Doa Ketika Berada di Titik Terendah dalam Hidup, Ketenangan dari Ayat dan Sholawat

3 months ago 50

Liputan6.com, Jakarta - Setiap manusia pasti pernah berada di masa tersulit dalam hidupnya. Dalam situasi seperti itu, doa ketika berada di titik terendah dalam hidup menjadi satu-satunya jalan untuk kembali menemukan kekuatan dan ketenangan batin. Doa bukan sekadar permintaan, tetapi bentuk pengakuan bahwa manusia lemah tanpa pertolongan Allah.

Doa ketika berada di titik terendah dalam hidup dalam ajaran Islam mengajarkan sikap pasrah dan tawakal kepada Allah. Setiap kesedihan, kegagalan, atau rasa kehilangan adalah ujian yang membawa hikmah tersembunyi. Karena itu, mendekatkan diri kepada Allah lewat doa adalah wujud keimanan dan keteguhan hati.

Rasulullah SAW mengajarkan agar umatnya selalu mengingat Allah di masa senang maupun susah. Dalam Hadis Riwayat Muslim, disebutkan bahwa seorang mukmin yang bersabar ketika tertimpa musibah akan diganjar pahala yang besar dan diampuni dosanya.

Melalui doa, seseorang belajar menerima ketetapan Allah dengan lapang dada, sambil memohon agar diberi ganti yang lebih baik dari apa yang telah hilang.

Doa Nabi Muhammad SAW Saat Menghadapi Musibah

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk mereka yang sedang diuji adalah doa ketika tertimpa musibah. Doa ini mengandung makna kesabaran, keteguhan, dan keyakinan bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

اللَّهُمَّ أَجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْنِي خَيْرًا مِنْهَا

Allahumma ajurni fi musibati wakhluf li khairan minha

Artinya:“Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibah ini, dan gantilah dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, doa ini dimaknai sebagai bentuk kepasrahan total kepada Allah. Doa tersebut menenangkan hati, karena mengajarkan keyakinan bahwa setiap kesulitan membawa jalan keluar yang lebih baik.

Buya Yahya dalam kajiannya yang berjudul “Doa Saat Ujian Hidup Datang Bertubi-tubi” juga menjelaskan bahwa doa ini perlu dibaca dengan penuh keikhlasan, karena musibah yang diterima seorang hamba adalah jalan Allah untuk mengangkat derajatnya.

Kekuatan dari Ayat At-Taubah Ayat 129

Dalam Al-Qur’an, banyak ayat yang menjadi peneguh iman di masa sulit. Salah satunya adalah Surah At-Taubah ayat 129, yang menegaskan bahwa hanya Allah tempat bergantung yang sejati.

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘azhim

Artinya:“Cukuplah bagiku Allah, tiada Tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku berserah diri, dan Dialah Tuhan Pemilik ‘Arsy yang Agung.”

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menjadi sumber kekuatan bagi orang beriman karena mengandung makna keteguhan hati. Dengan mengucapkannya, seseorang diajarkan untuk menyerahkan seluruh urusan kepada Allah tanpa khawatir terhadap hasilnya.

Ayat ini juga kerap diamalkan oleh para ulama sebagai dzikir harian. Bacaan ini bukan sekadar pelafalan, tetapi bentuk keyakinan bahwa semua urusan hidup ada dalam kendali Allah.

Sholawat Adrikni: Seruan Hati di Saat Terdesak

Selain doa dan ayat Al-Qur’an, umat Islam juga mengenal bacaan sholawat untuk memohon pertolongan ketika hati terasa sesak. Salah satunya adalah Sholawat Adrikni yang termuat dalam Kitab Al-Barzanji, sering disebut juga Sholawat Darurat.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ قَدْ ضَاقَتْ حِيلَتِي آدْرِكْنِي يَا اللهُ يَا رَسُولَ اللهِ

Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad, qad dhaqat hilati, adrikni ya Allah ya Rasulallah

Artinya:“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Sungguh sudah sangat sempit daya dan upayaku. Tolonglah aku ya Allah, wahai Rasulullah.”

Sholawat ini diyakini mampu menenangkan batin yang gundah. Kalimatnya menjadi seruan hati yang menggambarkan kepasrahan total seorang hamba yang sudah merasa tak berdaya.

Dalam kajian Buya Yahya, Sholawat Adrikni disebut sebagai bentuk istighotsah (permohonan tolong) yang paling lembut. Sholawat ini tidak hanya berisi permintaan, tetapi juga pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan Allah.

Menemukan Harapan di Tengah Keterpurukan

Ketika seseorang berada di titik terendah, doa menjadi jalan untuk menyadari bahwa segala ujian adalah bagian dari rencana Ilahi. Sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, ujian hidup adalah cara Allah menghapus dosa dan mengangkat derajat hamba-Nya.

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa tidak ada satu pun musibah yang menimpa seorang Muslim, kecuali Allah akan menghapus dosa-dosanya sebagai bentuk rahmat dan kasih sayang-Nya.

Karena itu, berdoa di masa sulit bukan hanya soal meminta keajaiban, tapi juga cara untuk menguatkan iman. Doa menuntun hati agar tetap percaya bahwa pertolongan Allah selalu dekat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Ala bidzikrillahi tathma’innul qulub” — “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Ayat ini menegaskan bahwa ketenangan tidak datang dari dunia, tetapi dari hubungan yang dekat dengan Sang Pencipta.

Seseorang yang istiqamah dalam berdoa akan menyadari bahwa setiap titik terendah adalah kesempatan untuk tumbuh. Dari doa, manusia menemukan kembali arah hidup dan harapan yang sempat pudar.

Akhirnya, doa ketika berada di titik terendah dalam hidup menjadi simbol keimanan sejati—bahwa dalam setiap kegelapan, selalu ada cahaya pertolongan Allah bagi mereka yang berserah diri, berzikir, dan berdoa dengan sepenuh hati.

People Also Talk:

1. Apa doa terbaik saat berada di titik terendah dalam hidup?Doa yang dianjurkan adalah “Allahumma ajurni fi musibati wakhluf li khairan minha.”

2. Apa arti dari ayat ‘Hasbiyallahu la ilaha illa huwa’?Artinya: “Cukuplah bagiku Allah, tiada Tuhan selain Dia.” Ayat ini menegaskan pentingnya tawakal penuh kepada Allah.

3. Apa fungsi Sholawat Adrikni dalam kehidupan sehari-hari?Sebagai sarana untuk meminta pertolongan Allah dan menenangkan hati di saat tak berdaya.

4. Mengapa doa penting saat menghadapi ujian hidup?Karena doa menjadi media komunikasi antara manusia dan Tuhannya, sekaligus sumber ketenangan batin.

5. Bagaimana agar doa cepat dikabulkan?Dengan niat tulus, memperbanyak istighfar, menjaga waktu-waktu mustajab, dan yakin sepenuhnya bahwa pertolongan Allah pasti datang.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |