Liputan6.com, Jakarta - Doa menjadi bagian paling intim dari hubungan manusia dengan Tuhannya. Dalam Islam, hadits keutamaan doa menegaskan betapa besar kedudukan doa di sisi Allah. Rasulullah SAW bahkan menggambarkan doa sebagai inti dari ibadah itu sendiri, sehingga setiap ucapan yang keluar dari hati yang tulus akan menjadi jembatan antara hamba dan Sang Pencipta.
Berbagai hadits keutamaan doa juga menunjukkan bahwa setiap kali seorang hamba menengadahkan tangannya dan menyebut nama Allah dengan penuh keikhlasan, maka Allah mendengarkan. Di balik kesungguhan itu, tersimpan janji bahwa tidak ada doa yang sia-sia, meskipun hasilnya tak selalu tampak segera.
Doa juga merupakan wujud pengakuan atas kelemahan diri dan kekuasaan Allah yang tanpa batas. Melalui doa, manusia menegaskan tauhidnya: bahwa tidak ada tempat bergantung selain kepada Allah semata.
Imam As-Suyuthi dalam kitab Lubbabul Hadis bab ke-19 menuliskan sepuluh hadis tentang fadhilah doa, yang menunjukkan bahwa doa bukan hanya permintaan, melainkan tanda ketaatan dan keimanan.
Doa Sebagai Inti Ibadah
Rasulullah SAW bersabda:
الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ
Ad-du‘a mukhkhul ‘ibadah
Artinya: “Doa adalah intinya ibadah.” (HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik)
Makna dari hadits ini dijelaskan oleh Imam An-Nawawi Al-Bantani bahwa doa menjadi inti ibadah karena di dalamnya terdapat kepasrahan total kepada Allah. Saat seseorang berdoa, ia sedang menegaskan bahwa segala sesuatu hanya bergantung kepada kehendak Allah semata.
Doa yang tulus menjadi jalan seseorang untuk memperbaiki hatinya, menjernihkan niat, dan memperkuat keyakinan. Tidak heran bila doa disebut sebagai senjata mukmin dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Allah Menyukai Orang yang Tekun Berdoa
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُحِبُّ الْمُلِحِّيْنَ فِي الدُّعَاءِ
Inna Allaha ta‘ala yuhibbul mulihhina fid du‘a
Artinya: “Sungguh Allah Ta‘ala mencintai orang-orang yang tekun dalam berdoa.” (HR. Al-Hakim dari Aisyah r.a.)
Ketekunan dalam berdoa menunjukkan kesabaran dan keyakinan yang mendalam. Seorang hamba tidak menyerah meski belum melihat hasilnya, sebab ia yakin setiap doa akan dijawab pada waktu terbaik menurut Allah.
Keutamaan Doa di Sisi Allah
Rasulullah SAW bersabda:
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ
Laisa shay’un akrama ‘alallahi ta‘ala minad du‘a
Artinya: “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah selain doa.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah r.a.)
Hadis ini menunjukkan bahwa doa adalah ibadah termulia karena mengandung pengakuan atas kebesaran Allah dan ketundukan total seorang hamba.
Doa dan Janji Pertolongan Allah
Rasulullah SAW bersabda:
يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى يَا عَبْدِي أَنَا عِنْدَ ظَنِّكَ وَأَنَا مَعَكَ إِذَا دَعَوْتَنِي
Ya ‘abdi ana ‘inda zhannika wa ana ma‘aka idza da‘autani
Artinya: “Wahai hamba-Ku, Aku sesuai persangkaanmu, dan Aku bersamamu ketika engkau berdoa kepada-Ku.”
Hadis ini menjadi pengingat agar setiap doa disertai dengan prasangka baik kepada Allah. Semakin yakin seseorang terhadap rahmat Allah, semakin besar pula kemungkinan doanya dikabulkan.
Doa yang Ditinggalkan Menimbulkan Murka
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَمْ يَدْعُ اللهَ تَعَالَى يَغْضَبْ عَلَيْهِ
Man lam yad‘u Allaha ta‘ala yaghdhab ‘alayh
Artinya: “Siapa yang tidak berdoa kepada Allah, maka Dia akan murka kepadanya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadis ini menunjukkan bahwa meninggalkan doa termasuk bentuk kesombongan, sebab menolak berdoa berarti merasa tidak membutuhkan Allah.
Doa sebagai Senjata Mukmin
Rasulullah SAW bersabda:
الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Ad-du‘a silahul mu’min wa ‘imadud din wa nurus samawati wal ardh
Artinya: “Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit serta bumi.” (HR. Abu Ya‘la dan Al-Hakim dari Ali r.a.)
Dengan doa, seorang mukmin memiliki kekuatan batin yang tidak bisa dipatahkan oleh keadaan.
Doa Orang yang Teraniaya Mustajab
Rasulullah SAW bersabda:
دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ مُسْتَجَابَةٌ وَإِنْ كَانَ فَاجِرًا
Da‘watul madzlum mustajabah wa in kana fajiran
Artinya: “Doa orang yang dizalimi pasti dikabulkan, meskipun ia pendosa.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)
Hadis ini menegaskan bahwa keadilan Allah berlaku bagi semua makhluk-Nya. Doa orang yang teraniaya naik langsung ke langit tanpa penghalang.
Takutlah Akan Doa Orang yang Teraniaya
Rasulullah SAW bersabda:
اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهَا تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ
Ittaqu da‘watal madzlum fa innaha tuhmalu ‘alal ghamam
Artinya: “Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi, karena doanya dibawa di atas awan.” (HR. Ath-Thabarani dan Ad-Dhiya’)
Hadis ini menjadi peringatan agar tidak menzalimi siapapun, sebab doa orang yang teraniaya adalah doa yang paling cepat dikabulkan.
Doa Orang Kafir Pun Didengar
Rasulullah SAW bersabda:
اتَّقُوا دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ وَإِنْ كَانَ كَافِرًا
Ittaqu da‘watal madzlum wa in kana kafiran
Artinya: “Takutlah terhadap doa orang yang dizalimi meskipun ia kafir, karena tidak ada penghalang antara doanya dan Allah.” (HR. Ahmad)
Hadis ini memperlihatkan keluasan rahmat Allah yang tidak terbatas pada agama, melainkan pada keadilan universal.
Doa, Cermin Keimanan Sejati
Dari seluruh hadits keutamaan doa tersebut, jelas bahwa doa bukan hanya bentuk permintaan, tetapi juga manifestasi tauhid, kerendahan hati, dan harapan.
Doa adalah jembatan antara bumi dan langit, antara hati manusia dengan rahmat Allah. Tidak ada batasan waktu atau tempat untuk berdoa, sebab setiap bisikan tulus akan sampai ke hadapan-Nya.
Oleh karena itu, jangan pernah berhenti berdoa. Sebab doa yang belum dikabulkan hari ini mungkin sedang disimpan Allah untuk waktu yang paling indah.
People Also Talk
1. Apa arti hadits “Doa adalah inti ibadah”? Hadis ini berarti doa adalah bentuk tertinggi dari penghambaan kepada Allah, sebab di dalam doa terkandung pengakuan atas kelemahan dan kebutuhan manusia kepada Tuhannya.
2. Mengapa doa disebut senjata orang mukmin?Karena doa memberi kekuatan batin yang mampu menenangkan hati dan menghadirkan pertolongan Allah di saat sulit.
3. Apakah doa orang kafir juga dikabulkan?Ya, dalam konteks keadilan Allah, doa orang yang teraniaya meskipun kafir tetap bisa dikabulkan.
4. Apa akibatnya jika seseorang meninggalkan doa?Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah akan murka kepada orang yang tidak mau berdoa, karena itu berarti ia sombong dan merasa tidak butuh Allah.
5. Kapan waktu terbaik untuk berdoa?Waktu terbaik antara lain sepertiga malam terakhir, saat sujud, setelah sholat wajib, dan pada hari Jumat menjelang maghrib.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469871/original/020958700_1768189841-074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468775/original/008194100_1768015024-isra_miraj6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863975/original/089422800_1718366389-Ilustrasi_sedekah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2798272/original/079059200_1557206746-20190507-Mengisi-Waktu-Berpuasa-dengan-Tadarus-ARBAS-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397208/original/025765600_1681628590-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3114271/original/028783800_1588060319-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4725346/original/051209800_1706092573-Imam_Syafi_i_Wikimedia_Commons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3360466/original/061604200_1611722074-the-dancing-rain-N1xBagwnR1E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2793782/original/075290100_1556766221-ramadan-3461512_960_720_pixabay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421629/original/013547700_1763953850-339bf3c9-aba1-4aba-bc8b-83c81688b22b.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4737864/original/087768800_1707368307-fotor-ai-20240208115418.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3463003/original/093162800_1621761005-20210523-Puncak-Arus-Balik-Lebaran-IQBAL-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045104/original/041213400_1733897746-1733893370607_tujuan-isra-miraj-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4660564/original/081485600_1700737006-isra_miraj.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158583/original/033672200_1741665428-kata-kata-sahabat-nabi.jpg)





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5316291/original/015050100_1755231247-5.jpg)







