GRAB terus mendorong pengusaha mikro, kecil, dan menengah di pasar memanfaatkan berbisnis secara digital. “Mulai dari pedagang sayur, penjual ikan, kebutuhan rumah tangga, bisa juga masuk ke digitalisasi Grab. Kami mendukung semuanya, bukan hanya Grab Food Merchant,” kata Head of Expansion Territory Grab Indonesia, Yose Tireza Arizal, di Balai Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Kamis, 18 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Yose saat melaporkan pelaksanaan program "Kota Masa Depan Berani Digital". Yose menjelaskan, Kota Masa Depan merupakan program pendampingan percepatan digitalisasi UMKM. Tujuannya agar pengusaha UMKM dapat berkontribusi terhadap pendapatan ekonomi daerah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Yose mengatakan, sejak awal pelaksanaan pada 2021 hingga saat ini, Grab telah menggelar program Kota Masa Depan Berani Digital di 17 kota dengan total lebih dari 200 ribu pengusaha UMKM sebagai peserta pendampingan.
Di Banjarmasin, kata Yose, program pendampingan dilaksanakan pada April–Mei 2026. Selama empat bulan tersebut, Grab melaksanakan kegiatan bimbingan bisnis digital, pelatihan pemasaran, hingga literasi keuangan termasuk akses permodalan.
Adapun Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM, Yogia Prihartini, menyatakan Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Ia memperkirakan nilai ekonomi digital di Indonesia mencapai US$ 100 miliar. Pertumbuhan itu didorong oleh pesatnya perkembangan e-commerce, layanan transportasi dan pengantaran digital, hingga pembayaran digital.
Menurut Yogia, kemampuan memanfaatkan inovasi teknologi menjadi peluang bagi pengusaha UMKM naik kelas. Misalnya, pemanfaatan transportasi digital yang memungkinkan pengusaha menekan beban operasional, memperluas jangkauan pasar, mengoptimalkan pengelolaan data dan informasi, dan meningkatkan kolaborasi ataupun kemitraan.
Selain itu, Yogia mencontohkan peluang berjualan melalui e-commerce. Yogia mengatakan, sekitar 215 juta masyarakat Indonesia merupakan pengguna aktif. “Angka ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar digital dan pengguna belanja online terbesar di kawasan Asia,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda menilai UMKM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bertahan di tengah persaingan yang semakin dinamis.
Sebab, pengusaha, kata Ananda, kini dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat hingga metode pemasaran agar mampu bersaing di pasar. “Digitalisasi bukan sebagai pengganti cara berdagang yang selama ini telah berjalan baik, melainkan sebagai sarana untuk memperluas peluang usaha,” ucapnya.

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)














