Serial Di Luar Nurul Angkat Kisah Pencarian Jati Diri Gen Z

6 hours ago 6

SCREENPLAY Films bersama platform streaming Vidio resmi memperkenalkan Original Series terbarunya yang berjudul Di Luar Nurul. Serial ini menyoroti realitas kehidupan emosional, konflik, hingga dinamika sosial khas Gen Z.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Cerita di dalamnya juga merangkum berbagai tren viral, termasuk fenomena istilah "The Nurul" yang belakangan ini kerap melintasi lini masa media sosial anak muda.

Pendalaman Karakter dan Pesan Moral untuk Remaja

Co-Sutradara serial Di Luar Nurul, Adis Kayl, mengungkapkan tantangan sekaligus keseruannya dalam melakukan riset, sekaligus mengarahkan para pemain muda yang dinilai sangat kritis. Menurutnya, proses produksi ini menjadi media diskusi yang interaktif karena para pemain aktif memberikan masukan yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

"Kalau dari yang paling mudah, memang mereka ini semua kritis, sehingga itu membantu kami berdua buat risetnya. Bagi saya, buat risetnya itu enggak perlu jauh-jauh dari mereka. Karena kami temanya itu ada dua perspektif antara anak Jaksel dan anak Depok. Mereka tuh punya perspektif anak Gen Z yang lumayan jauh berbeda dan suka pro kontra," ujar Adis saat konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.

Adis juga menjelaskan bahwa cerita ini sengaja dibuat sejujur mungkin agar mampu merekam realitas proses pendewasaan remaja secara nyata. Di sisi lain, para pemain juga dituntut memberikan performa terbaik demi menyampaikan pesan moral yang kuat melalui karakter masing-masing.

Perkembangan Karakter Antagonis dan Dinamika Benci Jadi Cinta

Aktris Lea Chiaracel, yang memerankan tokoh Lily, membagikan pandangannya mengenai perkembangan karakter antagonis yang ia mainkan. Lea menyebutkan bahwa konflik yang dialami tokohnya merupakan bentuk respons emosional terhadap lingkungan sekitar.

"Menurut saya, sebenarnya Lily itu enggak benci, cuma dia merasa terganggu aja sama orang-orang seperti Kania, yang menurut dia disturb her peace. Tapi nantinya Lily sadar kalau ternyata orang-orang yang seperti Kania itu justru lebih jujur, lebih enggak munafik sama sekali, dan pertemanannya lebih setia. Nanti akan ada perubahan dari karakter Lily," ujar Lea.

Selain berfokus pada perkembangan karakter, Lea juga menambahkan bahwa serial ini memuat banyak referensi tren masa kini yang sangat dekat dengan kehidupan Gen Z, terutama hal-hal yang sering viral di media sosial. Melalui tayangan ini, terdapat nilai edukasi tersirat mengenai pentingnya sikap toleransi di kalangan remaja.

"Terus ya hal-hal yang Nurul banget yang sering saya lihat di FYP TikTok itu akan ada banyak sekali di series ini, dan membawa pesan moral yang sangat bagus juga untuk anak-anak muda untuk tidak membandingkan orang karena penampilan dan untuk semua anak remaja biar bisa mengekspresikan diri dengan cara berpakaian, cara berbicara, selama tidak membawa energi negatif untuk orang lain," ucap Lea.

Daya tarik lain dari serial ini terletak pada jalinan romansa dan konflik antartokoh utama yang menggunakan formula benci jadi cinta. Nayla D. Purnama, yang memerankan karakter Kania, mengungkapkan bahwa persinggungan karakternya dengan tokoh lain menjadi bumbu cerita yang sangat dinamis dan diprediksi akan menjadi bagian yang paling dinantikan oleh penonton.

"Dari kisah pertemanan dan juga mimpinya Kania, justru dia dihadapkan dengan kondisi di mana dia harus menerima supaya bisa melanjutkan mimpinya. Yang awal-awalnya benci, terus nanti akan ada dinamika yang menarik di hubungannya juga, itu salah satu tipe favorit penonton ya, enemies to loves memang selalu menyenangkan. Semoga juga ditontonnya dibikin gemas," tutur Nayla..

LAODE MUHAMAD ASHEGAF

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |