6 Doa Pilihan saat Sedang Diuji Allah agar Hati Tetap Kuat dan Sabar, Kunci Supaya Lekas Bangkit

8 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan, terkadang musibah datang silih berganti sehingga menguji mental hingga di ambang batas. Namun, Islam mengajarkan bahwa ujian bukanlah bentuk kemurkaan, melainkan sarana peningkatan derajat. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui doa pilihan saat sedang diuji Allah agar hati tetap kuat dan sabar.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155-157, "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.'.."

Doa adalah kunci untuk meraih pertolongan Allah di tengah ujian. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan bahwa ketika seorang hamba ditimpa musibah, ia harus mengetahui bahwa Dzat yang mengujinya adalah Dzat yang paling bijaksana dan paling penyayang.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dengan orang yang tidak mengingat Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati. Doa dan zikir menghidupkan hati di tengah gelombang ujian yang menerpa.

Doa-Doa Pilihan saat Diuji Allah agar Hati Tetap Kuat dan Sabar

1. Doa Ketika Ditimpa Musibah (Kalimat Istirja')

Doa ini adalah kalimat yang diajarkan Allah langsung dalam Al-Qur'an untuk diucapkan saat musibah menimpa. Ini adalah benteng pertama bagi seorang mukmin.

Teks Arab: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Latin: Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn.

Artinya: "Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali."

Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 156, "Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.'"

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan bahwa kalimat ini mengandung dua pokok agung: pertama, pengakuan bahwa diri, keluarga, dan harta adalah milik Allah—Allah yang menciptakan, mengatur, dan membolak-balikkan keadaan sesuai kehendak-Nya. Kedua, pengakuan bahwa semua akan kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan.

Imam Muslim meriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang hamba ditimpa suatu musibah kemudian dia mengucapkan 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Allahumma ajirni fi musibati wa akhlif li khairan minha,' melainkan Allah pasti memberikan pahala dalam musibahnya dan memberinya pengganti yang lebih baik."

2. Doa Memohon Kesabaran dan Ketegaran Hati (Doa Pengakuan Hamba)

Doa ini adalah doa yang sangat agung, diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Doa ini mengajarkan seorang hamba untuk mengakui kehambaannya di hadapan Allah dan menyerahkan segala urusan kepada-Nya.

Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي

Latin: Allāhumma innī 'abduka, wabnu 'abdika, wabnu amatika, nāṣiyatī biyadika, māḍin fiyya ḥukmuka, 'adlun fiyya qaḍā'uka, as'aluka bikulli smin huwa laka sammayta bihī nafsaka, au anzaltahū fī kitābika, au 'allamtahū aḥadan min khalqika, awista'ṡarta bihī fī 'ilmil-ghaibi 'indaka, an taj'alal-qur'āna rabī'a qalbī, wa nūra ṣadrī, wa jalā'a ḥuznī, wa żahāba hammī.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki, dan anak dari hamba-Mu yang perempuan. Ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketetapan-Mu telah berlaku padaku, ketentuan-Mu adil bagiku. Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan untuk diri-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelenyap kesedihanku, dan penghilang kegelisahanku."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa ini mengandung empat pokok agung yang menjadi benteng saat diuji: pengakuan kehambaan kepada Allah, keimanan kepada takdir Allah, pengenalan terhadap nama-nama Allah, dan penghayatan terhadap Al-Qur'an. Dengan empat pokok inilah hati menjadi kuat dan sabar menghadapi ujian.

3. Doa Memohon Ketegaran Hati di Atas Ketaatan

Abdullah bin 'Amru bin al-'Ash radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kalbu seluruh manusia berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah Yang Maha Pengasih, bagaikan satu kalbu, Allah mengubah-rubah keadaannya sesuai kehendak-Nya." Maka Rasulullah SAW pun berdoa:

Teks Arab: اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Latin: Allāhumma Musharrifal-qulūb, ṣarrif qulūbanā 'alā ṭā'atik.

Artinya: "Ya Allah, Yang Mahakuasa untuk merubah-rubah keadaan hati! Arahkanlah kalbu kami untuk senantiasa menaati Engkau."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim. Aisyah radhiyallahu 'anha juga meriwayatkan bahwa salah satu doa yang paling sering diucapkan Nabi SAW adalah: "Yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik" (Wahai Yang Mahakuasa untuk membolak-balikkan hati, kokohkanlah kalbuku di atas agama-Mu). Doa ini sangat penting saat diuji karena hati manusia mudah berubah—dari sabar menjadi gelisah, dari kuat menjadi lemah. Memohon ketegaran hati kepada Allah adalah benteng utama agar tidak goyah saat badai ujian menerpa.

4. Doa Nabi Yunus 'alaihissalam (Doa saat dalam Kesulitan)

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Yunus ketika berada dalam kegelapan perut ikan paus. Ini adalah doa yang sangat mustajab untuk keluar dari kesulitan.

Teks Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Latin: Lā ilāha illā Anta, subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.

Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."

Allah berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 87, "Maka Dia (Allah) telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan." Rasulullah SAW bersabda, "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berdoa di perut ikan: 'Lā ilāha illā Anta, subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.' Tidaklah seorang laki-laki muslim berdoa dengan doa ini dalam hal apapun melainkan Allah pasti mengabulkan doanya."

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa doa ini mengandung kesempurnaan tauhid, pensucian Allah, dan pengakuan hamba terhadap kezhaliman dan dosa-dosanya—yang merupakan obat mujarab di kala mendapat kesusahan dan kegundahan.

5. Doa Memohon Perlindungan dari Bencana dan Kesengsaraan

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi SAW mengajarkan umatnya untuk berlindung dari berbagai bentuk bencana dan kesengsaraan.

Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Latin: Allāhumma innī a'ūżu bika min jahdil-balā', wa darakisy-syaqā', wa sū'il-qaḍā', wa syamātati-l-a'dā'.

Artinya: "Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang sangat berat, kesengsaraan dan segala faktor penyebabnya, hal-hal yang tidak disukai, serta kebahagiaan musuh atas musibah yang menimpa diriku."

Dikutip dari buku Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik oleh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Doa ini mencakup perlindungan dari berbagai bentuk penderitaan yang dapat menyebabkan kegelisahan hati, termasuk bencana besar, kesengsaraan, ketetapan yang buruk, dan kemenangan musuh atas diri seseorang.

6. Doa Nabi Ayub 'alaihissalam

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Ayub ketika beliau tertimpa penyakit yang sangat berat selama bertahun-tahun. Ini adalah teladan kesabaran yang agung.

Teks Arab: رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Latin: Rabbi innī massaniyaḍ-ḍurru wa anta arḥamur-rāḥimīn.

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."

Allah berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 83, "Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya: '(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.'"

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan bahwa doa ini mengandung pengakuan kelemahan hamba di hadapan Allah, sekaligus pengakuan bahwa hanya Allah-lah tempat memohon pertolongan dan kesembuhan.

Waktu Terbaik Mengamalkan Doa Saat Diuji

1. Saat Musibah Baru Saja Menimpa

Saat pertama kali mendengar atau merasakan musibah, inilah waktu paling utama untuk mengucapkan kalimat "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" dan doa-doa lainnya. Semakin cepat seorang hamba kembali kepada Allah, semakin cepat pula ketenangan menghampiri hatinya.

2. Pagi dan Sore Hari (Waktu Zikir)

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa zikir pagi dan petang adalah benteng kokoh bagi seorang hamba sepanjang hari. Membaca doa-doa perlindungan di waktu ini akan menjaga hati dari kegelisahan sepanjang hari.

3. Sepertiga Malam Terakhir

Waktu sepertiga malam yang akhir adalah saat yang paling mustajab untuk berdoa. Pada waktu ini, Allah turun ke langit dunia dan berfirman, "Siapakah yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapakah yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri; siapakah yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni" (HR. Bukhari & Muslim).

4. Setelah Shalat Fardhu

Doa-doa yang diajarkan Nabi SAW dapat dibaca setelah shalat fardhu, terutama doa perlindungan dari berbagai keburukan yang menjadi penyebab kegelisahan hati.

5. Dalam Sujud

Rasulullah SAW bersabda, "Saat seorang hamba berada dalam keadaan sujud, maka ia paling dekat dengan Tuhannya, maka perbanyaklah doa di dalamnya" (HR. Muslim). Saat diuji, perbanyaklah doa dalam sujud, karena inilah waktu di mana hati paling tunduk dan doa paling mustajab.

Hikmah Berdoa saat Diuji agar Hati Tetap Kuat dan Sabar

1. Menguatkan Tauhid dan Ketergantungan kepada Allah

Doa saat diuji mengajarkan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Dzat yang berkuasa menolong dan menyelamatkan. Sebagaimana dalam doa pengakuan hamba, "nāṣiyatī biyadika" (ubun-ubunku ada di tangan-Mu)—ini adalah pengakuan bahwa hidup dan mati, bahagia dan sengsara, semuanya berada di tangan Allah. Inilah inti tauhid yang membuat hati kuat.

2. Menghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan bahwa ujian dan musibah adalah penghapus dosa bagi seorang mukmin. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, hingga duri yang mengenainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya" (HR. Bukhari & Muslim).

3. Menghidupkan Hati dari Kelalaian

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa zikir adalah benteng kuat dan penyebab hidupnya hati. Saat diuji, hati manusia yang mungkin selama ini lalai kembali tersentuh, dosa-dosa diistighfari, dan hubungan dengan Allah diperbaiki.

4. Menumbuhkan Kesabaran dan Keridhaan

Doa saat diuji mengajarkan seorang hamba untuk bersabar dan ridha dengan takdir Allah. Dalam doa pengakuan hamba terdapat kalimat "māḍin fiyya ḥukmuka, 'adlun fiyya qaḍā'uka" (ketetapan-Mu telah berlaku padaku, ketentuan-Mu adil bagiku). Ini adalah pengakuan bahwa segala yang menimpa diri seorang hamba adalah adil dari Allah.

5. Mendapatkan Pertolongan dan Kemudahan dari Allah

Allah berfirman, "Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. Al-Insyirah: 5-6). Doa adalah kunci untuk membuka pintu pertolongan Allah. Semakin intens seorang hamba berdoa, semakin dekat pula pertolongan Allah datang.

Pertanyaan Seputar Doa Saat Diuji Allah

1. Doa apa yang dibaca ketika sedang diuji Allah agar hati tetap sabar?

Doa yang paling dianjurkan adalah kalimat "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali) sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 156. Selain itu, doa Nabi Yunus "Lā ilāha illā Anta, subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn" juga sangat dianjurkan karena Rasulullah SAW menjamin doa ini akan dikabulkan.

2. Bagaimana cara agar hati tetap kuat saat menghadapi ujian hidup?

Cara terbaik adalah dengan memperbanyak doa dan zikir, membaca Al-Qur'an dan merenungkan maknanya, meyakini bahwa setiap ujian adalah penghapus dosa dan peningkat derajat, serta berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Sebagaimana firman Allah, "alā bidzikrillāhi tathma'innul-qulūb" (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram).

3. Doa apa yang diajarkan Rasulullah untuk memohon ketegaran hati?

Rasulullah SAW mengajarkan doa: "Allāhumma Musharrifal-qulūb, ṣarrif qulūbanā 'alā ṭā'atik" (Ya Allah, Yang Mahakuasa untuk merubah-rubah keadaan hati! Arahkanlah kalbu kami untuk senantiasa menaati Engkau). Beliau juga sering mengucapkan "Yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik" (Wahai Yang Mahakuasa untuk membolak-balikkan hati, kokohkanlah kalbuku di atas agama-Mu).

4. Apakah ujian dan musibah bisa menghapus dosa?

Ya. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, hingga duri yang mengenainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya" (HR. Bukhari & Muslim). Syaikh Abdurrazzaq al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menegaskan bahwa sakit dan musibah bagi seorang mukmin adalah rahmat karena ia menyucikannya dan menghapus dosa-dosanya.

5. Kapan waktu terbaik untuk berdoa saat sedang diuji?

Waktu terbaik adalah saat musibah baru saja menimpa, pada sepertiga malam terakhir, setelah shalat fardhu, dalam keadaan sujud, serta di waktu pagi dan sore hari (zikir pagi dan petang). Pada waktu-waktu tersebut, doa lebih mustajab dan hati lebih khusyuk dalam memohon pertolongan Allah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |