Liputan6.com, Cilacap - Membaca doa qunut merupakan salah satu amalan sunah dalam sholat, biasanya saat melaksanakan sholat subuh. Doa qunut dibaca pada rakaan kedua setelah membaca doa tahmid sewaktu i’tidal.
Imam Syafi’i sebagaimana diikuti oleh mayoritas ulama ahli hadis menganjurkan membaca doa qunut saat sholat Subuh.
Namun pertanyaannya ialah jika kita tidak hafal doa qunut, apa yang sebaiknya dilakukan? Tidak membaca atau boleh membaca doa yang lain?
Berkaitan dengan pertanyaaan di atas, Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon, KH. Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya) menjelaskan jawabannya.
Simak Video Pilihan Ini:
Berkah, Kursi Roda untuk Nenek Lumpuh
Baca Ini Jika tidak Hafal Doa Qunut
Buya Yahya menerangkan bahwa jika seseorang tidak hafal doa qunut sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW, maka boleh mengganti dengan lafal doa lainnya yang telah ia hafal. Beliau mencontohkan salah satu doa yang diperbolehkan dibaca yakni doa sapu jagat.
"Doa qunut yang enggak hafal, Allahummahdini fiman hadait, gantilah dengan doa apa saja yang anda tahu, bagi yang tidak hafal doa qunut,” terangnya dikutip dari tayangan YouTube Short @buyayahyaofficial, Kamis (27/03/2025).
“Selagi hafal doa qunut, dianjurkan, sunahnya adalah membaca qunut yang diajarkan Nabi, kalau enggak hafal, boleh saja rabbana atina fiddunya hasanan, boleh apa saja ya,” sambungnya.
Menurut beliau sejatinya qunut secara bahasa juga berarti doa. Jadi boleh mengganti dengan doa apa saja.
"Qunut itu kan adalah termasuk doa. Dari makna qunut sendiri adalah termasuk menghadap kepada Allah dengan permohonan dan dengan harapan," paparnya.
“Ya kalau bisa ya doa Allahummahdini,” imbuhnya.
Bagaimana jika Menjadi Imam tapi Tidak Hafal Doa Qunut?
Menurut Buya Yahya, meskipun ketika itu kita didaulat menjadi imam dan belum hafal doa qunut, maka boleh mengganti dengan doa apa saja yang kita hafal.
“Biarpun sholat Subuh Anda jadi imam, enggak apa-apa, biar ketahuan anda kalau tidak hafal, Allahu Akbar langsung Rabbana atina fiddunya hasanah," paparnya.
“Jadi bisa saja diganti dengan doa yang lainnya kalau memang dia tidak hafal,” tandasnya.
Penulis: Khazim Mahrur / Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul