Kronologi Islah Dikuntit: Ada Alat Pelacak dan Terekam CCTV

4 hours ago 6

DIREKTUR Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, membeberkan kronologi saat keluarganya diintai dan dibuntuti oleh kelompok yang diduga berasal dari tentara. Islah mengatakan kejadian itu terjadi dalam dua pekan terakhir. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Islah bercerita, dirinya baru mengetahui penguntitan pada 21 Mei 2026, sepulang menghadiri acara peringatan 28 tahun Reformasi di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Tetangga rumah Islah memberitahu ada sejumlah orang tidak dikenal memotret garasi rumahnya.

Mereka bahkan sempat masuk ke teras rumah tetangganya dan menanyakan secara detail tentang penghuni rumah Islah, termasuk rutinitas, dan jadwal aktivitasnya. Menurut ingatan tetangga tersebut, ada 4 orang berbeda yang selalu bertanya tentang profil keluarga Islah.

”Dan menurut laporan tetangga juga mereka bertanya-tanya tentang anak saya,” kata Islah saat konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026. 

Islah mengatakan, menurut cerita tetangganya, tiga hari sebelumnya atau pada 19 Mei 2026, ada dua orang tak dikenal datang untuk memotret dan berkeliling di sekitar rumahnya. Islah melihat rekaman CCTV rumah dan mendokumentasikan tangkapan layar video tersebut.

“Tetangga saya mempertegas bahwa salah satu orang tak dikenal tersebut yang selama
ini selalu bertanya tentang profil saya dan keluarga,” tuturnya. 

Pada 21 Mei 2026, pukul 10.00 WIB, Islah menjemput anaknya di Bandara Soekarno Hatta. Keponakan Islah yang duduk di barisan kursi paling belakang melihat ada mobil yang selalu mengikuti sejak berangkat dari rumah, makan di salah satu restoran di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, hingga tiba di rumah lagi. Keponakannya sempat mendokumentasikan mobil penguntit dengan kamera ponselnya. 

“Dia sudah curiga ketika keluar dari rumah ada mobil Avanza ini dengan plat nomor ini. Supaya enggak ketahuan bahwa penguntit ini tidak direkam, keponakan saya menggunakan handphone kamera depannya seolah-olah selfie,” ujarnya.

Pada hari yang sama, Islah berkeliling di sekitar rumah dan menemukan mobil penguntit di warung kopi sekitar 100 meter dari kediamannya. Mobil tersebut diparkir di pinggir jalan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. 

Menurut warga sekitar, kata Islah, hampir setiap hari mobil tersebut dan sepeda motor yang selama ini mondar-mandir di depan rumahnya, berkumpul dalam satu area parkir yang sama dan menelpon satu sama lain. Kemudian, pada malam hari warga sepakat untuk membantu dengan berkeliling karena menilai orang tak dikenal tersebut semakin meresahkan dan bertindak terang-terangan. 

Warga lalu menemukan seorang tak dikenal memarkir sepeda motornya di pinggir Jalan Raya T. B. Simatupang atau sekitar 30 meter dari rumah Islah. Orang tersebut terlihat mencurigakan dan sedang mengoperasikan sebuah alat yang diyakini Islah sebagai pelacak jejak atau direction finder (DF), alat yang biasa dipakai intelijen di lapangan.

“Ketika didatangi warga, OTK tersebut melarikan diri dan tidak sempat terekam secara jelas,” ujarnya. “Tapi beruntung, salah satu OTK yang dibonceng tertinggal kabur oleh kawannya tersebut dan wajahnya berhasil didapatkan.”

Kemudian, pada 22-24 Mei 2026, dari berbagai kejadian penguntitan dan berbagai temuan ini, Islah meminta bantuan semua penghuni rumah dan warga sekitar untuk selalu memantau CCTV masing-masing dan memotret siapapun yang dicurigai. Islah juga juga meminta warga untuk berkeliling untuk merekam segala apa yang mencurigakan.

Pada 24 Mei 2026, Islah lalu mengevakuasi keluarganya ke tempat aman. Namun pada 1 Juni 2026, pukul 12.45 WIB, tetangga Islah mengabarkan masih ada OTK memantau dan memotret rumahnya. Warga sempat memotret orang tersebut, tetapi wajahnya tidak terlihat jelas. 

Dari hasil foto dan rekaman, Islah menemukan orang tak dikenal terekam menggunakan sistem aplikasi pelaporan yang ia yakini digunakan untuk praktik intelijen. Aplikasi ini merupakan sistem pelaporan dan sistem pemunculan dari target yang sedang diintai. Dugaan ini membuat Islah yakin orang tak dikenal itu merupakan anggota TNI. 

Islah mengatakan ada beberapa bukti lain yang mengarah pada identitas penguntit berasal dari TNI. “Ada berbagai cara yang kita lakukan selama ini lewat jaringan kita dan juga perkawanan kita. Ada beberapa gambar yang sudah kita dapatkan, enam orang itu ternyata teridentifikasi sebagai anggota TNI. Saya perjelas, anggota TNI,” kata Islah.

Namun Islah mengatakan belum mendapatkan informasi dari satuan mana para penguntit.

Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Brigadir Jenderal TNI Muhammad Nas, mengatakan Islah dapat menginformasikan kepada TNI apabila memang punya bukti dan data keterlibatan tentara. "Pastinya TNI akan menindaklanjuti," kata Muhammad Nas kepada Tempo

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |