Liputan6.com, Jakarta Doa minta diangkat penyakit bisa diamalkan sebagai bentuk ikhtiar spiritual. Sakit adalah cobaan yang dapat menimpa siapa saja dalam kehidupan ini. Ketika menghadapi penyakit, umat Islam diajarkan untuk berdoa minta diangkat penyakit dan memohon kesembuhan kepada Allah SWT.
Islam mengajarkan bahwa kesembuhan sejati hanya datang dari Allah SWT sebagai Ar-Rabb dan As-Syafi. Doa minta diangkat penyakit menjadi bentuk tawakkal dan penyerahan diri kepada kehendak-Nya.
Mengutip dari Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian, Syafrowi (2019:198), menjenguk orang sakit dinilai sebagai amal kemanusiaan yang dianggap sebagai ibadah dan qurbah (pendekatan diri kepada Allah SWT). Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (19/9/2025).
Doa Utama Minta Diangkat Penyakit: Arab, Latin, dan Terjemah
Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai doa khusus untuk memohon kesembuhan dari penyakit. Doa utama yang paling sering dibaca adalah doa yang diriwayatkan dalam hadits shahih, yang memiliki makna mendalam tentang keyakinan kepada Allah sebagai Asy-Syafi.
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
Latin: Allahumma rabban-naas adzhibil-ba'sa isyfi antasy-syaafii laa syifaa'a illaa syifaa'uka syifaa'an laa yughadiru saqaman.
Artinya: "Ya Allah Tuhan semua manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah. Engkau adalah Asy-Syafi (Yang Maha Menyembuhkan), tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan bekas penyakit sedikitpun."
Doa ini sangat komprehensif karena mengandung pengakuan terhadap keesaan Allah, permohonan penyembuhan, dan keyakinan bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesembuhan sejati. Kalimat "laa yughadiru saqaman" memiliki makna khusus yaitu kesembuhan yang sempurna tanpa meninggalkan sisa penyakit atau komplikasi.
Doa-Doa Lainnya untuk Memohon Kesembuhan
Selain doa utama, terdapat beberapa doa lain yang diajarkan Rasulullah SAW untuk berbagai kondisi penyakit. Setiap doa memiliki kekhususan dan dapat dibaca sesuai dengan kondisi yang dialami oleh orang yang sakit.
1. Doa untuk Orang Sakit Kepala, Demam, atau Penyakit Lain:
بِسْمِ اللهِ الْعَظِيمِ نَعُوذُ بِاللهِ الْكَبِيرِ مِنْ شَرِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ
Latin: Bismillahil 'Azhimi na'udzu billahil kabiiri min syarri 'irqin na''aarin wa min syarri harrin naar.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Agung, kami berlindung kepada Allah Yang Maha Besar dari kejahatan pembuluh darah yang berdenyut dan dari kejahatan panasnya api."
2. Doa saat Menjenguk Orang yang Sedang Sakit:
أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Latin: As'alullaahal 'azhiima rabbal 'arsyil 'azhiimi ay yasyfiika.
Artinya: "Aku mohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan pemilik Arsy yang agung, semoga Allah menyembuhkan engkau."
Mengutip dari Fiqh al-Ad'iya wa al-Adhkar karya Syaikh Abdul Razzaq Al-Badr, doa-doa ini memiliki keutamaan khusus karena langsung diajarkan oleh Rasulullah SAW dan telah terbukti memberikan manfaat spiritual serta psikologis bagi yang membacanya.
Adab dan Tata Cara Berdoa untuk Kesembuhan
Islam mengajarkan adab khusus dalam berdoa minta diangkat penyakit yang harus diperhatikan agar doa menjadi lebih mustajab. Adab ini mencakup aspek lahiriah maupun batiniah yang harus dipenuhi oleh seorang muslim ketika memohon kesembuhan.
1. Bersuci dan Menghadap Kiblat
Sebelum berdoa, hendaknya bersuci dengan berwudhu dan menghadap kiblat jika memungkinkan. Kebersihan lahir dan batin menjadi syarat penting agar doa lebih khusyuk dan mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
2. Memulai dengan Hamdallah dan Shalawat
Awali doa dengan membaca hamdalah (Alhamdulillahi rabbil 'alamiin) dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini sesuai dengan tuntunan bahwa doa yang diawali dan diakhiri dengan shalawat akan lebih mudah dikabulkan.
3. Berdoa dengan Penuh Keyakinan (Yaqin)
Berdoa dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permohonan adalah kunci utama. Hindari keragu-raguan dan berdoalah dengan hati yang khusyuk serta penuh harapan kepada rahmat Allah.
4. Memilih Waktu-Waktu Mustajab
Pilihlah waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa seperti sepertiga malam terakhir, antara maghrib dan isya, atau setelah shalat fardhu. Pada waktu-waktu tersebut, doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Doa-Doa Khusus untuk Berbagai Jenis Penyakit
Islam memberikan panduan khusus berupa doa-doa yang dapat dibaca untuk berbagai jenis penyakit. Setiap doa memiliki kekhususan dan dapat memberikan manfaat spiritual yang besar bagi yang membacanya dengan penuh keyakinan.
1. Doa untuk Penyakit Perut dan Pencernaan:
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي
Latin: Allahumma 'aafini fi badani, Allahumma 'aafini fi sam'i, Allahumma 'aafini fi bashori.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah kesehatan pada tubuhku, ya Allah berikanlah kesehatan pada pendengaranku, ya Allah berikanlah kesehatan pada penglihatanku."
2. Doa Ruqyah untuk Berbagai Penyakit:
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Latin: A'udzu billahi minasy syaithonir rojiim. Bismillahir rohmaanir rohiim.
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
Doa ruqyah ini kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah, ayat Kursi, dan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, serta An-Nas. Ruqyah merupakan metode penyembuhan spiritual yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW untuk mengatasi berbagai gangguan penyakit.
Mengutip dari Kitab At-Tibb An-Nabawi karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, doa-doa khusus ini memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa karena mengandung nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya yang mulia, sehingga dapat memberikan kesembuhan yang holistik bagi yang mengamalkannya.
Etika Mendoakan Orang Lain yang Sakit
Mendoakan kesembuhan untuk orang lain yang sedang sakit merupakan amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun ada etika dan adab khusus yang harus diperhatikan agar doa menjadi lebih berkah dan bermanfaat bagi yang didoakan.
1. Mendoakan Dengan Ikhlas
Pertama, doakan dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan apapun dari orang yang didoakan. Keikhlasan dalam berdoa akan membuat doa lebih mustajab dan mendapat ridha dari Allah SWT. Hindari berdoa hanya karena ingin mendapat pujian atau pengakuan dari orang lain.
2. Pakai Kata-Kata Baik
Kedua, gunakan kata-kata yang baik dan penuh harapan ketika mendoakan. Hindari kata-kata yang pesimis atau bersifat putus asa. Sebaliknya, doakan dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya yang sedang diuji dengan penyakit.
3. Berikan Bantuan Nyata
Ketiga, jangan hanya berdoa tetapi juga berikan bantuan nyata jika memungkinkan. Kunjungi orang yang sakit, berikan bantuan medis atau material yang dibutuhkan, dan tunjukkan kepedulian yang tulus. Kombinasi antara doa dan amal nyata akan memberikan dampak yang lebih besar.
4. Jaga Privasi dan Aurat
Keempat, jaga privasi dan aurat orang yang sakit. Ketika menjenguk, patuhi etika Islam dalam bergaul dengan lawan jenis dan hormati privasi keluarga yang sedang diuji. Hal ini penting untuk menjaga kehormatan dan kenyamanan semua pihak yang terlibat.
Etika mendoakan orang sakit juga mencakup aspek lintas agama, dimana umat Islam dianjurkan untuk menunjukkan sikap toleran dan empati kepada siapapun yang sedang menderita sakit, tanpa memandang latar belakang agama atau suku bangsa.
FAQ
1. Apakah doa minta diangkat penyakit pasti dikabulkan oleh Allah? Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, sehingga doa akan dikabulkan sesuai dengan hikmah dan waktu yang Allah tentukan.
2. Bolehkah berdoa untuk kesembuhan sambil berobat ke dokter? Ya, bahkan sangat dianjurkan karena Islam mengajarkan untuk berdoa sambil melakukan ikhtiar medis yang maksimal.
3. Apakah ada waktu khusus yang baik untuk membaca doa minta diangkat penyakit? Waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, antara maghrib dan isya, atau setelah shalat fardhu sangat dianjurkan.
4. Bisakah orang yang sedang junub atau haid membaca doa untuk kesembuhan? Doa bisa dibaca kapan saja, namun lebih utama jika dalam keadaan suci untuk mendapat keberkahan yang maksimal.
5. Apakah doa yang dibaca untuk orang lain sama dengan doa untuk diri sendiri? Pada dasarnya sama, namun ada beberapa doa khusus yang diucapkan ketika menjenguk atau mendoakan orang lain.
6. Haruskah membaca doa dalam bahasa Arab atau boleh dengan bahasa lokal? Lebih utama membaca dengan bahasa Arab sesuai tuntunan Rasulullah, namun boleh juga berdoa dengan bahasa yang dipahami.
7. Bagaimana jika penyakit tidak kunjung sembuh meskipun sudah sering berdoa? Tetap sabar dan yakin bahwa Allah memberikan ujian sesuai kemampuan hamba-Nya, dan setiap ujian pasti ada hikmahnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737862/original/091578100_1707368217-fotor-ai-2024020811540.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108148/original/088309000_1587459079-2642016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360668/original/038739700_1611729329-abdullah-faraz-fj-p_oVIhYE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5409213/original/092336400_1762849057-ilustrasi_ceramah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/842877/original/009596200_1428044283-Jenazah-Mpok-Nori-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2803717/original/075543300_1557725237-20190513-Bulan-Ramadan-Momentum-Anak-Anak-Belajar-Al-Quran1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457952/original/085391400_1767067413-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)







