Doa Ketika Melihat Ka'bah Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya, Ketahui Adab di Tanah Suci

3 months ago 48

Liputan6.com, Jakarta Doa ketika melihat Ka'bah merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi umat muslim yang berkesempatan mengunjungi Tanah Suci. Melihat Ka'bah secara langsung adalah anugerah luar biasa yang tidak semua orang dapat merasakan.

Mengamalkan doa ketika melihat Ka'bah menjadi salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan. Kesempatan untuk menyaksikan Baitullah ini patut disyukuri dengan sebaik-baiknya melalui doa dan zikir. Setiap muslim yang menjalankan ibadah haji atau umrah dianjurkan untuk mengucapkan doa khusus saat pertama kali melihat Ka'bah.

Mengutip dari buku Sejarah Lengkap Agama-agama Lengkap Ibrahimi dari Masa ke Masa oleh Rizem Aizid (2023), Ka'bah adalah bangunan suci yang terletak di Masjidil Haram, Kota Mekkah, yang menjadi kiblat umat muslim di seluruh dunia. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (19/9/2025).

Doa Ketika Melihat Ka'bah, Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahnya

Saat pertama kali melihat Ka'bah, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk rasa syukur dan pengagungan kepada Allah SWT. Ada dua doa utama yang dapat diamalkan ketika melihat Ka'bah, yang diyakini membawa keberkahan dan kemuliaan.

1. Doa Pertama Ketika Melihat Ka'bah

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَبِرا

Latin: Allahumma zid haadzaal baita tasyriifaa wa ta'dhiimaa wa takriimaa wa mahaabah wa zid man syarafahu wa karramah mimman hajjahu awi'tamarah tasyriifaa wa ta'dhiimaa wa takriimaa wa birra.

Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada Bait (Ka'bah) ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan, mengagungkan, dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kebaikan."

2. Doa Kedua Ketika Melihat Ka'bah

Setelah membaca doa pertama, dilanjutkan dengan doa yang memohon keselamatan dari Allah SWT. Doa ini juga merupakan bentuk pengakuan bahwa segala keselamatan berasal dari-Nya.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ

Latin: Allāhumma antas salām, wa minkas salām, fa hayyinā rabbanā bis salām.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah keselamatan. Dari-Mu keselamatan berasal. Wahai Tuhan kami, berikan kehormatan pada kami melalui keselamatan."

Adab dan Etika Saat Melihat Ka'bah

Ketika berada di hadapan Ka'bah, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan dan diamalkan oleh setiap muslim. Adab-adab ini mencerminkan penghormatan terhadap kesucian Baitullah dan menunjukkan akhlak yang baik sebagai seorang hamba Allah.

1. Mengangkat Kedua Tangan

Saat pertama kali melihat Ka'bah, dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan sambil membaca doa. Gerakan ini menunjukkan sikap memohon dan berserah diri kepada Allah SWT.

2. Mendekat dan Mencium Hajar Aswad

Jika memungkinkan, dianjurkan untuk mendekati Hajar Aswad dan menciumnya. Namun, jika tidak dapat mencium langsung karena kepadatan jamaah, dapat dilakukan dengan mencium tangan kanan kemudian menyentuhkan ke Hajar Aswad.

3. Melambaikan Tangan dari Jauh

Bagi jamaah yang tidak dapat mendekat ke Hajar Aswad, dapat diganti dengan melambaikan tangan dari jauh ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan takbir.

4. Memperbanyak Zikir dan Doa

Selama berada di sekitar Ka'bah, dianjurkan untuk memperbanyak zikir, tasbih, tahmid, dan doa-doa lainnya. Waktu ini merupakan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah.

5. Menjaga Kekhusyukan

Mempertahankan sikap khusyuk dan fokus dalam beribadah merupakan adab penting saat berada di Masjidil Haram.

Waktu Terbaik Memanjatkan Doa di Sekitar Ka'bah

Meskipun doa dapat dipanjatkan kapan saja, ada waktu-waktu tertentu di sekitar Ka'bah yang diyakini lebih mustajab atau lebih dekat dengan Allah SWT. Memanfaatkan momen-momen ini untuk berdoa dapat meningkatkan peluang terkabulnya permohonan.

Beberapa waktu yang dianjurkan untuk berdoa di sekitar Ka'bah antara lain:

  • Saat Pertama Kali Melihat Ka'bah: Momen pertama kali melihat Ka'bah adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, di mana pintu langit terbuka dan permohonan sangat mungkin dikabulkan. Ini adalah waktu yang tepat untuk melafalkan doa ketika melihat Ka'bah.
  • Selama Tawaf: Setiap putaran tawaf adalah kesempatan emas untuk berdoa, terutama saat berada di dekat Hajar Aswad dan antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
  • Di Multazam: Multazam, area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, dianggap sebagai salah satu lokasi paling mustajab untuk memanjatkan doa.
  • Di Hijr Ismail: Hijr Ismail, area setengah lingkaran di sisi Ka'bah, dipercaya sebagai bagian dari Ka'bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS, dan berdoa di sini memiliki keutamaan khusus.
  • Setelah Membaca Doa Melihat Ka'bah: Setelah melafalkan doa khusus saat melihat Ka'bah, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkan dengan doa-doa pribadi, karena pada saat itu pintu langit diyakini terbuka lebar.

Mazhab Syafi'i memiliki rincian yang lebih detail mengenai adab dan tata cara berdoa saat melihat Ka'bah. Mengutip dari kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhazzab karya Imam Nawawi, mazhab Syafi'i menganjurkan untuk membaca doa tertentu sambil menghadap Ka'bah dengan sikap yang sopan dan penuh penghormatan.

Persiapan Spiritual Sebelum Menuju Ka'bah

Perjalanan haji dan umrah adalah perjalanan spiritual yang mendalam, sehingga persiapan spiritual yang matang sangat penting untuk memastikan ibadah berjalan khusyuk dan bermakna. Persiapan ini mencakup aspek batiniah yang akan mendukung kekhusyukan saat berada di tanah suci.

Persiapan spiritual yang dianjurkan meliputi:

  • Memperbanyak Ibadah dan Doa: Meningkatkan kualitas shalat, membaca Al-Qur'an, dan berzikir secara rutin menjelang keberangkatan akan memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT.
  • Mempelajari Ritus dan Tata Cara Ibadah: Memahami dengan seksama tata cara haji dan umrah membantu mempersiapkan diri secara mental dan spiritual, serta memastikan ibadah dilakukan dengan benar.
  • Muhasabah dan Tawakal: Melakukan evaluasi diri (muhasabah) dan menyerahkan segala sesuatu kepada kehendak Allah (tawakal) adalah bagian penting dari persiapan spiritual.
  • Membersihkan Hati dan Niat yang Ikhlas: Membersihkan hati dari kedengkian dan meniatkan ibadah semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk pamer, adalah kunci kekhusyukan.
  • Meminta Maaf kepada Sesama: Sebelum berangkat, memohon maaf kepada keluarga, teman, dan orang-orang terdekat atas kesalahan yang pernah dilakukan adalah adab yang dianjurkan.

Kesalahan Umum dalam Berdoa Saat Melihat Ka'bah

Dalam praktik berdoa ketika melihat Ka'bah, sering terjadi beberapa kesalahan yang dilakukan oleh jamaah haji dan umrah. Mengetahui kesalahan-kesalahan ini penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih sempurna sesuai tuntunan agama.

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah terburu-buru dalam membaca doa tanpa memahami makna dan menghayati setiap kalimat yang diucapkan. Banyak jamaah yang lebih fokus pada kelengkapan bacaan daripada kekhusyukan dan pemahaman terhadap doa yang dibaca. Padahal, kualitas doa lebih penting daripada kuantitas.

Kesalahan kedua adalah tidak menjaga adab saat berada di Masjidil Haram. Beberapa jamaah kadang berperilaku kurang sopan seperti bersuara keras, mendorong jamaah lain, atau tidak menjaga kebersihan. Hal ini tentu tidak sesuai dengan kesucian tempat dan dapat mengurangi khusyuk ibadah orang lain.

Kesalahan lainnya adalah menganggap bahwa hanya ada satu cara atau bacaan doa yang benar saat melihat Ka'bah. Padahal dalam Islam, terdapat variasi dalam praktik ibadah yang semuanya memiliki dasar yang kuat. Sikap fanatik terhadap satu pemahaman saja dapat menimbulkan perpecahan di antara sesama muslim.

Mengutip dari Guidelines for Hajj and Umrah yang diterbitkan oleh Ministry of Hajj and Umrah Saudi Arabia, jamaah diingatkan untuk selalu menjaga adab dan etika selama menjalankan ibadah di Tanah Suci agar mendapat manfaat spiritual yang maksimal.

Kesalahan terakhir adalah tidak mempersiapkan diri secara spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci. Banyak jamaah yang hanya mempersiapkan aspek fisik dan administratif, namun mengabaikan persiapan mental dan spiritual yang sama pentingnya.

FAQ

1. Apakah doa ketika melihat Ka'bah wajib dibaca? Membaca doa saat melihat Ka'bah adalah sunnah, bukan wajib, namun sangat dianjurkan untuk diamalkan.

2. Bolehkah menggunakan bahasa selain Arab saat berdoa di hadapan Ka'bah? Boleh berdoa dengan bahasa apapun, namun lebih utama menggunakan doa-doa yang telah diajarkan dalam bahasa Arab.

3. Kapan waktu terbaik untuk membaca doa melihat Ka'bah? Waktu terbaik adalah saat pertama kali melihat Ka'bah atau setiap kali memandang Ka'bah dari berbagai posisi.

4. Apakah ada perbedaan doa untuk jamaah haji dan umrah? Tidak ada perbedaan khusus, doa melihat Ka'bah dapat dibaca oleh jamaah haji maupun umrah.

5. Bagaimana jika lupa membaca doa saat pertama kali melihat Ka'bah? Tidak masalah, doa dapat dibaca kapan saja selama berada di Masjidil Haram.

6. Apakah anak-anak perlu diajarkan doa melihat Ka'bah? Sangat baik mengajarkan anak-anak doa ini sebagai bagian dari pendidikan agama mereka.

7. Bolehkah membaca doa melihat Ka'bah berkali-kali? Sangat diperbolehkan dan bahkan dianjurkan untuk memperbanyak doa dan zikir di hadapan Ka'bah. 

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |