Jemaah Haji Indonesia Dilarang Jemur Pakaian di Atap Hotel Makkah, Kemenhaj Cari Lokasi Lain

23 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Jemaah haji Indonesia diminta tidak menjemur pakaian di atap hotel selama berada di Makkah, Arab Saudi. Larangan itu diberlakukan setelah pihak syarikah Arab Saudi melakukan inspeksi ke sejumlah hotel jemaah.

Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Makkah Suryo Panilih mengatakan, larangan tersebut berkaitan dengan aturan keselamatan yang berlaku di Arab Saudi.

"Menurut info dari otoritas Saudi, hal itu dapat membahayakan jemaah juga melanggar aturan yang ada di Arab Saudi, khususnya di Makkah," ujar Suryo pada tim Media Center Haji di Kantor Daker Makkah, Jumat (8/5/026).

Ia menjelaskan, layanan akomodasi jemaah haji di Makkah hingga saat ini berjalan relatif lancar. Hotel disebut tetap berkomitmen menjalankan layanan sesuai kontrak, termasuk menyediakan resepsionis, lift yang memadai, mesin cuci, dan fasilitas jemur pakaian bagi jemaah.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, sejumlah hotel mulai melarang aktivitas menjemur pakaian di atap gedung setelah adanya inspeksi dari pihak syarikah. Larangan itu membuat sebagian jemaah kesulitan mencari tempat alternatif untuk mencuci dan mengeringkan pakaian.

Lakukan Koordinasi

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kemudian berkoordinasi dengan syarikah dan pengelola hotel untuk menyiapkan lokasi pengganti bagi jemaah. Hotel yang sudah memiliki area khusus jemur diminta memindahkan aktivitas mencuci ke lokasi tersebut.

Sementara hotel yang belum memiliki fasilitas serupa diminta segera menyediakan ruang alternatif di dalam gedung. Pihak hotel disebut sedang menyiapkan sejumlah lantai yang memungkinkan digunakan sebagai area mencuci dan menjemur pakaian.

"Di antaranya adalah lantai service atau lantai restoran untuk hotel-hotel yang memang belum memiliki fasilitas menjemur dan mencuci,| kata Suryo.

Menurut dia, pengelola hotel juga akan menyiapkan sistem drainase agar pembuangan air bekas cucian tidak mengganggu area lain di dalam bangunan. Proses penyesuaian fasilitas itu diperkirakan memerlukan waktu satu hingga tiga hari.

Pengawasan Terus Dilakukan

Suryo menyebut, pengawasan terus dilakukan agar seluruh hotel segera menyediakan tempat mencuci yang aman dan sesuai aturan. Langkah itu dinilai penting karena aktivitas mencuci pakaian dilakukan setiap hari oleh ribuan jemaah Indonesia di Makkah.

Ia mengatakan, kebutuhan tempat mencuci akan meningkat seiring bertambahnya jumlah jemaah yang tiba di hotel-hotel Makkah setiap hari. Karena itu, pihaknya meminta seluruh pengelola hotel mempercepat penyediaan fasilitas alternatif agar layanan terhadap jemaah tidak terganggu.

"Kita akan awasi terus progres pengerjaannya secepat mungkin karena jemaah kita setiap hari mencuci," jelas Suryo.

Ia berharap seluruh proses penyesuaian fasilitas dapat berjalan lancar sehingga jemaah tetap dapat mencuci pakaian dengan aman tanpa melanggar aturan otoritas Arab Saudi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |