Ini Kejadian Besar Sebelum Kiamat: Tanda-Tanda yang Tak Terhindarkan

3 months ago 37

Liputan6.com, Jakarta - Hari Kiamat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Memahami tanda-tanda dan kejadian besar sebelum kiamat adalah bagian dari keimanan tersebut.

Tanda-tanda besar adalah peristiwa luar biasa yang akan terjadi menjelang kehancuran total alam semesta. Penelitian tentang konsep Hari Kiamat dalam Islam berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW sebagai sumber utama, hal ini dijelaskan dalam jurnal Budi Pekerti Agama Islam, “Hari Kiamat dalam Perspektif Hadis” oleh Muhammad Rif'at Farid Jamali dan Sholahuddin Al Ayubi.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Senin (6/10/2025).

Enam Perkara Penting Menjelang Kiamat Menurut Rasulullah SAW

Rasulullah SAW telah menyebutkan beberapa perkara penting yang akan terjadi menjelang Hari Kiamat. Perkara-perkara ini menjadi peringatan bagi umat Islam untuk senantiasa waspada dan mempersiapkan diri menghadapi kejadian besar sebelum kiamat.

Imam Ibnu Katsir dalam Kitab An Nihayah menjelaskan enam perkara yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, yang disampaikan kepada Abdullah bin ‘Amr. Peristiwa-peristiwa ini menggambarkan serangkaian perubahan signifikan di akhir zaman.

  1. Wafatnya Rasulullah SAW. Perkara pertama yang disebutkan adalah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Ini adalah peristiwa besar yang mengguncang para sahabat, menjadi awal dari serangkaian kejadian besar lainnya.
  2. Harta Melimpah Ruah. Setelah wafatnya Nabi, akan terjadi masa di mana harta melimpah ruah di tengah umat. Kekayaan akan begitu banyak sehingga seseorang yang diberi upah sepuluh ribu dinar mungkin belum rela menerimanya.
  3. Huru-hara yang Memasuki Setiap Rumah. Munculnya huru-hara atau fitnah yang akan memasuki setiap rumah, mengindikasikan bahwa kekacauan dan ujian akan menyebar luas, tidak hanya di tempat umum tetapi juga mempengaruhi kehidupan pribadi.
  4. Kematian Bagaikan Buduk Kambing. Akan terjadi wabah kematian yang menyebar dengan cepat, seperti penyakit buduk kambing (Qushash atau Qu'ash Al-Ghanam) yang membunuh ternak dengan sangat cepat, menunjukkan skala kematian yang masif.
  5. Gencatan Senjata dengan Bani Ashfar, Lalu Pengkhianatan. Akan terjadi gencatan senjata atau perjanjian damai antara umat Islam dan Bani Ashfar (bangsa Eropa atau Romawi). Namun, perjanjian ini akan dikhianati oleh Bani Ashfar, yang kemudian akan menghimpun kekuatan besar untuk menyerang umat Islam dengan delapan puluh bendera, di bawah setiap bendera terdapat dua belas ribu tentara.
  6. Ditaklukkannya Suatu Kota. Perkara terakhir adalah ditaklukkannya sebuah kota besar. Rasulullah SAW mengonfirmasi bahwa kota yang akan ditaklukkan adalah Konstantinopel, bukan Roma, sebagai salah satu tanda besar menjelang Kiamat.

Keenam perkara ini menjadi pengingat bagi umat Islam akan pentingnya kesiapan spiritual dan kewaspadaan terhadap dinamika akhir zaman.

Sepuluh Tanda Besar Kiamat (Al-`Alāmāt Al-Kubrā)

Selain enam perkara di atas, terdapat sepuluh tanda besar Kiamat yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Tanda-tanda ini bersifat luar biasa dan akan terjadi secara global, menandakan semakin dekatnya Hari Kiamat.

Hadis dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim (No. 2901) menjelaskan sepuluh tanda ini sebagai peristiwa yang harus disaksikan sebelum Kiamat terjadi.

Ibn Kathīr dalam karya monumentalnya An-Nihāyah fī al-Fitan wa al-Malāḥim, menjelaskan bahwa sepuluh tanda besar Kiamat merupakan fase-fase krusial menjelang kehancuran dunia.

Ia menyebutkan secara rinci kemunculan Dajjal, turunnya Nabi Isa ‘alaihis-salām, serta keluarnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai bentuk bencana global yang mengacaukan dunia.

  1. Munculnya Asap (Dukhan). Asap tebal akan menyelimuti bumi selama empat puluh hari empat puluh malam. Asap ini akan menyebabkan Muslim merasakan seperti pilek, sementara orang kafir akan mengalami sesak napas dan keluar cairan dari telinga mereka.
  2. Munculnya Dajjal. Dajjal adalah sosok pembawa fitnah terbesar yang akan merenggut keimanan banyak orang. Ia memiliki kemampuan luar biasa untuk menyesatkan manusia, dan kemunculannya merupakan ujian iman yang sangat berat.
  3. Munculnya Binatang Melata (Dabbah al-Ard). Akan muncul binatang melata dari bumi yang dapat berbicara dengan manusia. Binatang ini akan membedakan antara mukmin dan kafir, memberikan tanda pada setiap orang.
  4. Terbitnya Matahari dari Arah Barat. Ini adalah salah satu tanda paling mencolok yang akan menutup pintu taubat. Setelah peristiwa ini terjadi, keimanan seseorang yang sebelumnya kafir tidak akan lagi diterima, begitu pula taubat yang dilakukan.
  5. Turunnya Nabi Isa AS. Nabi Isa AS akan turun kembali ke bumi, bekerja sama dengan Imam Mahdi untuk memberantas musuh-musuh Allah, termasuk Dajjal. Beliau akan memimpin umat Islam dan menegakkan keadilan.
  6. Munculnya Ya'juj dan Ma'juj. Ya'juj dan Ma'juj adalah kaum perusak yang akan keluar dan menyebar kekacauan di muka bumi. Mereka akan sangat banyak dan kuat, sehingga tidak ada manusia yang mampu menghentikan mereka kecuali Allah SWT.
  7. Tiga Gerhana (Khasf) di Timur. Akan terjadi penenggelaman bumi atau gerhana besar di wilayah timur.
  8. Tiga Gerhana (Khasf) di Barat. Akan terjadi penenggelaman bumi atau gerhana besar di wilayah barat.
  9. Tiga Gerhana (Khasf) di Jazirah Arab. Akan terjadi penenggelaman bumi atau gerhana besar di Jazirah Arab.
  10. Munculnya Api dari Yaman. Api besar akan keluar dari Yaman dan menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka di Syam. Ini adalah tanda terakhir sebelum Kiamat benar-benar terjadi.

Tanda-tanda ini menunjukkan skala dan intensitas kejadian besar sebelum kiamat yang akan datang, menyeru umat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan keimanan.

Urutan Kemunculan Tanda-Tanda Besar Kiamat

Meskipun banyak hadis menyebutkan tanda-tanda besar Kiamat, urutan pasti kemunculannya seringkali menjadi perdebatan di kalangan ulama. Beberapa hadis menggunakan huruf sambung “wawu” yang tidak selalu menunjukkan urutan kronologis. Namun, ada riwayat yang memberikan petunjuk mengenai keterkaitan dan urutan sebagian tanda.

Para ulama seperti Ibnu Hajar al-‘Asqalani dan Ibnu Katsir telah mencoba menggabungkan berbagai riwayat untuk memahami urutan ini. Ibnu Hajar dalam Fat-hul Baari berpendapat bahwa keluarnya Dajjal adalah tanda besar pertama yang mengisyaratkan perubahan keadaan umum di muka bumi, yang berakhir dengan wafatnya Nabi Isa AS.

Sementara itu, terbitnya matahari dari barat adalah tanda besar pertama yang mengisyaratkan perubahan alam atas (tata surya), yang berakhir dengan datangnya Kiamat.

Adapun al-Hafizh Ibnu Katsir memiliki pandangan sedikit berbeda, ia menganggap keluarnya binatang besar yang aneh sebagai tanda Kiamat besar pertama yang terjadi di muka bumi, karena kemampuannya berbicara dan membedakan mukmin-kafir adalah hal yang tidak biasa. Sedangkan terbitnya matahari dari barat adalah tanda Kiamat pertama yang terjadi di langit.

Pandangan-pandangan ini menunjukkan kompleksitas dalam memahami kronologi kejadian besar sebelum kiamat.

Secara umum, para ulama sepakat bahwa ketika tanda besar Kiamat yang pertama muncul, tanda-tanda berikutnya akan keluar secara berurutan, seperti mutiara yang terangkai pada seutas benang. Jika benang itu putus, maka mutiara-mutiara akan berjatuhan satu per satu. Ini menunjukkan bahwa setelah tanda pertama muncul, Kiamat akan datang dengan cepat, sebagaimana dijelaskan dalam Asyraathus Saa’ah oleh Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil.

Kondisi Umat dan Ujian Iman di Akhir Zaman

Menjelang Hari Kiamat, kondisi umat manusia akan mengalami kemerosotan moral dan spiritual. Berbagai hadis menggambarkan betapa beratnya ujian keimanan pada masa tersebut, di mana nilai-nilai agama akan tergerus dan kemaksiatan merajalela. Ini menjadi bagian dari kejadian besar sebelum kiamat yang harus diwaspadai.

  • Salah satu tanda kecil Kiamat yang menonjol adalah munculnya pemimpin-pemimpin yang zalim dan tidak adil.

Ketika keadilan ditinggalkan dan kekuasaan disalahgunakan, hal ini menjadi bagian dari fitnah akhir zaman. Imam Ibn Hajar al-‘Asqalānī dalam Fatḥ al-Bārī menegaskan bahwa kemunculan pemimpin zalim adalah tanda Kiamat karena menyebabkan kerusakan di bumi dan kebinasaan manusia.

  • Selain itu, akan ada kelompok manusia yang menghalalkan hal-hal yang diharamkan, seperti zina, sutra (bagi laki-laki), khamar, dan alat musik.

Hadis dari Shahih Bukhari (No. 5590) menyebutkan bahwa akan ada dari umat Nabi yang melakukan hal tersebut. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighāthat al-Lahfān min Maṣāyid al-Shayṭān menjadikan hadis ini sebagai dalil atas larangan musik dan nyanyian, serta peringatan akan fitnah akhir zaman yang ditandai dengan perilaku permisif terhadap maksiat.

Ujian keimanan juga akan sangat berat, digambarkan seperti menggenggam bara api. Hadis riwayat Tirmizi (No. 2260) menyebutkan bahwa akan datang suatu masa di mana orang yang bersabar dalam memegangi agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.

  • Fenomena lain adalah hilangnya ilmu agama dengan wafatnya para ulama.

Ini yang menyebabkan masyarakat mengangkat orang-orang bodoh sebagai pemimpin agama yang berfatwa tanpa ilmu, sehingga menyesatkan diri sendiri dan orang lain, sebagaimana dijelaskan dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (No. 7307).

Hari Kiamat dan Kehidupan di Akhirat

Hari Kiamat adalah puncak dari seluruh kejadian besar sebelum kiamat, dan akan menjadi awal dari kehidupan abadi di akhirat. Dalam Islam, hari ini memiliki kedudukan yang sangat penting, dan beberapa detail mengenai waktu serta kondisi pada hari tersebut telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW.

Salah satu informasi penting adalah bahwa Hari Kiamat akan terjadi pada hari Jum'at. Hadis riwayat Muslim (No. 854) menyebutkan bahwa sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum'at, dan pada hari itulah Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan dari surga, dan Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum'at. Ini menunjukkan keutamaan hari Jum'at dan kaitannya dengan peristiwa-peristiwa agung dalam sejarah manusia.

Pada Hari Kiamat, akan ada golongan manusia yang mendapatkan perlindungan khusus dari Allah SWT di bawah naungan-Nya, di saat tidak ada naungan lain.

Hadis riwayat Bukhari (No. 1423) menyebutkan tujuh golongan tersebut, antara lain: imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah, dan dua orang yang saling mencintai karena Allah. Golongan-golongan ini menunjukkan pentingnya ketulusan hati, keadilan, serta keikhlasan dalam ibadah sebagai bekal menghadapi Hari Kiamat.

Ujian di dunia sangat beragam, namun mereka yang berhasil melaluinya dengan iman dan takwa akan mendapatkan ganjaran istimewa di akhirat kelak. Pemahaman tentang hari kiamat dan kehidupan akhirat ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk senantiasa beramal saleh dan meningkatkan ketakwaan.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan Hari Kiamat dalam Islam?

Hari Kiamat adalah peristiwa kebangkitan seluruh makhluk hidup untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereka di dunia. Pada hari ini, kehidupan dunia berakhir dan dimulailah kehidupan akhirat yang kekal.

2. Apa saja tanda-tanda menjelang Hari Kiamat?

Tanda-tanda Kiamat terbagi menjadi dua, yaitu tanda kecil dan tanda besar. Tanda kecil seperti rusaknya amanah, banyaknya pembunuhan, dan kepemimpinan yang zalim, sedangkan tanda besar meliputi kemunculan Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, dan munculnya Ya’juj dan Ma’juj.

3. Mengapa memahami tanda-tanda Kiamat penting bagi umat Islam?

Pemahaman ini membantu umat memperkuat iman dan mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir zaman. Selain itu, hal ini menjadi peringatan moral agar manusia senantiasa berpegang pada kebenaran dan menjauhi maksiat.

4. Kapan Hari Kiamat akan terjadi?

Waktu pasti terjadinya Kiamat hanya diketahui oleh Allah SWT. Namun, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Kiamat akan terjadi pada hari Jum’at, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim (No. 854).

5. Siapa saja golongan yang akan mendapat perlindungan Allah di Hari Kiamat?

Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah, di antaranya imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah, dan dua orang yang saling mencintai karena Allah. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari (No. 1423).

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |