Doa Niat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga dan Wakil: Ketahui Manfaatnya

3 months ago 45

Liputan6.com, Jakarta - Kedudukan zakat sangat penting dalam Islam. Zakat merupakan bagian dari identitas keislaman dan termasuk sebagai rukun Islam. Oleh karena itu, penting bagi seorang muslim untuk mengetahui dan memahami doa niat fitrah untuk diri sendiri, keluarga atau yang diwakilkan.

Dalam perspektif agama, zakat fitrah memiliki dasar yang kuat dari hadis Rasulullah SAW: “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah satu sha‘ kurma atau satu sha‘ gandum atas setiap Muslim, baik merdeka atau hamba sahaya, laki-laki atau perempuan, kecil atau besar” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalil ini menunjukkan sifat universal zakat fitrah yang tidak memandang status sosial maupun usia, melainkan sebagai kewajiban ibadah yang mengikat semua umat Islam.

Dari perspektif sosial, zakat fitrah berfungsi sebagai instrumen distribusi ekonomi yang mampu menekan kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Dalam Jurnal berjudul 'Pengelolaan Zakat Di Indonesia' karya Adanan Murrah Nasution dijelaskan, zakat merupakan sarana komunikasi utama antara manusia dengan sesama dalambermasyarat demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan manusiawi.

Mengingat pentingnya zakat fitrah ini, berikut ini adalah bacaan doa, niat dan tata cara zakat fitrah penunaiannya sesuai syariat.

Doa dan Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga dan yang Diwakili

Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan bahwa zakat fitrah bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan solidaritas sosial dan menjaga kehormatan fakir miskin di hari raya. Dengan adanya zakat fitrah, masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan yang sama di hari kemenangan.

Berikut ini adalah doa zakat fitrah mengutip Buku Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi oleh Ulin Nuha:

Doa Mengeluarkan Zakat Fitrah

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bacaan latin: Rabbanaa taqabbal minnaa, innaka antas samii'ul 'aliim

Artinya: "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui,"

Doa saat Menerima Zakat Fitrah

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Bacaan latin: Ajarakallahu fiimaa a'thaita, wa baaraka fiimaa abqaita wa ja'alahu laka thahuuran

Artinya: "Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu."

Bacaan Niat Zakat Fitrah Diri Sendiri, Keluarga dan Wakil

Niat merupakan hal yang utama, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Perlu dipahami bahwa zakat bisa langsung ditunaikan sendiri, diwakilkan oleh salah satu anggota keluarga (wali: ayah) atau diwakilkan. Lazimnya di Indonesia, zakat sekelurga diwakilkan kepada ayah.

Berikut ini adalah niat zakat Fitrah mengutip rumahzakat.org dan nu.or.id:

1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta'âlâ."

2. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'anni wa 'an jamii'i ma yalzamunii nafaqaatuhum syar'an fardhan lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta'âlâ."

Niat Zakat Fitrah untuk Istri dan Anak Laki-Laki

3. Niat Zakat Fitrah untuk Istri

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an zaujatii fardhan lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'âlâ."

4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an waladii ... (sebutkan nama) fardhan lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ... (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'âlâ."

Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan dan Wakil

5. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Bacaan latin: Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an bintii ... (sebutkan nama) fardhan lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku.... (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'âlâ.

6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (.....) فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan latin: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri 'an ... (sebutkan nama orang yang diwakilkan) fardhan lillahi ta'ala

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk ... (sebutkan nama orang yang diwakilkan), fardu karena Allah Ta'ala."

Kewajiban Zakat Fitrah

Muhammad bin Qasim Al-Ghazi dalam Fathul Qarib mejelaskan, ada tiga kondisi yang membuat orang wajib membayar zakat:

1. Beragama Islam

Zakat fitrah adalah ibadah wajib umat Islam. Oleh karena itu, non-Muslim tidak dikenakan kewajiban ini, karena syarat sah ibadah adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya.

2. Menjumpai waktu wajibnya zakat

Waktu zakat fitrah adalah akhir bagian dari Ramadhan dan awal bagian dari Syawal. Orang yang meninggal sebelum masuk 1 Syawal tak wajib zakat fitrah, begitu pula bayi yang lahir setelah habis bulan Ramadhan.

3. Memiliki Makanan Pokok yang Dibutuhkan Keluarga

yang melebihi dari kebutuhannya dan keluarganya pada saat hari raya atau malamnya. Seseorang hanya wajib mengeluarkan zakat fitrah bila ia memiliki bahan makanan pokok lebih dari kebutuhan dirinya dan keluarganya di malam dan hari raya Idulfitri.

Ini menunjukkan bahwa zakat fitrah ditujukan kepada mereka yang mampu, sedangkan yang tidak memiliki kelebihan makanan tidak dibebani kewajiban.

Tata Cara Menunaikan Zakat

Mengutip baznas.jogjakota.go.id berikut ini adalah tata cara menunaikan zakat fitrah:

1. Telah masuk waktunya

Waktu untuk menunaikan zakat fitrah dimulai sejak awal bulan Ramadhan hingga sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan. Namun terdapat waktu yang dianjurkan untuk menunaikan zakat fitrah yaitu pada saat setelah waktu subuh di tanggal 1 syawal hingga sebelum melaksanakan shalat idul fitri.

Lazimnya, di Indonesia penunaian zakat fitrah pada akhir Ramadhan untuk memudahkan amil zakat mendistribusikan zakat tanpa melanggar batas waktu zakat fitrah, yakni sholat Idul Fitri pada 1 Syawal pagi.

2. Menghitung besaran zakat fitrah

Sebelum menyerahkan zakat fitrah kepada orang yang berwenang atau langsung kepada orang yang berhak menerima zakat fitrah, harus dipastikan dahulu bahwa besaran zakat kita telah sesuai dan tidak kurang dari besaran yang telah ditetapkan.

Besaran zakat fitrah yang telah ditetapkan adalah sebesar 1 shaq kurma/gandum yang jika dikonversi menjadi beras yaitu 2,5kg beras. Besaran zakat fitrah ini tidak boleh kurang dari ketentuan, namun jika ingin memberi lebih dari ketentuan tersebut diperbolehkan.

Di Indonesia, karena mayoritas masyarakat makan beras, maka pembayaran zakat fitrah berupa 3,5 liter atau 2,5 kg beras. Namun, pembayaran zakat fitrah juga boleh berupa uang. Hukum zakat fitrah uang adalah setara nilai 3,5 liter atau 2,5 kg beras.

3. Membaca niat/doa ketika memberikan zakat fitrah

Niat disyaratkan dibaca saat hendak menyerahkan zakat dan di dalam hati namun boleh dilafalkan dengan tujuan memantapkan, adapun niat zakat fitrah berbeda-beda tergantung apakah zakat itu untuk diri sendiri, niat zakat fitrah untuk istri, niat zakat fitrah untuk anak laki-laki, niat zakat fitrah untuk anak perempuan, dan niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan.

Zakat bisa diserahkan langsung kepada penerima ataupun diserahkan kepada amil zakat.

Manfaat Zakat Fitrah

Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Fiqh al-Islami wa Adillatuh (1997), zakat fitrah juga dimaksudkan untuk menyempurnakan puasa Ramadan, sehingga orang yang berpuasa terhindar dari kekurangan dalam amal ibadahnya.

Semenrtara, Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah (2002), menjelaskan, zakat fitrah mengajarkan bahwa keberagamaan tidak hanya berorientasi pada hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga harus berdampak pada hubungan horizontal dengan sesama manusia.

Dengan demikian, zakat fitrah dapat dipandang sebagai ibadah multidimensi: spiritual, sosial, dan ekonomi. Secara spiritual, ia menyempurnakan ibadah puasa; secara sosial, ia mencegah munculnya kecemburuan dan mempererat persaudaraan; dan secara ekonomi, ia menjadi sarana pemerataan rezeki. 

Berikut uraian manfaat zakat fitrah bagi pemberi maupun penerima.

Keutamaan Zakat Fitrah bagi Pemberi

1. Menyempurnakan Ibadah Puasa

Zakat fitrah membantu menyucikan jiwa dari kesalahan yang mungkin dilakukan selama Ramadhan, sehingga puasa menjadi lebih sempurna di sisi Allah.

2. Membantu Kaum Dhuafa

Zakat fitrah bertujuan untuk membantu kaum fakir dan miskin agar mereka dapat merayakan Idul Fitri dengan layak.

3. Bentuk Rasa Syukur

Membayar zakat fitrah adalah bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah selama bulan Ramadhan.

4. Meningkatkan Solidaritas Sosial

Dengan membayar zakat fitrah, umat Islam mempererat tali persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

5. Mendapat Pahala Berlimpah

Zakat fitrah adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, dan Allah menjanjikan pahala besar bagi mereka yang menunaikannya dengan ikhlas.

Manfaat Zakat Fitrah bagi Masyarakat Penerima

1. Mengurangi Dampak Kemiskinan

Dengan adanya zakat fitrah, kaum dhuafa mendapatkan bantuan yang dapat meringankan beban hidup mereka.

2. Mewujudkan Keseimbangan Ekonomi

Distribusi zakat fitrah membantu menciptakan keseimbangan ekonomi dalam masyarakat.

3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Membayar zakat fitrah mengajarkan umat Islam untuk selalu peduli terhadap sesama.

4. Mencegah Ketimpangan Sosial

Zakat fitrah membantu mengurangi kesenjangan sosial antara yang mampu dan yang kurang mampu.

5. Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Dengan berbagi kepada sesama Muslim, rasa persaudaraan dan kebersamaan semakin kuat.

People also Ask:

1. Apa doa zakat fitrah untuk diri sendiri?

Doa atau niat zakat fitrah untuk diri sendiri adalah "Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa" yang artinya "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta'ala". Niat ini diucapkan dalam hati atau lisan saat akan mengeluarkan zakat fitrah sebagai bentuk kepatuhan dan ibadah kepada Allah SWT.

2. Bagaimana doa ijab qobul zakat fitrah untuk diri sendiri?

“Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri 'an nafsi fardhan lillahi ta'ala.” Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri, fardhu karena Allah Lillahi Ta'ala.

3. Apa niat bacaan zakat fitrah?

Doa niat zakat fitrah berbeda-beda tergantung siapa yang dizakati, namun secara umum niat diucapkan dalam hati saat akan membayarkan zakat, sebagai berikut:

Untuk Diri Sendiri: "Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri 'an nafsii fardhan lillaahi ta'aalaa".

Untuk Keluarga: "Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri 'anni wa 'an jamii'i ma yalzamuniy nafaqatuhum fardhan lillaahi ta'aalaa".

4. Apakah ada doa khusus untuk zakat fitrah?

Di samping mengucapkan niat, terdapat doa yang sebaiknya dibaca oleh individu saat melakukan pembayaran zakat fitrah. “Rabbanaa taqabbal minnaa, innaka antas samii'ul 'aliim.” Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |