Liputan6.com, Jakarta - Musibah adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia, seringkali datang tanpa diduga. Dalam menghadapi cobaan, umat Muslim diajarkan memohon pertolongan kepada Allah SWT, salah satunya melalui doa Ummu Salamah ketika ditimpa musibah.
Kisah Ummu Salamah, salah satu istri Nabi Muhammad SAW, memberikan teladan luar biasa tentang bagaimana seorang hamba menghadapi kehilangan besar dengan keimanan.
Kalimat istirja' merupakan ucapan yang sangat dianjurkan ketika seseorang menghadapi berbagai bentuk cobaan, baik yang ringan maupun yang berat, termasuk rasa takut, kelaparan, atau kehilangan orang yang dicintai. Tujuannya memperkuat kesabaran seseorang dalam menerima takdir yang menimpanya, seperti dijelaskan dalam buku Majmu Syarif Kamil oleh Tim Shahih (2016).
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (7/10/2025).
Doa Ummu Salamah Ketika Ditimpa Musibah: Teks Arab, Latin, dan Artinya
Ketika seseorang dihadapkan pada musibah, Islam mengajarkan untuk tidak berputus asa, melainkan kembali kepada Allah SWT dengan penuh kesabaran dan doa.
Salah satu doa yang sangat dianjurkan dan memiliki kisah inspiratif di baliknya adalah doa Ummu Salamah ketika ditimpa musibah. Doa ini merupakan ajaran langsung dari Rasulullah SAW yang memberikan ketenangan dan harapan bagi siapa pun yang mengucapkannya dalam kesulitan.
Doa ini dikenal dengan lafaz istirja' yang diikuti dengan permohonan khusus kepada Allah SWT. Berikut adalah teks Arab, transliterasi Latin, dan artinya, sebagaimana dikutip dari buku Misteri Kedahsyatan Dzikir dan Doa oleh Ammi Nur Baits (2015):
Teks Arab: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا
Transliterasi Latin: Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa.
Arti: "Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik."
Doa ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah pengakuan tulus akan kepemilikan Allah atas segala sesuatu dan keyakinan akan janji-Nya.
Dengan mengucapkan doa Ummu Salamah ketika ditimpa musibah ini, seorang Muslim menyatakan penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Ilahi, sekaligus memohon pahala atas kesabarannya dan pengganti yang lebih baik dari apa yang telah hilang.
Kisah Ummu Salamah dan Keutamaan Doa Ini
Kisah Ummu Salamah, salah satu istri Nabi Muhammad SAW, adalah bukti nyata keutamaan dan kekuatan doa Ummu Salamah ketika ditimpa musibah.
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Ummu Salamah adalah istri dari Abu Salamah, seorang sahabat Nabi yang mulia. Ketika Abu Salamah wafat, Ummu Salamah merasakan kesedihan yang mendalam atas kehilangan suaminya.
Dalam kesedihannya, Ummu Salamah teringat akan sabda Rasulullah SAW yang pernah beliau dengar. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa siapa pun Muslim yang tertimpa musibah dan mengucapkan doa yang diajarkan, maka Allah akan memberinya ganjaran atas musibahnya dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.
Ummu Salamah, meskipun awalnya merasa sulit membayangkan ada yang lebih baik dari Abu Salamah, akhirnya mengucapkan doa tersebut dengan penuh keyakinan, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. Muslim.
Benar saja, Allah SWT mengabulkan doanya dengan cara yang tidak terduga. Setelah masa iddahnya berakhir, Rasulullah SAW melamar Ummu Salamah dan menjadikannya salah satu istrinya.
Dari Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika anak seorang hamba meninggal dan hamba tersebut memuji Allah serta mengucapkan istirja', maka Allah akan memerintahkan malaikat untuk membangunkan rumah baginya di surga yang dinamakan Baitul Hamdi (rumah pujian), seperti dicatat dalam HR. Tirmidzi.
Makna Mendalam Kalimat Istirja dalam Islam
Kalimat istirja', yaitu "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali), adalah inti dari doa Ummu Salamah ketika ditimpa musibah dan memiliki makna yang sangat mendalam dalam ajaran Islam.
Ucapan ini bukan sekadar respons spontan terhadap kesedihan, melainkan sebuah deklarasi keyakinan fundamental seorang Muslim tentang hakikat keberadaan.
Ini adalah pengakuan bahwa segala sesuatu di alam semesta, termasuk diri kita, keluarga, harta, dan segala yang kita miliki, adalah milik Allah SWT semata. Perspektif ini membantu seseorang untuk tidak terlalu terikat pada hal-hal duniawi dan menerima kehilangan dengan hati yang lebih lapang.
Ketika musibah datang, baik itu kehilangan orang yang dicintai, harta benda, kesehatan, atau kegagalan, kalimat ini menjadi pengingat bahwa semua itu adalah bagian dari rencana Ilahi dan akan ada hikmah di baliknya.
Al-Qur'an sendiri menegaskan pentingnya kalimat istirja' ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 155-156, yang mengaitkan kesabaran dalam musibah dengan pengucapan istirja' sebagai tanda keimanan.
Keutamaan Mengucapkan Istirja Saat Musibah
Mengucapkan kalimat istirja' dan doa Ummu Salamah ketika ditimpa musibah memiliki banyak keutamaan bagi seorang Muslim. Keutamaan-keutamaan ini tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga menjanjikan ganjaran besar dari Allah SWT di dunia maupun di akhirat.
1. Mendapat Berkat, Rahmat, dan Petunjuk dari Allah SWT
Bagi seorang Muslim yang mengalami musibah dan mengucapkan kalimat istirja', Allah SWT menjanjikan keberkatan, rahmat, serta petunjuk.
Hal ini secara jelas disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 157, menegaskan bahwa mereka yang bersabar dan mengucapkan istirja' adalah orang-orang yang akan mendapatkan anugerah istimewa dari Tuhan mereka dan termasuk golongan yang mendapat petunjuk.
2. Ganjaran Pahala yang Berlimpah
Selain rahmat, mengucapkan kalimat istirja' juga menjanjikan ganjaran pahala yang besar. Ini adalah bentuk penghargaan dari Allah SWT atas kesabaran dan keikhlasan hamba-Nya dalam menghadapi ujian, menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk tetap teguh dalam keimanan meskipun dihadapkan pada kesulitan.
3. Diganti dengan Sesuatu yang Lebih Baik
Sebagaimana yang dialami oleh Ummu Salamah, salah satu keutamaan utama dari doa ini adalah janji Allah untuk mengganti apa yang hilang dengan sesuatu yang lebih baik.
Hadis riwayat Muslim menjelaskan bahwa siapa pun yang mengucapkan doa ini saat musibah, Allah akan memberinya ganjaran dan menggantinya dengan yang lebih baik, menunjukkan kemurahan Allah yang tak terbatas.
4. Dibangunkan Rumah di Surga (Baitul Hamdi)
Bagi orang tua yang kehilangan anaknya dan mengucapkan istirja', Allah SWT menjanjikan sebuah rumah di surga yang dinamakan Baitul Hamdi (rumah pujian). Ini adalah penghormatan luar biasa bagi kesabaran dan keimanan mereka dalam menghadapi cobaan terberat, seperti dijelaskan dalam HR. Tirmidzi.
5. Tanda Cinta Allah kepada Hamba-Nya
Musibah yang menimpa seorang Muslim, jika dihadapi dengan sabar dan istirja', dapat menjadi tanda cinta Allah. Rasulullah SAW bersabda bahwa jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka.
Barang siapa yang ridha terhadap ujian tersebut, maka baginya ridha Allah, mengubah perspektif musibah dari hukuman menjadi anugerah, seperti diriwayatkan dalam HR. Tirmidzi.
Sabar dan Doa: Dua Kunci Menghadapi Ujian
Dalam menghadapi musibah, Islam mengajarkan dua pilar utama yang harus dipegang teguh oleh setiap Muslim: kesabaran dan doa. Kedua hal ini saling melengkapi dan menjadi kunci untuk melewati setiap ujian hidup dengan ketenangan dan keimanan. Doa Ummu Salamah ketika ditimpa musibah adalah manifestasi sempurna dari kombinasi kedua pilar ini.
Kesabaran adalah fondasi pertama.
Ketika musibah datang, reaksi alami manusia mungkin adalah kepanikan, kesedihan, atau bahkan kemarahan. Namun, seorang Muslim diajarkan untuk menahan diri dari reaksi negatif tersebut dan bersabar.
Kesabaran bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menerima takdir Allah dengan hati yang lapang sambil terus berusaha dan berdoa. Allah SWT menjanjikan pahala yang tak terbatas bagi orang-orang yang bersabar, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Az-Zumar ayat 10.
Pilar kedua adalah doa.
Doa merupakan bentuk komunikasi langsung antara hamba dengan Tuhannya, sebuah pengakuan akan kelemahan diri dan ketergantungan mutlak kepada Allah SWT. Melalui doa, seorang Muslim memohon pertolongan, kekuatan, dan jalan keluar dari setiap kesulitan.
Rasulullah SAW menganjurkan untuk memohon perlindungan kepada Allah ketika melihat orang lain tertimpa musibah, menunjukkan pentingnya doa dalam menghadapi ujian, seperti diriwayatkan dalam HR. Tirmidzi.
FAQ
1. Apa itu doa Ummu Salamah ketika ditimpa musibah?
Doa Ummu Salamah adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Ummu Salamah untuk dibaca saat tertimpa musibah. Doa ini mengandung kalimat istirja’ dan permohonan agar Allah mengganti musibah dengan sesuatu yang lebih baik.
2. Bagaimana teks doa Ummu Salamah ketika ditimpa musibah?
Teks Arab: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا
Latin: Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa.
Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibahku dan gantilah dengan yang lebih baik darinya.”
3. Apa makna kalimat istirja’ dalam doa ini?
Kalimat “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” bermakna pengakuan bahwa seluruh makhluk adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ucapan ini menegaskan keikhlasan dan kesabaran seorang Muslim dalam menerima takdir.
4. Siapa Ummu Salamah dan apa kisah di balik doa ini?
Ummu Salamah adalah istri Rasulullah SAW yang kehilangan suaminya, Abu Salamah. Ia membaca doa ini saat berduka, lalu Allah menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik, yaitu menikah dengan Rasulullah SAW sendiri.
5. Apa keutamaan membaca doa Ummu Salamah ketika musibah datang?
Keutamaannya meliputi pahala besar, ketenangan batin, rahmat dan petunjuk dari Allah, serta janji pengganti yang lebih baik atas apa yang hilang. Bahkan, bagi yang sabar, Allah menjanjikan rumah di surga bernama Baitul Hamdi.
6. Kapan waktu terbaik membaca doa ini?
Doa ini dibaca segera setelah seseorang tertimpa musibah, baik kehilangan orang yang dicintai, harta, kesehatan, maupun ujian lainnya. Dianjurkan mengucapkannya dengan hati yang ikhlas dan penuh harap kepada Allah SWT.
7. Apa pelajaran penting dari doa Ummu Salamah bagi umat Muslim?
Doa ini mengajarkan pentingnya sabar, ikhlas, dan yakin pada janji Allah. Setiap musibah bukan akhir, tetapi ujian yang mengangkat derajat dan mendekatkan hamba kepada Sang Pencipta.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469871/original/020958700_1768189841-074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468775/original/008194100_1768015024-isra_miraj6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863975/original/089422800_1718366389-Ilustrasi_sedekah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397208/original/025765600_1681628590-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114271/original/028783800_1588060319-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725346/original/051209800_1706092573-Imam_Syafi_i_Wikimedia_Commons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793782/original/075290100_1556766221-ramadan-3461512_960_720_pixabay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421629/original/013547700_1763953850-339bf3c9-aba1-4aba-bc8b-83c81688b22b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)







