Doa Qunut Tolak Bala dan Wabah, Permohonan Umat untuk Perlindungan dari Musibah

3 months ago 45

Liputan6.com, Jakarta - Doa Qunut Tolak Bala dan Wabah menjadi salah satu amalan penting yang diajarkan dalam Islam, terutama saat umat menghadapi bencana, wabah penyakit, dan musibah besar lainnya. Dalam ajaran Islam, doa ini diyakini sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar umat terhindar dari marabahaya dan diberikan keselamatan.

Keutamaan doa qunut tolak bala dan wabah tidak hanya terletak pada lafaznya, tetapi juga pada makna mendalam di baliknya. Dengan mengamalkan doa ini, seorang Muslim mengakui sepenuhnya bahwa hanya Allah-lah yang mampu menolak segala bala dan wabah yang melanda.

Lebih dari sekadar bacaan, doa qunut tolak bala dan wabah juga menjadi simbol ketundukan, harapan, dan permohonan umat kepada Sang Pencipta. Dalam sejarah Islam, doa ini sering dibacakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat ketika menghadapi kondisi genting yang mengancam kehidupan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, doa qunut tolak bala dan wabah biasanya dibacakan pada saat sholat berjamaah, terutama ketika umat tengah diuji dengan bencana besar. Qunut ini dikenal juga sebagai Qunut Nazilah, yaitu doa khusus yang dibaca untuk memohon perlindungan dari malapetaka.

Makna Doa Qunut Tolak Bala dan Wabah

Doa ini mencerminkan keyakinan umat Islam bahwa tidak ada kekuatan lain yang mampu menolak bala kecuali Allah SWT. Ketika musibah datang, baik berupa wabah penyakit, kekeringan, atau bencana alam, doa ini menjadi bentuk perisai spiritual.

Lafaz doa qunut tolak bala dan wabah berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنَسْتَهْدِيكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ،اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ، وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ.

Allahumma inna nasta‘īnuka wa nastaghfiruka, wa nastahdīka, wa nu’minu bika, wa natawakkalu ‘alaika, wa nuthnī ‘alaikal khaira kullahu, nasykuruka wa lā nakfuruka, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruka. Allahumma iyyāka na‘budu, wa laka nushallī wa nasjudu, wa ilaika nas‘ā wa nahfidu, narjū rahmataka, wa nakhsyā ‘adzābaka, inna ‘adzābaka al-jidda bil-kuffāri mulhaq.

Artinya:“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon pertolongan kepada-Mu, kami memohon ampun kepada-Mu, kami memohon petunjuk kepada-Mu, kami beriman kepada-Mu, kami bertawakal kepada-Mu, kami memuji-Mu dengan segala kebaikan, kami bersyukur kepada-Mu dan tidak mengingkari nikmat-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu.

Ya Allah, hanya kepada-Mu kami menyembah, kepada-Mu kami sholat dan bersujud, kepada-Mu kami berusaha dan bergegas, kami mengharapkan rahmat-Mu dan kami takut akan azab-Mu. Sesungguhnya azab-Mu yang sungguh-sungguh itu akan menimpa orang-orang kafir.”

Nazilah sebagai Bentuk Kepedulian Umat

Ulama menjelaskan bahwa doa qunut tolak bala dan wabah dapat dibaca secara berjamaah dalam sholat, terutama saat kondisi umat tengah genting. Hal ini menandakan bahwa doa bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk keselamatan bersama.

KH Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya) dalam salah satu ceramahnya menegaskan pentingnya qunut nazilah di masa wabah. Menurutnya, doa tersebut bukan sekadar amalan rutin, tetapi bentuk solidaritas umat yang berharap pertolongan Allah secara kolektif.

Buya Yahya menjelaskan, “Qunut tolak bala adalah seruan kepada umat untuk kembali kepada Allah. Ketika bencana datang, bukan hanya fisik yang diuji, tetapi juga keimanan. Melalui doa, kita meneguhkan keyakinan bahwa semua ada dalam kuasa Allah.”

Bacaan Doa Tolak Bala dan Artinya

Selain qunut, umat Islam juga dianjurkan membaca doa tolak bala berikut:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ، وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ، وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ، وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ، وَأَبْوَابَ القُوَّةِ، وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ، وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ، وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ، وَأَعِذْنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ.

Latin: Allahummaftah lana abwābal khairi, wa abwābal barakah, wa abwāban ni‘mah, wa abwābar rizqi, wa abwābal quwwah, wa abwābash shihhah, wa abwābas salāmah, wa abwābal jannah, wa a‘idznā min kulli balā’id dunyā wa ‘adzābil ākhirah.

Artinya: “Ya Allah, bukakanlah bagi kami pintu-pintu kebaikan, pintu-pintu keberkahan, pintu-pintu kenikmatan, pintu-pintu rezeki, pintu-pintu kekuatan, pintu-pintu kesehatan, pintu-pintu keselamatan, dan pintu-pintu surga. Ya Allah, lindungilah kami dari segala cobaan dunia dan siksa akhirat.”

Doa Sebagai Bentuk Ketundukan dan Tawakkal

Doa qunut tolak bala dan wabah menjadi bukti nyata bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi musibah. Doa ini mengajarkan pentingnya menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha dengan sungguh-sungguh.

Dalam konteks kehidupan modern, doa ini relevan ketika umat menghadapi wabah penyakit atau bencana sosial yang memicu kecemasan. Ia menjadi pengingat bahwa kekuatan spiritual tetap diperlukan di tengah ikhtiar manusia yang rasional.

Keutamaan Membaca Doa Qunut Tolak Bala dan Wabah

Keutamaan pertama, doa ini menjadi permohonan perlindungan dari segala marabahaya. Dengan membacanya, umat menunjukkan harapan agar Allah menolak segala bencana yang sedang atau akan datang.

Kedua, doa ini menguatkan iman dan rasa syukur. Ketika seseorang membaca doa dengan penuh kesadaran, hatinya akan terarah untuk mengingat kebesaran Allah dan bersyukur atas setiap nikmat keselamatan yang diberikan.

Ketiga, doa qunut tolak bala dan wabah menumbuhkan solidaritas antarumat. Dalam sholat berjamaah, qunut dibaca bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dalam menghadapi ujian.

Pentingnya Menghidupkan Qunut Saat Ujian Datang

Para ulama menganjurkan agar umat memperbanyak doa qunut ketika terjadi musibah, wabah, atau bencana besar. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah membaca qunut nazilah selama satu bulan penuh ketika umat Islam ditimpa kesulitan.

Amalan ini menjadi pengingat agar umat tidak hanya fokus pada solusi duniawi, tetapi juga memperkuat sisi spiritual. Qunut tolak bala dan wabah mengajarkan bahwa setiap ujian adalah panggilan untuk kembali mendekat kepada Allah.

Doa Sebagai Peneguh Iman dan Penghapus Dosa

Doa memiliki kekuatan besar untuk menenangkan hati dan menghapus dosa-dosa. Dalam setiap lafaznya, terdapat pengakuan akan kelemahan manusia dan kebesaran Tuhan.

Bagi umat Islam, membaca doa qunut tolak bala dan wabah bukan sekadar ritual, tetapi perwujudan iman yang hidup. Dengan doa, umat diajak untuk berserah dan berharap sepenuhnya kepada Sang Pencipta.

Menghidupkan Spirit Qunut di Masa Kini

Kini, ketika dunia masih kerap dilanda bencana dan wabah, doa qunut tolak bala dan wabah menjadi pengingat akan pentingnya kembali kepada Allah.

Melalui doa ini, umat diajak untuk meneguhkan iman, memperkuat persaudaraan, dan terus berdoa agar dijauhkan dari segala marabahaya.

Doa qunut tolak bala dan wabah bukan hanya permohonan, tetapi juga bentuk cinta umat kepada Allah yang Maha Melindungi dan Maha Menolong.

Semoga dengan membacanya, Allah memberikan ketenangan, kesehatan, serta keselamatan bagi seluruh umat manusia.

People Also Talk:

1. Apa manfaat membaca doa qunut tolak bala dan wabah? Doa ini memberikan ketenangan, memperkuat iman, serta menjadi bentuk perlindungan spiritual dari segala musibah.

2. Kapan waktu terbaik membaca doa qunut tolak bala dan wabah? Bisa dibaca setelah sholat fardhu, terutama pada saat terjadi bencana atau wabah besar.

3. Apakah doa qunut tolak bala dan wabah sama dengan qunut nazilah? Ya, keduanya memiliki tujuan serupa, yakni memohon perlindungan Allah dari bahaya dan musibah.

4. Apakah boleh membaca doa qunut tolak bala secara pribadi di rumah? Boleh. Doa ini dapat dibaca sendiri atau berjamaah, sesuai kemampuan masing-masing.

5. Apa keutamaan spiritual dari membaca doa qunut tolak bala dan wabah? Selain sebagai perlindungan, doa ini menumbuhkan kesadaran akan kekuasaan Allah dan mengajarkan rasa tawakkal yang mendalam.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |