dhuha.
  • Memberi Kebahagiaan dan Ketenangan: Shalat Dhuha dapat membuat orang yang melaksanakannya merasa senang dan bahagia karena ibadah ini menghubungkan seseorang dengan Allah SWT secara lebih dekat, menghilangkan kecemasan, dan memberikan ketenangan.
  • Membuat Tubuh Lebih Sehat: Shalat Dhuha dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental karena melibatkan gerakan tubuh seperti rukuk, sujud, dan bangkit.
  • Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah: Dalam sebuah hadits, shalat Dhuha yang dilakukan dengan ikhlas dapat menerima pahala yang sebanding dengan pahala haji dan umrah. Ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini di mata Allah SWT.
  • Disiapkan Istana di Surga: Rasulullah SAW mengatakan bahwa orang yang sering melakukan shalat Dhuha akan diberi istana di surga oleh Allah SWT. Ini adalah janji besar bagi mereka yang melakukan ibadah ini.
  • Pengganti Sedekah: Beberapa orang menganggap shalat Dhuha sebagai pengganti sedekah kepada anggota tubuh mereka. Shalat membantu menjaga kesehatan otot dan sendi.

Dengan semua keutamaan dan manfaat ini, shalat Dhuha menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Melakukan shalat Dhuha dengan hati yang ikhlas dan penuh kekhusyukan akan membawa banyak berkah dalam kehidupan dunia dan akhirat.

FAQ

1. Apa itu doa Duha? Doa Duha adalah doa yang dibaca setelah selesai melaksanakan shalat sunah Dhuha untuk memohon keberkahan rezeki dan kebaikan lainnya.

2. Kapan waktu terbaik untuk shalat Dhuha? Waktu terbaik untuk shalat Dhuha adalah ketika matahari sudah cukup tinggi dan terasa panas, namun belum mencapai puncaknya.

3. Berapa jumlah rakaat shalat Dhuha? Jumlah rakaat shalat Dhuha dapat dilakukan mulai dari 2 hingga 12 rakaat, tergantung kemampuan masing-masing Muslim.

4. Apa niat shalat Dhuha? Niat shalat Dhuha adalah "Ushallii sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa".

5. Apa saja keutamaan shalat Dhuha? Keutamaan shalat Dhuha antara lain membuka pintu rezeki dan mendapatkan pahala setara haji dan umrah.

6. Apakah ada surah khusus yang dibaca saat shalat Dhuha? Disunahkan membaca surah Ad-Dhuha pada rakaat pertama dan surah Asy-Syams pada rakaat kedua.

7. Apakah doa Duha wajib dibaca setelah shalat Dhuha? Meskipun tidak wajib, membaca doa Duha setelah shalat Dhuha sangat dianjurkan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |