Doa Ziarah Kubur Orang Tua Kita Singkat, Sebagai Penolong di Akhirat

3 months ago 50

Liputan6.com, Jakarta - Tradisi ziarah makam orang tua memiliki posisi penting dalam ajaran Islam, karena selain wujud bakti anak, juga menjadi sarana mendoakan agar kedua orang tua kita mendapat ampunan Allah. Namun, karena padatnya aktivitas seseorang terkadang hanya memiliki waktu terbatas saat berziarah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui doa ziarah kubur orang tua kita singkat.

Ziarah kubur orang orang tua dan mendoakannya sangat dianjurkan. Hal ini terkait dengan amal jariyah yang akan menolong orang tua kita di akhirat. Nabi SAW bersabda, yang artinya: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Dalam konteks ini, doa anak saat berziarah ke makam orang tua termasuk bagian dari amalan yang tidak terputus. Imam Nawawi dalam al-Adzkār menjelaskan, doa dan istighfar dari anak saleh menjadi penolong utama bagi orang tua di alam kubur.

Berikut ini adalah bacaan doa ziarah kubur orang tua kita singkat, supaya di tengah kepadatan jadwal bisa tetap berziarah sebagai wujud bakti kepada orang tua.

Doa Ziarah Kubur Orang Tua Singkat

Melansir jurnal berjudul Tradisi Ziarah Kubur Adat Pusako Usang Desa Bunga Tanjung Kecamatan Tanah Cogok Kabupaten Kerinci, karya Nizam Amyadi Saputra, dkk, IAIN Kerinci, dijelaskan, ziarah kubur bertujuan untuk mendoakan arwah para kerabat, keluarga atau sanak famili yang telah meninggal dunia agar diampuni segala dosanya.

Imam Nawawi dalam Al-Adzkâr mengatakan, para peziarah disunnahkan memperbanyak baca Al-Qur'an, dzikir, dan doa untuk penghuni kubur, termasuk orang tua kita.

Doa Ziarah Kubur Orang Tua Singkat

Berikut ini adalah bacaan doa ziarah kubur orang tua kita singkat:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Latin: Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.

Artinya: Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.

Doa tersebut adalah petikan surat Al-Isra ayat 24. Dalam Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm, ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dalil kewajiban anak mendoakan kedua orang tuanya, sehingga ziarah kubur bukan hanya mengingatkan pada kematian, tetapi juga media doa yang manfaatnya sampai kepada mereka.

Apabila masih ada waktu berdoa, maka doa berikut bisa ditambahkan.

Doa Pengampunan saat Ziarah Kubur Orang Tua

Selanjutnya, untuk mendoakan orang tua yang telah meninggal, berikut bacaan doa yang dapat dibaca saat ziarah kubur seperti dikutip dari laman PPPA Daarul Qur'an:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ

Latin: Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu anhu wakrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bilmai was salji, wal baradi, wa naqqihi minal khathaya, kama yunaqqas saubul abyadu minad danas. Wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a'idzhu min adzabil qabri, wa adzabin nari.

Artinya: "Ya Allah! Ampunilah almarhum (jenazah), berilah dia rahmat-mu, kesejahteraan, serta maafkanlah kesalahannya dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka."

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Ṣaḥīḥ Muslim (Kitāb al-Jana’iz, no. 963) dari ‘Auf bin Mālik. Dicantumkan oleh al-Nawawī dalam al-Adzkār, sebagai doa utama untuk jenazah. Doa ini menjadi salah satu doa paling masyhur yang diajarkan Nabi SAW ketika mendoakan jenazah, juga sangat dianjurkan dibaca saat ziarah kubur. 

Dalam literatur fiqh, doa ini disebut sebagai doa mustaḥabb dibaca ketika shalat jenazah maupun ketika ziarah kubur.

Doa untuk Orang Tua dan Muslimin Secara Umum

Berikut ini adalah lanjutan doa yang dapat dibaca sebagai permohonan rahmat, ampunan, dan syafaat bagi orang tua dan mereka yang bersyahadat secara umum.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ.

Latin: Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘āfihim, wa‘fu ‘anhum. Allāhumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafā’ata ‘alā ahlil qubūri min ahli lā ilāha illallāhu Muhammadun rasūlullāh.

Artinya: Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.

Imam Nawawī menafsirkan doa ziarah kubur sebagai bentuk birrul walidain setelah wafat, juga wujud ukhuwah sesama Muslim. Yang artinya, fadhilah doa tidak hanya akan sampai kepada orang tua melainkan umat Islam secara umum. 

Doa Sapu Jagat, Shalawat dan Al-Fatihah

Dalam Buku Perukunan Melayu Besar karya Haji Abdurrasyid Banjar dan disinggung dalam Kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Utsman bin Yahya disebutkan, doa untuk kedua orang tua yang telah meninggal ada baiknya ditutup dengan doa sapu jagad, shalawat nabi, dan pembacaan Surat Al-Fatihah.

Berikut ini adalah bacaannya.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ …

Latin: Rabbanā ātina fid duniā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nār. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūna, wa salāmun ‘alal mursalīna, wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin, wa ‘alā ālihī, wa shahbihī, wa sallama, wal hamdulillāhi rabbil ‘alamīn.

Artinya: Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam (baca Surat Al-Fatihah).

Doa ini dikutip dari pelbagai sumber, yaitu Kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Utsman bin Yahya (1822 M-1913 M), Perukunan Melayu, dan Majmuk Syarif

Membaca Al-Fatihah

Surat Al-Fātiḥah:

 .بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn Ar-raḥmānir-raḥīm Māliki yaumid-dīn Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghḍūbi ‘alaihim walāḍ-ḍāllīn

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus.(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.

Adab Ziarah Kubur

Dalam Jurnal Tradisi Ziarah Kubur: Agama Sebagai Konstruksi Sosial Pada Masyarakat di Bawean, Kabupaten Gresik oleh Budi Setiawan disebutkan tradisi ziarah kubur sebagai fakta sosial keagamaan berlangsung dalam berbagai struktur sosial masyarakat penganut keagamaan, tetapi juga konstruksi makna, intensitas dan tafsir atas pola perilaku keagamaan sangat tergantung dari seorang atau sekelompok penganut suatu ajaran agama yang yakininya.

Berikut ini adalah adab ziarah kubur sebagai panduan ziarah makam orang tua kita, sesuai dengan syariat:

1. Niat Ikhlas karena Allah

Ziarah dilakukan dengan niat ibadah, bukan untuk kesyirikan, meminta langsung kepada ahli kubur, atau tujuan duniawi. Dalam al-Majmū‘ Syarḥ al-Muhadzdzab, Imam Nawawī menjelaskan bahwa tujuan ziarah adalah tadzakkur al-ākhirah (mengingat akhirat) dan doa untuk mayit.

2. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

Rasulullah SAW ketika berziarah mengucapkan salam:

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Latin: Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn yarhamukumuLlâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

Artinya: Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan [yang telah mendahului dan akan menyusul] kami. Sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian. (Ṣaḥīḥ Muslim; al-Adzkār (Imam Nawawī).

3. Membaca Doa dan Memohonkan Ampunan

Membaca doa seperti: “Allāhumma’ghfir lahum warḥamhum… dst,

atau doa Al-Qur’an “Rabbi ighfir lī wa li-wālidayya warḥamhumā…, dst,

4. Membaca Al-Qur’an (Ulama Ikhtilaf, tapi Dianjurkan)

Sebagian ulama, seperti dalam al-Fatāwā al-Kubrā (Ibn Taimiyyah), membolehkan bacaan Al-Qur’an di kubur, khususnya Surat Yāsīn, dengan pahala dihadiahkan untuk mayit.

5. Tidak Duduk atau Menginjak Kuburan

Rasulullah SAW bersabda: Sungguh, jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya lalu menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur.” (HR. Muslim, no. 971).

Artinya, wajib menjaga adab fisik di area makam.

6. Tidak Meratap atau Melakukan Ritual Syirik

Ulama menegaskan ziarah kubur tidak boleh disertai meratap berlebihan, meminta langsung kepada mayit, atau ritual yang tidak ada tuntunannya.

7. Berdoa untuk Diri Sendiri agar Diingatkan Kematian

Selain mendoakan mayit, peziarah dianjurkan berintrospeksi. Imam al-Qurṭubī dalam at-Tadzkirah menjelaskan, ziarah kubur disyariatkan untuk dua hal: mendoakan mayit dan mengambil pelajaran tentang kematian.

Keutamaan Ziarah Kubur Orang Tua

Merangkum pandangan Imam Nawawī dalam Al-Adzkar, Ibn Qudāmah dalam Al-Mughni dan al-Qurṭubī dalam at-Tadzkirah, ziarah kubur orang tua memiliki keutamaan besar, yakini sebagai wujud bakti setelah wafat, doa anak yang sampai kepada mereka, serta pengingat kuat akan akhirat.

Praktik ini menjadi bagian dari sunnah Nabi SAW, sekaligus memperkuat ikatan spiritual antara anak dan orang tuanya meski telah berpisah oleh kematian.

Berikut ini adalah keutamaan berziarah orang Tua:

1. Wujud Birrul Walidain (Bakti kepada Orang Tua) Setelah Wafat

Salah satu bentuk bakti anak setelah orang tua wafat adalah berziarah ke makam mereka dan mendoakan ampunan. Ziarah ke makam orang tua adalah kelanjutan nyata dari bakti tersebut.

Hal ini sesuai dengan hadis, yang artinya: Sesungguhnya sebaik-baiknya bentuk bakti adalah seseorang menyambung hubungan dengan sahabat ayahnya setelah ayahnya meninggal.” (HR. Muslim, no. 2552).

2. Doa Anak Sampai Kepada Orang Tua

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: Apabila anak Adam meninggal, terputus amalnya kecuali tiga hal … anak saleh yang mendoakannya. (HR. Muslim, no. 1631).

Doa anak adalah amal paling utama yang terus bermanfaat bagi orang tua setelah wafat. Maka berziarah sambil mendoakan orang tua termasuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir kepada mereka.

3. Mengingatkan kepada Kematian

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: Dulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang berziarahlah, karena itu akan mengingatkan kalian pada akhirat.” (HR. Muslim, no. 977).

Al-Qurṭubī  menjelaskan, Ziarah kubur disyariatkan untuk dua hal, mendoakan mayit dan mengambil pelajaran tentang kematian. Dengan demikian, anak yang rutin menziarahi makam orang tuanya akan semakin sadar bahwa ia juga akan kembali kepada Allah.

People also Ask:

1. Baca doa apa untuk ziarah ke makam orang tua?

Latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa'fu 'anhu wa 'aafìhii, wa akrim nuzuulahu wawassi' mudkholahu, waghsilhu bimaa'i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.

2. Tata cara ziarah kubur orang tua singkat?

Tata cara ziarah kubur singkat untuk orang tua adalah berwudu, kemudian mengucapkan salam kepada ahli kubur, dilanjutkan dengan membaca istigfar, doa, dan surat pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas sambil menghadap kiblat. Hindari duduk atau berjalan di atas makam, tidak berlebihan menangis, dan boleh menyiram air atau menabur bunga di atas kuburan.

3. Surah apa yang dibaca untuk ziarah kubur?

Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.

4. Datang ke makam mengucapkan apa?

Ucapan ziarah kubur meliputi salam kepada ahli kubur dan doa untuk mereka. Salam yang umum dibaca adalah "Assalamu'alaikum ya ahlal kubur, ya ghfirullah lanaa wa lakum antum salafuna wa nahnu bil-atsar", yang berarti "Salam sejahtera semoga terlimpah kepada kalian wahai penghuni kubur, semoga Allah mengampuni (dosa) kami dan kalian. Kalian adalah pendahulu kami dan kami akan menyusul kalian". Setelah itu, dilanjutkan dengan doa permohonan ampun seperti "Ya Allah, ampunilah orang-orang yang disemayamkan di sini..." atau "Allāhummaghfir lahum, warhamhum, wa 'āfihim, wa 'fu 'anhum"

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |