Kata Pengacara Febrie Adriansyah soal Sutrimo yang Tewas

6 hours ago 2

PENGACARA Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, buka suara ihwal pria bernama Sutrimo yang ditemukan tewas pada Kamis, 23 Juli 2026. Menurut Febri, pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya.

"Jadi mungkin memang lebih baik agar isunya enggak campur aduk, ya, lebih baik kami tunggu saja bersama-sama," kata Febri di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Senin, 27 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Febri menolak untuk berkomentar banyak ihwal Sutrimo yang diduga bekerja di kediaman eks Jampidus, Febrie Adriansyah. Menurut Febri, ia hanya mendampingi kliennya itu dalam perkara korupsi yang menjerat Febrie di Kejaksaan Agung. "Kami fokus di substansi perkara (korupsi)," ucapnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya tengah menyelidiki kasus kematian Sutrimo. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, pihaknya masih mendalami ihwal kronologi kematian korban. "Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian," kata Budi dalam keterangannya kepada wartawan, pada Ahad, 26 Juli 2026.

Polisi tengah mengumpulkan keterangan dan mengklarifikasi kejadian tersebut kepada pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa itu. Penyidik juga mendalami data rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya Sutrimo, serta informasi lain yang berkaitan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, Sutrimo, 42 tahun, diduga bekerja di kediaman Febrie Adriansyah. Pada hari kejadian sekitar pukul 07.30 WIB, almarhum sempat mengeluhkan sakit ke seorang rekannya dan meminta diantar ke rumah sakit terdekat. 

Rekannya kemudian membawa Sutrimo ke klinik kecantikan M di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan. Saat berada di klinik, Sutrimo dilaporkan muntah dan mengeluarkan cairan berbusa dari mulutnya. Rekannya kemudian meminta bantuan ambulans. Namun, ketika petugas ambulans tiba, Sutrimo telah meninggal.

Budi menyatakan, pihaknya juga akan menelusuri keterkaitan korban dengan sejumlah pihak lain, termasuk mantan pejabat tinggi tersebut. "Masih didalami," ujar Budi. 

Pantauan Tempo di lokasi klinik menunjukkan kondisi bangunan yang dalam kondisi tidak lagi beroperasi. Keterangan dari sejumlah warga di sekitar mengatakan klinik itu sudah tutup sejak lama dan tidak berpenghuni. 

Salah seorang personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas yang berada di sekitar lokasi mengatakan klinik itu diduga memiliki keterkaitan dengan Febrie Adriansyah. Hanya saja penyidik masih terus mendalami informasi tersebut. 

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. "Kami akan menyampaikan perkembangan hasil penyelidikan setelah memperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," ucap Budi.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |